Mengenal Pengertian Lean Startup

lean startup adalah

Apakah Anda mempunyai ide produk yang menarik tetapi masih ragu ketika memasarkannya? Jika jawabannya adalah ‘ya’, maka Anda perlu menerapkan metode lean start-up. Salah satu alasan Anda harus memilih metode lean start-up adalah mengurangi potensi kegagalan saat peluncuran produk.

Banyak orang yang idealis dan ingin segera membangun start-up setelah menemukan ide produk yang menarik. Anda boleh saja mengikuti pemikiran tersebut, hanya saja masih cukup berisiko bagi pemilik start-up pemula. Solusinya, Anda perlu mencoba metode lean start-up supaya tidak menanggung risiko yang besar saat peluncuran produk.

Apakah sebenarnya lean start-up itu? Apa saja perbedaannya dengan start-up tradisional? Temukan jawaban lengkapnya dalam pembahasan di bawah ini.

Mengenal Apa Itu Lean Start-up

lean startup adalah

Pada dasarnya, lean start-up merupakan sebuah metode untuk membangun bisnis atau produk baru. Metode ini tidak hanya bermanfaat bagi pebisnis baru, perusahaan lama pun bisa mencoba lean start-up apabila ingin meluncurkan produk baru kepada masyarakat. 

Lean start-up adalah langkah pengembangan produk dalam waktu singkat yang bertujuan untuk mendapatkan feedback dari pelanggan. Feedback tersebut menjadi indikator untuk menilai kecocokan prototipe produk yang sedang dibuat dengan preferensi masyarakat. Pebisnis juga bisa menilai kelayakan model bisnis yang sedang dibangun dengan metode ini.

Proses lean start-up dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat supaya perusahaan lebih fokus dalam membuat produknya. Selanjutnya, mereka akan mengetes prototipe produk tersebut kepada sampel target pasar seperti komunitas atau organisasi tertentu. Perusahaan lanjut membuat versi final dari produk tersebut apabila target pasar menerima prototipe produknya dengan baik.

Lantas, apa yang menjadi tujuan utama lean start-up? Eric Ries, pengusaha asal Amerika, menciptakan metode ini dengan tujuan untuk meminimalisir risiko saat mendirikan bisnis start-up. Perusahaan pun tidak akan mengalami kerugian besar apabila produk mereka tidak cocok dengan selera target pasar setelah diluncurkan.

3 Fase dalam Lean Start-up

Lean start-up terdiri dari tiga fase yang harus dilakukan oleh pengusaha selama proses pengembangan produknya. Tiga fase tersebut mencakup build, measure, dan learn yang dilakukan secara sistematis. Bagaimana penjelasannya?

1. Build

Build merupakan fase pertama yang mencakup proses pembuatan dan pengembangan produk secara sederhana. Produk ini disebut sebagai Minimum Viable Product (MVP). Perusahaan tentu telah memiliki ide atau gambaran produk yang ingin dibuat terlebih dahulu sebelum membuatnya.

2. Measure

Pada fase ini, perusahaan mulai melakukan uji coba MVP yang telah dibuat kepada pelanggan. Mereka mengumpulkan feedback dan respons yang diberikan pelanggan sebagai bahan analisis pada fase berikutnya. Perusahaan bisa membuat lembar kuesioner atau meminta saran secara langsung mengenai pengembangan produk.

3. Learn

Fase terakhir dari lean start-up adalah mempelajari (learn) dan menganalisis data hasil feedback yang telah dikumpulkan pada fase sebelumnya. Hasil analisis ini menjadi patokan untuk melanjutkan proses pembuatan MVP atau meninggalkan prosesnya.  

Perusahaan bisa melanjutkan prosesnya jika memperoleh respons baik disertai saran pengembangan produk. Namun, prosesnya harus berhenti jika terdapat banyak respons negatif dari target pelanggan agar tidak membuang lebih banyak biaya dan waktu.

Baca juga: Kenali Pengertian dan Tujuan Utama Lean Start-up

Perbedaan Lean Start-up dan Start-up Tradisional

Perbedaan Lean Start-up dan Start-up Tradisional

Setelah memahami pengertian dan fase di atas, Anda pasti mengetahui bahwa lean start-up merupakan metode yang berbeda daripada start-up tradisional. Perbedaan tersebut terlihat pula pada indikator lainnya, seperti jumlah karyawan dan metrik laporan keuangan. Apa saja perbedaannya?

1. Kualifikasi Karyawan

Lean start-up lebih memilih karyawan yang mudah belajar dan mau bekerja lebih cepat. Alasannya, mereka harus mengejar proses pembuatan dan pengembangan produk agar tidak memakan waktu dan biaya yang besar. Sementara itu, start-up tradisional tidak memiliki kualifikasi tertentu mengenai ketangkasan karyawan selama bekerja.

2. Metrik Laporan Keuangan

ALur keuangan pada lean start-up lebih berorientasi pada pelanggan. Metrik keuangannya berkisar pada customer value dan customer acquisition cost karena operasinya berfokus pada uji coba produknya. Sementara itu, keuangan perusahaan start-up tradisional lebih kompleks karena melibatkan proses pembuatan produk, pemasaran, dan biaya operasional lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Lean Start-up

Sama seperti start-up tradisional, metode lean start-up memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Anda bisa menggunakan penjelasan di bawah ini sebagai bahan pertimbangan sebelum mengaplikasikan lean start-up.

Kelebihan Lean Start-up

Lean start-up memiliki kelebihan karena prosesnya tidak memakan waktu lama. Siklus pengembangan produknya pun lebih singkat sehingga Anda bisa meluncurkan produknya lebih cepat. Selain itu, lean start-up juga dapat mengurangi risiko produk tidak disukai masyarakat saat peluncurannya. Lean start-up juga ideal sebagai model bisnis yang berkelanjutan berkat kelebihannya tersebut.

Kekurangan Lean Start-up

Di balik kelebihan yang disebutkan di atas, ada pula kekurangan lean start-up yang patut menjadi bahan pertimbangan. Anda harus menyadari bahwa tidak semua pelanggan mau memberikan feedback terhadap prototipe yang sedang diuji coba. Selain itu, teknologi produk yang dibuat bisa mengalami penurunan kualitas karena Anda membuatnya dalam waktu cepat. Kelemahan terakhir, Anda bisa saja mengalami burnout karena ingin mengejar tenggat waktu.

Apa pun kelebihan dan kekurangannya, lean start-up merupakan metode yang tepat bagi Anda yang ingin meluncurkan produk baru tanpa takut gagal. Sama seperti start-up tradisional, lean start-up juga membutuhkan strategi pemasaran yang tepat untuk mempromosikan produk atau layanannya. 

Jasa SEO

Solusi pemasaran terbaik untuk lean start-up adalah menggunakan jasa Digital Marketing dari ToffeeDev karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menggaji karyawan. ToffeeDev memiliki layanan Digital Marketing yang dapat disesuaikan dengan tujuan pemasaran Anda, mulai dari SEO, pembuatan website, dan iklan Facebook Ads. Hubungi kami sekarang juga dan raih kesuksesan dalam membangun lean start-up bersama ToffeeDev.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat