White Hat SEO
Penjelasan Teknik White Hat SEO Yang Disukai Google
Februari 18, 2020
Guest Posting Adalah
Apa itu Guest Posting dan Apa Keuntungannya Bagi Anda?
Februari 18, 2020
Show all

Black Hat SEO, Praktik SEO yang Harus Selalu Anda Hindari

Black Hat SEO

Black Hat SEO

Teknik yang digunakan untuk melakukan SEO secara tradisional terbagi 2, ada white hat SEO dan juga black hat SEO. Bila white hat SEO adalah teknik yang bersih dan jujur, maka black hat SEO adalah lawan dari itu semua.

Black hat SEO memanfaatkan berbagai cara yang tidak bersih yang akan dianggap sebuah pelanggaran oleh mesin pencari dan akan mendapat penalti yang tentu saja akan merugikan website Anda.

Istilah “ white hat” dan black hat” sendiri diambil dari film-film barat, yang digunakan untuk membedakan tokoh protagonis dan antagonis. Bila black hat SEO adalah teknik yang bisa membawa kerugian, kenapa masih banyak praktisi SEO yang menggunakannya?

Secara gampang, metode black hat jauh lebih mudah untuk dilakukan dan memerlukan waktu yang jauh lebih singkat untuk menaikkan posisi dari sebuah website pada mesin pencari dibandingkan dengan metode white hat.

Teknik Black Hat SEO

Beberapa teknik black hat SEO yang sering dilakukan adalah:

  1. Keyword Stuffing

Teknik ini dilakukan dengan cara menyisipkan kata kunci di tempat yang tidak diperlukan, yang pada kenyataanya tidak memiliki guna, membuat konten terlihat tidak berkualitas dan menimbulkan kebingungan bagi para pembaca.

  1. Paid Backlinks/Membeli Backlink

Google sendiri telah memberikan pernyataan bahwa setiap link yang memiliki tujuan untuk memanipulasi rangking sebuah website pada Google akan dikategorikan sebagai pelanggaran

  1. Spam 

Seperti namanya, teknik ini dilakukan dengan meletakkan link dari website Anda pada kolom komentar di blog orang lain, Secara berlebihan.

Dengan hadirnya Google Penguin Update, Google tidak lagi memberikan bobot pada link di kolom komentar. 

  1. Link Farming

Link farming adalah sebuah maupun sekumpulan website dengan tujuan membangun backlink.

Website yang dibuat untuk melakukan link farming biasanya memiliki konten yang tidak berkualitas dan mempunyai banyak link keluar dari website tersebut.

  1. Private Blog Networks (PBN)

Sama halnya dengan link farming, konsep dari teknik tidak jauh berbeda, namun domain yang digunakan pada PBN biasanya adalah domain yang memiliki otoritas tinggi. Pelaku biasanya akan membeli domain yang sudah expired, lalu menghidupkannya kembali dengan tujuan untuk memberikan backlink pada website utama mereka. 

  1. Konten Tidak Berkualitas

Secara simpel, konten yang tidak berkualitas adalah kinten yang sama sekali tidak ada gunanya untuk dibaca oleh para pembaca, karena informasi yang disampaikan tentu saja tidak memiliki kualitas.

Baca Juga: Penjelasan Teknik White Hat SEO Yang Disukai Google

Dampak Buruk dari Black Hat SEO

  1. Berisiko Terkena Penalti

Black hat SEO seringkali mempermainkan dan menipu mesin pencari. Namun mesin pencari juga selalu melakukan pembaharuan untuk melawan eksploitasi ini. Sehingga  apapun tindakan yang menyalahi kebijakan mesin pencari, cepat atau lambat akan terdeteksi, dan website Anda akan terkena penalti.

  1. Kredibilitas Akan Hancur

Teknik kecurangan tentu akan menunjukan rendahnya kredibilitas dari sebuah website. Jika website Anda ketahuan menggunakan teknik yang buruk ini, tentu kredibilitas yang sudah ataupun coba Anda bangun akan hancur begitu saja.

  1. Return of Investment (ROI) yang Rendah

Meskipun website Anda ramai pengunjung dalam waktu yang singkat, bukan berarti Anda bisa langsung mendapatkan keuntungan. Black hat SEO tidak akan bisa memberikan Anda pengunjung organik yang akan setia dengan website Anda. Dan setiap pengunjung yang dibawa dengan teknik black hat akan hilang dengan cepat.

  1. Menghabiskan Waktu

Meski black hat bisa membuat website Anda mendapatkan banyak pengunjung, tetapi untuk menjaga posisi tetap berada di puncak butuh usaha yang lebih. Black hat sendiri memiliki orientasi jangka pendek, untuk mempertahankan hasil yang didapatkan akan dibutuhkan komitmen waktu serta sumber daya yang lebih. Ancaman untuk terkena pinalti pun akan selalu membayangi website Anda.

Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini? Dan apakah Anda memiliki pendapat yang berbeda? Silahkan bagikan pada kolom komentar dan jangan lupa untuk di-share ya.

Farhan Agassi
Farhan Agassi
I am Farhan Agassi, content writer at Toffeedev. technology enthusiast, and avid any kind of entertainment watcher.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *