5 Fungsi DNS Server yang Harus Diketahui oleh Web Developer

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Secara singkat, DNS server adalah sebuah sistem yang mengubah URL website ke dalam bentuk IP Address. Dengan DNS server, Anda tidak harus mengetikkan IP Address secara lengkap ketika ingin mengunjungi sebuah website sehingga cukup memasukkan domainnya saja. DNS sendiri merupakan singkatan dari Domain Name Server yang sangat memudahkan pencarian sebuah website di Google. Seperti apa fungsi DNS server? Berikut penjelasan lengkapnya!

Baca Juga : Apa itu DNS dan Cara Kerjanya

Fungsi DNS Server

Total ada lima fungsi dari DNS server yang sangat bermanfaat untuk para web developer. Setiap fungsi ini dapat dimaksimalkan dengan baik jika Anda mengetahui caranya. 

Menyederhanakan proses pencarian website di Google

Fungsi DNS server adalah menyederhanakan proses pencarian sebuah website di laman Google. Dengan DNS server, Anda tak perlu lagi mengetikkan IP Address yang rumit dan cukup mengingat nama domain website-nya saja. 

Sebagai contoh, untuk mengakses Google, Anda hanya perlu mengetikkan Google.com atau Google saja di search bar. Hal ini sangat memungkinkan berkat adanya DNS server. Jika tidak ada DNS server, maka ketika ingin mengakses Google, Anda harus mengetikkan IP Address-nya, yakni 172.217.0.142. 

Memudahkan komputer mengidentifikasi alamat website

Fungsi kedua dari DNS server adalah mengidentifikasi IP Address dan domain website. Ini berarti, baik Anda maupun perangkat komputer tidak perlu lagi mengidentifikasi secara manual tiap pasangan IP Address dan nama domainnya. Anda hanya perlu mengetikkan nama domain atau IP Address dan Anda pun akan terhubung ke situs yang dituju. Saat Anda mengetikkan nama domain maupun IP Address di search bar, maka secara otomatis DNS server mengidentifikasikannya untuk Anda.  

Menghafal dan menerjemahkan IP Address 

Karena bisa otomatis mengidentifikasi IP Address dan domainnya, maka fungsi DNS server pun meliputi menghafal dan menerjemahkan IP Address. Setiap kali Anda dan pengguna internet lain ingin mengunjungi sebuah situs, maka DNS server siap mengidentifikasi dan menerjemahkan IP Address maupun domain agar menuju situs yang yang dimaksud. 

Tanpa adanya DNS, maka Anda harus menghafal sendiri tiap-tiap IP Address website. Padahal, IP Address terdiri dari beberapa angka rumit yang sulit untuk dihafalkan. Jika dibandingkan dengan domain yang berupa nama, maka domain ini lebih mudah diingat oleh Anda. Oleh karena itu, DNS server-lah yang akan menghafal dan menerjemahkannya untuk Anda. 

Menyediakan alamat IP untuk setiap host

Host adalah rumah dari para pengembang website, di mana setiap situs internet menggunakan host agar dapat diakses oleh kalangan umum. Fungsi DNS adalah menyediakan alamat IP untuk tiap-tiap host agar lebih mudah diakses kalangan umum. Dengan DNS, maka tiap host yang terhubung ke dalam jaringan internet akan memiliki IP Address-nya masing-masing. Hal ini berlaku pula untuk situs website Anda agar lebih mudah dicari dan diakses pengguna internet secara luas. 

Melakukan pencarian pada data cache

Jika Anda amati, pencarian situs yang pernah atau sering dibuka sebelumnya cenderung lebih mudah daripada situs baru. Misalnya, Anda sering membuka Google dan jarang membuka Gmail via browser laptop. Maka, secara otomatis ketika Anda baru mengetikkan huruf “G” di search bar, otomatis sudah muncul Google sebagai rekomendasi pertama. Sedangkan Gmail akan muncul di akhir atau malah tidak sama sekali. 

Nah, kemudahan seperti ini adalah berkat fungsi DNS server yang melakukan pencarian pada data cache. DNS server akan melihat dan mencari data situs di cache yang sudah pernah dikunjungi sehingga tepat dan cepat memunculkan situs yang Anda ingin buka. Dengan begitu, DNS tidak perlu bekerja lebih berat untuk mengidentifikasi dan mencari domain sebuah situs.

Fungsi DNS server amat penting sebab dapat menyederhanakan proses browsing para pengguna internet. DNS pun bertugas untuk memberikan IP Address pada tiap situs yang ada di internet. Itu berarti situs Anda pun memiliki IP Address-nya sendiri. Agar situs Anda bisa lebih mudah diakses, selain mengandalkan DNS, perlu juga maintenance berkala agar lebih ramah pengguna. Gunakan jasa maintenance WordPress dari ToffeeDev untuk pemeliharaan situs Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post