Outbound Marketing: Pengertian, Kelebihan, dan Penerapannya

Apakah Anda pernah mendengar tentang outbound marketing? Outbound marketing adalah aktivitas marketing yang dinilai sebagai jenis tradisional dan sangat umum untuk dilakukan. Dari segi penjelasan singkatnya, sebenarnya Anda bisa menebak bagaimana saja bentuk dari outbound marketing ini.

Walaupun istilah outbound marketing mungkin jarang didengar, tapi aktivitasnya sendiri pasti sudah sering Anda lakukan juga. Khususnya bagi yang sedang berusaha mengembangkan bisnis dari sisi marketing agar mendapatkan dampak lebih baik lagi.

Selain outbound marketing, ada juga inbound marketing. Namun untuk kali ini, mari membahas outbound marketing secara mendalam di sini. Anda dapat mengetahui pengertian, kelebihan, dan bagaimana penerapannya melalui informasi yang telah dirangkum tim ToffeeDev di bawah ini. Simak informasi selengkapnya!

Pengertian Outbound Marketing

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, outbound marketing adalah aktivitas marketing yang sebenarnya terhitung tradisional dan sudah umum dilakukan oleh berbagai jenis bisnis. Membaca kata “tradisional” di dalam penjelasan outbound marketing, maka Anda bisa menangkap apa saja contoh dari strategi pemasaran ini.

Beberapa contoh atau bentuk dari outbound marketing adalah iklan TV, iklan radio, iklan majalah, iklan koran, selebaran, brosur, katalog, dan lainnya. Namun tidak hanya itu saja. Masih ada pameran, telemarketing, hingga email spam termasuk dalam outbound marketing ini.

Dari beberapa contoh yang diberikan, sudah terlihat jelas bagaimana bentuk dari outbound marketing ini sendiri. Anda pasti sudah sering melihat iklan TV atau iklan koran. Nah, itu adalah bentuk dari outbound marketing yang memang sering sekali dilihat oleh masyarakat luas, tapi tidak mengerti apa istilah dalam dunia marketing.

Dari segi iklannya sendiri memang sudah sangat lama. Maksudnya, dari puluhan tahun lalu, outbound marketing telah digunakan oleh dunia bisnis. Namun seiring berjalannya waktu, model iklan seperti ini cenderung kurang disukai oleh masyarakat. 

Alasan utama mengapa outbound marketing mulai kurang disukai adalah kemunculannya yang berulang-ulang, secara berlebihan, dan terang-terangan. Treatment ini membuat banyak orang merasa terganggu dan akhirnya tidak dipedulikan lagi ketika muncul. 

Ketika berbicara mengenai iklan TV maka kita bisa melihat bagaimana tren penonton yang tidak fokus ketika stasiun TV itu sedang masuk ke sesi iklan. Pasti Anda langsung mencoba mencari channel lain ketika tontonan awal sedang masuk ke iklan. 

Behavior itu membuat iklan menjadi tidak lagi relevan untuk diperhatikan. Padahal keinginan dari pengiklan adalah masyarakat melihat iklan itu dan mengetahui produk, jasa, atau promosi yang dilakukan.

Untuk iklan di internet sendiri, banyak masyarakat yang malah memilih menggunakan aplikasi ad blocker. Dengan mengaktifkannya, iklan-iklan yang sering muncul di berbagai laman website, search engine, blog, media sosial, dan lainnya akan hilang. Masyarakat menjadi tidak terganggu dengan kehadiran iklan-iklan tersebut. 

Jadi bisa dibilang outbound marketing sudah sangat ditinggalkan oleh masyarakat. Tapi tetap saja masih banyak perusahaan yang mengandalkan strategi marketing. Tentu pilihan itu sama sekali tidak salah karena masih ada juga sebagian besar masyarakat yang terpengaruh dengan iklan-iklan bergaya outbound marketing.

Jasa SEO

Kelebihan Outbound Marketing

Mari melihat apa saja kelebihan dari outbound marketing. Walaupun dari penjelasan di atas terlihat bahwa outbound marketing mulai ditinggalkan, bukan berarti Anda tidak malah tidak memanfaatkan untuk promosi. Berikut kelebihan dari outbound marketing.

  • Calon konsumen menjadi lebih percaya kepada produk atau jasa tersebut karena bentuk iklan yang terlihat lebih nyata.
  • Kreativitas yang ditumpahkan dalam iklan membuat produk atau jasa tersebut terlihat lebih menarik.
  • Iklan dari outbound marketing dapat lebih mudah diingat, bahkan mampu menjadi viral.
  • Masih banyak masyarakat yang lebih suka melihat iklan di TV atau koran.

Walaupun kelebihan dari outbound marketing cukup banyak, masih ada beberapa kekurangannya, yaitu:

  • Kesulitan untuk melacak laba atas investasi (ROI)
  • Meningkatkan teknik pemblokiran (blokir nomor HP, ads blocker, filter spam, dan lainnya)
  • Biaya tinggi
  • Sudah terlihat kuno dan ketinggalan zaman.
  • Target pemasaran tidak jelas karena langsung dilempar ke masyarakat luas.
  • Ditulis untuk kebutuhan produk saja.
  • Masih bersifat mencari pelanggan.
  • Tidak luwes dan bersifat satu arah.
  • Dapat mengganggu konsumsi konten.

Teknik beriklan dengan outbound marketing memang menghadirkan banyak kendala. Namun banyak yang menilai bahwa teknik ini sudah menjadi semacam tradisi dalam bisnis sehingga sangat sulit untuk ditinggalkan.

Pada akhirnya, banyak bisnis yang menjalankan outbound marketing, tetapi tidak melupakan inbound marketing yang memang lebih modern dan relevan pada masa kini. Inbound marketing dan outbound marketing memang saling berkesinambungan agar mendapatkan hasil maksimal.

Bac Baca Juga: 12 Cara Menentukan Target Pasar yang Tepat Sasaran

Pro dan Kontra Outbound Marketing

Seperti yang dituliskan di atas, banyak bisnis yang menjalankan outbound marketing walaupun sudah semakin ditinggalkan. Sesuatu yang bersifat tradisional memang mulai sering ditinggalkan, tapi tetap saja ada “pasar” tersendiri yang memang hanya bisa mengakses promosi tradisional ini.

Pro dan kontra dalam outbound marketing bukan lagi menjadi suatu hal yang aneh. Khususnya bagi bisnis yang memang menjalankan promosi outbound marketing padahal sudah memiliki teknologi digital maju untuk pindah ke inbound marketing. Perbedaan inbound dan outbound memang cukup terasa dari sisi penerapan dan metode.

Beberapa pro dan kontra dari outbound marketing ini sendiri mencakup:

Pro

  • Cakupan luas: Ruang lingkup pemasaran yang luas dapat ditangkap oleh outbound marketing karena hampir semua orang dapat melihat iklan tersebut, bahkan walau bukan yang menjadi target market bisnis atau produk tersebut.
  • Hasil cepat terlihat: Banyak yang melihat bahwa hasil dari outbound marketing dapat dilihat dengan cepat karena bersifat menyodorkan pesan langsung ke konsumen luas. Bahkan dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu kedatangan konsumen (contohnya seperti iklan di billboard yang dapat dilihat masyarakat luas secara 24 jam penuh).

Kontra

  • Dinilai tidak efektif: Dikarenakan langsung menargetkan masyarakat luas, maka tidak semua iklan outbound marketing memberikan dampak positif. Malah dinilai tidak efektif karena tidak jelas siapa saja target konsumen dari iklan tersebut. Kualitas dan jumlah leads yang dihasilkan sudah pasti rendah.
  • Efek jangka pendek: Setelah iklan outbound marketing itu berakhir, maka tidak ada lagi yang dapat ditarik keuntungan dari sana. Contohnya seperti iklan di TV. Ketika iklan tersebut sudah hilang dari peredaran, maka penjualan bisa saja menurun drastis. 
  • Mengganggu: Kembali ke masalah awal, yakni iklan outbound marketing terhitung mengganggu. Iklan content marketing dari outbound memang terkesan meminta waktu calon pelanggan secara paksa untuk memerhatikan pesan dalam iklan tersebut. Contohnya lagi seperti iklan di TV yang selalu muncul. Inilah yang akhirnya membuat iklan outbound marketing ditinggalkan.

Baca Juga: 4 Cara Meningkatkan Brand Awareness Produk Anda

Jadi itulah penjelasan tentang outbound marketing dari ToffeeDev hanya untuk Anda. Semoga informasi yang kami berikan ini dapat bermanfaat untuk kelangsungan bisnis Anda.

ToffeeDev memiliki layanan SEO (Search Engine Optimization) dan Ads yang dapat Anda manfaatkan untuk pertumbuhan bisnis secara pesat. Tim kami selalu bekerja secara profesional dengan pengalaman mendukung berbagai jenis bisnis dan industri dengan hasil optimal. Hubungi ToffeeDev untuk melakukan konsultasi bisnis dan temukan solusi terbaik bersama kami sekarang juga!

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat