Pahami Perbedaan E-commerce dan Marketplace Berikut Ini

Ternyata, banyak sekali masyarakat Indonesia yang masih tidak mengetahui perbedaan e-commerce dan marketplace. Meskipun keduanya sama-sama memiliki konsep yaitu toko online, namun ada perbedaan yang sangat mendasar antara keduanya.

E-commerce dan marketplace saat ini menjadi wadah yang mulai dicari oleh banyak orang. Khususnya di masa pandemi seperti saat ini, segala usaha dalam bentuk offline harus didorong ke arah online agar bisnis dapat terus berjalan.

Kehadiran marketplace dan e-commerce ini tentu saja sangat menguntungkan khususnya bagi Anda yang ingin mulai membuat sebuah bisnis ataupun ingin mulai mencoba untuk terjun ke dalam bisnis online. Salah satu keuntungan yang bisa Anda rasakan secara signifikan adalah biaya operasional yang dapat ditekan.

Ketika semua bisnis mulai beralih ke online atau dunia digital, maka setiap perusahaan akan dapat mengurangi biaya operasional seperti biaya listrik kantor, biaya keamanan dan lain sebagainya. Anda hanya perlu mengalokasikan biaya operasional tersebut menjadi biaya internet dan admin yang tentu saja tidak akan sebesar biaya operasional ketika bisnis berjalan secara offline.

Untuk menjalankan bisnis, Anda dapat memanfaatkan berbagai platform untuk melakukan kegiatan promosi. Beberapa digital platform yang dapat Anda gunakan adalah media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok serta bisa juga melalui website

Seluruh kegiatan promosi tersebut nantinya dapat Anda arahkan kepada penjualan yang dilakukan melalui e-commerce atau marketplace. Anda dapat menyisipkan link agar pengunjung dapat langsung melihat produk yang dijual melalui e-commerce atau marketplace.

Lalu, sebenarnya apa saja perbedaan antara e-commerce dan marketplace? Oleh karena itu, silakan simak artikel ini karena ToffeeDev akan membahas secara lengkap mengenai apa itu e-commerce dan marketplace serta perbedaan di antara keduanya sebelum Anda memutuskan untuk terjun ke bisnis di dunia digital.

Apa Itu E-commerce?

E-commerce adalah website yang dikembangkan oleh pemiliknya menjadi sebuah toko online. Namun, e-commerce berbeda dengan online shop.

Online shop saja tidak memerlukan website untuk berjualan. Semua orang dapat membuka online shop bahkan hanya melalui social media saja.

Untuk e-commerce, Anda dapat langsung menjual produk yang ditawarkan melalui website pribadi. Meskipun sifat dari bisnis yang Anda jalankan adalah menjual produk dari brand orang lain, website tersebut termasuk ke dalam e-commerce.

Apabila Anda tertarik untuk memulai bisnis dengan e-commerce, maka pastikan website yang dimiliki telah dikembangkan dengan baik. Website dengan development yang baik akan dapat membuat pengunjung nyaman untuk berbelanja melalui website Anda.

Apakah Anda sudah mulai mengerti mengenai apa itu e-commerce? Sebagai contoh, Anda bisa langsung mengintip beberapa e-commerce yang cukup populer di dunia digital yaitu Orami, Sociolla, dan JD.ID.

Baca Juga: Apa Manfaat Pemasaran Online Bagi Bisnis?

Apa Itu Marketplace?

Marketplace merupakan pihak ketiga yang menjadi wadah bagi para seller untuk menjual produk mereka. Singkatnya, marketplace adalah pasar dalam bentuk online.

Sebagai ilustrasi, marketplace dan pasar tradisional memiliki sistem kerja yang sama. Pasar merupakan sebuah tempat di mana konsumen dapat menemukan kebutuhan mereka dari berbagai toko yang berbeda dan begitupun marketplace.

Konsumen yang ingin berbelanja dapat mengunjungi marketplace untuk melihat berbagai macam pilihan produk yang ditawarkan dari pemilik toko yang berbeda. Mereka juga dapat membandingkan harga produk dari toko yang satu dengan yang lainnya melalui marketplace, persis seperti ketika Anda ingin membandingkan harga sayur dari penjual yang di pojok kiri dengan penjual yang di pojok kanan.

Akan tetapi, untuk sistem pembayarannya, marketplace dan pasar memiliki sistem pembayaran yang berbeda. Ketika pemilik toko membuka tokonya di pasar, maka mereka akan bisa langsung menerima hasil penjualannya namun berbeda dengan marketplace.

Jasa SEO

Seperti yang telah disebutkan di atas, marketplace merupakan pihak ketiga di mana pembayaran akan diterima oleh marketplace terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat dicairkan kepada penjual. Sistem pembayaran ini perlu diberlakukan oleh marketplace untuk mencegah terjadinya penipuan secara online.

Saat konsumen berbelanja di pasar, mereka bisa langsung membayar dan mendapatkan barang yang dibeli. Namun berbeda dengan marketplace ketika konsumen harus membayar di awal sebelum barang yang dipesan dapat sampai di tangan mereka.

Sejauh ini, Anda mungkin sudah bisa menebak website apa saja yang termasuk ke dalam marketplace, bukan? Beberapa website yang termasuk ke dalam marketplace adalah Tokopedia, Shopee, Lazada, dan banyak lagi. 

Apa Saja Perbedaan E-commerce dan Marketplace?

Setelah mengetahui pengertian dari e-commerce dan juga marketplace, sekarang Anda sudah memahami perbedaan dasar di antara kedua toko online tersebut, bukan? Agar lebih jelas, silakan simak pembahasan berikut ini mengenai perbedaan antara e-commerce serta marketplace.

Baca Juga: Mengenal Sistem Kerja Bisnis Online yang Potensial

Perbedaan yang akan kami bahas di bawah ini dilihat dari berbagai segi yaitu biaya yang dikeluarkan, teknik marketing yang dijalankan, seberapa tinggi tingkat persaingannya, metode pembayaran apa yang digunakan, produk apa saja yang dijual di dalamnya, bagaimana tingkat kepercayaan konsumen, hingga berapa banyak jumlah penjualan yang dapat dicapai. Untuk itu, mari kita bedah satu persatu setiap aspek perbedaan antara e-commerce dan marketplace, yaitu:

1 . Biaya yang Dikeluarkan

Aspek perbedaan antara e-commerce dan marketplace pertama yang akan kami bahas adalah mengenai biaya yang harus Anda keluarkan jika ingin membuka toko melalui kedua toko online tersebut. Mari kita bahas mengenai biaya untuk membuat toko online melalui e-commerce terlebih dahulu.

Untuk membuka toko online melalui e-commerce, Anda perlu mengeluarkan biaya untuk pembuatan website (jika belum memiliki) serta perpanjangan domain dan hosting. Tentunya, biaya yang harus dikeluarkan tidak sebesar biaya sewa tempat secara offline.

Sedangkan untuk marketplace, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun karena pada dasarnya seluruh marketplace yang ada seperti Tokopedia dan Shopee, mereka memberikan kebebasan untuk setiap penjual agar dapat mempromosikan serta mempromosikan produk mereka secara cuma-cuma. Akan tetapi, jika Anda ingin menjangkau lebih banyak konsumen, ada beberapa fitur yang biasa disediakan oleh tiap-tiap marketplace seperti Ads dan tentu saja ada bayaran yang harus dikeluarkan.

Pada kesimpulannya, e-commerce membutuhkan biaya untuk perpanjangan domain website serta hosting dan marketplace hanya membutuhkan biaya bila diperlukan untuk Ads atau jika ada fitur premium yang ingin diakses oleh penjual. Namun, keduanya sama-sama tidak harus mengeluarkan biaya yang tinggi seperti penjualan bersifat offline.

2 . Teknik Marketing

Setiap digital platform yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online pasti memiliki teknik marketing yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan tidak semua platform diakses oleh user atau pengguna internet yang sama dan juga tujuan dari masing-masing pebisnis tentunya berbeda-beda.

Sama halnya dengan e-commerce dan marketplace, keduanya memiliki teknik marketing yang berbeda. Perbedaan di antara keduanya sangatlah jelas sekali dan Anda membutuhkan strategi marketing yang berbeda.

Pertama-tama untuk e-commerce, Anda perlu menerapkan strategi marketing yang dapat meningkatkan traffic website dan juga leads agar bisa mendapatkan hasil akhir yaitu pembelian produk. Traffic website yang dimaksud di sini adalah intensitas kunjungan konsumen ke dalam website Anda. 

Jika tidak ada konsumen yang mengunjungi e-commerce yang Anda jalankan, maka bagaimana cara agar dapat terjadi sebuah proses jual beli? Maka itu, Anda butuh menerapkan strategi digital marketing yang dapat membantu meningkatkan traffic website dan juga leads.

Baca Juga: Mengenal Teknik Marketing Soft Selling

Agar traffic website dapat meningkat, salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah mengisi website tersebut dengan konten-konten seperti artikel yang dapat menjawab kebutuhan pengguna internet. Ketika user mengunjungi salah satu artikel tersebut, maka secara tidak langsung traffic website akan semakin tinggi dan diharapkan mereka akan tertarik untuk melihat produk apa saja yang Anda tawarkan.

Dalam marketplace, strategi digital marketing tidak dapat berlaku karena website yang digunakan untuk berjualan bukan milik Anda sendiri melainkan pihak ketiga. Dengan demikian, satu-satunya cara agar konsumen mau melirik bisnis Anda adalah dengan menggunakan Ads atau aktif dalam event yang biasa diadakan oleh marketplace tersebut.

Seperti contoh, biasanya marketplace sering mengadakan event promo besar-besaran di tanggal-tanggal tertentu seperti 7 Juli (7.7), 8 Agustus (8.8), atau bahkan hari-hari penting seperti 17 Agustus. Dengan aktif berpartisipasi dalam event promo tersebut, maka kemungkinan konsumen dapat melirik toko Anda akan semakin tinggi.

3 . Tingkat Persaingan

Setiap bisnis pastinya memiliki persaingan. Sama halnya jika Anda berjualan melalui e-commerce dan marketplace, keduanya memiliki tingkat persaingan yang juga tentunya berbeda, namun tetap memiliki persamaan yaitu tingkat persaingan yang ketat.

Ketika Anda menjalankan bisnis secara online melalui e-commerce, maka pesaing akan datang dari sesama pemilik e-commerce lainnya. Bahkan, Anda juga harus bersaing dengan e-commerce yang memiliki bisnis di bidang yang sama.

Sebagai contoh, jika Anda berjualan produk kecantikan, maka website e-commerce tersebut akan bersaing dengan e-commerce lainnya yang juga menjual produk-produk kecantikan. Persaingan ini dapat terlihat dari hasil pencarian di mesin pencari seperti Google, Yahoo!, ataupun Bing.

Jika konsumen ingin membeli sebuah produk kecantikan secara online, maka mereka akan mencoba mengunjungi mesin pencari terlebih dahulu dan memasukkan beberapa keyword seperti ‘produk skincare Korea’ atau ‘alat pembersih makeup’. Nantinya, mesin pencari akan menampilkan beberapa e-commerce pada halaman pertama dan tentu saja konsumen akan memilih website e-commerce yang berada di sana.

Maka dari itu, ketika Anda menjalankan sebuah e-commerce, kembali lagi pada poin pembahasan nomor 2 yaitu teknik marketing yang perlu dilakukan, konten sangatlah diperlukan bagi sebuah e-commerce. Hal ini dikarenakan konten dapat membantu memunculkan website e-commerce Anda pada halaman pertama mesin pencari agar lebih banyak konsumen tertarik untuk membeli produk dari website tersebut.

Selanjutnya dari segi tingkat persaingan marketplace, tentunya Anda harus bersaing dengan penjual lainnya yang membuka toko di sana. Agar dapat bersaing di dalam marketplace, maka Anda perlu bermain dengan harga, kualitas barang, dan juga menggunakan iklan agar konsumen dapat mengetahui keberadaan toko tersebut. 

Baca Juga: Barisan Strategi Jualan Online Saat Pandemi

4 . Metode Pembayaran

Perbedaan lainnya antara e-commerce dan juga marketplace adalah metode pembayaran yang diterapkan. E-commerce dan marketplace memiliki metode pembayaran yang berbeda dari segi layanan pembayaran yang digunakan.

Dalam e-commerce, biasanya sistem pembayaran yang digunakan akan langsung ditransfer melalui transaksi debit, kartu kredit, atau bahkan PayPal apabila e-commerce tersebut membuka worldwide shipping atau transaksi antar negara. Lalu, pembayaran yang diterima sudah pasti langsung masuk ke dalam kantong penjual dan tidak seperti marketplace.

Marketplace merupakan pihak ketiga sehingga ketika terjadi sebuah transaksi, maka uang yang dikirimkan oleh konsumen akan masuk ke dalam marketplace terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat masuk ke dalam kantong penjual. Metode pembayaran yang digunakan juga berbeda dengan e-commerce di mana marketplace lebih sering memanfaatkan aplikasi financial technology untuk memudahkan konsumen dalam melakukan pembayaran.

Sebagai contoh, Tokopedia bekerja sama dengan aplikasi fintech OVO sehingga konsumen bisa langsung menyambungkan akun OVO mereka untuk melakukan pembayaran di sana. Marketplace juga menyediakan metode pembayaran melalui debit atau kredit, namun hal utama yang ingin dicapai adalah kemudahan konsumen dalam bertransaksi.

5 . Produk yang Dijual

Sejauh ini, Anda tentu sudah paham betul mengenai perbedaan antara marketplace dan juga e-commerce, bukan? Maka itu, tentu Anda sudah mendapat gambaran mengenai produk yang dijual di dalam e-commerce dan marketplace.

Untuk produk yang dijual di dalam e-commerce biasanya merupakan produksi dari perusahaan pemilik website itu sendiri. Selain produksi milik sendiri, produk yang merupakan reseller atau second hand juga termasuk ke dalam e-commerce.

Contoh yang akan kami ambil kali ini datang dari e-commerce produk kecantikan yaitu Sociolla. Di dalam e-commerce ini, Anda tidak hanya menemukan produk yang dibikin oleh sociolla namun juga beberapa brand kecantikan lainnya yang dijual di dalam website sociolla.

Sedangkan di dalam marketplace, tentu saja produk yang dijual tidak terbatas. Anda dapat menemukan produk apapun karena setiap penjual yang ada di dalamnya memiliki bisnis yang berbeda-beda.

Baca Juga: 7 Keuntungan Memiliki Toko Online Saat Ini Yang Perlu Kamu Ketahui!

6 . Tingkat Kepercayaan Konsumen

Dari segi kacamata konsumen, mereka ingin merasa nyaman dan aman dalam melakukan pembelian produk secara online. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan banyaknya kasus penipuan dari online shop sehingga mereka membutuhkan jaminan bahwa produk yang dibeli akan dapat diterima dengan selamat.

Dalam hal ini, marketplace akan menjadi tempat yang lebih mudah untuk mengambil kepercayaan konsumen karena mereka sudah mempercayai sistem keamanan yang diterapkan oleh pihak marketplace. Seperti misalnya, ketika pembayaran sudah masuk ke dalam marketplace namu penjual tidak juga mengirimkan barangnya ke pelanggan, maka secara otomatis, pihak marketplace akan menahan uang tersebut untuk mencegah terjadinya pelarian uang oleh penjual bodong tersebut.

Bagi pemilik e-commerce, maka ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi untuk mendapatkan kepercayaan konsumen. Maka dari itu, berulang kali kami sampaikan bahwa penulisan konten sangatlah penting untuk meningkatkan brand awareness sekaligus kepercayaan konsumen untuk membeli produk dari website Anda.

7 . Jumlah Penjualan

Perbedaan antara e-commerce dan marketplace yang terakhir adalah jumlah penjualan yang didapatkan oleh pemilik bisnis. Jumlah penjualan ini memiliki perbedaan dikarenakan tingkat persaingan yang berbeda di antara keduanya.

Melalui marketplace, jumlah penjualan akan sedikit lebih berkurang karena penjual harus bermain harga. Hal ini dikarenakan kebiasaan konsumen yang suka membandingkan harga sebuah produk dari tiap-tiap toko dan biasanya mereka akan lebih memilih toko yang menjual produk tersebut dengan harga lebih rendah.

Sedangkan melalui e-commerce, jumlah penjualan yang bisa Anda dapatkan akan lebih tinggi karena persaingan yang terjadi adalah antara website e-commerce. Maksudnya, tingkat persaingan di sini didapat dari intensitas traffic website sehingga semakin tinggi traffic website yang didapat, maka jumlah penjualan akan semakin besar dan Anda tidak perlu mengurangi harga untuk bersaing dengan e-commerce lainnya.

Baca Juga: Jualan Online Yang Laku Setiap Hari

Maka dari itu, salah satu solusi yang dapat kami tawarkan untuk Anda agar dapat bersaing dengan e-commerce lainnya adalah dengan menggunakan jasa SEO yang dapat membantu mengisi website tersebut dengan konten-konten berkualitas dengan tujuan agar website dapat muncul pada halaman pertama mesin pencari. Silakan hubungi ToffeeDev sekarang juga untuk informasi lebih lanjut atau jika Anda ingin melakukan konsultasi terkait strategi digital marketing yang tepat.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat