7 Langkah Efektif Audit SEO Bisnis Anda

Melakukan audit SEO adalah tahap lanjutan yang perlu Anda lakukan saat mengembangkan website terutama untuk keperluan bisnis. Sama seperti kebanyakan audit yang dilakukan dalam berbagai hal lain, audit pada SEO butuh dilakukan secara rutin guna memaksimalkan web development sebagai sarana digital marketing.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan audit SEO? Tidakkah menerapkan SEO saja cukup? Apa saja langkah-langkah yang dilakukan untuk audit SEO? Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, simak penjelasannya berikut.

Sekilas Tentang Audit SEO

SEO merupakan upaya-upaya yang Anda lakukan, baik on page maupun off page untuk meningkatkan peringkat web pada halaman hasil pencarian alias SERP. Dengan begitu, produk atau bisnis akan lebih mudah dikenali dan menunjang terjadinya monetisasi.

Namun, menerapkan SEO saja tidak cukup. Anda juga perlu melakukan evaluasi untuk melihat apakah SEO yang diterapkan sudah baik dan sesuai target.

Inilah yang dimaksud dengan audit SEO, yakni kegiatan menganalisis performa situs web guna memastikan seberapa baik keberadaan website tersebut di SERP. Dalam bahasa yang lebih sederhana, SEO audit adalah kegiatan evaluasi SEO suatu web.

Tujuan dilakukannya analisis ini tak lain adalah untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin isu yang memengaruhi kinerja situs di halaman pencarian. Kalau sudah begitu, Anda pun bisa memperbaiki isu tersebut sehingga website dapat tetap bersaing dengan kompetitor dan menempati peringkat atas. Maka dari itu pula, jenis audit ini perlu dilakukan secara rutin.

Langkah-Langkah Melakukan Audit SEO

Meski memberi dampak yang besar bagi bisnis, menerapkan SEO bukanlah perkara mudah dan cepat. Oleh karena itu, tidak sedikit pemilik usaha yang menggunakan jasa Master SEO untuk membantu mereka melakukan fungsi ini.

Hal serupa juga terjadi untuk audit SEO. Anda memerlukan setidaknya tim atau sumber daya khusus yang memiliki keterampilan dan kapabilitas dalam SEO sebelum melakukan audit. Adapun beberapa langkah yang nantinya dapat diterapkan untuk audit SEO adalah sebagai berikut.

Baca Juga: 7 Faktor SEO yang Penting dan Wajib ada untuk Website Anda

1. Periksa Apakah Web Mobile-Friendly

Sebagai pengguna internet, maka perangkat yang lebih sering Anda gunakan: browsing menggunakan laptop atau smartphone?

Dilansir dari Search Engine Land, Google memberi pernyataan resmi bahwa pencarian kata kunci kueri sebanyak 50% berasal dari perangkat seluler. Hal ini tentu tidak mengejutkan melihat fakta bahwa masyarakat pun lebih sering menghabiskan waktu menggunakan smartphone dibandingkan laptop maupun komputer desktop.

Maka dari itu, cek apakah web Anda sudah mobile-friendly atau belum. Anda cukup membuka Google’s Mobile-Friendly Tool, lalu masukkan website yang dimaksud pada kolom tersedia. Berita baiknya, jika situs belum cukup mobile-friendly, tool tersebut akan memberi tahu Anda bagian mana saja yang harus diperbaiki. 

Baca Juga: 7 Alasan SEO Dapat Menghemat Budget Marketing Anda

2. Perbaiki Kecepatan Akses Web

Sebagai rekomendasi, Anda bisa mengecek kecepatan situs melalui PageSpeed Insights. Pasalnya, Google pernah memberi pernyataan bahwa kecepatan situs web merupakan salah satu faktor yang memengaruhi peringkat SERP. 

Hal ini sesungguhnya sangat jelas berkaitan dengan kepuasan pengguna Google itu sendiri. Anda pun sudah pasti akan merasa kesal jika membuka sebuah situs yang direkomendasikan di halaman pencarian, tetapi ternyata loading-nya lama, bukan?

Lakukanlah audit SEO secara berkala untuk meningkatkan kecepatan website. Gunakan gambar yang relevan untuk mendukung konten, tetapi dengan ukuran yang tidak memberatkan. Selain itu, update hosting sehingga memori penyimpanan selalu cukup tersedia.Jasa SEO

3. Perbaiki Masalah Pengindeksan

Pengindeksan adalah hal dasar yang harus Anda pahami jika ingin menjadi pakar SEO. Adapun yang dimaksud dengan pengindeksan adalah proses mesin pencari seperti Google melakukan pengarsipan terhadap informasi yang ada di dalam sebuah website.

Temukanlah halaman mana saja dari web Anda yang tidak diindeks oleh Google menggunakan Google Search Console. Laporan ‘Index Coverage’ akan menunjukkan daftar halaman dalam situs yang tidak dapat diindeks oleh Google.

Untuk mengecek lebih detail mengapa halaman tidak dapat terindeks, Anda bisa menggunakan berbagai tool SEO gratis seperti Screaming Frog. Screaming Frog akan menjelajahi web dengan cara yang sama seperti Google dan memberi tahu Anda penyebab tidak terindeksnya sebuah halaman melalui kode tertentu.

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Traffic Website Berikut Ini

4. Pastikan Google Mengindeks Versi Web

Google memungkinkan beberapa versi URL yang berbeda dari situs yang diindeks. Misal, Anda mempunyai alamat situs berikut:

http://toffeedev.com

http://www.toffeedev.com

Sepintas keempatnya memang terlihat sama, tetapi Google menganggap keempatnya adalah situs berbeda. Hal ini tentu akan menjadi kendala tersendiri jika Anda membuat website baru dan bermaksud untuk memindahkan konten lama ke dalamnya.

Solusi untuk mengatasinya adalah dengan melakukan redirect 301. Redirect 301 adalah pengalihan pengunjung web dari URL yang dimiliki sebuah situs ke alamat lain sehingga pengunjung tetap dapat mengakses alamat lama website dan tetap dapat masuk ke website yang baru. Selain itu, redirect 301 juga digunakan untuk mengubah protokol HTTP ke HTTPS sehingga meningkatkan keamanan.

5. Tingkatkan SEO On Page

Bagaimanapun, konten menjadi hal mendasar dalam sebuah website. Informasi yang disajikan inilah yang menjadi alasan utama mengapa pengguna internet melakukan browsing.

Kenali lima halaman terpenting Anda untuk bahan evaluasi. Halaman yang dimaksud dapat berupa halaman yang mendapat trafik sedikit, menargetkan kata kunci penting, maupun sudah di peringkat baik, tetapi berpotensi masuk ke dalam daftar lima besar dengan trafik paling tinggi.

Dari sini, Anda bisa melakukan audit SEO on page lebih maksimal. Setidaknya, fokuslah pada strategi dasar SEO seperti mencari keyword secara tepat, memaksimalkan penulisan meta description, tag, slug, dan lain-lain, penambahan link internal maupun eksternal, dan sebagainya.

Baca Juga: Memahami Apa Itu SEO dalam Digital Marketing dan Manfaatnya untuk Bisnis

6. Analisis Backlink

Keberadaan backlink dalam kaitannya dengan SEO di sebuah website adalah untuk menaikkan kredibilitas web tersebut di mata mesin pencari. Dalam kata lain, backlink dapat memberi tahu Google bahwa situs Anda memberikan informasi yang benar-benar diinginkan dan bermanfaat bagi pembaca sehingga dapat dipercaya.

Oleh karena itu, lakukan analisis terhadap profil backlink situs Anda menggunakan tool terkait seperti Ahrefs. Anda cukup memasukkan alamat URL web ke dalam kolom yang tersedia.

Ahrefs akan menampilkan hasil dengan penyajian data yang cukup praktis. Beberapa kategori yang muncul dalam laporan cukup banyak, seperti jumlah situs berbeda yang menaut ke website Anda, tautan beracun, dan lain-lain.

7. Periksa Traffic Organik

Ketahui seberapa banyak lalu lintas organik yang terjadi di website Anda. Cara untuk mengetahuinya pun cukup mudah.

Bukalah Google Analytics, lalu masuk ke bagian Acquisition > All Traffic > Channels > Organic Search. Dari sini, Anda akan melihat seberapa banyak orang yang mengunjungi website dalam periode tertentu.

Tak perlu khawatir berlebihan jika Anda mengalami penurunan trafik. Tujuan dilakukannya audit SEO adalah untuk mengetahui progress dan menjadikannya sebagai tolak ukur untuk membuat Anda melakukan strategi lebih baik ke depannya.Nah, itulah beberapa cara yang bisa lakukan untuk melakukan SEO audit untuk meningkatkan bisnis lewat digital marketing. Semoga membantu!

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat