perbedaan b2b dan b2c
Mengenal Perbedaan B2B dan B2C dalam Usaha
Maret 25, 2021
buat logo online
Langkah-Langkah Buat Logo Online
Maret 26, 2021

Apa Saja Perbedaan HTTP dan HTTPS?

perbedaan http dan https

Perbedaan HTTP dan HTTPS wajib diketahui, terutama bagi Anda yang ingin membuat website. Secara garis besar, cara kerja keduanya tidak jauh berbeda. Namun, masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya. Untuk lebih jelas, yuk simak perbedaan keduanya. 

Pengertian HTTP dan HTTPS

Hypertext Transfer Protocol atau HTTP merupakan protokol jaringan yang mengatur komunikasi antar dua belah pihak, yakni client dan server. Protokol ini dijalankan dalam mengatur proses transfer berbagai file di ranah world wide web (WWW).

HTTP telah dikenalkan kepada para pengguna WWW sejak tahun 1990 silam. Itulah alasan sekarang pada umumnya lebih banyak situs website yang menggunakan protokol HTTP. Karena seluruh perintah dijalankan secara mandiri, HTTP dikenal sebagai protokol stateless. Ini membuat website dengan protokol ini tidak dapat memasukkan pengguna secara cerdas. 

Sementara itu, Hypertext Transfer Protocol Secure atau HTTPS merupakan versi yang lebih aman dari HTTP. Sebelum dikirim ke client, seluruh file telah mengalami proses enkripsi sehingga lebih aman. Versi ini dikembangkan oleh perusahaan developer asal Amerika serikat, Netscape Communications Corp. Protokol HTTPS ini dapat ditemukan ketika Anda mengunjungi sebuah website yang memiliki fasilitas login, misalnya untuk transaksi pembayaran atau proses masuk ke akun sosial media.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

HTTP dan HTTPS memiliki beberapa perbedaan mendasar, yakni: 

1. Keamanan Data

Dari segi keamanan data, HTTPS lebih unggul dibanding HTTP. HTTP tidak menjanjikan aman atau tidaknya data yang dikirimkan antar server dan client. Sementara itu, HTTPS bahkan sudah dilengkapi dengan tiga lapisan keamanan yakni: 

  • Kerahasiaan (enkripsi)

Seluruh data yang akan dikirimkan server kepada client telah melalui proses enkripsi sehingga tak bisa disalahgunakan oleh pihak lain. 

  • Integritas 

Ketika ditransmisikan, data tidak bisa lagi mengalami perubahan karena sudah dilakukan proses encapsulation. Nantinya setelah data tiba di tangan penerima, decapsulation akan dilakukan.

  • Autentikasi

Sebelum seluruh data ditransmisikan, protokol HTTPS akan melakukan autentikasi sehingga client yakin bahwa website yang mereka tuju sudah sesuai. 

2. Sertifikat SSL

Secure Socket Layer (SSL) merupakan teknologi keamanan yang dapat melakukan enkripsi sebelum data ditransmisikan oleh client dan server. Ketika menerapkan protokol HTTPS pada website, Anda diwajibkan memiliki sertifikat SSL. Dengan memiliki SSL, Anda dapat mentransmisikan berbagai informasi penting, misalnya nomor pin kartu kredit atau berbagai hal krusial lainnya secara aman. 

Untuk mendapatkan sertifikat SSL ini, Anda harus mengeluarkan sejumlah dana. Namun, ada beberapa situs hosting website yang memberi SSL secara gratis bagi para penggunanya. 

3. Pemakaian Port

Perbedaan selanjutnya antara HTTP dan HTTPS terletak pada port yang dipakai. Bila HTTP secara otomatis memakai port 80, maka HTTPS memakai port 443. Pada port 80, permintaan dari client ke server akan langsung diteruskan ke komputer atau gadget user. 

Sementara itu, bila melalui port 443, host otomatis meminta sertifikat SSL dari user karena jaringan yang digunakan bersifat secure. Bila tak ditemukan adanya aktivitas penyalahgunaan jaringan, SLL akan langsung diverifikasi.

4. Pengaruhnya ke SEO

Sejak Agustus 2014 silam, Google telah memberikan pernyataan bahwa salah satu penentu dalam ranking SEO (Search Engine Optimization) sebuah website adalah penggunaan protokol HTTPS. Google memberikan prioritas lebih pada website yang mengutamakan keamanan bagi para pengunjung. Hal ini tentu akan menjadi pertimbangan bagi Anda yang ingin membuat website. 

Bila ingin meningkatkan peringkat SEO, menggunakan protokol HTTPS adalah pilihan yang lebih tepat. Selain itu, Anda bisa juga menggunakan jasa SEO dari ToffeeDev yang berkualitas tanpa harus repot mengurusnya sendiri.
Demikianlah penjelasan mengenai dua protokol utama yang dapat digunakan untuk membangun sebuah website. Setelah mengetahui perbedaan HTTP dan HTTPS, Anda bisa memilih protokol yang sesuai dengan kebutuhan website.

David Antonny
David Antonny
Starting career as a Google Ads Advertiser and SEO Specialist at 2012, helping to grow the company’s business, especially in digital marketing expertise.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments