Apa Perbedaan Black Hat SEO dan White Hat SEO?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Teknik menaikkan ranking Search Engine Optimization (SEO) website memang gampang-gampang susah. Algoritma mesin pencari yang berubah-ubah dan susah diprediksi membuat pengelola website memiliki tantangan sendiri dalam menaikkan ranking-nya. Black hat SEO adalah salah satu teknik yang mereka gunakan untuk meningkatkan ranking website mereka di mesin pencari.

Dalam dunia SEO, ada sepasang istilah berlawanan yang merupakan teknik optimasi website di mesin pencari, yaitu black hat SEO dan white hat SEO. Kedua istilah tersebut berasal dari film barat bertemakan koboi, di mana black hat adalah si tokoh jahat dengan topi hitamnya, sedangkan white hat merupakan tokoh bertopi putih dengan karakter yang baik. Black hat dan white hat ini juga memiliki arti yang sama di dunia SEO dan kita perlu mengetahui perbedaan serta ciri keduanya, agar kita tidak menerapkan teknik optimasi website yang salah.

Black Hat SEO

Black hat SEO adalah teknik menaikkan ranking website di mesin pencari dengan berbagai cara yang melanggar ketentuan layanan mesin pencari tersebut. Intinya, black hat SEO memanipulasi algoritma mesin pencari sehingga website kita mendapatkan ranking yang bagus, terlepas dari fakta bahwa isi konten kita tidak terlalu menarik. Padahal, tujuan mesin pencari adalah memberikan hasil berupa konten website yang relevan dan sesuai dengan kata kunci yang dicari penggunanya.

Menerapkan beberapa teknik black hat SEO memang menguntungkan di awal, apalagi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menggunakannya, tetapi akan berakibat buruk dalam jangka panjang. Ujung-ujungnya, reputasi brand Anda dipertaruhkan akibat teknik optimasi yang salah ini. Selain itu, pengunjung website Anda bisa jadi tidak mempercayai layanan yang ditawarkan oleh situs Anda. Berikut ini adalah teknik black hat SEO yang paling umum digunakan.

1. Keyword Stuffing

Taktik keyword stuffing adalah mengulangi kata kunci utama yang digunakan dalam website berkali-kali secara berlebihan. Teknik pengulangannya sering disalahgunakan, membuat artikel yang dibaca terkesan tidak natural dan keluar dari konteksnya. Alhasil, artikel jadi penuh dengan kata kunci yang tidak perlu dan tidak nyaman dibaca. 

Strategi keyword stuffing ini sebenarnya melanggar ketentuan keyword density mesin pencari, di mana keyword density yang disarankan adalah 1-2%. Teknik ini membuat mesin pencari mengira bahwa website tersebut adalah spam dan menurunkan tingkat visibilitasnya.

2. Meta Keyword Stuffing

Tak hanya di isi artikel, keyword stuffing juga bisa dilakukan di bagian meta description, judul atau anchor text untuk backlink. Cara ini memang mudah dilakukan, tapi akan memperburuk hasil pemeringkatan website kita di mesin pencari. Menggunakan keyword yang tidak relevan dengan isi artikel website juga termasuk ke dalam meta keyword stuffing. Padahal, orang yang mencari kata kunci di search engine pastinya ingin hasil yang relevan dan menjawab kebutuhan mereka.

3. Link Farming

Link farming merupakan taktik black hat SEO dengan cara mengumpulkan tautan (link) website yang tidak relevan dengan situs kita. Biasanya, metode link farming menghubungkan website kita dengan website lainnya dengan persetujuan kedua belah pihak. Teknik link farming ini dianggap merugikan apabila kita menaruh link yang berlebihan dalam satu webpage. Apalagi bila link tidak relevan tersebut diklik oleh pengunjung, alhasil mereka akan merasa waktu mereka terbuang secara percuma karena melihat hasil yang tidak perlu.

Baca Juga: Jangan Sampai Terjebak dengan 6 Kesalahan SEO

4. Hidden Texts

Teknik ini menyembunyikan beberapa teks dengan cara menyamarkan warnanya dengan warna background halaman website kita. Taktik ini termasuk black hat SEO lantaran kita menyembunyikan beberapa kata ekstra yang tidak diperlukan, terutama kata kunci. Hidden texts ini merupakan taktik optimasi yang manipulatif, apabila dideteksi oleh algoritma mesin pencari yang canggih, bisa berakibat pada penurunan ranking website.

6. Menerbitkan Konten yang Buruk

Tanpa disadari, menerbitkan konten yang buruk merupakan taktik black hat SEO. Teknik ini sering dilakukan dengan cara membuat konten tiruan atau bahkan menyalin ulang konten dari situs lain. Awalnya, teknik ini tidak bisa dideteksi oleh mesin pencari, tetapi algoritma search engine semakin canggih hari demi harinya. Google contohnya, algoritmanya bisa mencari mana konten plagiasi dan konten berkualitas rendah, yang akhirnya membuat ranking website tersebut menurun.

Baca Juga: 5 Bahaya Menggunakan Black Hat SEO dalam Bisnis

White Hat SEO

Berkebalikan dengan black hat SEO, white hat SEO merupakan taktik optimasi website di mesin pencari yang tidak melanggar syarat dan ketentuan dari search engine tersebut. Menerapkan white hat SEO berarti kita menjaga integritas website serta brand kita dengan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh mesin pencari. Meskipun membutuhkan waktu dan proses yang panjang, white hat SEO dijamin akan mempertahankan ranking website Anda di halaman pertama mesin pencari.

Tak hanya prosesnya, white hat SEO juga berfokus pada memperkuat hubungan antara website dan konsumen Anda. Istilahnya, Anda berusaha memberikan konten yang bagus dan relevan serta menjawab kebutuhan konsumen Anda. Berikut ini adalah beberapa taktik optimasi yang termasuk dalam white hat SEO.

1. Konten yang Relevan dengan Keyword

Konten yang berkualitas merupakan elemen penting dalam artikel atau website SEO-friendly. Tak hanya berkualitas, konten juga haruslah relevan dan sesuai dengan keyword utama. Oleh karena itu, tetapkan kata kunci utama dan kata kunci turunan sebelum membuat konten, dan jangan lupa memasukkan keyword tersebut ke dalam judul, meta description, heading, introduction artikel Anda. Kombinasi konten yang berkualitas dan kata kunci yang relevan akan membawa website Anda ke ranking tertinggi.

2. Inbound Link Organik

Inbound link, atau bisa juga disebut backlink memang mempengaruhi ranking website kita. Teknik inbound link yang termasuk white hat SEO adalah teknik organik. Perlu diingat bahwa saat ini banyak backlink yang bisa didapatkan dengan cara dibeli dan itu bukanlah teknik white hat SEO. Mendapatkan backlink secara organik memang membutuhkan waktu yang lama dan usaha yang besar, tapi bisa membawa pengaruh yang besar dalam ranking website Anda dalam jangka panjang.

Baca Juga: Teknik SEO Pemula yang Mudah Dilakukan

3. Mengutamakan Kenyamanan Pengunjung

Saat ini, cara kerja mesin pencari sudah berubah. Mesin pencari sudah berfokus pada kepuasan pengunjung website kita. Meskipun ada beberapa algoritma mesin pencari berfokus pada bagaimana website kita mendapatkan pengunjung, kita juga harus memperhatikan bounce rate situs kita. Oleh karena itu, pertahankan bounce rate yang tinggi dengan membuat konten yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung website kita. Jasa SEO

4. Navigasi Website yang Sederhana

Tak hanya konten website yang harus diperhatikan, kita juga harus memperhatikan fitur yang ada di situs kita. Tujuannya adalah agar pengunjung semakin betah di website kita. Oleh karena itu, buatlah navigasi website kita menjadi sederhana dan mudah dilihat oleh pengunjung. Usahakan agar fitur-fitur utama website kita juga bisa ditemukan oleh pengunjung agar website kita bisa dianggap efektif oleh mereka.

5. Waktu loading website yang cepat

Kecepatan loading website kita juga mempengaruhi kepuasan pengunjung kita. Ujung-ujungnya, ini akan mempengaruhi ranking situs kita di mesin pencari. Oleh karena itu, optimasi juga kecepatan loading situs kita sehingga pengunjung website merasa nyaman, dengan cara menggunakan ukuran gambar yang kecil, jumlah gambar yang sedikit, dan lain-lain.

Baca Juga: 7 Cara Mempercepat Loading Website

Dari sudut pandang SEO, kecepatan website kita juga merupakan sinyal di mesin pencari. Apabila kecepatan website kita lambat, akan berakibat pada penurunan ranking website kita karena UX-nya lumpuh. Oleh karena itu, perhatikanlah nilai fungsional dan fitur dalam website, apakah mereka mempengaruhi kecepatan situs kita.

Gunakan Jasa Digital Marketing dari Toffeedev untuk Bisnis Anda

Itulah penjelasan mengenai black hat SEO dan white hat SEO beserta teknik-tekniknya. Anda bisa memahami alasan mengapa black hat SEO adalah teknik optimasi yang berakibat buruk pada ranking website Anda di mesin pencari. Anda bisa menghubungi Toffeedev apabila Anda membutuhkan Jasa SEO untuk bisnis Anda. Toffeedev adalah Digital Marketing Agency yang telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post