Apa Itu SSL dan Manfaatnya untuk Website?

Dunia maya juga dipenuhi oleh beberapa hal yang bisa membahayakan website kita. Membuat dan mengelola website pun tidak hanya mencakup persoalan desain dan coding yang digunakan, tapi juga keamanannya. Untuk itu, kita memerlukan SSL sebagai untuk menjamin keamanan website yang telah dibuat. Sebenarnya, apa itu SSL? Apa saja yang harus dipahami mengenai protokol keamanan ini?

Selain keamanan, pemasangan sertifikat SSL pada website juga memengaruhi ranking-nya di mesin pencari seperti Google. Jadi, SSL ini membawa banyak manfaat dalam berbagai aspek pada website yang tidak boleh disepelekan. Kalau website tersebut digunakan untuk bisnis, e-commerce, atau branding perusahaan, penting untuk mengetahui lebih dalam mengenai sertifikat SSL ini, karena akan berpengaruh pada salah satu strategi pemasaran digital, yaitu SEO.

Memasang SSL juga tidak terlalu sulit, asalkan paham dengan caranya. Ada juga istilah TLS yang merupakan protokol lanjutan dari SSL dan sama-sama berguna untuk menjaga keamanan website. Untuk lebih jelasnya, Toffeedev akan mengupas lebih dalam mengenai protokol keamanan situs web yang satu ini.

Apa Itu SSL?

Singkatan dari Secure Socket Layer, SSL merupakan protokol keamanan website yang berbasis enskripsi. Protokol ini pertama kali dikembangkan oleh Netscape pada 1995, dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan, otentikasi dan penyimpanan data dalam internet. Saat browsing di internet, ada juga proses transfer data antarperangkat, dan SSL sangat berguna dalam menjaga keamanan proses tersebut.

SSL merupakan komponen yang penting dalam keamanan website. Apabila kita mengakses suatu website tanpa sertifikat SSL di Google Chrome, browser tersebut langsung memberi tanda peringatan ‘Not Secure’ pada website tersebut. Bisa juga menghadirkan dialog window yang menandakan website tersebut tidak aman untuk dikunjungi.

Ada juga website yang tidak memasang sertifikat SSL, tapi masih aman untuk dikunjungi. Cara mengetahuinya adalah dengan melihat tipe HTTP (Hypertext Transfer Protocol) di address bar yang terletak di bagian atas webpage. Kalau kita mengetikkan alamat situs web yang kita kunjungi, otomatis akan muncul HTTP atau HTTPS sebelum WWW (World Wide Web).

Website yang sudah memiliki sertifikat SSL akan menampilkan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) di address bar-nya. Pengguna internet akan menikmati layanan internet yang aman dan terenkripsi. Mereka pun akan terhindar dari pencurian data yang sering terjadi di dunia maya.

Adapun TLS (Transport Layer Security) yang merupakan protokol keamanan lanjutan dari SSL, tepatnya SSL versi 3.0. Faktanya, SSL sudah tidak lagi digunakan dan digantikan oleh TLS yang lebih canggih. Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang drastis antara SSL dan TLS, hanya berubah namanya karena protokol keamanan ini sudah dimiliki oleh Internet Engineering Task Force (IETF) sejak 1999.

Banyak orang yang masih familiar dengan SSL sebagai sistem keamanan website, jadi perusahaan penyedianya masih menggunakan istilah tersebut. Padahal, SSL dan TLS adalah dua hal yang sama, tidak ada perbedaan sama sekali. Ada juga orang yang menggunakan istilah ‘enkripsi SSL/TLS’ untuk protokol keamanan ini.

Jasa SEO

Bagaimana Cara Kerja SSL/TLS?

Cara kerja SSL di website juga tidak terlalu rumit, mereka bekerja secara otomatis dalam tiga langkah. SSL bekerja dengan tujuan untuk memberikan layanan keamanan dan privasi yang tinggi terhadap website. Secara garis besar, inilah langkah-langkah kerja SSL dalam menyediakan keamanan website:

  1. SSL mengenkripsi data yang ada dalam suatu website, sehingga orang yang berusaha mencuri datanya hanya melihat kode enkripsi yang tidak bisa dibaca. Kode enskripsi ini terdiri dari campuran angka dan huruf yang mustahil untuk dideskripsi oleh manusia.
  2. Sertifikat SSL/TLS yang digunakan dalam website memiliki dua kombinasi kunci untuk melakukan enkripsi data, yaitu public key dan private key. Public key digunakan untuk mengenkripsi data yang dikirim ke website, sedangkan private key untuk mendekripsi data sehingga bisa dibaca oleh pengunjung website.
  3. Kemudian, SSL mulai melakukan proses otentikasi yang disebut handshake. Proses ini terjadi pada dua perangkat yang terhubung untuk memastikan bahwa perangkat terhubung memang aman.
  4. SSL juga menandai data di website secara digital demi menyediakan data integrity. Data integrity ini menjadi tanda verifikasi bahwa data yang ada di website tersebut aman dan tidak disabotase sebelum sampai ke perangkat penerimanya.

Kian hari, SSL pun mengalami pembaruan sejak pertama kali dibuat pada 1995. Pada pembaruan kedua, yaitu SSL 3.0, sistem keamanan ini mulai berubah nama menjadi TLS. Pembaruan (update) program ini tentunya membuat proses kerja SSL menjadi lebih optimal, sehingga website yang menggunakan SSL/TLS pun aman saat dikunjungi.

Baca Juga: Apa Saja Perbedaan HTTP dan HTTPS?

Apa Saja Jenis-Jenis SSL?

Jangan salah, SSL juga terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan spesifikasi keamanan yang dibutuhkan oleh setiap website. Sebelum memasang SSL pada website, ada baiknya memilih SSL yang tepat untuk digunakan dalam website. Berikut ini kami jelaskan beberapa jenis SSL dan cara memilihnya sehingga sesuai dengan kebutuhan keamanan website Anda.

1. Domain Validated SSL (DV SSL)

Merupakan jenis SSL yang memiliki tingkat keketatan validasi yang rendah, DV SSL merupakan jenis SSL termurah dari yang lainnya. Untuk mendapatkannya, hanya dibutuhkan kepemilikan domain berbentuk validasi DNS atau email. Kalau sudah dipasang, DV SSL hanya bisa menampilkan informasi bahwa website sudah aman dan dienkripsi oleh SSL, dengan tanda HTTPS dan ikon gembok hijau di address bar.

Lebih baik gunakan DV SSL pada bisnis yang baru berkembang, kemudian di-upgrade lagi ke level berikutnya, yaitu OV SSL. Jangan gunakan jenis SSL ini untuk e-commerce, walaupun baru merintis, karena situs jual beli seperti itu membutuhkan tingkat enkripsi yang lebih tinggi.

2. Organization Validated SSL (OV SSL)

Kedua, OV SSL yang mirip dengan DV SSL, hanya saja pemilik domainnya harus memverifikasi domain melalui penerbit sertifikat SSL/TLS atau Certificate Authority (CA). Sertifikat ini lebih berharga bagi pemilik website, karena mencakup informasi lengkap dan legal mengenai bisnis yang dijalankan, seperti nama usaha, lokasi, dan lain-lain.

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, bisnis yang masih merintis bisa menggunakan OV SSL pada situs webnya sehingga lebih aman dikunjungi oleh pengguna internet. Indikator keamanannya pun sama, ada kode HTTP dan gembok hijau di address bar.

3. Extended Validated SSL (EV SSL)

EV SSL adalah jenis SSL level tinggi, karena harus melakukan background check terhadap organisasi atau perusahaan pemilik website sebelum diberikan sertifikatnya. CA akan melakukan pengecekan dengan menggunakan dokumen atau informasi legal milik perusahaan tersebut.

Website toko online atau e-commerce dan perusahaan besar, seperti PT, CV, dan badan usaha lainnya yang dicap ada legalitas, bisa menggunakan SSL certificate ini. Ketika menggunakan EV SSL, di address bar akan tertulis nama bisnis kita dengan warna hijau, bukan lagi alamat situs web dengan logo HTTPS dan ikon gembok hijau.

Baca Juga: Cara Migrasi WordPress Ke SSL / HTTPS

Kalau baru memulai bisnis, bisa gunakan DV SSL terlebih dulu untuk meningkatkan keamanan website yang telah dibangun. Kita bisa mulai dari menggunakan SSL gratis yang disediakan oleh Cloudfare, hanya saja fitur yang disediakan lebih terbatas. Bisa juga menggunakan SSL berbayar dari penyedia tersebut, hanya saja gunakan jenis SSL yang sesuai dengan kebutuhan.

Pertimbangkan juga anggaran yang dimiliki dalam memasang SSL untuk website, terutama untuk SSL berbayar. Setelah dipasang di cPanel, website kita pun harus diarahkan ke web address yang baru, dengan cara mengubah HTTP ke HTTPS. Diperlukan plugin agar prosesnya bisa berjalan lebih mudah.

Apa Saja Manfaat SSL?

Banyak sekali manfaat yang dirasakan dari mengaktifkan SSL untuk mengamankan website, mulai dari proses transfer data hingga kenaikan ranking di mesin pencari. Inilah manfaat SSL yang harus diketahui oleh pemilik website:

1. Menjaga Data Pribadi Pengguna

Website e-commerce dan toko online pastinya memerlukan informasi sensitif pengguna demi melancarkan transaksinya, termasuk e-mail, nomor HP, dan password. Di sini, SSL bertugas untuk melakukan proses otentikasi, sehingga data pribadi kita terkirim pada server yang tepat dan terhindar di tangan yang salah.

2. Mengamankan Pertukaran Data

Proses pertukaran data yang telah disebutkan tadi menjadi lebih aman berkat adanya SSL. Tingkat keamanan website yang memiliki SSL tidak perlu diragukan lagi, karena protokol ini akan melakukan enkripsi dengan cara mengacak data sensitif yang masuk di website. Proses enkripsi ini perlu sekali dilakukan, sehingga tidak seorang pun yang membaca kemudian menyalahgunakannya.

Baca Juga: Pentingnya Keamanan Website Demi Menjaga Data

3. Menaikkan Reputasi Website

Website perusahaan atau personal yang sudah dipasang SSL akan ditandai dengan gembok hijau, kode HTTPS, bahkan nama perusahaan yang berwarna hijau di address bar. Ini bisa menjadi peningkat reputasi website di dunia maya, membuat banyak orang makin percaya untuk mengunjunginya. Kesempatan yang bagus kalau kita memiliki website bisnis, bukan?

4. Menaikkan Ranking SEO di Mesin Pencari

Terakhir, meningkatkan peringkat website di Google, sehingga lebih mudah ditemukan oleh pengguna internet. Alasannya, algoritma Google juga memperhitungkan sertifikat SSL/TLS yang dimiliki oleh website sebagai indikator SEO mereka. Google sebagai raksasa search engine pasti ingin memberikan penggunanya layanan terbaik, karena itu, mereka sengaja menurunkan ranking situs web yang tidak memiliki sertifikat SSL demi keamanan data penggunanya.

Jadi, optimasi website yang dilakukan jangan hanya sebatas SEO on-page, tapi juga secara off-page. Perhatikan design, link yang digunakan, termasuk sistem keamanannya sendiri.

Baca Juga: 5 Plugin Security untuk WordPress

Bangun Website yang Aman Bersama Toffeedev

Setelah memahami apa itu SSL dan kegunaannya untuk situs web, Anda bisa mulai menggunakan sertifikat SSL/TLS untuk website bisnis sehingga lebih aman saat dikunjungi. Kalau belum memiliki situs web untuk bisnis, jangan khawatir. Gunakan saja jasa pembuatan website yang aman dan terpercaya dari Toffeedev, dan kami juga akan membantu website Anda mendapatkan sertifikat SSL. Kami bisa membuat situs web sesuai kebutuhan bisnis, termasuk membangun platform e-commerce yang aman dikunjungi oleh konsumen Anda.

Sertifikat SSL/TLS sendiri belum cukup meningkatkan peluang situs web Anda masuk ke halaman pertama Google, karena strategi Search Engine Optimization (SEO) tetaplah menjadi faktor utamanya. Gunakan juga Jasa SEO dari Toffeedev yang bisa meningkatkan peluang untuk eksis di halaman pertama mesin pencari, sehingga mendatangkan banyak traffic dan angka penjualan bisnis pun meningkat.

Toffeedev sebagai digital marketing agency Indonesia telah dipercaya oleh banyak klien untuk merevolusi bisnis mereka ke arah digital. Kini, giliran kami untuk bekerja sama dengan Anda. Hubungi tim kami segera dan mulailah eksis di dunia digital bersama Toffeedev.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat