Apa itu Design Thinking? Manfaat dan Pentingnya dalam Digital Marketing

Apa itu Design Thinking

Masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu design thinking. Padahal, design thinking adalah proses yang dapat digunakan untuk menemukan solusi yang inovatif dari berbagai macam masalah. Penting sekali bagi setiap orang untuk memahami design thinking agar dapat mengerjakan berbagai macam pekerjaan dengan lebih mudah.

Pada artikel ini, Anda akan membaca mengenai apa itu design thinking beserta dengan fungsi, tujuan, dan tahapannya. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui pentingnya design thinking dalam pembentukan strategi digital marketing. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Design Thinking?

Design thinking adalah proses berpikir, praktis, dan strategis yang dilakukan secara berulang untuk menciptakan sebuah solusi yang inovatif dan out of the box agar bisa digunakan untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Ketika melakukan design thinking, Anda tidak boleh langsung membuat asumsi. Anda harus mencoba untuk memahami konsumen dan kebutuhan mereka terlebih dahulu serta mendefinisikan ulang masalah yang dihadapi.

Berbeda dengan proses pemecahan masalah tradisional, yang merupakan proses linier mengidentifikasi masalah dan kemudian melakukan brainstorming solusi, design thinking hanya akan berfungsi jika dilakukan secara berulang. Design thinking bukan sebuah proses yang digunakan untuk mendapatkan solusi tunggal, melainkan lebih merupakan cara untuk terus mengembangkan pemikiran Anda dan menanggapi kebutuhan konsumen.

Fungsi Design Thinking

Fungsi Design Thinking

Design thinking berfungsi untuk menemukan berbagai macam solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sangat rumit yang tidak dikenal atau bahkan tidak jelas. Bagi sebuah perusahaan atau bisnis, penerapan design thinking dapat membantu mereka untuk memahami pergerakan pasar dan kebutuhan konsumen. Hal tersebut dapat digunakan untuk menciptakan produk dan menyediakan layanan yang lebih baik.

Tujuan Design Thinking

Design thinking adalah proses pemecahan masalah yang dapat diterapkan untuk industri apa pun. Baik Anda bekerja di bisnis, pemerintahan, pendidikan, atau nirlaba, tujuan penerapan design thinking adalah untuk membantu Anda mengembangkan solusi inovatif berdasarkan kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Pentingnya Identitas Visual bagi Sebuah Brand

Pentingnya Design Thinking dalam Membentuk Strategi Digital Marketing

Design thinking adalah proses kompleks yang dapat membantu memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan membantu menciptakan solusi yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu, design thinking juga dapat membantu untuk memprediksi pergerakan pasar.

Design thinking juga dapat memberikan Anda kesempatan untuk melihat suatu masalah dari perspektif yang berbeda dari biasanya. Proses design thinking memungkinkan Anda untuk melihat sebuah isu yang ada di dalam sebuah perusahaan dengan cara pandang yang lebih kreatif.

Ketika hendak membantu strategi digital marketing, Anda membutuhkan seluruh data dan informasi yang bisa didapatkan, terutama mengenai konsumen dan pasar. Strategi digital marketing yang baik adalah yang dapat menyentuh konsumen secara langsung, seperti menjawab kebutuhan mereka. Selain itu, kreativitas yang tinggi juga sangat dibutuhkan dalam pembuatan strategi digital marketing agar dapat berbeda dari yang lain.

5 Tahapan Design Thinking

Tahapan Design Thinking

Proses design thinking dapat dibagi menjadi lima tahapan, antara lain:

  • Empathize
  • Define
  • Ideate
  • Prototype
  • Test

Kelima tahapan tersebut harus dilalui dengan teratur, dan berulang, untuk mendapatkan solusi yang paling inovatif agar dapat memecahkan masalah dengan lebih baik. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai lima tahapan design thinking.

1. Empathize

Pertama, Anda harus memiliki pemahaman empatik (empathize) terhadap masalah yang dihadapi. Artinya, Anda harus melihat masalah yang ingin diselesaikan dari kacamata orang lain, seperti konsumen khususnya. Selain itu, memiliki pemahaman empatik juga berarti tidak membuat asumsi atas masalah yang dihadapi.

Pada tahap ini, Anda bisa melakukan berbagai macam riset seperti riset pasar, riset pemasaran, hingga riset produk untuk mendapatkan pemahaman yang empatik. Selain itu, Anda juga dapat melakukan wawancara langsung dengan konsumen untuk mendapatkan informasi mengenai mereka dan apa yang mereka butuhkan.

Baca juga: Mengapa Perlu Melakukan Riset Pemasaran?

2. Define

Kedua, Anda harus mendefinisikan (define) apa yang dibutuhkan oleh pasar, terutama kebutuhan konsumen. Pada tahap ini, Anda harus menemukan pola atau gambaran besar dari semua data dan informasi yang berhasil dikumpulkan pada tahap pertama. Setelah itu, Anda harus membuat kesimpulan dari data tersebut dan menentukan apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

3. Ideate

Ketiga, Anda harus mampu menghasilkan ide-ide (ideate) yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Lakukan brainstorming dan kumpulkan ide yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah sebanyak mungkin, biarkan imajinasi dan kreativitas Anda mengambil alih selama tahap ini. Setelah itu, saring ide-ide tersebut dan pilih beberapa yang memiliki peluang sukses terbesar menurut Anda.

4. Prototype

Keempat, Anda harus mencoba membuat prototipe (prototype) dari ide-ide yang sebelumnya sudah dibuat. Pada tahap ini, Anda harus mampu mewujudkan ide-ide tersebut dan mendesainnya dengan sedemikian rupa, atau bahkan menyempurnakannya. Anda dapat bereksperimen sebanyak mungkin bersama dengan seluruh anggota tim untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Baca Juga: Pentingnya Branding Bagi Bisnis Online

5. Testing

Terakhir, Anda akan melakukan pengujian (testing) atau bereksperimen langsung dengan pasar dan konsumen menggunakan prototipe yang sudah dibuat sebelumnya. Prototipe tersebut akan diuji langsung di pasar dengan tujuan untuk mengumpulkan umpan balik, atau feedback, dari konsumen.

Melalui umpan balik tersebut, Anda dapat menyempurnakan prototipe yang telah dibuat agar bisa menjadi solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi. Proses ini harus dilakukan berulang kali hingga Anda benar-benar mendapatkan hasil yang terbaik.

Apabila hasilnya dirasa masih kurang baik, Anda dapat mengulang prosesnya dengan cara mundur satu tahapan. Lakukan terus cara ini secara berulang, bahkan hingga mengulang pada tahapan pertama, jika dirasa hasil yang didapatkan tidak dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Design thinking memang sangat berguna untuk berbagai macam hal, seperti untuk membangun strategi pemasaran digital. Namun, Anda tidak perlu repot melakukan design thinking jika ingin membuat strategi pemasaran digital yang baik, Anda dapat menggunakan jasa digital marketing agency saja untuk melakukannya.

Jika tertarik menggunakan jasa pembuatan strategi pemasaran digital, Anda dapat menghubungi ToffeeDev. Ada banyak layanan yang kami sediakan, mulai dari SEO, pengembangan website, dan masih banyak lagi. Jika tertarik, Anda dapat melihat layanan kami selengkapnya di sini. Semoga penjelasan mengenai apa itu design thinking ini dapat membantu Anda!

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat