Mengenal Brand Equity

Brand equity adalah nilai lebih dari merek atau perusahaan karena lebih dikenal dibandingkan kompetitornya. Sebagai contoh, brand Apple tetap diburu oleh masyarakat, meski kompetitornya seperti Samsung juga mengeluarkan ponsel yang sama canggihnya.

Ekuitas brand membuat masyarakat lebih percaya sehingga mereka tidak mempermasalahkan harga. Mereka sudah terlanjur percaya sehingga produk apa pun yang dikeluarkan oleh brand itu akan dianggap berkualitas.

Manfaat Brand Equity

Brand equity memberikan manfaat yang besar pada perusahaan atau usaha yang Anda jalankan. Manfaat itu terdiri dari:

  1. Mendapatkan Konsumen yang Loyal

Saat brand yang Anda miliki memiliki ekuitas yang baik, konsumen akan makin loyal. Sebagai contoh penjualan pada merek Samsung. Seseorang, yang sudah terbiasa menggunakan ponsel ini sejak lama, akan membeli merek yang sama di kemudian hari.

  1. Bisa Menjual Apa pun dengan Merek yang Sama

Samsung juga menjual produk selain HP, yakni AC atau televisi. Apabila Anda sudah terbiasa menggunakan merek ini, Anda kemungkinan juga membeli produk lain yang mereka jual. Terlebih lagi, Anda merasa merk Samsung berkualitas.

  1. Tidak Terikat dengan Harga

Pada poin ini, kita akan mengambil contoh ekuitas brand pada produk Apple. Saat pabrikan ini mengeluarkan varian baru ponsel iPhone, peminatnya sangat banyak. Bahkan, mereka tidak mempermasalahkan harganya yang mencapai puluhan juta. Bagi mereka, memiliki iPhone baru akan memberikan sebuah prestise yang tinggi.

Elemen Brand Equity

Brand equity memiliki beberapa elemen penting di dalamnya. Elemen itu terdiri dari:

1. Brand Awareness

Ekuitas brand baru akan terbentuk saat merek mulai dianggap biasa oleh masyarakat. Misal, karena sering muncul di TV atau di baliho, masyarakat jadi mengenalnya meski kadang tidak memakainya.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Brand Awareness Produk Anda

2. Mudah Diingat

Sebuah brand yang baik harus mudah diingat dalam kondisi apapun. Sebagai contoh saat Anda merasa haus dan ingin membeli air mineral, apa yang akan muncul di pikiran? Jawabannya adalah minuman dengan merek Aqua. Meski di beberapa toko ritel ada banyak merek lain, Anda akan memilih Aqua karena ekuitas brand-nya sangat kuat.

3. Persepsi Kualitas

Kualitas menentukan apakah konsumen akan tetap menggunakannya atau tidak. Meski harga terpaut jauh, selama kualitasnya baik, produk dari sebuah brand akan tetap dikenal dan dibeli oleh masyarakat.

4. Kesetiaan Pelanggan

Setiap orang memiliki kecenderungan untuk membeli produk atau merek tertentu. Misal, ada yang cenderung membeli Indomie daripada Mie Sedap. Kesetiaan ini mahal harganya sehingga hubungan baik dengan pelanggan harus dijaga.

5. Melakukan Kerja Sama 

Terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak akan membuat brand makin kuat. Misal, kerja sama dengan marketplace dalam bentuk event khusus atau promo.

Cara Membangun Brand Equity

Membangun ekuitas brand tidak mudah. Pasalnya, Anda harus melakukan beberapa hal di bawah ini dengan runut dan terstruktur:

  • Membuat produk yang sangat kuat di pasaran. Produk ini harus memiliki keunggulan yang bisa membuat orang lain jadi penasaran.
  • Melakukan uji coba pasar terlebih dahulu. Selanjutnya, lakukan evaluasi secara berkala untuk mendapatkan formula yang tepat.
  • Melakukan pemasaran yang tepat mulai dari promosi online sampai offline.
  • Memberikan pengalaman lebih atau user experience pada calon pelanggan yang ingin membeli.

Jika dilihat sekilas, brand equity nyaris sama dengan brand awareness. Namun, ekuitas brand memiliki tingkatan lebih tinggi karena sudah memegang kredibilitas tinggi di kalangan masyarakat.Saat perusahaan memiliki brand equity yang baik, kemungkinan mereka meningkatkan bisnis akan makin besar. Brand equity adalah aset besar yang harus dipertahankan dan dikembangkan.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat