10 Cara Mengatur Keuangan Usaha dengan Baik

Cara mengatur keuangan usaha

Banyak sekali orang-orang yang menggeluti usaha untuk menambah penghasilannya pada masa kini. Namun, banyak pula pelaku usaha yang kurang menyadari pentingnya mengatur keuangan dengan bantuan laporan keuangan dalam menjalankan usaha. Hal ini merupakan kesalahan fatal yang sering terjadi dan menyebabkan keuangan usaha sulit dikembangkan.

Kesuksesan sebuah usaha atau bisnis sangat ditentukan oleh cara Anda mengelola keuangan. Jika dikelola dengan baik, bisnis berjalan dengan lancar. Sebaliknya, bisnis akan kacau jika pengelolaannya buruk. Sebelum terjun langsung, ada baiknya jika Anda memperkuat pemahaman akan teori berbisnis, terutama tentang cara mengatur keuangan.

Berikut ini ToffeeDev akan memberikan cara mengatur keuangan usaha yang wajib dipahami sebelum memulai sebuah bisnis.

Pentingnya Mengatur Keuangan Sebuah Usaha

Ada segudang manfaat bagi Anda apabila menerapkan manajemen keuangan yang baik. Perusahaan akan mengetahui dengan tepat jumlah dana yang dikeluarkan untuk pembelian aset melalui kegiatan mengatur keuangan sebuah usaha.

Selain itu, arus kas pun dapat terkelola dengan lebih teratur jika Anda mengatur keuangan sebuah usaha yang baik.

Salah satu tugas utama mengatur keuangan sebuah usaha adalah menjaga biaya pengeluaran menjadi serendah mungkin. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti mengurangi penggunaan listrik dan air atau membeli persediaan barang dalam jumlah yang besar.

Hal lain yang bisa dilakukan dengan mengatur keuangan sebuah usaha adalah perencanaan pajak. Anda bisa memperkirakan estimasi besaran pajak yang harus dikeluarkan dan akan merasa tenang karena sudah memiliki dana tersendiri yakni untuk pajak sehingga tidak perlu khawatir telat membayar pajak.

Baca Juga: 4 Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil

10 Cara Mengatur Keuangan Usaha dengan Baik

Berikut adalah cara mengatur atau mengelola keuangan usaha dengan baik yang dapat Anda coba.

1. Membuat Rencana Keuangan

Perencanaan secara umum perlu dilakukan sebelum memulai sebuah usaha. Siapkan gambaran besar dan langkah awal yang akan dilakukan dalam merintis sebuah usaha.

Setelah rencana besar dibuat, bagilah ke dalam beberapa bagian. Contohnya rencana harian, mingguan dan bulanan. Perkembangan usaha menjadi lebih terstruktur dengan cara ini. Anda juga harus detail dalam membuat perencanaan. Mulai dari hal-hal apa saja yang akan dilakukan, kebutuhan yang diperlukan, serta modal yang harus disiapkan.

2. Mencatat Arus Kas Secara Berkala

Keuangan dalam bisnis harus selalu dicatat. Tujuannya yaitu mengawasi segala transaksi yang keluar dan masuk. Pencatatan juga mengurangi risiko adanya pengeluaran yang tidak wajar.

Sekecil apa pun skala dari sebuah usaha yang Anda jalankan, setidaknya sediakan sebuah buku kas. Buku kas ini digunakan untuk mencatat uang yang keluar dan masuk yang disertai dengan bukti.

Buatlah catatan mengenai cash flow atau arus kas bisnis secara rutin. Catatan bisnis tersebut termasuk total dana pinjaman, tagihan pinjaman, serta keuntungan dan pengeluaran per bulan. Anda bisa memperhitungkan anggaran yang dirasa harus dikurangi atau ditambahkan sehingga dana yang ada bisa dialokasikan secara lebih efektif dengan membuat pembukuan yang rapi. 

Baca Juga: Mengenal Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Dalam Bisnis

3. Awasi Arus Kas Keuangan

Tips mengelola keuangan usaha kecil yang selanjutnya yaitu selalu mengawasi arus kas keuangan. Tujuan pengawasan ini yaitu mencegah adanya kebocoran kas. Memang tidak mudah untuk memantau arus kas karena diperlukan ketelitian yang tinggi dan dasar ilmu akuntansi agar Anda bisa memahami kas keuangan yang baik.

4. Pisahkan Dana Pribadi dan Dana Usaha

Salah satu saran terpenting dalam menjalankan usaha adalah memisahkan dana usaha dan pribadi. Hal ini untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian serta agar lebih mudah dalam membuat laporan keuangan dan tidak mengganggu arus kas Anda. 

5. Bayar Semua Tagihan Tepat Waktu

Jika usaha Anda memiliki pembayaran per termin misalnya per 2 minggu sekali kepada supplier, maka selalu usahakan membayarnya dengan tepat waktu. Keuntungan dalam membayar utang usaha dengan tepat waktu tentunya akan menjaga relasi baik dengan beberapa pihak sekaligus menjaga arus kas keuangan tetap sehat.

Sama halnya jika memiliki angsuran pinjaman modal usaha kepada lembaga keuangan seperti Bank dan perusahaan pembiayaan, lakukan pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo setiap bulannya. Selain untuk menghindari denda yang didapatkan, pembayaran utang usaha dengan tepat waktu akan menjaga skor kredit tetap baik. 

banner

6. Gunakan Laba untuk Mengembangkan Usaha

Sebuah usaha dikatakan berhasil apabila Anda mendapatkan laba yang besar. Daripada hanya membelanjakannya untuk keperluan pribadi, sebaiknya Anda sisihkan laba tersebut untuk mengembangkan bisnis.

Dari setiap keuntungan yang didapat selama satu bulan, sisihkan minimal 10% untuk ditambahkan ke modal usaha. Bisnis yang sedang dirintis dapat terus berkembang dengan cara ini.

7. Siapkan Dana Darurat

Hal-hal terburuk dalam bisnis bisa saja terjadi. Contohnya bencana alam atau pendapatan terus menurun karena munculnya kompetitor.

Anda perlu menyiapkan dana cadangan atau darurat untuk mengantisipasi masa-masa sulit.

Dana darurat ini sebaiknya disiapkan sejak awal sebelum memulai sebuah usaha. Anda juga harus menggunakan dana ini dengan bijak. Jangan menggunakannya di situasi yang masih dapat dikendalikan. Jika Anda mengalami kerugian, barulah dana ini dapat digunakan.

Sedangkan di keadaan normal dan stabil, Anda bisa menganggap bahwa dana darurat ini merupakan keuntungan yang didapatkan dari bisnis yang dijalani.

8. Investasi

Walaupun skala usaha kecil, bukan berarti sebuah bisnis dapat mengabaikan peluang masa depan melalui investasi. Tidak ada salahnya menyisihkan uang guna berinvestasi pada instrumen yang berpotensi membantu perkembangan usaha Anda di kemudian hari. 

Pelaku usaha harus mampu melihat peluang dan memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk meraih keuntungan yang lebih besar.

Baca Juga: Wajib Tahu! 11 Faktor Keberhasilan Usaha Untuk Pebisnis

9. Perhatikan Kontrak dengan Pihak Ketiga

Dalam menjalankan suatu bisnis tentunya melibatkan banyak pihak termasuk pihak yang dapat menguntungkan proses bisnis. Jika Anda menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, pastikan Anda membuat perjanjian yang jelas dan diatur secara hukum yang berlaku. 

Tujuannya adalah tidak lain untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Beberapa poin yang dapat diperhatikan di dalam isi perjanjian tersebut adalah pembagian keuntungan antara kedua pihak, periode pembayaran, dan lain-lain. Kontrak tersebut bisa jadi bukti untuk Anda apabila sewaktu-waktu terjadi penyelewengan kewajiban.

10. Hitung Laporan Laba Rugi

Cara terakhir yang dapat dilakukan dalam membuat pembukuan keuangan usaha kecil adalah menghitung laporan laba rugi. Laporan laba rugi ini dapat disusun melalui catatan arus kas utama yang telah Anda buat sebelumnya. Dengan ini, Anda dapat mengetahui apakah bisnis Anda merugi atau meraup keuntungan sesuai dengan tujuan Anda.

Sekecil apa pun skala bisnis Anda, pembukuan keuangan tetaplah penting. Pembukuan keuangan dapat membantu Anda memastikan bisnis berjalan lancar juga menghindari hambatan-hambatan keuangan yang terjadi kedepannya.

Untuk menunjang kesuksesan bisnis, Anda dapat menggunakan berbagai layanan digital marketing seperti website dan SEO sehingga brand bisnis Anda dapat berkembang diketahui banyak orang. ToffeeDev menyediakan berbagai layanan seperti website dan SEO yang dapat Anda pertimbangkan untuk membantu perkembangan bisnis Anda. Hubungi ToffeeDev sekarang juga, dapatkan layanan terbaik untuk bisnis Anda.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat