200 Faktor Ranking Google yang Perlu Anda Ketahui (Part 3)
September 8, 2019
flat design illustration concept for seo. concept for web banner and promotional material.
Yuk, Kenalan dengan 5 SEO Tools Gratis Untuk Website Anda
September 13, 2019
Show all

200 Faktor Ranking Google yang Perlu Anda Ketahui (Part 4)

Sampailah kita pada part terakhir dari 200 faktor ranking Google.

Jangan lupa baca Part 1 , part 2, dan part 3-nya, agar tidak ketinggalan faktor-faktor menarik lainnya.

 

151. Safe Search: Hasil pencarian dengan kata-kata kasar atau konten dewasa tidak akan muncul bagi orang yang menghidupkan safe search.

 

152. Google+ Circles: Walaupun Google+ tidak terlalu aktif, Google masih menunjukan hasil pencarian dari penulis atau situs yang telah anda tambahkan kedalam circle Google+ Anda.

 

153. “YMYL” Keywords: Google memiliki standar konten yang tinggi untuk Keyword “ Your Money or Your life”.

 

154. DMCA Complaints: Google akan men-“downrank” halaman yang terkena DMCA complaint yang resmi.

 

155. Domain Diversity: Bigfoot Update seharusnya menambakan beberapa domain ke tiap halaman SERP.

 

156. Transactional Searches: Google terkadang menunjukan berbagai macam hasil dari keyword yang berhubungan dengan shopping, seperti jadwal penerbangan.

sumber: backlinko.com

157. Local Searches: Untuk pencarian local, Google sering meletakkan hasil pencarian lokal diatas hasil pencarian organic SERP.

sumber: backlinko.com

158. Top Stories box: Keyword tertentu akan memicu Top Stories box:

sumber: backlinko.com

159. Prefernsi Brand Besar: Setelah Vince Update, Google mulai memberikan brand besar dorongan untuk beberapa keyword.

 

160. Shopping Results: Google terkadang menunjukan hasil Google shopping di organic SERP

 

161. Image Results: Google images terkadang muncul di halaman normal, hasil pencarian organic.

 

162. Easter Egg Results: Google memberikan lusinan hasil easter egg. Sebagai contoh ketika anda mencari “Atari Breakout” di Google image search, hasilnya akan bisa dimainkan.

 

163. Single Site Results for Brands: Domain atau brand-oriented keyword, akan membawa beberap hasil dari situs yang sama.

 

164. Payday Loans Update: Ini adalah agoritma spesial yang didesain untuk membersihkan query yang sangat spam.

 

Brand Signals

165. Brand Name Anchor Text: Branded anchor text itu brand signal yang simpel dan kuat.

 

166. Branded Searches: Orang-orang akan mencari brand di Google. Jika mereka mencari brand anda, ini akan menunjukan kepada Google bahwa situs anda adalah brand asli.

 

167. Brand + Keyword Searches: Apakah orang-orang akan mencari keyword yang spesifik bersamaan dengan brand anda? Jika iya, Google kemungkinan akan memberikan ranking boost ketika orang-orang mencari versi keyword tanpa brand di Google.

 

168. Situs yang Memiliki Facebook Page dan Likes: Brand cenderung memiliki Facebook page dengan jumlah like yang banyak.

 

169. Situs yang Memiliki Profil Twitter dengan Follower: Profil Twitter dengan follower yang banyak menandakan popular brand.

 

170. Official Linkedin Company Page: Banyak sekali bisnis yang “real” memiliki halaman Linkedin.

 

171. Known Authorship: Pada Februari 2013, CEO Google Eric Schimdt mengklaim:

“Dalam hasil pencarian, informasi yang dikaitkan dengan profil online yang diverifikasi akan diberi peringkat lebih tinggi dari konten tanpa verifikasi, yang akan membuat sebagian besar pengguna mengklik secara alami pada hasil teratas (terverifikasi).”

 

172. Legitimacy of Social Media Accounts: Akun media sosial dengan 10.000 pengikut dan 2 posting mungkin ditafsirkan jauh berbeda dari akun dengan 10.000 pengikut yang kuat dengan banyak interaksi. Bahkan, Google mengajukan patent untuk menentukan apakah akun media sosial itu asli atau palsu.

 

173. Brand Mentions on Top Stories: Brand besar selalu di-mention di-top stories setiap saat. Bahkan beberapa brand mendapatkan feed berita dari website mereka sendiri di halaman pertama.

 

 

174. Unlinked Brand Mention: Brand terkadang mendapatkan mention tanpa dihubungkan dengan link Google cenderung melihat brand yang tidak ditautkan sebagai sebauh sinyal brand.

 

175. Brick and Mortar Location: Bisnis yang “real” memiliki kantor. Mungkin saja Google akan menggunakan lokasi sebagai cara untuk menentukan situs tersebut brand besar atau tidak.

 

On-Site Webspam Factors

176. Panda Penalty: Situs dengan konten berkuaitas rendah, akan kurang terlihat dalam pencarian setelah mendapatkan panda penalty.

 

177. Links to Bad Neighborhoods: Tautan menuju “bad neighborhood” akan menurunkan visibilitas situs anda.

 

178. Redirects: Redirect yang cerdik adalah tindakan yang tidak baik. Jika ketahuan, situs anda tidak hanya akan di beri penalti namun juga tidak akan di

 

179. Popups orDistracting Ads”: Dokumen Google Rater Guidelines mengatakan bahwa popups dan iklan yang menggagu adalah tanda situs dengan kualitas rendah.

 

180. Interstitial Popups: Google akan memberikan penalti kepada situs yang menampilkan iklan popupinterstitial” kepada user mobile

sumber: searchengineland.com

181. Site Over-Optimization: Google akan memberikan penalty jika situs anda over-optimizing, seperti keyword stuffing, header tag stuffing, excessive keyword decoration

 

182. Konten “Sampah”: Google patent mengaris bawahi bahwa Google akan mengidentifikasi konten “sampah”, Yang dapat menolong untuk menyaring konten yang auto-generated.

 

183. Doorway Pages: Google menginkan halaman yang anda tampilkan ke Google sama dengan yang dilihat oleh user. Jika halaman anda membawa user ke halaman yang lain maka itu disebut “doorway page”. Google tidak menyukai “doorway page”.

 

184. Ads Above the Fold: Page layout algorithm akan memberikan penalty kepada situs dengan above the fold ads yang terlalu banyak tanpa memiliki konten yang berarti.

 

185.Hiding Affiliate links: Terlalu jauh menyembunyikan affiliate link (terutama dengan cloacking) akan berakhir dengan penalty.

 

186. Fred: Nama panggilan yang diberikan kepada serangkaian update dari Googleyang dimulai dari tahun 2017. Fred akan menargetkan situs dengan konten rendahan yang lebih memilih keuntungan daripada membantu user-nya.

 

187. Affiliate Sites: Bukan rahasia lagi jika Google bukan penggemar terbesar dari affiliate site.

 

188. Autogenerated Content: Google juga membenci autogenerated content. Jika Google mencurigai situs anda menggunakan konten yang diproduksi secara otomatis, maka Google akan memberikan penalti dan tidak meng-index situs anda.

 

189. PageRank Sculpting yang Berlebihan: PageRank sculpting yang berlebihan dengan nofollow seluruh outbound link akan menjadi tanda bahwa anda mempermainkan system.

 

190. IP Address Flagged as Spam: Jika server IP anda di tandai sebagai spam, itu akan mempengaruhi seluruh situs dalam server yang sama.

 

191. Meta Tag Spamming: Keyword stuffing juga dapat terjadi di dalam meta tags. Jika Google berfikir bahwa anda memasukan keyword ke judul dan tag sebagai usaha unruk mempermainkan algoritma, mereka mungkin akan memberikan situs anda penalti.

 

Off-Site Webspam Factors 

192. Hacked Site: Jika situs anda terkena hack, maka situs anda akan mengalami penurunan ranking.

 

193. Unnatural Influx of Links: Influx link yang dadakan dan tidak alami adalah tanda pasti dari link palsu.

 

194. Penguin Penalty: Situs yang terkena penalti dari Google Penguin, secara signifikan kurang terlihat dalam hasil pencarian. Meskipun, Penguin saat ini lebih berfokus menyaring bad link dibandingkan memberikan penalty seluruh situs web.

 

195. Link Profile with High % of Low Quality Links: Banyaknya link yang digunakan bersumber dari tempat yang digunakan black hat SEO bisa jadi tanda dari permainan system.

 

196. Link dari Website yang Tidak Berhubungan: Persentase yang tinggi dari backlink yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan topik yang ada di situs akan menambah kesempatan anda untuk di penalti secara manual.

 

197.Unnatural Links Warning: Google telah mengirim ribuan pesan “Google Search Console notice of detected unnatural links”. Ini biasanya menandai penurunan ranking, meskipun tidak 100% selalu terjadi.

 

198. Low-Quality Directory Links: Backlink dari low-quality directory bisa berujung pada penalty.

 

199. Widget Links: Google akan curiga pada link yang secara otomatis dihasilkan ketika pengguna menyematkan “widget” di situs mereka.

 

200. Link dari Class C IP yang Sama: Mendapatkan link dengan jumlah yang tidak natural dari situs dengan server IP yang sama akan membantu Google untuk menentukan link anda berasal dari satu jaringan blog.

 

201. “Poison” Anchor Text: Dengan memiliki “poison” anchor text yang diarahkan ke situs anda, mungkin merupakan tanda spam atau situs yang kena hack. Apa pun itu, ini dapat merusak ranking situs Anda.

 

202. Unnatural Link Spike: Google Patent 2013 menjelaskan bagaimana Google dapat mengidentifikasi apakah masuknya tautan ke suatu halaman adalah sah atau tidak. Tautan-tautan yang tidak wajar itu bisa menjadi tidak bernilai.

 

203. Link dari Artikel atau Press Release: Artikel dan press release telah banyak disalah gunakan, sampai-sampai Google sekarang menganggap dua strategi ini sebagai “link scheme” dalam banyak kasus.

 

204. Manual Action: Ada beberapa jenis dari kegiatan ini, namun semuanya hamper berhubungan dengan black hat link building.

 

205. Selling links: Ketahuan menjual link dapat melukai visibilitas pencarian anda.

 

206. Google Sandbox: Situs baru yang memiliki peningktan yang tiba-tiba terkkadang akan diletakan di dalam Google sandbox, yang akan membatasi visibilitas pencarian.

 

207. Google Dance: Google Dance untuk sementara waktu dapat menaikkan peringkat.. Menurut Google Patent, ini mungkin cara mereka untuk menentukan apakah suatu situs sedang mencoba permainan algoritma atau tidak.

 

208. Disavow Tool: Penggunaan Disavow Tool dapat menghilangkan penalti manual atau penalty yang disebabkan oleh algoritma korban dari SEO yang negatif.

 

209. Permintaan Peninjauan Ulang: Permintaan peninjauan ulang yang berhasil dapat mengangkat penalti.

 

210. Temporary Link Schemes: Google telah menangkap orang-orang yang membuat – dan menghapus dengan cepat – tautan-tautan spam. Yang juga dikenal sebagai temporary link scheme.

 

Conclusion

Ini adalah  list yang cukup panjang

Untuk menyimpulkannya, ini adalah beberapa faktor penting dari Google Ranking 2019:

Referring domains

Organic click-through-rate

Domain authority

Mobile usability

Dwell time

Total number of backlinks

Content quality

On-page SEO

 

SEO ranking faktor mana yang terdengar baru bagi anda? Atau masih banyak lagi faktor-faktor yang belum termasuk di daftar ini? Silahkan share pada kolom komentar di bawah.

Farhan Agassi
Farhan Agassi
I am Farhan Agassi, content writer at Toffeedev. technology enthusiast, and avid any kind of entertainment watcher.

3 Comments

  1. Muhammad Azzam berkata:

    Selamat siang mas, ada tips ga mas Farhan buat bikin content quality? terimakasih mas

    • Farhan Agassi berkata:

      Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat konten yang berkualitas, seperti membuat konten yang orisinil, akurat, dan lebih baik lagi jika konten anda bisa memberikan jawaban akan suatu pertanyaan, sehingga dapat meningkatkan engagement dengan pembaca anda.
      jangan lupa tambahkan headline yang menarik, sertakan gambar dan juga video.
      Konten berkualtas juga harus mudah untuk dicari, mudah untuk dibagikan, mudah untuk dibaca, dan mudah untuk diingat.

  2. Agus berkata:

    Mantaaaap nih penjelasaanya lengkap sekali, Terima kasih sudah berkenan berbagi dan apa yang dikatakan diatas tadi sangat membantu terutamanya bagi saya pemula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *