Bagaimana Cara Kerja Database Server? Cari Tahu Semuanya di Sini

cara kerja database server

Kemunculan Covid-19 di dunia telah membuat semua orang harus menggunakan gadget mereka untuk mencari informasi, mengunggah dan mengunduh sesuatu dari internet. Tahukah Anda bahwa untuk melakukan semua itu, terdapat program bernama database server? Dalam artikel ini kami akan mengajak Anda untuk mengenal bagaimana cara kerja database server. Namun sebelum itu, tentu kita akan menyelam lebih dalam mengenai pengertian yang lebih lengkap tentang database server jika kita mengetahui pengertian, manfaat dan berbagai macam server, bukan? Baca artikel ini sampai akhir agar Anda paham secara keseluruhan mengenai database server. 

Arti Database Server

Database server memiliki pengertian yang berbeda jika dua kata tersebut dipisah. Database sendiri merupakan kumpulan data dalam beragam bentuk seperti tabel, objek, query, view, dll yang sudah terorganisir atau tersusun dengan baik. Berbeda dengan database, Database server adalah suatu program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan dan penyimpanan dengan basis data yang menggunakan model klien server. Dalam database server terdapat sistem yang membantunya bekerja, nama sistem tersebut adalah Database Management System (DBMS).

Sistem ini membantu menyediakan fungsi-fungsi server berbasis data yang berguna untuk menyambungkan antara database dengan pengguna atau user. Dengan begitu database server dapat langsung berinteraksi dalam waktu bersamaan untuk menjalankan tugasnya. Misalnya dalam membuat data, update, ekspor, query data dan lain sebagainya. Istilah database server sendiri sebenarnya mengacu kepada sebuah komputer yang penggunaannya dikhususkan untuk menjalankan suatu program yang bersangkutan. 

Baca Juga: Seluk Beluk Cyber Security yang Penting di Era Internet

Manfaat Database Server

Jadi sebenarnya mengapa database server ini sangat penting digunakan? Perhatikan penjelasan di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

  1. Berguna menyimpan semua data suatu organisasi pada satu lokasi.
  2. Berguna untuk meningkatkan keamanan suatu data.
  3. Berguna untuk menyediakan layanan database management service, di mana suatu data tersusun. 
  4. Berguna untuk meningkatkan pencarian dan pengambilan suatu data yang dibutuhkan. 
  5. Berguna bagi pengguna atau user dalam mengakses data yang tersimpan di database server dalam waktu yang bersamaan tanpa mengganggu pengguna lainnya. 

Cara Kerja Database Server

Seperti telah disebutkan di atas, database server menggunakan model klien server, dimana penggunaan model ini mengartikan bahwa sistem membagi prosesnya antara server yang mengolah dan dengan klien yang menjalankan aplikasi. Dengan begitu database server sebenarnya mengurangi beban akses data oleh klien atau pengguna kepada server. Database tersebut dapat diakses oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan dimana data tersebut diakses atau diubah dari satu sumber yang sama yakni pada database server. Server ini dapat diakses baik melalui front end yang sedang berjalan di komputer pengguna yang menampilkan data yang diminta atau melalui back end yang berjalan pada server dan menangani tugas lainnya seperti analisis dan penyimpanan data. 

Jasa SEO

Jenis-jenis Database Server

Database server itu sendiri tidak hanya hadir dalam satu jenis, melainkan ada beberapa jenis. Dari sekian banyak jenis data server, di bawah ini ada 5 jenis database yang perlu Anda ketahui:

1. Analytical Database

Database ini biasanya disebut sebagai manajemen database atau informasi database karena fungsinya untuk membantu. Analytical database berfungsi untuk menyimpan informasi dan data yang diambil dari operasional dan sistem eksternal dari suatu database. Informasi dan data yang disimpan biasanya merupakan data yang telah dirangkum, yang sekiranya paling diperlukan oleh suatu perusahaan atau organisasi manajemen maupun end user lainnya. 

Baca Juga: Pentingnya Keamanan Website Demi Menjaga Data

2. Operational Database

Sebagai database server yang menyimpan data, database ini menyimpan seluruh data yang diperlukan secara rinci untuk mendukung operasional dari seluruh perusahaan atau organisasi. Database ini biasanya disebut dengan istilah produksi database, transaksi database dan SADB yang memiliki kepanjangan Subject Area Database. Contoh dari database operasional adalah database inventaris, database pribadi, database akuntansi, dan lain sebagainya. 

3. Distributed Database

Distributed database merupakan jenis database yang ditujukan untuk departemen dalam kantor regional, pabrik-pabrik, kantor cabang, dan lain sebagainya. Database ini bisa mencakup dua segmen yakni operasional dan user database. Selain itu database ini juga dapat mencakup data yang diperoleh dan dipakai hanya untuk pengguna situs itu sendiri. 

4. End User Database

End user database merupakan jenis database yang terdiri dari berbagai macam file data sebagai hasil dari pengembangan end user dalam workstation mereka. Contoh dari end user database misalnya koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan download file. 

Baca Juga: Googlebot, Robot yang Akan Indexing Website Anda

5. Data Warehouse

Data warehouse adalah sumber utama informasi atau data yang sudah diperiksa dan sudah terintegrasi. Dalam data warehouse tersimpan semua data dari tahun-tahun sebelumnya saat data diambil lewat berbagai database suatu organisasi atau perusahaan hingga data yang ada sekarang. Oleh karena itulah penggunaan data warehouse biasanya digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir yang lain yang berada di seluruh organisasi atau perusahaan tersebut. 

Beberapa Contoh Database Server

Dalam penggunaannya, database server dapat dikatakan menyimpan hampir seluruh informasi dan data yang telah diolah dari suatu bisnis. Oleh karena itulah muncul banyak pilihan database server yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Setiap database server tentunya menawarkan sistem kerja, tampilan dan keunggulannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi database server yang dapat Anda pilih. 

1. Microsoft SQL Server

Seperti namanya, database server ini dikeluarkan oleh Microsoft. Saat ini Microsoft SQL server merupakan server yang sangat umum digunakan. Database server ini terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dari yang tadinya hanya mampu mengolah database berskala kecil dan menengah, saat ini Microsoft SQL server sudah dapat mengolah database yang berskala besar. Database ini menawarkan kemampuan untuk mengolah banyak tipe data pada banyak database. Bahasa yang digunakan oleh database ini adalah transact-SQL berstandar ISO/ANSI, dimana penggunaannya populer digunakan oleh Microsoft dan Sybase.

2. Microsoft Access

Database server satu ini merupakan server yang penggunaannya sangat mendasar karena ditujukan untuk pengelolaan website individu dan perusahaan berskala kecil sampai menengah. Meskipun mendasar, Microsoft access bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi sederhana hingga software yang kompleks. 

Baca Juga: Ketahui 4 Fakta di Balik Domain Authority Website

3. MySQL

Database server satu ini bersifat open source yang memungkinkan user untuk mengakses platform tanpa gangguan. Oleh karena itulah MySQL sudah sangat terkenal di kalangan para programmer. MySQL menawarkan keunggulannya yang bersifat network, dapat digunakan oleh beberapa user dan mendukung banyak sistem operasi seperti halnya Windows, Mac OS X dan Linux. Database server ini terbilang cocok digunakan untuk mengembangkan website karena telah didukung oleh berbagai bahasa pemrograman seperti C++, Javascript, PHP, Phyton, dan lain sebagainya. 

4. PostgreSQL

Bagi pengguna produk Apple pasti sudah tidak asing dengan database server satu ini karena server ini merupakan sistem bawaan dari semua produk Apple yakni sistem IOS. Namun tidak menutup kemungkinan pengguna Windows dan Linux juga mengetahuinya, karena saat ini PostgreSQL sudah dapat ditemukan di Windows dan distro Linux. PostgreSQL sendiri merupakan pengolah data yang bersifat relasional sehingga dalam penggunaannya juga dapat digunakan untuk merespon tugas dari software lain dan mengembalikan serta menyimpan data dengan aman. Database server ini memiliki kemampuan kerja yang ringan. Namun kemampuan tersebut tidak dapat dipandang sebelah mata karena tetap bisa digunakan oleh beberapa pengguna secara bersamaan.

Baca Juga: Panduan Singkat tentang Robots.txt

5. SQLite

Bagi Anda yang sedang mencari tipe database server yang rinci dan terstruktur seperti dalam bentuk baris dan kolom, maka Anda bisa mencoba menggunakan database server satu ini. SQLite sendiri juga menyediakan data dari sistem cloud yang bisa digunakan untuk caching.

6. MongoDB

MongoDB merupakan jenis server pengolah database. Server ini bekerja dengan sistem open source dan cross platform. Database server satu ini tidak menyimpan data dalam bentuk relasional atau pun dalam bentuk relasi tabel seperti pada sistem SQL. Konsepnya biasa disebut dengan konsep noSQL. MongoDB justru bekerja menggunakan basis data yang berstruktur JSON. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa pemrograman Javascript. Hal ini karena bahasa javascript dalam server ini memungkinkan software menjalankan operasi kerja seperti proses agregasi, CRUD, dan lain sebagainya. 

7. MariaDB

Berbeda dengan MongoDB, MariaDB justru dikembangkan dengan sistem database yang sama dengan MySQL. MariaDB hadir dan dikembangkan dengan tujuan menjaga serta mempertahankan kompatibilitas dari MySQL. 

8. Oracle Database

Last but not least, adalah oracle database. Jika Anda mencari database server yang memiliki kemampuan mengolah dan menyimpan data berskala besar serta kompleks, Oracle Database dapat menjadi pilihan untuk Anda gunakan. Dengan sejarah yang panjang, oracle database sudah hadir sejak tahun 1977 di California, Amerika. Tentu saja dalam perjalanan yang panjang ini oracle database sudah mengalami banyak perkembangan dari segi fitur dan menyediakan versi yang berbayar secara gratis. Memori penyimpanannya yang sangat besar hingga terabyte, membuat orang memilih menggunakan database server ini. Kapasitas yang besar serta kemudahan dalam mendownload database server ini menjadi alasan lain mengapa banyak orang menjatuhkan pilihan mereka pada Oracle database. 

Baca Juga: Perbaiki Broken Internal Links Demi Tingkatkan Website

Bagaimana? Apakah penjelasan di atas membantu Anda lebih memahami apa itu database server? Semoga informasi yang ada membantu menambahkan wawasan Anda mengenai dunia digital. Semoga Anda juga menemukan database server yang cocok untuk kebutuhan Anda dan perusahaan atau organisasi Anda. Apabila Anda sudah menemukan database server untuk website Anda namun sedang bingung dalam pembuatan websitenya, Anda dapat menggunakan jasa ToffeeDev.

ToffeeDev menyediakan jasa pembuatan website yang dapat membantu memenuhi kebutuhan Anda. Dari desain hingga fitur-fitur yang Anda inginkan untuk website Anda, dapat dikomunikasikan dengan tim profesional kami di sini. Selain itu Anda dapat mengunjungi website kami untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai jasa apa saja yang bisa Anda gunakan di ToffeeDev. Anda bisa langsung menuju website kami dengan klik di sini.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat