3 Kesalahan Umum Pada Mobile Marketing
Maret 21, 2016
Apa Salah Teknologi?
Maret 23, 2016
Show all

4 Kenyataan Yang Harus Diingat Ketika Kamu Menghadapi Kegagalan Sebagai Pengusaha

Menghadapi sebuah kegagalan adalah situasi yang sudah biasa dilalui oleh para pengusaha. Namun lain halnya jika kamu baru berkecimpung di dunia bisnis. Ketika kamu memiliki atau memimpin sebuah bisnis, kamu akan ditunjuk sebagai si “pembuat keputusan”, dan hanya keputusan kamu saja yang akan diperhitungkan ketika perusahaan tengah menghadapi dilema. Ketika sesuatu mulai terasa “salah”, ini cukup mudah untuk mengetahui apakah kita akan menuju kegagalan atau malah kesuksesan? Berikut dikutip dari Entrepreneur.com, adalah beberapa kenyataan yang akan kamu hadapi ketika kamu memutuskan untuk menjadi pengusaha:

1) Kegagalan Adalah Sesuatu Yang Tak Dapat Dihindari

Kamu tidak bisa menghindar dari yang namanya kegagalan. Siapapun pengusaha yang saat ini sukses, jika ia mengatakan kalau ia tak pernah gagal, itu adalah bohong. Kegagalan bukan melulu soal materi, bisa jadi kegagalan jiwa dan hati kita yang tidak siap menerima kegagalan tersebut. Kesuksesan hanya dapat datang melalui pengalaman, dan pengalaman rasanya kurang komplit tanpa sebuah kegagalan. Jika kamu menghabiskan waktu lebih dari satu hari untuk melakukan sesuatu, ini hanya soal waktu sebelum nantinya hal tersebut menjadi sebuah kesalahan.

Tentu saja, ini bukan berarti sebuah perusahaan ditakdirkan untuk gagal. Hanya saja, kegagalan itu pasti ada sebelum nanti kamu mencicipi kesuksesan. Ketika kamu tengah menghadapi konsekuensi dari kegagalanmu, ingatlah bahwa itu hanya sebagian kecil perjalanan seorang pengusaha sukses.

2) Semua Kegagalan Yang Kamu Hadapi Adalah Pengalaman Berharga

Tidak peduli seberapa besar atau kecil kegagalan yang kamu hadapi, anggaplah semua iu adalah pengalaman yang berharga. Mungkin kamu sering mendengar istilah “Guru yang paling berharga adalah pengalaman”, dan ya itu memang benar jika kamu terapkan ke dalam dunia bisnismu. Bahkan ketika bisnismu sedang berada “di bawah”, kamu harus bisa mengambil pelajaran dari sana dan mengaplikasikannya untuk project selanjutnya. Dengan melakukan hal ini, maka kamu mengambil kegagalan tersebut sebagai kekuatanmu ke depannya – ini berarti bahwa kamu dapat mempelajari sesuatu.

Cara terbaik untuk mempelajari berbagai kegagalan adalah untuk menampilkan atau memberikan usaha terbaik dari yang sebelumnya dilakukan. Hindari melakukan kesalahan yang sama di waktu mendatang. Ketika kamu menciptakan atau membentuk peningkatan yang baik, maka kegagalan akan semakin menjauh dari kamu.

3) Kegagalan Bukanlah Suatu Akhir

Jika kamu menganggap kegagalan adalah sebuah akhir dari bisnismu, kamu salah besar. Sebagai contoh, jika kamu merasa keuanganmu tidak ada atau dalam istilah bisnisnya, bangkrut — mungkin kamu akan berasumsi bahwa itu adalah akhir perjalananmu sebagai pengusaha. Tapi nyatanya bukanlah seperti itu, jika kamu tidak mengijinkannya maka itu tak akan terjadi.

Kegagalan bukanlah akhir sebuah perjalanan. Selama kamu siap untuk melewati itu semua untuk menjadi sukses, hal seperti itu bukanlah hambatan. Jalani bisnismu dan takdir akan mengikuti. Mulailah berpikir untuk membentuk masa depanmu menjadi lebih baik.

4) Kesalahanmu Selanjutnya Akan Lebih Mudah Diterima

Yap, jika kamu mengganggap sebuah kesalahan adalah pelajaran yang bisa diambil maka ketika kamu mengalami kegagalan lagi — kamu akan lebih mudah menerima kegagalan tersebut. Ini hanya soal waktu. Waktu untuk menerima dan waktu untuk merasakan makna dari kegagalan itu sendiri. Jika kamu pernah gagal, maka kegagalan tersebut akan menjadi sesuatu yang berharga, atau bahkan dapat kamu gunakan untuk bangkit di masa mendatang.

Kamu tidak akan bisa meng-undo sebuah kesalahan — kamu hanya bisa memilih untuk maju terus dari kegagalan tersebut, dan ketika kamu melakukannya, kamu akan lebih bisa memposisikan dirimu untuk menjadi orang yang sukses ke depannya.

Dwi Nurul
Dwi Nurul
Content Marketing Strategist di Toffeedev. Sangat antusias untuk bidang marketing, public relations, and digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *