9 Alasan Website Tidak Muncul Di Hasil Pencarian Google

Hello, welcome back to Toffee #SharingMonday! Kali ini bersama saya, Prima Hidayat, SEO Specialist di Toffedev. Setiap Senin, kami akan share insights seputar digital marketing, design, dan juga website.

Setelah mengetahui cara membuat konten yang disukai oleh pengguna dan search engine di video-video sebelumnya, maka langkah selanjutnya adalah mengecek apakah konten tersebut sudah muncul di google atau belum.

Salah satu cara yang termudah untuk mengecek apakah halaman sudah terindex oleh google adalah dengan melakukan penelusuran menggunakan site:domain Anda, atau contohnya seperti site:wikipedia.org. Atau untuk konten yang lebih spesifik, Anda dapat melakukan penelusuran dengan menggunakan site:wikipedia.org/ kata kunci yang Anda gunakan. Cara lain untuk mengetahui bahwa halaman Anda mengalami deindexing adalah melalui search console. Buka menu “Coverage”, jika Anda mendapatkan pemberitahuan seperti ini. Maka kemungkinan terbesar, halaman Anda mengalami deindexing. Deindex Google adalah situasi di mana website Anda sudah tidak masuk dalam indeks Google, sehingga website Anda tidak akan muncul di hasil pencarian Google sama sekali. Google melakukan deindex untuk memberikan pengalaman terbaik kepada para penggunanya sehingga mereka tidak akan membuka website yang bermasalah. Lalu apa saja penyebab deindexing?

  1. Duplikat konten. Sebaiknya Anda memiliki data keyword/artikel yang dibuat agar tidak membuat konten yang sama dengan sebelumnya. Jika terjadi perubahan informasi, seperti contohnya artikel atau informasi cara membuat sim online ada perubahan regulasi dan dokumen yang diperlukan, maka sebaiknya Anda melakukan update atau reoptimize saja pada konten sebelumnya. Jangan membuat konten yang baru dengan topik yang sama.

  2. Keyword stuffing. Konten yang dijejali keyword dengan tidak wajar atau berlebihan, maka akan mendapatkan nilai yang buruk oleh Google.

  3. Link yang tidak natural. Anda perlu mempertimbangkan kualitas website, reputasi, dan indikator lainnya dalam memilih website untuk dijadikan sumber backlink.

  4. Selanjutnya adalah Cloaking. Cloaking biasanya disebabkan oleh serangan hacker. Hacker memanfaatkan website ber-traffic tinggi untuk mengarahkan pengunjung ke situs yang mereka inginkan, biasanya situs spam. Misalnya, Anda punya blog lifestyle, tetapi ketika orang mengklik blog Anda hasil pencarian mereka diarahkan ke situs-situs pornografi atau judi online.

  5. Salah Konfigurasi. Buka WordPress kemudian pilih menu ‘Setting‘. lanjut oleh ‘Reading‘. Di menu paling bawah Anda akan menemukan pengaturan seperti ini. Pastikan untuk tidak memberikan ceklis di bagian Search Engine Visibility.

  6. Update algoritma oleh Google. Demi kenyamanan pengguna, Google kini selalu melakukan update algoritma atau sistemnya. Lakukanlah cara cara yang wajar untuk meningkatkan traffic dan patuhi ketentuan dari Google.

  7. Domain yang telah kadaluarsa. Periksalah status domain Anda. Biasanya, penyedia domain dan hosting selalu memberi notifikasi melalui email untuk setiap pelanggannya tentang kapan masa aktif domain akan berakhir dan harus diperpanjang.

  8. Terkena serangan malware. Periksa halaman mana dari web Anda yang terindikasi terkena malware menggunakan Google Search Console. Setelah itu, lakukan perbaikan dan lindungi dengan SSL untuk proteksi lebih maksimal.

  9. Server web mengalami down. Perbanyaklah informasi dan perhatikan testimoni dari pelanggan lain sebelum Anda memilih layanan penyedia server.

Sekian insights hari ini. Semoga dapat bermanfaat dan Jangan lupa untuk share. Serta jika Anda punya usulan atau topik untuk kami bahas di video berikutnya, silakan comment dibawah ini. Sampai jumpa di Toffee #SharingMonday berikutnya!

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat