Saat pertama kali menjalankan campaign, banyak orang belum tahu tips ngiklan di Google biar hasilnya bagus. Pada dasarnya, Google Ads bukan sekadar soal memasang iklan dan menunggu leads datang begitu saja.Â
Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Google Ads?
Ada strategi, eksperimen, dan ketelitian yang harus dilakukan agar nominal yang dikeluarkan memberikan hasil signifikan. Lalu apa yang bisa dilakukan? Cari tahu informasi selengkapnya dalam artikel Toffeedev yang satu ini.
Daftar Isi
Toggle12 Tips Ngiklan di Google Biar Hasilnya Bagus
Anda mungkin pernah mengalami iklan yang sudah berjalan lama, tetapi performanya jalan di tempat. Untuk membantu Anda, berikut adalah 12 cara supaya iklan gak boncos dan campaign Google Ads berjalan lebih efektif dan memberi hasil yang sesuai harapan:
1. Tentukan Target Market dan Tujuan Kampanye dengan Jelas
Sebelum mulai menjalankan iklan, tentukan siapa target marketnya dan apa tujuan spesifik kampanye Anda. Apakah ingin meningkatkan penjualan, mengumpulkan leads, menambah traffic website, atau sekadar membangun awareness. Tujuan yang jelas akan menentukan jenis campaign, penargetan, hingga format iklan yang digunakan.
2. Lakukan Riset Keyword yang Tepat
Google Ads bekerja berdasarkan keyword, sehingga riset kata kunci adalah fondasi terpenting dalam campaign. Pilih keyword yang relevan, memiliki volume pencarian baik, dan tingkat kompetisi yang sesuai anggaran. Jangan lupa gunakan kombinasi keyword long-tail untuk menjangkau audiens yang lebih spesifik.
3. Gunakan Match Type dengan Bijak
Jangan hanya mengandalkan broad match. Kombinasikan dengan phrase match dan exact match agar hasil lebih terarah. Penggunaan match type yang tepat bisa menghindarkan Anda dari traffic yang tidak relevan dan menghabiskan anggaran secara percuma.
4. Optimalkan Struktur Campaign dan Ad Group
Struktur yang rapi memudahkan Anda mengelola performa. Buat ad group berdasarkan tema, produk, atau layanan tertentu sehingga iklan Anda lebih relevan dengan keyword yang digunakan. Semakin relevan struktur iklan, semakin tinggi kualitas skor Anda.
5. Buat Copywriting Iklan yang Menarik dan Relevan
Kalimat pada iklan harus mampu menarik perhatian, menjawab kebutuhan audiens, dan memuat ajakan tindakan yang jelas. Hindari kalimat generik dan buatlah copywriting yang menggambarkan nilai unik bisnis Anda. Semakin relevan teks iklan, semakin tinggi click-through rate (CTR).
6. Gunakan Landing Page yang Sesuai dengan Iklan
Banyak kampanye gagal karena iklan dan landing page tidak sejalan. Pastikan halaman yang dituju relevan dengan keyword dan pesan iklan. Landing page yang jelas, cepat, dan mudah dinavigasi akan meningkatkan peluang konversi secara signifikan.
Baca juga: 10 Tips Cegah Iklan Google Ads Boncos dengan Tepat
7. Manfaatkan Ekstensi Iklan (Ad Extensions)
Gunakan sitelink, callout, structured snippet, hingga call extension untuk memberikan informasi tambahan. Ad extensions membuat iklan lebih besar, lebih informatif, dan meningkatkan peluang klik tanpa biaya ekstra.
8. Pantau dan Optimasi Kata Kunci Negatif (Negative Keywords)
Negative keywords sangat penting untuk memfilter traffic yang tidak relevan. Dengan menambahkan kata kunci negatif, iklan Anda tidak akan muncul pada pencarian yang tidak sesuai dengan tujuan bisnis Anda, sehingga anggaran lebih efisien dan efektif.
9. Mulai dengan Anggaran dan Bidding Strategy yang Realistis
Terlalu kecil anggaran bisa membuat kampanye berjalan lambat, sementara terlalu besar tanpa strategi akan menguras biaya. Mulai dengan angka yang realistis, lalu sesuaikan dengan performa campaign. Gunakan juga bidding otomatis seperti Target CPA atau Maximize Conversions jika sudah memiliki data yang cukup.
10. Uji Coba Berbagai Variasi Iklan (A/B Testing)
Jangan hanya mengandalkan satu versi iklan. Buat beberapa variasi headline, deskripsi, dan landing page untuk melihat mana yang paling efektif. A/B testing adalah kunci untuk menemukan formula terbaik dan meningkatkan performa secara konsisten.
11. Evaluasi Performa Secara Berkala
Google Ads membutuhkan evaluasi rutin. Pantau metrik seperti CTR, CPC, kualitas skor, dan conversion rate untuk mengetahui bagian mana yang perlu ditingkatkan. Semakin sering Anda mengevaluasi, semakin cepat Anda menemukan pola performa terbaik.
12. Integrasikan dengan Data Google Analytics dan Conversion Tracking
Agar campaign berjalan optimal, Anda harus mengetahui perilaku pengunjung setelah mengklik iklan. Hubungkan Google Ads dengan Google Analytics dan aktifkan conversion tracking. Dengan data lengkap, Anda bisa mengambil keputusan lebih akurat berbasis perilaku pengguna.
Baca juga: 10 Tips Cegah Iklan Google Ads Boncos dengan Tepat
Ingin Hasil yang Lebih Maksimal? Serahkan Strategi Iklan Bisnis Anda pada ToffeeDev!
Mengelola Google Ads bukan hal yang instan, tetapi dengan menerapkan 12 tips ngiklan di Google biar hasilnya bagus, Anda dapat meningkatkan kualitas traffic, menurunkan biaya per klik, dan mendapatkan konversi yang lebih stabil.Â
Setiap campaign membutuhkan penyesuaian dan eksperimen, tetapi semakin Anda memahami perilaku audiens dan cara kerja iklan, semakin besar peluang Anda memperoleh hasil terbaik. Jika ingin hasil iklan yang lebih stabil, terarah, dan benar-benar mendatangkan konversi, inilah saatnya bekerja sama dengan tim ahli dalam bidang Google Ads.Â
ToffeeDev menawarkan layanan Jasa Google Ads yang berfokus pada penargetan iklan dengan tepat, optimasi berkelanjutan, serta kampanye yang dibangun berdasarkan data. Dengan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda, ToffeeDev siap membantu meningkatkan visibilitas, menurunkan biaya yang tidak perlu, dan mendatangkan leads berkualitas yang lebih konsisten.Â
Tunggu apalagi? Saatnya maksimalkan potensi iklan Anda dan rasakan perbedaan nyata dengan hubungi ToffeeDev sekarang juga.