Elastisitas Permintaan: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

elastisitas permintaan adalah

Elastisitas permintaan adalah salah satu istilah yang ada dalam dunia ekonomi yang menggambarkan terjadinya sebuah perubahan terhadap jumlah permintaan barang yang diikuti dengan adanya perubahan harga yang terjadi pada barang tersebut.

Elastisitas permintaan dinilai memiliki peran yang penting dalam pengambilan sebuah keputusan dalam bisnis serta kebijakan pemerintah. Dengan mengetahui elastisitas permintaan, maka para pengusaha dapat menggunakannya dalam menentukan harga optimal untuk barang atau jasa yang mereka sediakan.

Pada artikel ToffeeDev kali ini, kami akan membantu Anda untuk mengetahui apa itu elastisitas permintaan, jenis-jenisnya, hingga cara menghitungnya. Simak ulasan berikut ini sampai tuntas ya!

Apa itu Elastisitas Permintaan?

Elastisitas permintaan adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap respons atau kepekaan suatu permintaan terhadap perubahan harga barang atau jasa. Elastisitas permintaan menunjukkan seberapa besar perubahan persentase dalam jumlah permintaan barang atau jasa yang terjadi sebagai respons terhadap perubahan persentase dalam harga barang atau jasa tersebut.

Elastisitas permintaan juga dapat diartikan jika para konsumen dihadapkan dengan perubahan barang, baik itu harga barang yang naik atau turun, tentu hal tersebut akan memberikan pengaruh terhadap keputusan yang akan dibuatnya. 

Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan

Pada dasarnya, elastisitas permintaan dapat terbagi menjadi lima jenis yang berbeda. Hal ini dapat dibedakan karena akan terdapat barang dengan jumlah permintaan yang turun ketika harga naik maupun sebaliknya. 

Berikut adalah penjelasan dari kelima jenis elastisitas permintaan yang dapat Anda ketahui.

  1. Elastis

Elastis adalah jenis elastisitas permintaan di mana koefisien elastisitas memiliki nilai persentase perubahan jumlah barang yang lebih besar dari satu dengan perubahan harga. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga akan berdampak besar pada jumlah barang yang dibeli oleh konsumen. 

  1. Inelastis

Inelastis merupakan kebalikan dari elastis, di mana koefisien yang dihasilkan kurang dari satu. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga tidak signifikan terhadap perubahan jumlah barang yang dibeli oleh konsumen. 

Baca juga: Apa Saja Perbedaan Business Intelligence dan Data Science?

  1. Elastis Sempurna

Elastis sempurna merupakan jenis elastisitas di mana terdapat suatu perubahan yang signifikan dalam barang yang ditawarkan, namun perubahan itu tidak dipengaruhi oleh harga yang tetap. 

  1. Elastis Uniter

Elastis uniter adalah jenis elastisitas permintaan di mana jika terdapat perubahan terhadap jumlah barang yang ditawarkan, maka akan menghasilkan persentase perubahan dengan harga yang sama. Nilai koefisien elastisitas uniter sama dengan satu. 

  1. Inelastis Sempurna

Inelastis sempurna merupakan jenis elastisitas yang tidak memiliki pengaruh apapun terhadap perubahan harga. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga tidak dapat mengubah jumlah barang yang akan dibeli oleh konsumen. 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Terjadinya elastisitas permintaan tentu akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Ketersediaan Barang Pengganti

Akan terdapat barang yang tidak memiliki penggantinya, namun memiliki substitusi atau pengganti. Jika suatu barang memiliki banyak barang pengganti, maka elastisitas permintaannya akan semakin besar pula. 

  1. Harga Barang atau Jasa

Elastisitas permintaan juga dapat terjadi karena adanya harga terhadap barang atau jasa yang variatif. Jika terdapat suatu barang banyak digunakan oleh para masyarakat, maka elastisitas permintaan juga akan semakin besar. 

Baca juga: Top 10 Reputation Management Tips Untuk Local Business

  1. Intensitas Kebutuhan

Suatu barang akan dikatakan memiliki intensitas kebutuhan yang tinggi apabila digunakan oleh banyak orang, contohnya seperti beras dan bahan bakar minyak yang cenderung memiliki sedikit pengaruh terhadap perubahan harga terhadap permintaan. 

  1. Masa Penyesuaian

Dalam masa penyesuaian, suatu permintaan akan cenderung lebih elastis jika periode penyesuaian terhadap jumlah barang dan jasa yang diminta oleh para konsumen semakin lama.

  1. Pendapatan

Setiap jumlah barang dan jasa yang ada dipasaran dapat dibeli jika para konsumen memiliki pendapatan. Jika pendapatan yang dimiliki oleh para konsumen semakin tinggi, maka jumlah barang yang akan dibeli oleh mereka juga akan semakin meningkat dan akan berpengaruh pada elastisitas permintaan. 

  1. Jumlah Penggunaan Barang atau Jasa

Jika jumlah penggunaan barang dan jasa yang digunakan oleh para konsumen semakin besar maka elastisitas permintaannya juga akan semakin besar. 

Baca juga: 5 Langkah Awal Menggunakan SEO Sebagai Media Promosi Usaha Anda

Cara Menghitung Elastisitas Permintaan

Untuk mengetahui nilai elastisitas permintaan, tentu Anda harus mengetahui cara menghitung elastisitas permintaan. Agar dapat membantu Anda dalam mengetahui nilai elastisitas permintaan, maka berikut adalah beberapa rumus yang dapat Anda gunakan dalam mengetahui nilai elastisitas permintaan.

  • Koefisien elastisitas permintaan = % perubahan permintaan / % perubahan harga
  • Ed = ∆Q/∆P x P/Q
  • Ed = koefisien elastisitas permintaan
  • ∆Q = perubahan jumlah penawaran
  • ∆P = perubahan harga
  • Q = Jumlah permintaan awal
  • P = harga awal

Itulah informasi mengenai elastisitas permintaan yang dapat Anda ketahui. Dengan mengetahui nilai elastisitas permintaan, maka Anda akan sangat dimudahkan dalam melakukan penentuan terhadap harga optimal untuk barang atau jasa yang disediakan.

Dalam dunia bisnis, selain mengetahui nilai elastisitas permintaan, Anda juga harus bisa melakukan kegiatan pemasaran agar dapat menarik para calon konsumen untuk membeli barang atau jasa yang sudah Anda sediakan.

Salah satu jenis pemasaran yang saat ini memiliki nilai efektivitas yang tinggi adalah pemasaran digital. Untuk membantu Anda dalam melakukan pemasaran digital secara efektif, Anda dapat memanfaatkan Digital Marketing Agency Jakarta dari ToffeeDev.

ToffeeDev sendiri merupakan salah satu Digital Marketing Agency Indonesia yang terletak di Jakarta dan siap untuk membantu Anda dalam melakukan pengembangan terhadap situs web, hingga membantu Anda dalam merencanakan dan menerapkan strategi pemasaran digital agar tepat sasaran.

Ayo lakukan kegiatan pemasaran secara mudah dengan menggunakan jasa Digital Marketing dari ToffeeDev. Segera hubungi kami di sini!

Share this post :

Capai Target Pasar Bisnis Anda!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!

Scroll to Top