8 Tren Bisnis Properti sebagai Investasi Jangka Panjang

tren bisnis properti

Pasar properti selalu menarik untuk dilirik sebagai instrumen investasi jangka panjang. Nilai properti yang cenderung naik dan potensi keuntungan yang stabil menjadikannya pilihan yang menjanjikan. Jika Anda tertarik memasuki bisnis properti, maka sangat penting untuk mengetahui tren yang sedang diminati oleh orang-orang saat ini. Lantas, apa tren bisnis properti saat ini?

Jika Anda belum mengetahuinya, jangan khawatir! Pada kesempatan kali ini ToffeeDev akan memberi tahu delapan tren dalam bisnis properti, faktor-faktor yang memengaruhi nilainya, serta tip dalam memulai bisnis properti. Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam, baca sampai tuntas artikel di bawah ini!

Tren Bisnis Properti 

Bisnis properti memiliki potensi kenaikan nilai yang konsisten, sehingga menjadikannya opsi yang aman dan menarik bagi para investor. Berikut tren properti yang dapat Anda terapkan.

1. Rumah Ramah Lingkungan

Saat ini, kesadaran akan kelestarian lingkungan makin mendesak masyarakat untuk mencari properti yang mendukung gaya hidup berkelanjutan. Rumah ramah lingkungan tidak hanya menawarkan desain hemat energi dan air, tetapi juga mengintegrasikan penggunaan material ramah lingkungan serta sistem daur ulang. 

Selain itu, padatnya kota dan tingginya tingkat polusi udara membuat rumah ramah lingkungan makin diminati. Bisnis ini tidak hanya memberikan rumah yang nyaman kepada calon pelanggan, tetapi juga memainkan peran penting dalam kontribusi positif terhadap lingkungan.

2. Jual Beli Tanah

Investasi dalam jual beli tanah tetap menjadi aset klasik dengan daya tarik kenaikan nilai yang tidak bisa diabaikan. Tanah yang terletak di lokasi strategis, seperti pusat kota, area bisnis, atau tempat wisata memiliki potensi keuntungan yang tinggi dalam jangka panjang. Investasi tanah memungkinkan pemiliknya untuk tumbuh seiring dengan perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, menjadikannya opsi yang menarik bagi investor.

3. Homestay

Bisnis homestay berkembang pesat sejalan dengan tren wisata yang makin populer. Konsep homestay menawarkan pengalaman menginap yang lebih pribadi dan autentik bagi para wisatawan, sementara pemilik properti dapat menghasilkan pendapatan pasif. Dengan meningkatnya preferensi para wisatawan untuk merasakan menginap di rumah lokal dan kebersamaan yang lebih dekat dengan budaya setempat, bisnis homestay menjadi investasi properti yang menarik.

4. Rumah dengan Kawasan Transit-Oriented Development (TOD)

Properti yang terletak di kawasan Transit-Oriented Development (TOD) sangat digemari saat ini. Transit-Oriented Development (TOD) merupakan hunian dengan integrasi transportasi publik seperti, KRL, LRT, atau MRT.

Karena dekatnya dengan transportasi publik membuat properti ini menjadi sangat efisien dan nyaman. Nilai dan daya tarik properti di kawasan TOD meningkat karena masyarakat saat ini bergerak dengan cepat dalam aktivitas sehari-hari.

5. Properti dengan Fasilitas Lengkap

Tren bisnis properti selanjutnya adalah properti dengan fasilitas lengkap. Hal tersebut dikarenakan pembeli properti saat ini tidak hanya mencari tempat tinggal, tetapi juga pengalaman hidup yang memuaskan. 

Properti dengan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, gym, taman bermain, dan ruang serbaguna memiliki daya tarik yang lebih tinggi. Investasi dalam pengembangan fasilitas tersebut dapat memberikan pengembalian investasi yang baik dan meningkatkan daya saing properti di pasar yang makin kompetitif.

6. Properti Syariat

Dengan meningkatnya kesadaran akan prinsip syariat, properti syariat makin diminati oleh kalangan Muslim. Properti syariat menawarkan alternatif investasi yang halal dan sesuai syariat. Konsep ini mencakup pembiayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam seperti pembelian tanpa riba, gharar,  dharar, dan hal lainnya yang dilarang dalam transaksi menurut ajaran Islam.

multi business loft
Sumber: Freepik

7. Multi Business Loft

Konsep Multi Business Loft menggabungkan fungsionalitas bangunan untuk berbagai jenis bisnis, seperti kantor, toko, atau gudang. Fleksibilitas properti ini memungkinkan para pengusaha untuk memanfaatkannya secara maksimal. Dengan potensi pengembalian investasi yang cepat dan berkelanjutan, Multi Business Loft menjadi pilihan menarik dalam dunia bisnis properti.

8. Co-Living

Bisnis Co- Living saat ini diminati karena memberikan solusi perumahan bagi lebih dari satu penghuni dalam satu unit hunian, meskipun bukan keluarga. Keberhasilan tren ini terletak pada kemudahan akses ke tempat kerja, sekolah, atau destinasi lainnya. Co-Living sangat cocok untuk masyarakat urban yang dinamis dan mencari fleksibilitas dalam tempat tinggal.

Banner - Ads General

Faktor yang Memengaruhi Nilai Bisnis Properti

Nilai sebuah properti merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan, baik bagi pembeli, penjual, maupun investor. Nilai properti dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, berikut beberapa faktor yang memengaruhi nilai bisnis properti.

1. Lokasi

Lokasi merupakan faktor utama yang menentukan nilai properti. Properti yang terletak di area yang strategis, seperti dekat dengan pusat kota, area bisnis, atau tempat wisata, umumnya memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan properti di area yang terpencil.

2. Kondisi Properti

Kondisi fisik properti juga menjadi faktor penting dalam menentukan nilai. Properti yang terawat dengan baik dan memiliki desain yang menarik akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan properti yang tidak terawat dan memiliki desain yang kurang menarik.

3. Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di dalam dan di sekitar properti juga dapat memengaruhi nilai. Properti yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti kolam renang, gym, taman bermain, dan ruang serbaguna, umumnya memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan properti yang tidak memiliki fasilitas tersebut.

4. Permintaan dan Penawaran

Nilai properti juga dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran. Jika permintaan untuk properti di suatu area tinggi, sedangkan penawarannya terbatas, maka nilai properti di area tersebut akan cenderung naik.

5. Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi makro, seperti suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi, juga dapat memengaruhi nilai properti. Kenaikan suku bunga dapat membuat pembeli lebih sulit untuk mendapatkan kredit, sehingga dapat menurunkan permintaan dan nilai properti.

Faktor-faktor lain yang juga dapat memengaruhi nilai properti meliputi:

  • Aksesibilitas: Kemudahan akses ke transportasi publik dan infrastruktur lainnya.
  • Keamanan: Tingkat keamanan di area sekitar properti.
  • Lingkungan: Kualitas lingkungan di sekitar properti, seperti tingkat polusi dan kebisingan.
  • Pemandangan: Pemandangan yang indah dapat meningkatkan nilai properti.
  • Nilai sejarah: Properti dengan nilai sejarah atau budaya yang tinggi dapat memiliki nilai yang lebih tinggi.

Banner - Ebook Ads

Tip Memulai Bisnis Properti yang Sukses

Bergerak dalam dunia bisnis properti dapat menjadi langkah yang menarik, namun keberhasilan dalam industri ini membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang matang. Berikut beberapa tip yang dapat membantu Anda memulai bisnis properti yang sukses.

1. Lakukan Riset Pasar yang Mendalam

Sebelum memulai bisnis properti, penting untuk Anda memahami tren pasar, permintaan konsumen, dan lokasi potensial. Riset pasar yang mendalam akan memberikan wawasan yang diperlukan untuk membuat keputusan yang bijak. Analisis data tentang harga properti, kebijakan pemerintah terkait properti, dan perkembangan infrastruktur setempat dapat menjadi dasar yang kuat untuk keputusan penawaran.

2. Tentukan Target Pasar dengan Jelas

Identifikasi siapa target pembeli atau penyewa potensial Anda. Apakah properti yang Anda tawarkan lebih cocok untuk keluarga, karyawan, atau pelajar? Menyesuaikan properti dan strategi pemasaran dengan kebutuhan pasar akan meningkatkan daya tarik properti Anda di mata calon konsumen.

siapkan modal dan pendanaan dengan teliti
Sumber: Freepik

3. Siapkan Modal dan Pendanaan dengan Teliti

Hitung dengan cermat kebutuhan modal untuk pembelian, pengembangan, dan pemeliharaan properti. Pertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk pinjaman properti, investasi mitra, atau pendanaan dari modal sendiri. Kejelasan dalam hal finansial akan membantu mengelola proyek dengan lebih baik dan menghindari kendala keuangan yang tidak terduga.

4. Bangun Tim Profesional yang Solid

Rekrut tim yang terampil dan berpengalaman di berbagai bidang terkait properti. Sertakan ahli properti yang memahami pasar lokal, ahli hukum untuk menangani aspek legal, dan profesional keuangan untuk merencanakan dan mengelola anggaran. Kolaborasi dengan tim yang kuat dapat membantu mengatasi hambatan yang mungkin muncul dan memaksimalkan potensi keuntungan.

5. Gunakan Strategi Pemasaran yang Tepat

Manfaatkan pemasaran digital dan konvensional sangat berpengaruh terhadap peningkatan visibilitas properti Anda. Platform online, media sosial, dan promosi langsung dapat membantu menjangkau audiens yang lebih luas.

Banner - Lead Gen Ads

Itulah penjelasan mendalam mengenai tren bisnis properti. Secara garis besar, menyadari dinamika bisnis properti yang terus berkembang sangat penting untuk mengikuti tren dan faktor-faktor yang memengaruhi pasar. Namun, tidak cukup hanya memiliki properti yang menarik, strategi pemasaran yang tepat tentu diperlukan untuk mencapai kesuksesan maksimal.

Oleh karena itu, gunakanlah jasa Digital Marketing dari ToffeeDev. Kami dapat membantu untuk menjangkau audiens yang lebih luas melalui strategi pemasaran yang terarah. Jangan hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan atau lingkungan sekitar, tetapi berikan juga ruang  untuk strategi pemasaran digital agar memastikan kesuksesan bisnis properti Anda. 

Jadwalkan konsultasi dengan ToffeeDev sekarang dan mulailah mengoptimalkan potensi bisnis properti Anda.

Share this post :

Capai Target Pasar Bisnis Anda!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!

Scroll to Top