10 Contoh Hard Skill dan Cara Meningkatkannya

contoh hard skill

Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah “hard skill”, tetapi apakah Anda tahu apa saja contoh hard skill? Di era digital seperti sekarang, hard skill memang sudah menjadi hal yang sangat penting dalam dunia kerja karena makin banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan kemampuan teknis yang kuat. Namun, apa saja sih contoh hard skill yang sangat dibutuhkan?

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja contoh-contoh hard skill yang sangat dicari oleh perusahaan-perusahaan besar dari karyawan atau calon karyawannya. Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan hard skill terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu Hard Skill?

Hard skill adalah keterampilan teknis atau spesifik yang dapat diukur secara objektif. Keterampilan ini biasanya berkaitan dengan kemampuan teknis atau fungsional yang terkait dengan pekerjaan tertentu. Beberapa contoh dari hard skill meliputi kemampuan matematika, bahasa pemrograman, keterampilan teknologi informasi, desain grafis, atau kemampuan berbahasa asing.

Hard skill seringkali diukur melalui ujian, tes, atau sertifikasi yang dapat memastikan seseorang memiliki kemampuan yang memadai dalam bidang tertentu. Oleh karena itu, hard skill menjadi faktor yang sangat penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan di banyak perusahaan. Keterampilan ini juga menjadi penentu dalam menentukan posisi, gaji, dan kesempatan karier di dunia kerja.

Meskipun hard skill terlihat lebih kaku dan terukur secara objektif, tetapi keterampilan ini tidak dapat diabaikan dalam dunia kerja. Kemampuan teknis dan fungsional yang kuat dan andal sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan menghasilkan hasil yang baik dan berkualitas. Oleh karena itu, meningkatkan hard skill akan dapat membantu Anda menjadi lebih kompetitif di dunia kerja dan memiliki peluang karier yang lebih baik.

Banner Ads - General 2

Apa Perbedaan Hard Skill dengan Soft Skill

Apakah Anda sudah tahu mengenai perbedaan hard skill dengan soft skill? Kalau belum, simak penjelasan berikut ini mengenai perbedaan hard skill dengan soft skill!

Hard skill

Berdasarkan laman themuse.com, istilah “hard skill” mengacu pada kemampuan khusus atau pengetahuan yang diperlukan dalam suatu pekerjaan. Sebagai contoh, dalam pekerjaan sebagai Network Engineer, diperlukan hard skill seperti pemahaman tentang standar OSI Layer 7, subnetting IP, routing, switching, dan sejenisnya.

Soft skill

Soft skill merupakan karakteristik pribadi atau kemampuan interpersonal seseorang yang diperlukan dalam dunia kerja, soft skill menggambarkan bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Sementara hard skill memiliki sifat yang lebih spesifik, soft skill lebih bersifat umum dan dibutuhkan dalam berbagai pekerjaan. Contoh dari soft skill adalah seperti kemampuan untuk berinteraksi, manajemen waktu, kecerdasan emosional, dan motivasi. 

Baca Juga : Mengenal Interpersonal Skill dan Cara Meningkatkannya

Contoh Hard Skill

Hard skill merupakan keterampilan teknis atau fungsional yang dapat berpengaruh pada pekerjaan tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh hard skill yang sering dibutuhkan di dunia kerja.

1. Bahasa Asing

Menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Mandarin, atau Jepang, menjadi kebutuhan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki bisnis global atau sering berinteraksi dengan klien internasional. Kemampuan berbahasa asing dapat membantumu berkomunikasi dengan efektif dan memperluas jaringan di dunia internasional.

2. Desain Grafis

Desain grafis adalah kemampuan untuk membuat desain visual yang menarik, informatif, dan mudah dipahami. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam bidang periklanan, penerbitan, dan media massa.

Baca Juga: Digital Skill: Mengenal dan Mengembangkan Skill di era Digital

3. Penulisan

Keterampilan menulis yang baik menjadi kebutuhan dalam hampir semua bidang pekerjaan, mulai dari pemasaran, jurnalistik, hingga administrasi. Kemampuan untuk menulis dengan jelas dan persuasif akan membantumu dalam membuat proposal, laporan, atau presentasi dengan mudah.

4. Pemrograman

Kemampuan untuk memprogram menjadi keterampilan yang makin dibutuhkan, terutama dalam industri teknologi dan perangkat lunak. Pemrograman meliputi bahasa pemrograman seperti Python, Java, atau C++, dan menjadi kebutuhan dalam pengembangan aplikasi, situs web, atau gim.

Banner Ads - Ebook 2

5. Editing

Editing adalah kemampuan untuk mengedit dan memodifikasi baik itu konten teks maupun multimedia (seperti gambar atau video) hingga menjadi sesuai dan diinginkan. Keterampilan ini menjadi penting dalam bidang penerbitan, media sosial, atau produksi video.

6. Microsoft Office

Keterampilan penggunaan program Microsoft Office atau perangkat lunak sejenisnya seperti Word, Excel, dan PowerPoint menjadi kebutuhan di hampir semua bidang pekerjaan. Penggunaan program ini akan memudahkan dalam membuat dokumen, analisis data, atau presentasi.

 7. Fotografi

Keterampilan fotografi menjadi penting dalam bidang periklanan, media massa, dan produksi video. Kemampuan untuk mengambil foto dengan kualitas yang baik akan membantumu dalam membuat visual yang menarik dan menarik perhatian.

Baca Juga: E-Learning: Definisi dan Peranannya dalam Pengembangan Karier

8. Sales

Keterampilan penjualan meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dengan klien, membangun hubungan baik, dan menjual produk atau jasa. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam semua industri. Tanpa adanya bagian Sales, maka sebuah perusahaan akan kesulitan untuk mendapat keuntungan.

9. Media Sosial

Keterampilan manajemen media sosial meliputi kemampuan untuk mengelola akun media sosial, membangun brand awareness, dan menargetkan audiens yang tepat. Keterampilan ini menjadi penting dalam bidang pemasaran digital, terutama karena perkembangan media sosial yang kian pesat setiap harinya.

Baca Juga : Macam-Macam Soft Skill yang Harus Dikuasai

10. SEO

Search Engine Optimization (SEO) adalah keterampilan untuk memaksimalkan peringkat sebuah situs web pada mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo. Keterampilan ini menjadi sangat penting dalam bidang pemasaran digital dan pengembangan situs web.

 

Cara Meningkatkan Hard Skill

Meningkatkan hard skill adalah suatu keharusan jika Anda ingin memiliki karier yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hard skill.

1. Belajar dari Ahli

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan hard skill adalah dengan belajar dari ahli di bidang tersebut. Carilah mentor atau pelatih yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang yang ingin Anda tingkatkan hard skill-nya. Dengan belajar dari ahli, Anda dapat belajar langsung dari pengalaman mereka dan memperoleh saran dan pandangan yang berguna dalam mengembangkan keterampilan.

Baca Juga: Soft Skill: Pengertian, Jenis dan Cara Meningkatkannya

2. Mengikuti Pelatihan dan Kursus

Pelatihan dan kursus dapat membantu meningkatkan hard skill dalam bidang tertentu. Ada banyak kursus online yang tersedia dan bisa diikuti sesuai dengan kebutuhan. Pilihlah kursus yang sesuai dengan minat dan bakat sehingga Anda dapat belajar dengan lebih mudah dan efektif. Selain itu, pelatihan dan kursus juga dapat membantu Anda memperoleh sertifikasi dan pengakuan atas keterampilan tersebut.

3. Membaca Buku dan Membuat Catatan

Membaca buku atau artikel dan membuat catatan adalah cara lain untuk meningkatkan hard skill. Bacalah buku atau artikel yang relevan dengan bidang yang ingin Anda kuasai dan buatlah catatan penting dari setiap bahan bacaan tersebut. Catatan tersebut akan membantu Anda dalam memahami dan mengingat informasi yang sudah Anda pelajari.

Baca Juga : Coding Adalah Skill yang Berguna di Zaman Sekarang

 4. Berlatih Secara Teratur

Berlatih secara teratur adalah kunci untuk meningkatkan hard skill. Makin sering Anda berlatih, maka kemampuan tersebut akan makin terasah dan meningkat. Cari kesempatan untuk berlatih dalam bidang yang ingin Anda kuasai, baik itu melalui proyek, tugas, maupun pekerjaan sehari-hari.

Banner Ads - Lead Gen 2

5. Mencari Pengalaman Kerja di Bidang Tertentu

Mencari pengalaman kerja di bidang tertentu adalah cara lain untuk meningkatkan hard skill. Dengan bekerja di bidang yang memang diminati, Anda akan mendapatkan pengalaman langsung dan belajar dari situasi dan tantangan yang dihadapi. Selain itu, pengalaman kerja juga dapat membantu membangun jaringan dan hubungan yang berguna pada masa depan.

Apabila Anda ingin mengembangkan bisnis melalui strategi pemasaran digital yang tepat sasaran, jangan ragu untuk mempercayakan hal tersebut kepada Digital Marketing Agency seperti ToffeeDev. Kami dapat membantu Anda dalam meningkatkan online presence perusahaan Anda, meningkatkan traffic website, mengoptimalkan website, hingga akhirnya meningkatkan penjualan. Untuk mendapatkan informasi seputar layanan yang kami tawarkan, klik di sini!

Share this post :

Scroll to Top
WhatsApp chat