DesignAwards.Asia Design Of The Day
Kenapa Inbound Marketing Cocok Untuk Bisnis Anda
Februari 23, 2016
Apa Maksud Layout Baru Google Bagi Para Marketer?
Februari 25, 2016
Show all

4 Cara Berkomunikasi Dengan Baik Disaat Gugup

Nervous adalah salah satu “penyakit” yang paling sulit dihindari ketika kamu berkomunikasi dengan orang lain. Seperti yang kita tahu bahwa komunikasi selalu ada di kehidupan kita, atau dalam kasus ini di dunia bisnis. Di setiap interaksi, perbedaan paling menonjol adalah bukan apa yang dikomunikasikan melainkan bagaimana cara kita berkomunikasi. Komunikasi haruslah dilakukan dengan penuh hormat dan baik sehingga dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara. Seperti yang dilansir oleh Entrepreneur.com, bahwa dalam berkomunikasi kita harus dapat mengontrol emosi, pandangan, karisma saat berbicara dan juga nada bicara kita. Berikut adalah beberapa cara simple untuk berkomunikasi dengan baik disaat gugup melanda;

1. Perjelas Pandangan Kamu

Jika kamu memiliki pandangan atau pendapat terhadap sesuatu, pastikan pendapat itu sudah kuat dan jelas. Sehingga ketika kamu mempresentasikan hal tersebut, jika ada bantahan dari pihak lain, kamu sudah dapat mengelaknya. Disinilah kepercayaan diri dikeluarkan. Jika kamu percaya diri atas apa yang kamu miliki, maka lawan bicaramu juga akan sulit menemukan kelemahan dari topik pembicaraan tersebut. Semakin kamu memperjelas ide kamu saat melakukan percakapan, maka akan semakin baik juga feedback yang kamu dapatkan. Dan jangan lupa ketika kamu mempunyai ide, jangan ragu untuk mengeluarkannya. Tidak ada benar dan juga tidak ada yang salah, karena pada dasarnya setiap orang memiliki pandangan yang berbeda.

2. Bersiaplah

Ketika kamu sudah memiliki ide, pastinya kamu juga harus bersiap untuk mengutarakan ide tersebut. Dalam sebuah presentasi, pasti kamu akan dihadapkan dengan atmosfer yang “menegangkan”. Akan tetapi jangan khawatir, jika kamu sudah siap secara keseluruhan maka atmosfer itu pun dapat kamu lumpuhkan. Saat presentasi, jangan pernah mengeluarkan kalimat yang berupa excuse karena itu dalam membawa “bencana” sendiri bagi kamu. Coba mulailah kalimat dengan kata “Saya” yang menandakan bahwa pendapat atau opini yang kamu sampaikan adalah benar adanya. Dengan persiapan yang matang, setiap kali ide kamu diragukan maka kamu memiliki kesempatan untuk memperkuat argumen yang telah kamu punya.

3. Tunjukkan Rasa Hormatmu

Ketika kamu merasa gugup, pasti ada kalanya kamu menjadi tak terkontrol dan cenderung terbawa emosi ketika ide kamu dibantah oleh orang lain. Gerak-gerik, nada bicara, penyampaian kamu saat berbicara adalah segalanya. Jika salah satu saja ada yang “miss”, maka rasa gugup akan menyerangmu seketika. Dan hal ini tentu saja dapat merusak momen berhargamu. Maka dari itu, saat idemu dibantah oleh atasan, tetaplah bersikap hormat tanpa harus merasa “disudutkan”. Dan jika kamu tidak setuju atas apa yang diutarakan oleh atasan, sampaikanlah ide kamu sebelumnya dengan rasa tanggung jawab serta penyampaiannya yang baik.

4. Jujurlah Pada Diri Sendiri

Mungkin ini membutuhkan tenaga lebih untuk tampil di depan umum serta meyakinkan diri sendiri kalau kita memang bisa. Dan beban kamu akan bertambah jika kamu tengah terlibat di sebuah grup yang memang biasanya kamu jarang mengutarakan ide atau pendapat. Namun jangn khawatir. Jujurlah pada diri kamu sendiri dan buatlah dirimu percaya diri akan apa yang kamu ingin utarakan. FOKUS. Dan sejenak coba lupakan bisikan dari orang lain yang malah menjatuhkanmu. Terkadang ini tidak melulu personal, bisa jadi ini merupakan “kebiasaan” dari sebuah perusahaan. Kamu hanya merasa ada seseorang yang ingin menjatuhkanmu, padahal sebenarnya tidak. Kamu hanya perlu stay in line dengan apa yang terjadi di sekitarmu, dan kamu harus tetap kuat dengan opinimu.

Sebenarnya, musuh terbesar dari nervous adalah diri kamu sendiri. Jadi, coba kamu lawan dan jujurlah pada diri sendiri.

Dwi Nurul
Dwi Nurul
Content Marketing Strategist di Toffeedev. Sangat antusias untuk bidang marketing, public relations, and digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat