Mobile First Experience dan Keunggulannya Bagi Website Anda

mobile first experience

Kapan terakhir kali Anda log in ke akun bank Anda menggunakan desktop untuk mengirim uang kepada teman atau keluarga? Jawabannya mungkin sudah lama sekali, bahkan Anda mungkin sudah lupa juga kapan terakhir kali melakukan hal tersebut. Di masa sekarang, kebanyakan orang sudah melakukan hal tersebut melalui mobile yang secara cepat sudah mulai berkembang menjadi “first experience” yang baru. Bahkan, belakangan ini, mobile first experience sudah menjadi pilihan kebanyakan perusahaan software karena keunikannya.

Dalam artikel kali ini, Toffee akan membahas apa itu mobile first experience, kenapa mobile penting di masa sekarang, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan User Experience (UX) atau pengalaman pengguna dari mobile itu sendiri.

Apa Itu Mobile First Experience?

mobile first

Mobile First adalah pendekatan yang mengacu pada praktik merancang dan/atau mengembangkan UX untuk mobile terlebih dahulu sebelum mendesain untuk web desktop atau perangkat lainnya. Secara umum, pendekatan Mobile First membalikkan proses kerja software pada umumnya. Di mana biasanya perancang akan melakukan desain untuk web desktop terlebih dahulu, baru kemudian desain tersebut diterjemahkan ke versi mobile.

Dengan Mobile First, pengembang memiliki fleksibilitas untuk scaling up daripada scaling down. Misalnya, ketika Anda mulai mendesain untuk platform desktop, ada lebih banyak kegunaan yang bisa dimanfaatkan yang membuat elemen desain inti mungkin akan lebih baik pada platform desktop. Namun, ketika desain ini perlu disesuaikan untuk perangkat mobile, Anda akan menyadari bahwa tidak ada teknologi yang bisa membuat pengalaman pengguna desktop yang sudah dirancang sedemikian rupa diturunkan (atau scaling down) dengan baik ke perangkat mobile. Hal tersebut kemudian akan membuat pengalaman pengguna mobile menjadi jauh lebih buruk dibandingkan dengan versi desktop.

Jika pengalaman penggunaan mobile buruk, pelanggan memiliki kecenderungan untuk berpindah menggunakan kompetitor Anda. Karena di masa sekarang ini, perangkat mobile sudah menjadi perangkat utama berkat kemudahan dan fleksibilitas penggunaannya.

Scaling up desain dari versi mobile ke desktop di sisi lain dapat menghadirkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan penyesuaian ketika mendesain versi desktop. Pendekatan Mobile First juga dapat memberikan kesempatan lain untuk berpikir lebih kreatif tentang bagaimana cara untuk berinteraksi dengan pengguna.

Baca Juga: Mobile First Index SEO: Pengertian dan Cara Optimasinya

Mengapa Mobile First Experience Penting?

pentingnya mobile first

Perangkat mobile telah melekat pada kegiatan kita sehari-hari. Baik itu untuk browsing internet, mengecek surel, mendengarkan musik, bahkan menonton film/TV pun sudah bisa dilakukan dengan perangkat mobile.

Selain fleksibilitas kegunaannya, kemudahan penggunaan perangkat mobile juga menjadi salah satu faktor mengapa mobile itu penting. Di sela-sela waktu kerja kita, ketika sedang menunggu bus datang, bahkan ketika kita sedang duduk di bus, kita bisa melakukan banyak hal dengan perangkat mobile.

Orang-orang telah banyak menggunakan waktunya dengan perangkat mobile untuk membantu menjalani hari-harinya seperti memesan makanan, belanja bulanan, membaca berita, bahkan banyak orang yang sudah bisa bekerja hanya dengan menggunakan perangkat mobile. Maka dari itu, perangkat mobile adalah hal yang sangat penting di masa sekarang ini.

Apa Artinya Bagi Perkembangan Bisnis?

perkembangan bisnis

Orang-orang mulai bergantung terhadap perangkat mobile untuk memudahkan keseharian mereka, yang membuat penggunaan aplikasi-aplikasi versi mobile jauh lebih tinggi dari perangkat lain. Hal ini akan membuat persepsi orang-orang akan berubah dan ekspektasi dari pengalaman penggunaan aplikasi mobile akan terus meningkat.

Jika Anda belum menganggap perangkat mobile sebagai bagian integral dalam perkembangan bisnis Anda, sebaiknya Anda lakukan hal tersebut sekarang juga, Jika tidak, Anda akan mengalami kesulitan yang tidak perlu dalam menuju kesuksesan.

Baca Juga: Mobile First Design: Strategi Terbaik Dapatkan Kesuksesan

Instagram Sebagai Contoh Sukses Pendekatan Mobile First

instagram mobile first

Siapa yang tidak tahu Instagram? Dari remaja hingga orang tua, hampir semua kalangan sudah menggunakan Instagram. Aplikasi mobile untuk berbagi foto dan video ini telah menjadi salah satu media sosial tersukses yang ada di dunia. Dengan lebih dari 375 juta pengguna, Instagram adalah salah satu contoh sukses bisnis yang menggunakan pendekatan Mobile First.

Pada tahun 2010, Instagram dirilis oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger sebagai aplikasi mobile yang bisa diunduh secara gratis sebagai aplikasi berbagi foto. Dulu, Instagram hanya bisa menambahkan beberapa filter saja serta hanya dapat mengunggah foto yang berbentuk kotak sempurna. Lalu, 11 tahun kemudian, Instagram sekarang sudah bisa mengunggah video berdurasi panjang, mengedit foto dan video, memiliki fitur ‘Instagram story’, dan masih banyak fitur dan fungsi lainnya lagi. Bukan hanya menjadi platform berbagi foto dan video saja, bahkan sekarang Instagram sudah menjadi salah satu platform untuk berbisnis yang paling digemari oleh pelanggan.

“Bagaimana sih mereka bisa sesukses itu?”

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuat Instagram Bisnis Menarik? Pelajari Semuanya Di Sini!

Ketika Facebook mengambil alih Instagram yang pada saat itu hanya memiliki 30 juta pengguna aktif, Instagram hanya memiliki enam orang teknisi. Mereka mewujudkan ungkapan “Do the simple thing first” atau “Lakukan hal yang sederhana terlebih dahulu” dan tetap menyimpan tujuan yang jelas untuk menjadi salah satu aplikasi mobile terbaik. Setiap desain yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna mobile dan mengambil setiap kesempatan yang diberikan oleh perkembangan perangkat mobile.

Dengan anggota tim yang terbatas, Instagram memprioritaskan untuk membuat perubahan atau peningkatan yang dianggap mudah terlebih dahulu. Instagram memang bisa dibilang sudah terbiasa melakukan hal-hal mudah terlebih dahulu karena pada awalnya Instagram hanya terdiri dari dua orang. Bukan hanya itu, mereka bahkan sengaja membuat desain yang sederhana agar bisa cepat selesai serta mudah digunakan. Dan ketika antarmuka pengguna dan kemampuan telah berkembang selama bertahun-tahun, mentalitas yang mereka miliki tetap sama, yaitu fokus pada kesederhanaan.

Instagram memang benar-benar dirancang untuk memanfaatkan semua yang ditawarkan oleh platform mobile. Antarmuka yang sederhana dan lugas memungkinkan pengguna melakukan berbagai hal, beberapa di antaranya termasuk hal yang rumit, namun dengan cara yang sangat intuitif. Evolusi dan kesuksesan Instagram terutama sebagai aplikasi mobile berfungsi sebagai bukti desain yang menggunakan pendekatan Mobile First. Meskipun prioritas Instagram adalah, dan tetap, aplikasi Mobile First, versi desktopnya menawarkan desain yang sama. Hal tersebut mendorong penggunanya untuk bersamaan menggunakan versi mobile dan versi desktop mereka.

Faktanya, ketika ditanya tentang proses pengembangan mereka, Krieger menjelaskan, “Saya senang bahwa teknisi kami adalah pengguna Instagram yang paling pertama.” Salah satu perbaikan aplikasi yang paling produktif terjadi ketika tim mengisi papan tulis kosong dengan tindakan umum, seperti mengambil foto dari server dan kemudian memutuskan untuk memangkas waktu yang dibutuhkan setiap aktivitas hingga 50%. “Dalam sebulan, kami cukup banyak mengurangi latensi hingga setengahnya,” kenangnya. “Itu peningkatan yang nyata bagi pengguna.”

Dengan proses yang jelas, Instagram memudahkan pengguna untuk mengunggah, membagikan, dan membaca dengan teliti semua postingan dari aplikasi mobile mereka. Prosesnya terasa seperti tanpa hambatan dikarenakan faktor bentuknya yang menggunakan mobile, walaupun sebenarnya Instagram bisa menjadi seperti sekarang karena memanfaatkan segala yang bisa mereka manfaatkan melalui platform mobile tersebut. Jadi, meskipun Mobile First mungkin tampak sedikit menakutkan, atau bahkan cukup terbelakang, pentingnya memahami nilai yang dapat diberikannya sangat penting untuk bisnis modern mana pun.

Baca Juga: 5 Tren Desain Website Kekinian yang Bisa Anda Gunakan

Mobile First & Siklus Pengembangan Software

pengembangan software

Jika Anda memilih untuk menggunakan pendekatan Mobile First, memahami apakah Anda akan pindah ke platform desktop di masa depan dapat menjadi kunci dalam perencanaan dan pelaksanaan rencana desainnya. Bergantung pada alur kerja dan sasaran Anda, Anda dapat melapisi desain desktop dengan desain aplikasi mobile, setelah Anda menyelesaikan pengembangan dan pengujian versi aplikasi mobile.

Jika Anda adalah perusahaan yang memiliki DevOps, ToffeeDev tidak perlu mengingatkan Anda tentang pentingnya pemantauan yang lebih awal dan sering. Namun, jika saat ini Anda bukan perusahaan yang memiliki DevOps, dan Anda ingin menggunakan pendekatan Mobile First untuk merancang dan mengembangkan aplikasi Anda, pemantauan lebih awal dapat membantu Anda merampingkan proses penerapan untuk versi mobile dan desktop Anda. .

Untuk hal ini, fase Desain Mobile First dapat terlihat seperti ini:

1. Planning and Vision Crafting

Riset dan rencanakan fungsionalitas, desain, dan tujuan dari aplikasi Anda. Dalam fase ini, Anda harus menggabungkan, mengatur, dan menyusun rencana untuk masalah apa yang akan dipecahkan oleh aplikasi tersebut, siapa targetnya, dan kapabilitas apa yang merupakan fungsi inti dari aplikasi tersebut. Serta merinci ruang lingkup pekerjaan, prototipe, papan visi, dll. dapat membantu memastikan bahwa ide Anda dapat dicerna dan membantu memastikan Anda dapat memetakan timeline kerja. Secara umum, di fase ini Anda meletakkan dasar untuk langkah-langkah berikutnya, dan jika Anda memiliki visi yang jelas untuk aplikasi ini, Anda bahkan dapat mulai menyusun rencana awal untuk versi desktop.

2. Technical Assessment

Analisis sistem yang Anda inginkan untuk diandalkan oleh aplikasi Anda. Bagaimana sumber datanya? Apakah Anda akan mengandalkan API publik atau pribadi? Untuk platform apa Anda akan membuat aplikasi? Mendapatkan pemahaman yang kuat tentang elemen sistematis yang akan membentuk dasar untuk aplikasi Anda untuk hidup sangat penting dalam tahap ini.

Baca Juga: Untuk Design Website, Perlu Graphic Designer atau Web Designer?

3. Design and Prototype

Dalam tahap Design and Prototype, Anda harus mengubah sekumpulan ide di atas kertas menjadi representasi visual dan nyata dari apa yang Anda inginkan agar aplikasi Anda terlihat, terasa, dan dapat mencapai tujuan. Pengalaman pengguna sangat penting di sini. Rancang lah aplikasi dengan mempertimbangkan mobilitas, tentukan aliran apa yang intuitif dan mudah bagi pengguna mobile.

4. Development

Pada tahap ini lah Anda melahirkan semua ide yang ada di atas kertas menjadi sebuah aplikasi mobile. Pengkodean untuk aplikasi dimulai di sini!

Jasa SEO

5. Test

Di sinilah proses yang mungkin agak tidak konvensional untuk beberapa orang. Selama fase pengujian, Anda dapat memilih untuk mengotomatiskan pengujian, menguji secara manual, merilis versi beta, atau bahkan melakukan hosting grup pengguna untuk mendapatkan umpan balik dan pandangan baru tentang aplikasi Anda. Namun, yang kami sarankan adalah mulai lah pantau aplikasi di sini. Pemantauan di lingkungan pra-produksi menawarkan berbagai manfaat termasuk:

  • Insight tentang kinerja aplikasi Anda dari waktu ke waktu (bukan pada satu titik waktu)
  • Memahami kelayakan key users journey (belum tentu untuk apa skrip pengujian sedang diuji)
  • Utamakan lingkungan pengujian Anda dengan mengarahkan lalu lintas yang stabil ke lingkungan yang ‘dingin’
  • Memahami keadaan lingkungan pengujian Anda sendiri

Dengan memantau di lingkungan pra-produksi, Anda menyiapkan diri untuk sukses dalam perilisan aplikasi Anda. Pemantauan menawarkan tampilan konstan ke dalam kelancaran aplikasi Anda, dan dapat memberikan umpan balik sehingga Anda dapat meningkatkan secara aplikasi secara iteratif. Sekarang, untuk versi desktop Anda jika, Anda memilih untuk membuat versi desktop – desainnya dapat dimulai di sini. Setelah Anda mengetahui bagaimana kinerja aplikasi Anda, apa yang tidak berfungsi, dan Anda telah memantapkan fungsionalitas apa yang Anda andalkan, desain ini dapat dimanfaatkan sebagai titik awal untuk membuat versi desktop.

Baca Juga: Apa itu A/B Testing? Cara Tepat Tingkatkan Conversion Rate Website

6. Deploy

Sekarang setelah Anda menguji (dan mudah-mudahan memantau) keberhasilan aplikasi Anda, aplikasi tersebut siap untuk diluncurkan ke khalayak umum.

7. Monitor

Sekarang untuk tetap menjadi yang teratas dan terus menyenangkan pengguna, Anda harus memverifikasi bahwa aplikasi mobile dan/atau versi desktop Anda memberikan desain yang Anda bayangkan. Pemantauan memberikan wawasan tentang kinerja, ketersediaan, dan kebenaran fungsional.

Android vs iOS: Platform Mana yang Harus Digunakan

Sebelum menentukan OS mana yang ingin Anda gunakan untuk aplikasi Anda, pastikan Anda mengetahui kekurangan dan kelebihan dari masing-masing OS:

Android

android

Java, C++, serta Kotlin adalah bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk mengembangkan aplikasi menggunakan OS Android. Selain bahasa pemrograman di atas, developer Android juga dibantu dengan advance Google development tools seperti:

  1. Android Jetpack
  2. Firebase
  3. Android SDK

Keuntungan

  • Sistem Terbuka: Developer Android menerima akses untuk lebih banyak fitur
  • Desain: Developer dapat menggunakan Google design guidelines yang ekstensif untuk mendesain antarmuka yang lebih intuitif
  • Fragmentasi:  Developer dapat mengembangkan aplikasi untuk berbagai device seperti wearables, TV, dan lain-lain
  • Rilis: Perilisan aplikasi di Google Play tidak memakan waktu yang lama

Kekurangan 

  • Fragmentasi: Walaupun fragmentasi bisa menjadi kelebihan dari Android, namun hal ini juga merupakan sebuah kekurangan. Perangkat Android yang tersedia dalam berbagai ukuran dan resolusi akan menjadi penghalang, karena developer akan butuh waktu untuk beradaptasi
  • Testing: Perangkat Android yang beragam memakan banyak waktu untuk testing
  • Biaya: Semakin lama waktu yang digunakan untuk proses pengembangan dan testing, tentu akan menghabiskan anggaran Anda

iOS

ios

Berbanding terbalik dengan Android, iOS memiliki closed source code, sehingga Anda hanya dapat mengembangkan aplikasi yang digunakan perangkat Apple. Beberapa alat pengembang untuk iOS adalah:

  1. iOS SDK
  2. XCode
  3. Swift Playground
  4. TestFlight

Kelebihan

  • Keuntungan: Lebih banyak pengguna Apple yang menghabiskan uang untuk membeli aplikasi dibanding pengguna Android
  • Jumlah Perangkat: Developer bisa fokus kepada satu perangkat saja
  • Desain Antarmuka: Apple memberikan petunjuk yang jelas dan sangat membantu pengembang untuk mendesain aplikasi di iOS

Kekurangan:

  • Rilis: Perilisan di App Store memakan banyak waktu karena banyak proses yang harus dilewati
  • Fleksibilitas: Anda tidak bisa mengkostumisasi aplikasi iOS karena berbagai restriksi dari Apple

Saat mempertimbangkan untuk memilih Android atau iOS yang akan digunakan sebagai platform untuk mengembangkan aplikasi Anda, perhitungkan kelebihan dan kekurangan kedua platform tersebut. Lalu, dasari pilihan pada anggaran, ide bisnis, waktu perilisan, dan faktor-faktor lainnya.

Baca Juga: Apa itu Split Test? Dan Apa Manfaat yang Bisa Anda Rasakan

Kembangkan Web Anda Bersama ToffeeDev

Jika Anda telah memiliki aplikasi mobile dan ingin juga mengembangkan versi desktop dari aplikasi tersebut, Anda bisa menghubungi agensi yang menyediakan jasa pengembangan website. ToffeeDev adalah salah satu penyedia jasa tersebut. Anda bisa menghubungi kami di sini jika tertarik.

Share this on :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat