Cara Meningkatkan Traffic Website
5 Cara Meningkatkan Traffic Website Secara Organik
Maret 7, 2021
Cara Membuat Privacy Policy
5 Cara Membuat Privacy Policy Website, Praktis dan Ringkas
Maret 8, 2021

4 Faktor UX Design yang Harus Diperhatikan

Thumbnail Dito

Welcome back to Toffee #SharingMonday! Kali ini bersama saya Dito, Setiap Senin, kami akan share insights seputar digital marketing, design & website development.

Kali ini saya akan membahas sebuah topik yang patut diperhatikan oleh para website developer maupun web designer, yaitu mengenai 4 Faktor UX Design Yang Harus Diperhatikan.

UI dan UX adalah 2 faktor yang seharusnya tidak boleh dipisahkan dalam pembuatan website maupun aplikasi. Kedua faktor tersebut saling bersinergi untuk memberikan pengalaman dan impresi terbaik untuk setiap usernya. Oleh karena itu penting untuk kalian para designer website dan aplikasi untuk bisa memperhatikan 4 hal yang akan saya jelaskan berikut ini.

1. Konsistensi

Siapa yang akan nyaman jika melihat sebuah website yang memiliki perbedaan yang lumayan signifikan ditiap pagenya. Contohnya sesimpel pada ukuran teks atau bahkan bentuk tombol yang digunakan pada website. Sejatinya, otak manusia mampu menerjemahkan beberapa aspek pada website dengan sangat mudah apabila kalian konsisten dalam setiap penggunaan aspek pada website. Sayangnya masih banyak designer yang kadang melupakan hal kecil ini, padahal membuat bagian-bagian website secara konsisten akan membantu user lebih mengenali flow website.

Usahakan untuk mengatur penggunaan tombol, peletakan dan ukuran teks yang kalian gunakan pada website bisa dengan mudah dipahami oleh user. Namun sebelum kalian mengeksekusi bagian ini, kalian sebaiknya bisa melakukan riset terkait siapa yang akan menggunakan website kalian, sebagai contoh jika kalian menargetkan user dengan range umur sampai 30 tahun, kebanyakan dari mereka akan lebih mudah memahami berbagai bentuk tombol yang kalian sematkan pada website. Namun, jika target website kalian mengincar batasan umur yang agak lebih senior seperti 50 tahun keatas, maka pastikan tombol Call To Action yang kalian sematkan memiliki warna yang sangat kontras agar mereka lebih terdistract ke tombol tersebut, pastikan juga penggunaan ukuran font yang menyesuaikan dengan target user kalian.

2 . Mobile First

Selama 5 tahun terakhir, pengakses website melalui mobile melonjak secara drastis. Oleh karena itu, penting untuk kalian memikirkan bagaimana website kalian bisa beroperasi dengan maksimal pada berbagai jenis device. Karena, jika ditahun ini website kalian belum menerapkan mobile responsive dengan matang, maka kalian bisa saja kehilangan banyak traffic ataupun leads yang seharusnya masuk ke website kalian. Untuk tampilan mobile, pastikan penggalan teks yang tidak berlebihan karena teks dan konten yang berlebih bisa menyebabkan vertical scrolling yang sangat panjang. Ada kemungkinan user menutup website kalian bahkan sebelum mereka menyentuh call to action yang kalian targetkan pada page tersebut. Jadi, pastikan website yang kalian buat sudah memenuhi kaidah mobile responsive dengan baik.

3 . Aksesbilitas

Website yang baik adalah website yang memudahkan usernya ketika ingin mencari atau mendapatkan sesuatu. Sesimpel placement menu ataupun tombol yang kalian targetkan untuk user. Pastikan beberapa unsur penting pada website bisa dengan mudah ditemukan oleh user kalian, sehingga nantinya design kalian bisa menghasilkan banyak traffic maupun leads yang berguna untuk revenue perusahaan. Masalah yang sering kali ditemukan oleh para pengguna website adalah tombol yang tidak berfungsi dengan semestinya, animasi yang terlalu banyak hingga CTA yang terlalu banyak. Hal tersebut yang harus kalian hindari agar user dari website kalian tidak merasa clueless saat mengakses website kalian.

4 . Usability Testing

Masih banyak yang enggan melakukan hal ini dan langsung menganggap bahwa website yang mereka buat sudah cukup baik. Langkah ini patutnya tidak boleh di hindari, karena tujuan kalian membuat website adalah untuk orang lain, bukan untuk digunakan secara personal. Maka penting untuk mencoba melakukan testing dengan target user yang kalian incar, bisa coba bagikan link prototype kalian ke beberapa narasumber yang sesuai dan lihat feedback mereka. Usability testing ini bukan hanya bisa kalian lakukan saat pertama kali ingin melakukan publish website, tetapi bisa juga kalian lakukan secara berkala mengikuti perkembangan design kalian. Untuk testing ini mungkin bisa juga dikombinasikan dengan A/B testing, yaitu sebuah cara untuk menentukan pilihan dari 2 alternatif design maupun modifikasi yang kalian lakukan pada sebuah website maupun aplikasi. Dengan menjalankan A/B testing ini, kalian bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat untuk menentukan design mana yang lebih bisa berguna untuk user kalian.

Oke sebagai penutup saya akan merangkum semua penjelasan yang tadi sudah saya jabarkan, setidaknya ada 4 faktor yang harus kalian perhatikan untuk memasikan user experience yang lebih baik. Pertama, kalian harus konsisten dalam pembuatan aspek-aspek website. Kedua, pastikan design kalian bisa diadaptasi pada mobile dengan baik. Ketiga, perhatikan aksesibilitas website dan yang terakhir lakukan usability testing.

Baiklah Sekian insights hari ini. Semoga dapat bermanfaat dan Jangan lupa untuk share. serta jika Anda punya usulan topik untuk kami bahas di video berikutnya, silakan comment dibawah ini.

Sampai jumpa di Toffee #SharingMonday berikutnya!

Dito Hartawan
Dito Hartawan
Project Manager at Toffeedev

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments