Membedah Perbedaan Landing Page dan Website

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Apa perbedaan landing page dan website? Bagi yang sedang merancang website bisnis untuk optimasi mesin pencari (SEO), kemungkinan besar Anda sudah pernah mendengar keduanya. Banyak yang menganggap bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Namun, benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan mengenai perbedaan landing page dan website di bawah ini.

Mengenal landing page

Sebelum membandingkan antara landing page dengan website, ada baiknya Anda mengenal pengertian landing page terlebih dahulu. Landing page adalah sebuah laman yang dibuat untuk mengarahkan audiens agar mengakses konten tertentu dalam sebuah website. Misalnya, untuk memberitahukan konten promosi pada audiens, maka dibuatlah sebuah laman penawaran sebagai landing page.

Cara kerja landing page

Lalu, bagaimana cara kerja landing page? Umumnya, landing page tidak bekerja sendiri, melainkan terhubung dengan laman atau konten lain dalam sebuah situs web. Landing page biasanya dapat diakses melalui tombol atau link yang menunjukkan call-to-action (CTA).

Katakanlah Anda membuat sebuah artikel blog tentang cara membuat website bisnis. Pada bagian akhir, terdapat kalimat CTA, “Buat website Anda sendiri sekarang!” yang disisipi sebuah link menuju landing page. Saat user klik link tersebut, maka ia akan langsung diarahkan menuju landing page yang berisi kontak perusahaan atau form untuk berlangganan. 

Landing page pun tidak hanya berhenti di situ. Setelah user selesai mengisi form, maka informasi tersebut akan disimpan dalam database website Anda. Informasi ini bisa digunakan sebagai prospek pemasaran di masa mendatang.

Baca Juga : Manfaatkan Landing Page Untuk Website Bisnis Anda

Perbedaan landing page dan website

Sekarang mari masuk ke pembahasan utamanya; apa perbedaan landing page dan website? Dari penjelasan mengenai landing page di atas, Anda tentu sudah bisa mengetahui jawabannya. Landing page sebenarnya merupakan bagian dari sebuah situs web dan memiliki fungsi spesifik yang membuatnya berbeda dari bagian lain.

Website, tepatnya pada bagian homepage (halaman muka), umumnya berisi informasi umum. Selain itu, bagian homepage sebuah website juga dilengkapi dengan tombol navigasi untuk mengarahkan user.

Sedangkan landing page adalah laman khusus dalam sebuah situs web yang memiliki fungsi spesifik. Dalam sebuah situs web bisnis, biasanya landing page berfungsi sebagai media promosi hingga informasi. Selain itu, landing page pada situs web bisnis juga sering kali berisi CTA seperti form berlangganan newsletter atau pembelian produk tertentu.

Optimasi landing page

Landing page yang baik bisa membantu Anda untuk mendapatkan leads baru. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak sembarangan dalam merancang landing page. Selain mengetahui perbedaan landing page dan website, penting pula mempelajari beberapa tips optimasi landing page untuk website bisnis Anda.

1. Gunakan headline yang padat dan jelas

Kunci efektivitas sebuah landing page terletak pada headline. Pasalnya, headline adalah bagian pertama yang dilihat oleh user. Semakin menarik suatu headline, maka akan semakin tertarik pula user untuk membaca penawaran yang ada di dalam landing page.

Sebaliknya, jika headline tidak menarik, user pun enggan untuk menyimak landing page. Pastikan headline dari landing page Anda selalu padat dan jelas. Usahakan tidak membuat headline lebih dari dua puluh kata. Anda juga bisa menambahkan sub-headline untuk memperjelas headline.

2. Tambahkan ilustrasi

Ilustrasi selalu efektif untuk menarik perhatian audiens. Anda pun bisa menambahkannya pada landing page. Namun, perlu diperhatikan, ukuran ilustrasi yang digunakan sebaiknya jangan terlalu besar. Ilustrasi dengan ukuran besar akan memakan waktu lebih lama saat loading. Waktu loading yang terlalu lama berisiko membuat audiens jenuh dan bahkan meninggalkan landing page.

3. Cantumkan deskripsi singkat

Terakhir, jangan lupa untuk menambahkan deskripsi pada setiap poin yang ada dalam landing page. Dengan begitu, calon pelanggan bisa mudah menangkap pesan Anda. Deskripsi pada landing page pun sebaiknya tidak perlu terlalu panjang.

Baca Juga : 5 Contoh Landing Page yang Menarik

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa perbedaan landing page dan website terletak pada posisinya. Landing page sebenarnya merupakan bagian dari sebuah situs web. Agar bisa merancang situs web bisnis dengan landing page yang membuahkan hasil optimal, Anda bisa menggunakan layanan digital marketing agency profesional seperti ToffeeDev. Tim profesional dan berpengalaman dari ToffeeDev akan memastikan bahwa landing page pada website Anda sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post