Apa itu ROAS dan Cara Menghitungnya

ROAS

ROAS adalah salah satu metric marketing yang sering digunakan untuk menghitung efektivitas suatu digital campaign. Dengan menggunakan ROAS, Anda dapat mengetahui apakah strategi marketing yang dijalankan sudah tepat atau belum. Untuk dapat memahaminya lebih lanjut, simak penjelasannya dalam poin-poin berikut.

Apa Itu ROAS?

ROAS adalah singkatan dari Return on Ad Spend. Hitungan ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar return yang didapat dari sebuah iklan. Ya, dalam metrik ini, iklan ibarat sebuah investasi yang bisa mendatangkan imbal hasil atau return.

Untuk bisa mengetahui efektivitas iklan tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap performanya. Anda perlu tahu berapa besar return yang bisa didapat dari pemasangan sebuah iklan; apakah sepadan, untung, atau justru merugi.   

Baca juga: 5 Fokus Area Untuk Tingkatkan Search Network Campaign

Fungsi ROAS

ROAS berfungsi untuk memberi tahu Anda seberapa besar untung yang Anda peroleh dibandingkan uang yang Anda keluarkan untuk mengiklankan produk Anda. Layaknya investasi pada umumnya, tentu Anda juga harus mengetahui seberapa valuable investasi iklan Anda.

Dengan mengetahui ROAS, Anda bisa merencanakan langkah Anda selanjutnya. Apabila ROAS Anda belum mencapai target, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk meningkatkan upaya iklan tersebut agar memberi hasil lebih baik atau bahkan menghentikannya karena membuat Anda merugi. Sebaliknya, bila mencapai target ROAS, maka Anda mungkin bisa mempertimbangkan memperpanjang masa iklan tersebut.

Target Yang Baik

Di bagian sebelumnya, Anda pasti sempat membaca target ROAS. Apakah itu? Target ROAS adalah rata-rata nilai konversi atau keuntungan yang ingin Anda capai setiap rupiah yang Anda keluarkan untuk promosi iklan.

Kebanyakan sumber mengatakan bahwa target ROAS yang baik adalah sekitar 2. Tetapi, penetapan target ini kembali lagi kepada Anda selaku pemilik bisnis. Misalnya, ada beberapa perusahaan yang mengharapkan target sebesar 3 hingga 5 kali dari jumlah investasi awal.

Jasa SEO

Apakah ROAS Lebih Penting Daripada Click-Through Rate (CTR)?

Anda juga pasti pernah mendengar tentang Click-Through Rate. CTR adalah indikator yang menghitung jumlah pengunjung website Anda yang datang dari iklan yang telah Anda bayar. Lalu, manakah yang lebih penting, ROAS atau CTR?

Jawabannya adalah, keduanya sama-sama penting tapi memiliki kegunaan yang berbeda. CTR memberikan informasi mengenai efektivitas iklan, copywriting, dan juga call to action (CTA) yang ditampilkan pada iklan. Tetapi, CTR tidak dapat mengukur seberapa banyak orang yang membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan setelah mengklik iklan Anda. CTR tidak dapat mengukur seberapa menguntungkan iklan tersebut.

Di situlah ROAS bekerja. ROAS-lah yang menyediakan Anda data jelas mengenai keuntungan yang Anda peroleh dari iklan tersebut. ROAS dapat memberikan informasi mengenai seberapa menguntungkan kampanye iklan yang sedang dijalankan.

Bila digabungkan dan dianalisis bersama, maka ROAS dan CTR akan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai efektivitas iklan Anda secara keseluruhan.

Baca Juga: Cara Meningkatkan CTR yang Mudah

Menghitung Return On Ad Spend (ROAS)

Setelah mengetahui apa itu ROAS dan apa fungsinya, sekarang Anda bisa mempelajari bagaimana cara menghitung ROAS. Tetapi sebelumnya, mengapa ROAS harus dihitung?

Mengapa Harus Dihitung?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ROAS berfungsi untuk memberikan Anda informasi yang konkret mengenai efektivitas sebuah kampanye iklan yan sedang Anda jalankan. Tanpa perhitungan yang jelas, Anda tidak akan mengetahui seberapa efektif, atau justru seberapa merugikan, sebuah iklan yang sedang dijalankan.

Apabila ROAS Anda bernilai 1 artinya Anda melewati fase break even, jadi Anda masih harus meningkatkan upaya iklan Anda agar lebih menguntungkan. Apabila bernilai lebih dari satu atau melampaui target Anda, berarti iklan tersebut baik dan menguntungkan, sehingga bisa Anda bisa mempertimbangkan untuk memperpanjang masa iklan tersebut. Tetapi, apabila ROAS Anda bernilai negatif, maka upaya iklan Anda tidak bekerja dan justru membuat anda merugi, sehingga harus dihentikan atau diperbaiki.

Nah, sekarang Anda mengerti mengapa hal ini penting untuk diperhitungkan, bukan? Oleh karena itu, mari simak cara dan rumus menghitung ROAS di bawah ini.

Cara Menghitung ROAS di Google Ads

Nah, bagaimana cara menghitung ROAS itu sendiri? Sebenarnya menghitung ROAS tidak terlalu sulit. Anda perlu mempersiapkan dua data, yaitu data pendapatan kotor (gross avenue) sebuah iklan dan data mengenai besaran biaya yang dikeluarkan untuk membuat iklan tersebut. Data pertama kemudian dibagi dengan data kedua untuk bisa mengetahui Return on Ad Spend. Sederhananya, berikut adalah rumus menghitung ROAS:

ROAS = Gross Avenue/Ad Spend

Untuk memahami rumus ini lebh lanjut, Anda bisa menyimak contoh berikut ini:

Perusahaan XYZ mengeluarkan biaya sebesar Rp4 juta dalam waktu satu bulan untuk pemasangan iklan digital di sebuah website. Dari pemasangan iklan tersebut, Perusahaan XYZ berhasil mendapatkan revenue sebesar Rp16 juta. Berapa besaran ROAS dari iklan yang dipasang Perusahaan XYZ tersebut?

  • Gross avenue : Rp16 juta
  • Ad spend : Rp4 juta

ROAS = Gross Avenue/Ad Spend

= Rp16 juta/Rp4 juta

= Rp4 juta

Jadi, ROAS dari pemasangan iklan tersebut adalah Rp4 juta atau 4:1. Artinya, setiap Rp1 yang dikeluarkan oleh perusahaan XYZ dalam memasang iklan, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp4.

Selain menggunakan perhitungan manual seperti di atas, beberapa layanan penyedia iklan atau campaign digital biasanya juga sudah menyediakan tools untuk menghitung Return on Ad Spend, contohnya seperti Google Ads. Idealnya, Google Ads akan menampilkan data Return on Ad Spend dalam bentuk persentase.

Dalam perhitungan tersebut, jika nilai Return on Ad Spend sama dengan atau di atas 100%, maka dipastikan iklan tersebut efektif dan mendatangkan keuntungan. Anda tinggal mengevaluasinya kembali apakah iklan tersebut bisa diteruskan atau tidak.

Hal Lain Yang Perlu Diperhatikan

Saat menghitung ROAS, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu biaya vendor, komisi affiliate, serta click and impression. Biaya vendor adalah biaya yang dikeluarkan saat pembuatan iklan. Perlu diingat, meski perusahaan Anda sudah memiliki advertising-in-house, gaji untuk karyawan tersebut pun harus dimasukkan dalam biaya pengeluaran iklan.

Jangan lupakan juga komisi affiliate atau platform lain yang menjadi tempat munculnya iklan Anda. Biaya bidding iklan juga harus dimasukkan dalam pengeluaran. Terakhir, Anda juga harus menyertakan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan click and impression, entah itu cost per click atau cost per impression.

Baca Juga: Apa itu CPC? Apa saja Keunggulannya Bagi Pelaku Bisnis?

Tips Meningkatkan ROAS

Bagaimana? Apakah Anda sudah berhasil menghitung ROAS iklan Anda? Apakah hasilnya sudah seuai dengan target yang Anda tentukan? Bila belum, mari simak beberapa tips untuk meningkatkannya di bawah ini:

  • Pastikan kembali target demografis yang ingin Anda sasar
  • Perbaiki layout Landing Page Anda agar lebih user-friendly dan juga mobile-friendly
  • Evaluasi kata kunci atau keyword yang Anda gunakan, pastikan telah sesuai dengan user intent
  • Gunakan strategi optimasi conversion rate
  • Tingkatkan kualitas copywriting dalam iklan
  • Gunakan fitur Negative Keyword agar iklan lebih terfokus dan biaya CPC pun berkurang
  • Coba lakukan A/B Testing untuk konten iklan Anda

Nah, itulah pembahasan mengenai ROAS dan cara sederhana untuk menghitungnya. ROAS amat penting dalam digital marketing. Dengan ini, Anda bisa mengetahui apakah suatu iklan efisien atau tidak. Pengetahuan ini juga bisa membantu Anda untuk mengevaluasi strategi pemasaran digital. Hasil ROAS Anda masih belum memuaskan? Tidak perlu khawatir, Toffeedev sebagai digital marketing agency siap membantu Anda dalam merancang strategi digital marketing yang lebih efisien dan tentunya tepat sasaran. Mulai sekarang bersama Toffeedev!

Share this post :