Cara Mencari Backlink Berdasarkan Kompetitor
Juli 16, 2018
Cara Mendapatkan Leads Melalui Facebook
Juli 30, 2018
Show all

Memaksimalkan Digital Marketing Untuk Bisnis

Selamat datang di Toffeedev Sharing Monday! Hari ini saya khususnya ingin sharing specifically tentang apa aja yang harus anda lakukan saat anda yang punya bisnis, kerja diperusahaan, saat anda masuk ke digital marketing. Ini adalah 6 hal yang wajib anda lakukan sebelum anda even kontak di marketing agency, supaya hasil digital marketing anda lebih maksimal.

First of all, kenapa saya come up dengan ide sharing Monday yang seperti ini? Karena saya banyak ketemu dengan client yang baru mau masuk ke digital marketing. Bisnis mereka oke nih, saya mau masuk ke digital tapi saya tidak tahu caranya. Ada juga beberapa client yang mau masuk digital marketing dan akhirnya kontek digital agency, tapi karena dia juga tidak tahu apa yang dia mau dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Jadi, akhirnya digital agency-nya pun mungkin tidak bertanya tentang itu. Jadi, akhirnya digital marketing untuk perusahaannya berjalan sealakadarnya saja. Dan, akhirnya, banyak pemilik bisnis yang merasa digital marketing tidak works buat bisnis saya. Tapi, sebenarnya digital marketing is a very powerful strategy yang kalau misalkan digunakan dengan cara yang tepat dan dengan strategi yang tepat untuk bisnis anda. Hasilnya akan powerful. Nah, ini mengapa saya come up dan oke, kayaknya bisnis-bisnis harus tahu nih.

Sebelum mereka kontek digital marketing agency, ini ada 6 hal yang harus dilakukan supaya bisa benefit untuk bisnis anda dan supaya bisa membantu digital marketing perusahaan anda. Jadi yang pertama, pastikan anda tahu bisnis anda bersifat B2B, Business to Business, atau B2C, Business to Customer, atau keduanya. Jadi, bisnis kadang-kadang banyak yang client nya lebih ke bisnis atau corporate atau ada yang clientnya lebih langsung ke end customer, ada juga yang bisa juga serve dua-duanya. Dan itu anda harus tau pertama-tamanya. Dan yang kedua anda harus detailkan benar-benar target market atau target customer anda itu siapa. Jadi, pastikan kalau anda ditanya siapa target customer anda. Jangan hanya jawab, oke, target customer saya adalah A dan A+. Tapi, pastikan anda bikin lebih detail jadi anda tahu biasanya produk atau jasa anda customernya lebih ke pria atau wanita, dan bisa dua-duanya atau anda tahu lokasi atau daerah dimana customer anda berada apakah di jabodetabek atau luar daerah atau di nation wide di Indonesia atau of course anda juga harus tahu segmen anda adalah menengah kebawah atau menengah atau produk atau jasa anda yang premium.

Nah, itu pastikan anda tahu secara detail. Lalu yang ketiga anda juga harus tahu urutan dari bisnis goal anda, of course, kalau misalkan saya ketemu client punya bisnis, “Apa sih yang bapak mau dari digital marketing?” pasti semua jawabannya adalah ya, saya mau ningkatin sales. Saya mau bisnis saya meningkat dari digital marketing. Tapi, please, be real. Karena ada beberapa produk dan jasa yang misalnya anda punya produk dan jasa yang inovatif belum ada di market, belum ada yang kayak anda di market. Jadi, orang belum tahu ada produk dan jasa yang seperti itu. Mungkin, anda perlu sales. Tapi anda perlu melewati step awareness atau branding, karena kita harus bikin orang tahu “Oh, ternyata ada bisnis seperti ini” kecuali ada produk atau jasa anda adalah komoditi, sudah umum bagi orang-orang, orang-orang sudah tau, nah, baru kita bisa masuk ke leads. Nah, kenapa saya tidak ngomongin sales daritadi? Karena digital marketing esensinya untuk meningkatkan leads yang berkualitas untuk bisnis anda. Jadi, digital marketing efeknya akan terasa banget kalau efeknya untuk mendapatkan leads, which is, leads itu adalah nanti yang sifatnya lebih potensial, lebih targeted untuk team sales anda. Jadi, perlu diingat namanya saja digital marketing bukan digital sales.

Jadi, lebih ke marketing. Gimana caranya mendapatkan leads yang lebih qualified, yang lebih quality untuk team sales anda, untuk sales anda. Lalu, yang keempat. Checklist yang  berikutnya adalah pastikan anda harus bilang ini ke agency anda apakah produk anda itu seasonal? Jadi, apakah ada waktu-waktu tertentu produk anda ini booming banget dan ada season-season yang sepi. Misalnya anda punya produk yang ramai banget pada saat puasa dan lebaran pastikan anda infokan itu pada agency anda. Karena, kalau anda akan memulai digital marketing bulan ini dan produk anda misalnya anda berjualan parsel selama puasa dan lebaran, berarti digital marketing strategi yang anda harus lakukan itu lebih yang agresif lebih yang cepat daripada yang lebih untuk jangka panjang. Tapi, jika produk anda lebih yang tidak seasonal, sepanjang tahun pun orang perlu. Misalnya, software accounting atau website, nah, itu berarti anda bisa menggunakan strategi yang berbeda juga. Dan anda juga harus pastikan apakah produk dan jasa anda yang one-off, jadi yang beli sekali, beli-putus lalu sudah anda harus cari customer lain. Atau yang repeat, repeat order, tidak ada yang salah dari keduanya tapi anda harus bisa pastikan. Jika produk anda one-off, mungkin ada strategi yang harus di apply agar  lebih maksimal. Dan, jika produk anda repeat ada strategi tambahan yang bisa kita lakukan. Lalu yang berikutnya, anda juga harus tahu apa yang anda mau.

Ya, ini memang kedengarannya agak klise. Tapi, you have really know what you want. Karena hanya anda yang tahu benar-benar apa yang anda butuhkan untuk bisnis anda. Karena kalau kami, para agency, akan sangat membantu kalau client yang datang kurang lebih punya bayangan. Berapa leads yang mereka butuhkan misalnya kalau anda disuatu perusahaan A, oke, saya butuh 1000 orang untuk berlangganan produk saya atau jasa saya setiap bulan. Nah, kadang-kadang kalau client tidak bilang jumlahnya berapa yang penting saya mau digital marketing. Nah, itu yang bikin hasil digital marketing mungkin kurang maksimal karena mungkin 1000 customer untuk anda terlalu sedikit atau 1000 sudah kebanyakan. Jadi, pastikan anda sudah tahu sebelum anda kontek ke digital agency anda, oke, saya butuh berapa leads, butuh berapa customer baru untuk bisnis saya, atau dan juga pastikan anda punya gambaran range budget yang akan anda keluarkan untuk digital marketing. Memang terkadang mungkin saya jadi client, saya juga tidak mau keluarin budget dulu. Tapi, pastikan anda sudah tahu dibayangan anda range budget anda, at least, anda punya range atau perkiraan atau at least anda punya cap budget tertentu, saya tidak mau lebih dari sekian. Hal-hal ini bisa membantu agency supaya kami bisa infokan kepada anda, oke, dengan range budget sekian berapa sih yang anda bisa dapatkan, apakah jauh banget dari target yang anda mau, apakah melebihi atau pas.

Nah, itu akan sangat membantu. Dan enaknya lagi budget yang anda spend, anda bisa adjust. Kalau di ToffeeDev, budget awal yang anda submit ke kami, oke, saya mau budget sekian perbulan, budget itu bisa di adjust seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh, ada satu cliet kami yang dulu menggunakan ads atau iklan dengan budget sekalian, karena dia sudah merasa leads yang dia dapat oke, dia bisa expand bisnisnya, di bulan kedua dalam waktu sebulan akhirnya dia putuskan untuk doubeling budget saya. Hal itu bisa dilakukan di digital marketing, karena di digital marketing semua sifatnya online. Jadi, perubahan yang dilakukan bisa lebih cepat, bisa lebih simplest, bisa lebih mudah. Dan, yang terakhir jadi, checklist yang ke enam, setelah anda tadi tentukan semuanya. Anda juga harus melengkapi diri anda dengan pengetahuan tentang digital marketing, at least, anda tahu whats the right concept about digital marketing, karena ada kadang-kadang mungkin client bisa punya konsep yang salah. Jadi, at least, anda punya konsep yang benar tentang digital marketing. Anda tidak perlu tahu cara pasti pengerjaannya gimana, anda perlu tahu konsep pengerjaannya gimana, strategi pengerjaannya gimana. Jadi, mungkin saya ambi contoh Vice President of Sales, mungkin dulu dia jualan, jualan terus, ikut jualan. Tapi, setelah dia diangkat jadi Vice President of Sales, dia sudah tidak ikut jualan secara langsung. Tapi, dia tahu konsep untuk penjualannya gimana nih. Jadi dia tahu cara dia strategize ke anak buahnya dan yang lebih pentingnya lagi dia tahu kalau anak buahnya berjualan dengan cara yang benar.

Oke, sekian Sharing Monday pada hari ini. Semoga berguna dan have a productive Monday.

Nana Damayanti
Nana Damayanti
Saya adalah Founder dari ToffeeDevSaya menyukai design yang bukan hanya bagus di mata tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *