Apa itu Cost per Action? Berikut Manfaat dan Cara Menghitungnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Menggunakan iklan online untuk mempromosikan usaha kita merupakan salah satu strategi digital marketing yang efektif.  Kehadiran periklanan online memberikan peluang yang lebih besar agar bisnis kita lebih dikenal oleh audiens. Jangan salah kaprah, iklan online sendiri pun terdiri dari tiga jenis, yaitu cost-per-impression (CPM), paid-per-click (PPC), dan cost-per-action (CPA). Oleh karena itu, kita harus bisa memilih tipe iklan apa yang sesuai dengan bisnis dan kemampuan kita.

Dalam memasang iklan, return of investment (ROI) merupakan hal yang krusial. ROI adalah hasil atau keuntungan yang diharapkan dari beriklan. Kekuatiran tentang hasil ROI yang rendah tak jarang memenuhi pikiran para pelaku bisnis yang mengiklankan produknya secara online, mengingat biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang cost-per-action, salah satu metode affiliate marketing yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk Anda melalui iklan online.

Apa itu CPA (Cost-Per-Action)?

Cost-per-action adalah model affiliate marketing yang membayarkan sejumlah biaya atau komisi kepada CPA network ketika ada pengguna yang melakukan action dari campaign yang kita pasang di internet. CPA network adalah penyedia layanan promosi cost-per-action yang mempromosikan produk atau usaha kita. Jenis action ini bermacam-macam tergantung dengan jenis bisnis yang dilakukan, seperti mengisi formulir di landing page, mendaftar versi trial dari suatu produk atau ketika konsumen membeli produk kita. 

Baik melakukan pembelian maupun sekedar mengisi formulir, keduanya sama-sama memberikan keuntungan bagi bisnis Anda. Mengisi formulir dan mendaftar untuk produk gratis atau versi trial meningkatkan jumlah prospek penjualan Anda, sedangkan pembelian produk meningkatkan profit bisnis Anda. Istilah cost-per-action ini juga disebut sebagai pay-per-action (PPA) atau periklanan berbasis performa.

Apa yang membedakan CPA dengan jenis periklanan lainnya, seperti CPM dan PPC? Sederhananya, CPM adalah jenis pemasaran yang mengharuskan pengiklan membayar komisi per 1000 tayangan (impresi) yang muncul. Sedangkan PPC adalah metode periklanan di mana pengiklan membayar komisinya berdasarkan jumlah klik yang masuk.

Manfaat CPA sebagai Affiliate Marketing

Dibandingkan dengan dua jenis metode di atas, CPA memiliki manfaat yang paling besar dalam bisnis Anda. CPA adalah metode affiliate marketing yang mampu menjamin keuntungan usaha kita, sebab kita cukup membayar komisi yang telah tayang setelah ada action yang dilakukan oleh pengunjung. Inilah keuntungan CPA, risiko yang ditimbulkan lebih sedikit.

Selain itu, metode CPA juga bisa menghindari risiko kehilangan uang akibat membayar berdasarkan jumlah tayangan atau klik yang masuk ke website kita tanpa berkonversi menjadi pembeli atau pengguna produk kita. Akibatnya, kita juga terhindar dari potensi terjadinya lick fraud yang menghanguskan uang kita. Sistem CPA ini juga memastikan bahwa kita bisa membayar ads yang dipasang apabila ada pemasukan dari hasil pembelian atau prospek.

Perlu diingat bahwa CPA juga tidak akan mencapai tujuan pemasaran bisnis kita. Biasanya, kerugian yang didapat dari CPA ini muncul apabila rasio penjualan kita sangat rendah. Untuk meminimalisir kerugian ini, kita harus memiliki rencana pemasaran yang matang dan desain promosi yang menarik, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati ads yang kita pasang, tapi juga berkonversi menjadi prospek atau pembeli produk kita. 

Baca Juga : Apa Itu Content Marketing dan Tipe Konten

Apabila hasil pemasaran CPA masih rendah, Anda bisa melakukan negosiasi mengenai biaya campaign agar lebih rendah. Anda juga bisa mengganti metode pemasaran ke CPA yang berbasis pada penjualan. Perlu diketahui, kesuksesan konversi pengunjung ke konsumen juga bisa memengaruhi kemampuan bisnis kita dalam menemukan CPA network yang bersedia mempromosikan produk Anda. Niscaya, Anda akan mendapat untung yang lebih besar dengan metode negosiasi dan mengganti layanan CPA yang Anda lakukan.

Cara Menghitung CPA

Teknik penghitungan CPA juga sederhana, Anda hanya perlu memiliki data mengenai anggaran untuk CPA dan jumlah konsumen yang berhasil didapatkan per bulannya. Rumus CPA adalah budget marketing dibagi jumlah pengunjung yang melakukan action dengan campaign Anda.

Budget marketing per bulan/jumlah konsumen per bulan = CPA

Contoh kasusnya, Anda memiliki budget sebesar Rp 1.000.000 untuk melakukan strategi cost-per-action dalam satu bulan. Apabila dalam periode tersebut Anda berhasil mendapatkan 2000 konsumen yang melakukan action melalui ads yang Anda pasang, maka biaya CPA yang dikeluarkan sebesar Rp 50.000,-.

Sebagai pelaku bisnis, pastinya kita tidak hanya mengandalkan satu jenis pemasaran. Oleh karena itu, biaya pemasaran haruslah dihitung berdasarkan jumlah budget CPA yang dimiliki, ditambah budget pemasaran lainnya, seperti iklan offline, iklan di media sosial, biaya tambahan, dan lain-lain. Untuk menghitung efektifitasnya, Anada cukup membagikan keseluruhan biaya itu dengan jumlah konsumen yang Anda dapatkan dari semua channel tersebut.Jasa SEO

Cara Kerja CPA

Penting untuk diketahui bahwa performa CPA tidaklah statis setiap bulannya. Bisa jadi di bulan Mei, performa CPA akan meningkat, tetapi belum tentu menghasilkan angka yang sama di bulan berikutnya.

Selalu ingat bahwa target audiens yang Anda sasar melalui CPA adalah manusia, bukan robot, jadi hasil CPA bisa fluktuatif tiap bulannya. Perubahan performa CPA ini bergantung pada musim belanja/seasonality, permintaan konsumen, aktivitas kompetitor dalam promosi, dan biaya perusahaan yang dikeluarkan untuk membuat campaign cost-per-action.

Kuncinya adalah, selalu monitor bagaimana strategi CPA bekerja setiap tahunnya. Setelah Anda mengumpulkan data statistik mengenai performa CPA per bulannya, Anda bisa mengetahui bulan mana yang menghasilkan action yang paling banyak. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui besaran rupiah yang harus dikeluarkan tiap bulannya. Pastinya, Anda tidak mau kan mengeluarkan biaya yang sama tetapi mendapatkan hasil yang tidak sama per bulannya? Karena itu, Anda harus mengontrol biaya promosi sehingga bisnis Anda tidak merugi akibat penerapan CPA yang tidak efektif.

Untuk mencapai hasil yang lebih maksimal, Anda juga bisa menawarkan produk unggulan yang lebih diminati oleh pelanggan. Jangan lupa, buatlah advertisement yang  menarik dengan Call To Action yang bisa mendorong visitor iklan Anda untuk melakukan konversi.

Selain itu, penyedia layanan advertising digital dan CPA network juga tidak sembarangan memberikan penawaran promosi cost-per-action. Mereka akan memilih bisnis dengan track record yang bagus dan mampu memiliki nilai konversi yang besar.

Baca Juga: Kenali Berbagai Digital Marketing B2B Strategy

Tips Pemasaran Cost-Per-Action dengan Strategi Terbaik

1. Hindari Cost-Per-Action Network dengan Reputasi Buruk

Bukan hanya bisnis yang dinilai layak untuk melakukan CPA, Anda juga harus mampu memilih jejaring CPA dengan track record yang bagus. Sangat penting untuk mengetahui bahwa ada CPA network yang memiliki cara kerja yang patut diragukan. Ada pula CPA network yang melakukan promosi dengan cara yang curang sehingga mempengaruhi reputasi bisnis Anda.

Sebelum memulai praktik CPA, Anda bisa melihat ulasan yang dimiliki oleh CPA network tersebut melalui situs Odigger. Pada halaman, Network Review, Anda bisa melihat dan memilih CPA network yang bisa diandalkan untuk memasarkan produk Anda.

Tidak ada CPA network yang sempurna dan memiliki ulasan yang 100% memuaskan, tapi jangan jadikan hal itu menghalangi Anda untuk menggunakan metode cost-per-action. Biasanya, CPA network yang tidak bisa dipercaya memiliki ulasan ketidakpuasan dalam sistem pembayaran komisi, affiliate manager yang kurang membantu dan kesulitan dalam penggunaan platformnya.

Apabila Anda kesulitan atau tidak mengetahui CPA network yang sesuai, Anda bisa mencoba rekomendasi CPA network ini: MaxBounty, Peerfly, Clickbooth, Amistad dan W4. Sebelum memasang promosinya, biasanya CPA network ini akan menanyakan beberapa hal, seperti pendapatan yang dihasilkan secara online, budget marketing bulanan dan tawaran CPA yang dibutuhkan.

2. Gunakanlah Iklan yang Menarik

Selalu ingat bahwa CPA hanyalah alat untuk melakukan pemasaran, sementara tujuan yang ingin dicapai adalah konversi dan penjualan produk. Untuk mencapai tujuan tersebut, Anda juga memerlukan bahan promosi yang menarik dan mampu meningkatkan nilai konversi pengunjung iklan Anda.

Bahan promosi yang diperlukan tidak harus heboh dan menggelegar, sebab itu adalah metode usang yang sudah mulai ditinggalkan oleh para pelaku bisnis. Justru promosi seperti itu tidak akan menghasilkan konversi yang tinggi. Selalu perhatikan tren marketing tahun demi tahunnya sehingga Anda bisa membuat materi promosi yang sesuai. Isi dari bahan promosi juga haruslah berkualitas tinggi, yang berarti relevan, kreatif dan menjawab kebutuhan calon pelanggan Anda.

Saat ini, lebih banyak orang yang mengakses internet melalui smartphone mereka. Gunakan kesempatan ini dengan membuat materi promosi yang mobile-friendly. Integrasikan juga advertising Anda dengan desain web tujuan promosi perusahaan, sehingga bahan promosi Anda tidak menutupi materi yang ingin mereka lihat. 

Baca Juga: Strategi Social Media Marketing 2021 yang Perlu Diketahui

Kembangkan Bisnis Anda bersama ToffeeDev

Itulah pemaparan artikel mengenai CPA (cost-per-action) sebagai affiliate marketing dan strategi penerapannya. Kesimpulannya, metode CPA memang memiliki risiko yang lebih rendah untuk pemasaran digital bisnis Anda, sebab Anda cukup membayar komisi kepada pengiklan setelah ada action yang dilakukan pasca melihat campaign Anda. Terlepas dari risiko dan keuntungannya, Anda harus ingat bahwa metode CPA akan mencapai tujuan pemasaran yang diinginkan apabila dilakukan dengan perencanaan dan bahan promosi yang tepat. 

Jangan sembarangan memilih CPA network, perhatikan reputasi dan ulasan yang mereka miliki sehingga Anda tidak perlu membuang waktu Anda yang berharga. Persiapkan juga materi promosi yang menarik dan berkualitas, sehingga bisa menghasilkan nilai konversi yang tinggi dan membuat calon pelanggan percaya dengan bisnis Anda. Baik di media sosial maupun internet, Anda harus bisa menggunakan strategi affiliate marketing ini dengan cara dan strategi yang tepat demi mencapai keuntungan yang maksimal.

ToffeeDev juga bisa membantu bisnis Anda dalam pembuatan website dan jasa digital marketing. ToffeeDev adalah digital marketing agency Indonesia yang telah memiliki berbagai portofolio website dan telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan. Tak hanya itu, ToffeeDev juga menyediakan Jasa SEO sehingga website bisnis Anda bisa mencapai ranking tertinggi di mesin pencarian. Optimasi website juga berguna untuk membangun awareness brand Anda, sehingga perusahaan lebih dikenal dan mencapai angka penjualan tertinggi.

Hubungi ToffeeDev untuk melakukan kerja sama di bidang digital marketing dan optimasi website, sehingga bisnis Anda bisa mencapai keuntungan maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post