Leads Adalah : Definisi, Manfaat, Contoh dan Cara Dapatnya

leads adalah

Dalam Bahasa Indonesia, salah satu terjemahan Leads adalah ‘menggiring’. Istilah ini cukup mewakili konteks leads dalam dunia bisnis. Sementara orang-orang banyak menyebutnya dengan istilah prospek atau calon konsumen potensial. Namun, pada kenyataannya ada perbedaan pemahaman mengenai pengertian leads.  

Leads dalam Marketing

Leads di sini berarti calon konsumen yang disebut potensial karena dia menaruh minat pada produk atau layanan yang Anda tawarkan. 

Di dunia digital, tanda-tanda mereka bisa dikenali lewat kecenderungan membagikan info kontak, seperti email, nomor telepon, atau akun media sosial. Kelompok ini dapat digiring agar mereka mau menjadi konsumen. 

Leads bagi Seorang Sales 

Bagi seorang sales, kelompok calon konsumen semacam itu belum bisa disebut sebagai leads. Tanda-tanda yang disebut di atas masih terlalu samar, sehingga peluang positif-negatif pun sama-sama besar. 

Bisa saja kemudian dia melakukan pembelian, tetapi bisa juga tidak. Jadi, masih perlu usaha ekstra agar mereka memutuskan untuk menerima penawaran Anda. 

Mengingat dua pengertian berbeda itu, maka pada dasarnya tidak ada standar baku untuk leads ideal. Itu akan tergantung bagaimana tiap-tiap bisnis menentukan customer/buyer persona-nya.

Mengapa Leads itu Penting?

Market leads sebagai salah satu tren strategi marketing saat ini dinilai penting, hal ini dikarenakan market leads bermanfaat dalam pemasaran khususnya pemasaran digital. Berikut berbagai alasan mengapa leads itu penting:

  • Mempermudah menghubungi calon pelanggan potensial
  • Memudahkan untuk melakukan konversi dan promosi kepada pelanggan yang ingin membeli produk
  • Memudahkan untuk melakukan pemasaran dengan layanan yang ditawarkan melalui strategi inbound
  • Memudahkan untuk mengirimkan pesan menarik kepada calon pelanggan untuk membeli produk
  • Memudahkan untuk memetakan orang yang tertarik secara demografi
Jasa SEO banner

Macam-macam Leads

Sekarang, Anda hanya perlu menentukan pembagian  untuk menempatkan masing-masing calon sesuai potensinya. Di sini Anda dapat mengelompokkannya ke dalam tiga macam, yaitu:

  • Marketing Qualified Lead, yaitu mereka yang mengetahui penawaran Anda. Lalu mencoba berinteraksi melalui sarana-sarana terdepan yang tersedia, seperti dengan mengisi info kontak pribadi. Kelompok inilah yang cocok disebut sebagai calon konsumen potensial. 
  • Sales Qualified Lead, adalah mereka yang tertarik dengan penawaran Anda dan memutuskan untuk mencari tahu lebih jauh detailnya. Kelompok ini biasanya sudah siap membuat keputusan untuk bertransaksi.
  • Product/Service Qualified Lead, merupakan kelompok calon konsumen yang sudah mencoba menikmati penawaran Anda, baik dalam bentuk purwarupa atau versi gratisnya. Ketertarikan mereka bertambah setelah menjajalnya, sehingga memutuskan untuk membeli, atau menginginkan fitur-fitur premium berbayar untuk meningkatkan pengalaman. 

Kategori-kategori ini penting untuk merumuskan cara berinteraksi efektif, guna  menggiring mereka memenuhi tujuan dari penawaran yang disodorkan. 

Baca Juga : Apa Itu Website Conversion dan Apa Saja Fungsi Serta Manfaatnya untuk Bisnis?

Cara Mendatangkan Leads

Akan lebih mudah bagi Anda untuk mendapatkan lead jika Anda mengetahui banyak jenis leads. Anda dapat menghasilkan leads dengan melakukan langkah-langkah yang tercantum di bawah ini.

1. Membuat Landing Page Website

Landing page di situs web seringkali merupakan halaman khusus dengan formulir untuk mendapatkan perhatian calon elanggan potensial. Ada data tambahan yang menarik tentang penawaran produk Anda yang dapat membantu lebih banyak calon pelanggan. Pendekatan ini dapat disesuaikan. Karena Anda hanya mengarahkan orang ke landing page situs web perusahaan Anda.

2. Memanfaatkan Media Sosial

Keberadaan beberapa platform kini menguntungkan sektor bisnis. Alasannya, media sosial dipandang sebagai bentuk media yang berdampak pada peningkatan suatu produk. Anda dapat berhasil dan efisien menjangkau pelanggan potensial dengan menggunakan situs media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Hal ini karena media sosial juga menggunakan teknik untuk membantu dalam memberikan sesuatu kepada para pebisnis.

3. Membuat Konten Berkualitas

Membuat konten yang menarik dan bermanfaat adalah salah satu cara untuk memanfaatkan media sosial. Paling tidak, Anda akan mendapatkan perspektif baru dari para tamu dengan cara ini. Anda dapat meningkatkan minat pengunjung dengan memasukkan berbagai statistik dan analisis mendalam tentang barang Anda. Informasi perusahaan yang Anda sajikan bisa dalam berbagai bentuk yaitu melalui foto, video, tips, atau artikel blog.

4. Menggunakan Teknik Copywriting

Tujuan dari teknik copywriting adalah membuat informasi berupa pesan singkat dan menarik yang akan menarik pembaca untuk melakukan tindakan baca yang diinginkan. Anda dapat, menyertakan baris yang sifatnya mengajak atau promosi produk. Pengunjung akan suka menggunakan situs web Anda dengan cara ini dan akan dapat berinteraksi dengannya.

5. Freebies

Selain berbagi informasi digital, Anda sebagai pelaku bisnis juga dapat mendistribusikan materi cetak seperti poster dan e-book. Materi lain termasuk worksheet, checklist, dan instruksi singkat juga tersedia untuk diunduh oleh pengunjung. Pembuatan konten gratis juga membutuhkan sedikit waktu. Jadi, Anda dapat berkonsentrasi untuk mengarahkan traffic ke calon pembeli yang memenuhi syarat.

Baca Juga : Cost Per Lead: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Lead Generation dan Manfaatnya

Jika lead adalah pihak-pihak yang memiliki ketertarikan terhadap produk atau layanan Anda, maka proses untuk menemukan mereka disebut dengan leads generation. 

Dalam bisnis digital, proses tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan banyak hal, mulai dari konten, iklan, sampai email penawaran. Sedangkan manfaat yang dihasilkan, kurang lebih sebagai berikut:

  • Lebih mengenal karakteristik calon pelanggan yang akan menjadi landasan untuk menentukan bagaimana cara memperlakukan mereka. 
  • Meningkatkan eksistensi dan popularitas brand di tengah-tengah pasar.
  • Berpengaruh terhadap reputasi brand, karena para pelanggan bisa memberikan ulasan secara langsung dan terbuka. 
  • Lead generation berpotensi memberikan lebih banyak peluang baru jika hubungan brand-customer terjalin dengan baik. 
  • Pastinya, berbagai peningkatan di atas dapat membawa keuntungan finansial bagi sebuah brand. 

Ide-ide Lead Generation

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menarik minat khalayak pada produk Anda. Berikut beberapa kiat mudahnya. 

  1. Melakukan barter data dengan keuntungan untuk pelanggan, seperti e-book dan konten gratis yang ditukar dengan kontak pribadi, atau konten premium dengan opsi langganan melalui pendaftaran. 
  2. Menyediakan fitur-fitur yang memungkinkan interaksi langsung, seperti menu percakapan (live chat) atau memelihara akun-akun media sosial.  
  3. Menggelar acara-acara berbagi wawasan, baik daring melalui webinar, maupun luring melalui workshop, seminar konvensional, atau event tatap muka sejenisnya. 
  4. Menyelenggarakan aktivitas promosi, semacam sayembara, kuis, dan giveaway
  5. Juga program referral, menunjuk pelanggan untuk uji coba produk dan mengulasnya, memberikan kupon diskon, atau memanfaatkan kanal pencarian leads yang tersedia di internet.

Tahapan Leads Generation

Ikuti tahapan leads generation di bawah ini jika ingin calon pelangganmu menjadi leads.

1. Attract. 

Tarik perhatian mereka dengan menyediakan salah satu marketing channel online seperti website, Instagram, Facebook, YouTube dan TikTok. Tawarkan konten sesuai yang membuat mereka penasaran akan kehebatan produk Anda.

2. Convert. 

Lengkapi konten dengan Call to action (CTA) yaitu berupa tombol yang bisa diklik. Biasanya dituliskan, “Beli Sekarang,” “Order Now,” “Free E-book,” dan lainnya.

3. Close. 

CTA yang sudah disediakan kemudian akan menyalurkan calon pelanggan ke landing page yang menyediakan informasi lengkap mengenai produk Anda. Landing page bisa berupa situs web, kontak Whatsapp, platform e-commerce, dan lainnya.

4. Delight. 

Pada akhirnya, calon pelanggan akan mengisi beberapa data yang Anda sudah siapkan untuk penawaran produk di masa yang akan mendatang. Dengan begitu jadilah leads.

Contoh Leads

Berdasarkan tahapan-tahapan di atas, berikut contoh leads dan penerapannya.

1. Kuis Kepribadian Gratis

Konten kuis ini digemari banyak orang. Contoh ini didasari dan digunakan oleh Derek Halpern. Banyak manfaat yang dirasakan para calon pelanggan potensial yaitu dengan mengetahui kepribadian dirinya sendiri.

2. Checklist Gratisan

Coba sediakan daftar checklist dalam bentuk PDF mengenai hal-hal menarik seperti apa saja yang mereka harus lakukan. Bisa diberikan secara gratis, namun mengikuti syarat yang berlaku yaitu dengan cara menuliskan email untuk pengirimannya. Mereka mendapatkan daftarnya secara gratis, Anda juga mendapatkan alamat email-nya.

3. Giveaway

Sediakan kontes berhadiah atau giveaway untuk satu orang pemenang (boleh lebih) yang beruntung. Pemenangnya tersebut dipilih secara acak. Kemungkinan menang giveaway akan lebih tinggi didapatkan bagi peserta yang berhasil mengajak paling banyak orang lain untuk bergabung.

Demikianlah cara mengembangkan bisnis menggunakan leads generation. Bagi pemilik bisnis, memahaminya adalah kunci sukses mencapai keberhasilan.

Share this post :

Scroll to Top
WhatsApp chat