7 Teknik Link Black Hat SEO

Google menyatakan bahwa misi mereka adalah mengatur informasi di dunia kemudian membuatnya dapat diakses secara universal serta berguna. Halo semuanya, saya David Antonny, selamat datang di Toffee #SharingMonday. Hari ini saya akan berbagi tentang  “7 Teknik Link Black Hat yang Perlu Diketahui dan Dihindari penggunaannya.”

Bagi teman-teman yang baru mengenal SEO, kebanyakan mungkin hanya mengetahui bahwa backlink atau link itu adalah SEO, bagian dari SEO. So, kita pelajari dulu ya teknik link yang tergolong ke Black Hat SEO.

  1. Beli link atau Backlink
    Link dengan kualitas yang baik serta relevan akan mendatangkan traffic ke website Anda, serta memberikan signal ke agoritma Google bahwa website Anda adalah sumber yang terpercaya. Namun jika teman-teman menggunakan jasa untuk beli link, yang seharusnya backlink itu di referensikan oleh orang lain secara cuma-cuma yang menganggap Anda sebagai sumber yang baik. Hal tersebut tidak mematuhi ketentuan dari Google. Sehingga teman-teman harus hati-hati ya jika menggunakan jasa link karena Google dapat melacak sumber link dari website-website tersebut.

  2. Penggunaan link di footer atau footer link
    Footer adalah salah satu bagian penting di dalam sebuah website yang dapat diletakkan link dan muncul di tiap halaman website. Namun sering kali disalahgunakan untuk memberikan backlink dengan keyword komersial di anchor textnya. Contoh seperti di footer ada “Copyright 2021 abc.com – jual alat elektronik”. Jika Anda telah menambahkan link footer seperti tadi yang saya sebutkan, dalam skala besar untuk memanipulasi hasilnya, Google akan mengidentifikasikan kegiatan tersebut dan kemungkinan besar akan terkena penalty. Saran saya, manfaatkan footer dengan kaidah nya, di mana untuk menampilkan link-link atau informasi pendukung lainnya, terkait dengan website atau bisnisnya dengan baik.

  3. Hidden link
    Teknik hidden link ini simpel banget yaitu dengan cara menyamarkan sehingga tidak terlihat kasat mata seperti teks tersembunyi di balik sebuah gambar, menggunakan kode untuk menyembunyikan sesuatu, entah itu font size di set hingga 0, warna teks atau link tersamar seperti background. So, sudah jelas bertolak belakang dengan misi dari Google.

  4. Comment spam
    Teknik membuat link / backlink seperti ini juga sangat mudah dan banyak dilakukan, karena hanya membuat link pada kolom komentar blog-blog orang lain. Namun teknik ini memiliki resiko terkena penalty, sebagian besar terlihat seperti spam karena akan susah sekali memberikan komentar dengan topik tulisan dan dikombinasikan dengan keyword yang akan dijadikan link.

  5. Overused anchor text
    Penggunaan yang terlalu berlebihan. Penggunaan anchor text yang sama dengan link yang sama, kemudian dilakukan berulang kali di dalam satu halaman, dianggap sebagai bentuk spam oleh Google. Ketika kita sendiri yang membaca dan melihatnya saja sudah tidak enak, banyak kata berulang. So informasi yang kita berikan menjadi terpaku karena kita memaksakan untuk membuat satu link. Lebih baik menggunakan related terms lainnya yang memang  cocok di dalam konteks pembahasan di satu paragraf untuk dijadikan link.

  6. Malicious backlink
    Beberapa praktisi/optimizer menggunakan penalty system dari Google untuk menurunkan ranking dari competitor mereka. Dengan cara memberikan toxic/malicious backlink ke website-website competitor mereka. Namun jangan khawatir, Google telah membuat sebuah formulir yang dapat membantu kita untuk melaporkan backlink yang mungkin disengaja oleh pihak yang kita tidak diketahui.

  7. Private Blog Network (PBN)
    PBN singkatan dari private blog network yang merupakan sekumpulan website yang domainnya telah expired dan memiliki umur yang sudah cukup lama kemudian di aktifkan kembali. Serta dari kumpulan website tersebut saling memberikan link satu sama lainnya, guna memanipulasi algoritma dari Google.

So, itu tadi 7 teknik link yang tergolong Black Hat. Yang pertama beli link,  yang kedua adalah footer link, yang ketiga adalah hidden link, yang keempat adalah comment spam, yang kelima penggunaan anchor text yang berlebihan, yang keenam malicious backlink dan PBN yang ketujuh. Kalau temen-temen dengar misi dari Google tadi ada 2 kata yang penting yang menjadi arti SEO itu sendiri, yakni “Informasi” dan “Berguna”. Sehingga kalau mau menggunakan jasa SEO perlu lebih smart, ya.

Orang bijak mengatakan: “Kejahatan pasti akan terungkap”, so stay in the right path. Terima kasih telah menonton video saya ini. Apabila bermanfaat, boleh dibantu share kepada teman-teman lainnya agar ilmunya tidak putus di Anda saja. Dan silahkan di follow FB, IG, LinkedIn, Youtube Channel ToffeeDev, untuk mendapatkan update konten-konten menarik lainnya. Saya David Antonny, Digital Marketing Consultant di ToffeeDev. Sampai jumpa di Toffee #SharingMonday berikutnya.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat