Apa Saja Perbedaan HTTP dan HTTPS?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Bila Anda memperhatikan kolom bar address dari web browser, URL setiap halaman web yang Anda akses pasti menampilkan kata HTTP atau HTTPS. Tahukah Anda bahwa kata awalan tersebut memiliki peranan penting? Lalu, apa yang membedakan HTTP dan HTTPS?

Perbedaan HTTP dan HTTPS wajib diketahui, terutama bagi Anda yang ingin membuat website. Secara garis besar, cara kerja keduanya tidak jauh berbeda. Namun, masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya. Untuk lebih jelas, yuk simak perbedaan keduanya. 

Pengertian HTTP dan HTTPS

Fungsi HTTP dan HTTPS sebenarnya mirip, yakni mengatur bagaimana informasi dikirimkan melalui internet. Untuk dapat mengerti perbedaan HTTP dan HTTPS, lihatlah perbedaan pengertian antara keduanya.

HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

Hypertext Transfer Protocol atau HTTP adalah protokol jaringan yang mengatur komunikasi antar dua belah pihak, yakni client dan server. Protokol ini dijalankan dalam mengatur proses transfer berbagai file di ranah world wide web (WWW).

HTTP telah dikenalkan kepada para pengguna WWW sejak tahun 1990 silam. Itulah alasan sekarang pada umumnya lebih banyak situs website yang menggunakan protokol HTTP. Karena seluruh perintah dijalankan secara mandiri, HTTP dikenal sebagai protokol stateless. Ini membuat website dengan protokol ini tidak dapat memasukkan pengguna secara cerdas. 

HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secured)

Sementara itu, Hypertext Transfer Protocol Secure atau HTTPS merupakan versi yang lebih aman dari HTTP. Hal tersebut ditandai dengan penambahan S atau kata ‘Secures‘ di akhir kata, yang berarti aman. HTTPS menggunakan Secure Socket Layer (SSL) atau Transport Layer Security (TLS) untuk mengenkripsi informasi yang dikirimkan antara klien dan server.

Sebelum dikirim ke klien, seluruh file telah mengalami proses enkripsi sehingga lebih aman. Versi ini dikembangkan oleh perusahaan developer asal Amerika serikat, Netscape Communications Corp. Protokol HTTPS ini dapat ditemukan ketika Anda mengunjungi sebuah website yang memiliki fasilitas login, misalnya untuk transaksi pembayaran atau proses masuk ke akun sosial media. HTTPS berfungsi untuk menjamin keamanan data serta membantu melindungi informasi yang berpotensi sensitif agar tidak dicuri.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

HTTP dan HTTPS memiliki beberapa perbedaan mendasar, yakni: 

1. Keamanan Data

Dari segi keamanan data, HTTPS lebih unggul dibanding HTTP. HTTP tidak menjanjikan aman atau tidaknya data yang dikirimkan antar server dan klien. Sementara itu, HTTPS bahkan sudah dilengkapi dengan tiga lapisan keamanan yakni: 

  • Kerahasiaan (enkripsi)

Seluruh data yang akan dikirimkan server kepada client telah melalui proses enkripsi sehingga tak bisa disalahgunakan oleh pihak lain. 

  • Integritas 

Ketika ditransmisikan, data tidak bisa lagi mengalami perubahan karena sudah dilakukan proses encapsulation. Nantinya setelah data tiba di tangan penerima, decapsulation akan dilakukan.

  • Autentikasi

Sebelum seluruh data ditransmisikan, protokol HTTPS akan melakukan autentikasi sehingga client yakin bahwa website yang mereka tuju sudah sesuai. 

2. Sertifikat SSL

Secure Socket Layer (SSL) merupakan teknologi keamanan yang dapat melakukan enkripsi sebelum data ditransmisikan oleh klien dan server. Ketika menerapkan protokol HTTPS pada website, Anda diwajibkan memiliki sertifikat SSL. Dengan memiliki SSL, Anda dapat mentransmisikan berbagai informasi penting, misalnya nomor pin kartu kredit atau berbagai hal krusial lainnya secara aman. 

Untuk mendapatkan sertifikat SSL ini, Anda harus mengeluarkan sejumlah dana. Namun, ada beberapa situs hosting website yang memberi SSL secara gratis bagi para penggunanya. 

3. Pemakaian Port

Perbedaan selanjutnya antara HTTP dan HTTPS terletak pada port yang dipakai. Bila HTTP secara otomatis memakai port 80, maka HTTPS memakai port 443. Pada port 80, permintaan dari client ke server akan langsung diteruskan ke komputer atau gadget user. 

Sementara itu, bila melalui port 443, host otomatis meminta sertifikat SSL dari user karena jaringan yang digunakan bersifat secure. Bila tak ditemukan adanya aktivitas penyalahgunaan jaringan, SLL akan langsung diverifikasi.

4. Pengaruhnya ke SEO

Sejak Agustus 2014 silam, Google telah memberikan pernyataan bahwa salah satu penentu dalam ranking SEO (Search Engine Optimization) sebuah website adalah penggunaan protokol HTTPS. Google memberikan prioritas lebih pada website yang mengutamakan keamanan bagi para pengunjung. Hal ini tentu akan menjadi pertimbangan bagi Anda yang ingin membuat website. 

Keuntungan Menggunakan HTTPS

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan HTTPS adalah salah satu faktor penentu dalam ranking SEO sebuah website di Google. Bagi Anda yang memiliki bisnis dan ingin meningkatkan peringkat SEO website bisnis Anda, hal ini tentu menjadi sebuah pertimbangan yang penting.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan apabila Anda beralih dari HTTP menjadi HTTPS:

1. Membantu Peringkat SEO dari Google

Sejak tahun 2014 silam, penggunaan HTTPS memiliki pengaruh pada peringkat SEO. Buktinya, saat ini ada sekitar 55% total dari semua website yang aman dan menggunakan HTTPS. Dan sekitar 40% hasil dari pencarian organik Google menampilkan website HTTPS.

Apabila website Anda dan kompetitor memiliki nilai yang serupa dalam segi konten, kecepatan, tag judul, dan lain-lain, penggunaan HTTPS lah yang akan menentukan ranking. Jadi, jika website kompetitor menggunakan HTTPS dan Anda masih menggunakan HTTP, maka peringkat website Anda akan berada di bawah kompetitor Anda. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mempertimbangkan beralih dari HTTP dan mulai menggunakan HTTPS untuk website bisnis Anda

2. Meningkatkan Traffic Website

Peringkat yang lebih tinggi di halaman hasil pencarian akan meningkatkan traffic website Anda. Selain itu, pengguna akan cenderung mengunjungi website HTTPS yang bersertifikat karena lebih aman dan bisa dipercaya. Terutama apabila website tersebut menangani informasi sensitif atau melayani transaksi jual beli.

4. Membangun Kepercayaan Pengunjung

Terakhir, menggunakan HTTPS memiliki efek jangka panjang yang sangat penting, yaitu membangun kepercayaan pelanggan Anda. Kepercayaan adalah fondasi terpenting dari semua hubungan bisnis. Sebagus apapun website Anda, pelanggan tidak akan mau bertransaksi melalui website Anda bila mereka tidak mempercayainya.

Sejak beberapa tahun terakhir, beberapa web browser tertentu akan memberikan notifikasi berupa informasi aman atau tidaknya ketika pengunjung mengakses sebuah laman web. Domain yang belum beralih menjadi HTTPS dan menambahkan SSL akan diberikan keterangan ‘not secure‘. Adanya notifikasi tersebut bisa membuat beberapa pengunjung mengurungkan niatnya untuk mengakses website Anda lebih jauh, apalagi terlibat dalam transaksi jual beli di website Anda.

Menurut survei GlobalSign, 84% pengunjung akan meninggalkan transaksi pembelian apabila jika data mereka dikirim melalui koneksi yang tidak aman, dan 82% orang bahkan tidak mau mengunjungi website yang tidak aman atau ‘secure‘ sama sekali.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda yang memiliki website bisnis untuk berpindah dan menggunakan HTTPS. Adanya HTTPS dapat membuat website tampak lebih terpercaya dan pelanggan tidak enggan untuk mendaftar atau bahkan bertransaksi pada website Anda.

Bila ingin meningkatkan peringkat SEO, menggunakan protokol HTTPS adalah pilihan yang lebih tepat. Selain itu, Anda bisa juga menggunakan jasa SEO dari ToffeeDev yang berkualitas tanpa harus repot mengurusnya sendiri.

Demikianlah penjelasan mengenai dua protokol utama yang dapat digunakan untuk membangun sebuah website. Setelah mengetahui perbedaan HTTP dan HTTPS, Anda bisa memilih protokol yang sesuai dengan kebutuhan website.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post