Solusi Pemilik Bisnis Saat Pandemi COVID 19
Solusi Pemilik Bisnis Saat Pandemi COVID-19
Mei 27, 2020
Mengapa Plagiarisme Tidak Diperbolehkan
Mengapa Plagiarisme Tidak Diperbolehkan di Dalam Internet?
Mei 27, 2020
Show all

Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Kepuasan Konsumen?

Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Kepuasan Konsumen

Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Kepuasan Konsumen

Setiap perusahaan pasti ingin mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya. Setali tiga uang, dengan konsumen yang banyak, maka penjualan juga meningkat. Namun sebenarnya tidak sesederhana itu. Perusahaan juga harus tahu bagaimana membuat konsumen puas. Tidak hanya dipuaskan oleh produk, tetapi juga pelayanan. Ketika konsumen puas, maka perusahaan pun bisa mendapatkan nilai yang besar. Namun, bagaimana cara mengukur tingkat kepuasan konsumen?

Tingkat kepuasan konsumen memang berbeda-beda. Ada yang sangat puas hingga menjadi pelanggan setia. Ada juga yang puas dalam taraf normal, tapi tidak menjadi pelanggan dari produk Anda. Cara mengukurnya pun sebenarnya beragam juga. Untuk yang penasaran tentang cara mengukur tingkat kepuasan konsumen, simak penjelasannya di bawah ini agar Anda bisa mendapatkan pencerahan yang bermanfaat.

Menggunakan Survey

Cara mengukur tingkat kepuasan konsumen yang pertama adalah menggunakan survey. Bisa dibilang cara ini menjadi cara yang paling banyak dilakukan oleh setiap perusahaan. Survey yang diberikan kepada konsumen biasanya berupa beberapa pertanyaan dengan pilihan jawaban. Selain itu, juga disediakan ruang menulis untuk konsumen dalam pengalaman menggunakan produk dari perusahaan Anda.

Untuk penggunaan survey, memang terlihat paling relevan saat ini. Mengapa bisa begitu? Karena konsumen tinggal mengisi setiap pertanyaan yang diberikan. Apalagi sudah ada pilihan jawaban yang tersedia. Ditambah lagi, survey pada saat ini tidak perlu dalam bentuk kertas lagi, tapi bisa dengan e-mail. Dengan  kemajuan zaman yang juga berdampak positif dari segi penggunaan teknologi, media e-mail sudah bisa dijadikan tempat untuk mengirimkan survey.

Menghubungi Mantan Konsumen

Jika Anda ingin melakukan cara mengukur tingkat kepuasan konsumen yang lebih intim atau dekat, maka bisa dengan cara menghubungi mantan konsumen. Biasanya, data nomor telepon konsumen sudah Anda miliki. Agar bisa tahu alasan mengapa mereka sudah tidak lagi membeli produk Anda, maka Anda bisa menggunakan cara ini.

Hubungi mantan konsumen dan berikan beberapa pertanyaan terkait keputusan mereka tersebut. Selain itu, jangan lupa memberikan penawaran produk yang disertai promo agar mantan konsumen perusahaan Anda menjadi tertarik kembali membeli produk tersebut. Memang tidak akan selamanya berhasil, namun setidaknya, Anda sudah berusaha memberikan pelayanan yang lebih intim kepada mereka.

Menjawab Kritik & Saran

Dalam setiap bisnis, pasti tidak ada yang sempurna. Pasti ada konsumen yang merasa tidak puas atau merasa bahwa pelayanan/produk yang diberikan bisa menjadi lebih baik lagi. Ketika konsumen tersebut sudah memberikan suaranya melalui kritik dan saran, Anda sebaiknya menjawab hal tersebut.

Cobalah untuk menghubungi mereka dan mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan. Buat konsumen mengerti bahwa perusahaan Anda akan berusaha memperbaiki kekurangan yang dimiliki dengan mendengar kritik dan saran tersebut. Dengan kritik dan saran yang diberikan, maka dari sisi perusahaan pun akan menjadi lebih baik lagi. Anda menjadi sadar bahwa ada hal-hal yang harusnya bisa dibuat menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Perubahan yang diberikan bisa membuat perusahaan memiliki performa yang jauh lebih baik lagi.

Baca Juga: Mengapa Seorang Pelanggan Harus Dihargai?

Itulah penjelasan bagaimana cara mengukur tingkat kepuasan konsumen yang bisa Anda lakukan mulai hari ini. Semoga informasi yang diberikan di artikel ini bisa memberikan manfaat sekaligus wawasan terbaru kepada Anda. Jangan lupa untuk memberikan komentar tentang artikel ini dan share artikel ini di media sosial Anda agar semakin banyak yang tahu informasi ini.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *