Black Hat SEO: Simak Perbedaannya dengan White Hat SEO

seo

Teknik menaikkan ranking Search Engine Optimization (SEO) website memang gampang-gampang susah. Algoritma mesin pencari yang berubah-ubah dan susah diprediksi membuat pengelola website memiliki tantangan sendiri dalam menaikkan ranking-nya. Black hat SEO adalah salah satu teknik yang mereka gunakan untuk meningkatkan ranking website mereka di mesin pencari.

Dalam dunia SEO, ada sepasang istilah berlawanan yang merupakan teknik optimasi website di mesin pencari, yaitu black hat SEO dan white hat SEO. Kedua istilah tersebut berasal dari film barat bertemakan koboi, di mana black hat adalah si tokoh jahat dengan topi hitamnya, sedangkan white hat merupakan tokoh bertopi putih dengan karakter yang baik. Black hat dan white hat ini juga memiliki arti yang sama di dunia SEO dan kita perlu mengetahui perbedaan serta ciri keduanya, agar kita tidak menerapkan teknik optimasi website yang salah.

search engine optimization, seo, search engine

Pengertian Black Hat SEO

Black hat SEO adalah teknik menaikkan ranking website di mesin pencari dengan berbagai cara yang melanggar ketentuan layanan mesin pencari tersebut. Intinya, black hat SEO memanipulasi algoritma mesin pencari sehingga website kita mendapatkan ranking yang bagus, terlepas dari fakta bahwa isi konten kita tidak terlalu menarik. Padahal, tujuan mesin pencari adalah memberikan hasil berupa konten website yang relevan dan sesuai dengan kata kunci yang dicari penggunanya.

Menerapkan beberapa teknik black hat SEO memang menguntungkan di awal, apalagi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menggunakannya, tetapi akan berakibat buruk dalam jangka panjang. Ujung-ujungnya, reputasi brand Anda dipertaruhkan akibat teknik optimasi yang salah ini. Selain itu, pengunjung website Anda bisa jadi tidak mempercayai layanan yang ditawarkan oleh situs Anda.

Baca Juga: 7 Teknik Link Black Hat SEO

Teknik Black Hat SEO

Berikut ini adalah teknik black hat SEO yang paling umum digunakan.

1. Keyword Stuffing

Taktik keyword stuffing adalah mengulangi kata kunci utama yang digunakan dalam website berkali-kali secara berlebihan. Teknik pengulangannya sering disalahgunakan, membuat artikel yang dibaca terkesan tidak natural dan keluar dari konteksnya. Alhasil, artikel jadi penuh dengan kata kunci yang tidak perlu dan tidak nyaman dibaca. 

Strategi keyword stuffing ini sebenarnya melanggar ketentuan keyword density mesin pencari, di mana keyword density yang disarankan adalah 1-2%. Teknik ini membuat mesin pencari mengira bahwa website tersebut adalah spam dan menurunkan tingkat visibilitasnya.

2. Meta Keyword Stuffing

Tak hanya di isi artikel, keyword stuffing juga bisa dilakukan di bagian meta description, judul atau anchor text untuk backlink. Cara ini memang mudah dilakukan, tapi akan memperburuk hasil pemeringkatan website kita di mesin pencari. Menggunakan keyword yang tidak relevan dengan isi artikel website juga termasuk ke dalam meta keyword stuffing. Padahal, orang yang mencari kata kunci di search engine pastinya ingin hasil yang relevan dan menjawab kebutuhan mereka.

Banner SEO - General 2

3. Link Farming

Link farming merupakan taktik black hat SEO dengan cara mengumpulkan tautan (link) website yang tidak relevan dengan situs kita. Biasanya, metode link farming menghubungkan website kita dengan website lainnya dengan persetujuan kedua belah pihak. Teknik link farming ini dianggap merugikan apabila kita menaruh link yang berlebihan dalam satu webpage. Apalagi bila link tidak relevan tersebut diklik oleh pengunjung, alhasil mereka akan merasa waktu mereka terbuang secara percuma karena melihat hasil yang tidak perlu.

Baca Juga: Jangan Sampai Terjebak dengan 6 Kesalahan SEO

4. Hidden Texts

Teknik ini menyembunyikan beberapa teks dengan cara menyamarkan warnanya dengan warna background halaman website kita. Taktik ini termasuk black hat SEO lantaran kita menyembunyikan beberapa kata ekstra yang tidak diperlukan, terutama kata kunci. Hidden texts ini merupakan taktik optimasi yang manipulatif, apabila dideteksi oleh algoritma mesin pencari yang canggih, bisa berakibat pada penurunan ranking website.

6. Menerbitkan Konten yang Buruk

Tanpa disadari, menerbitkan konten yang buruk merupakan taktik black hat SEO. Teknik ini sering dilakukan dengan cara membuat konten tiruan atau bahkan menyalin ulang konten dari situs lain. Awalnya, teknik ini tidak bisa dideteksi oleh mesin pencari, tetapi algoritma search engine semakin canggih hari demi harinya. Google contohnya, algoritmanya bisa mencari mana konten plagiasi dan konten berkualitas rendah, yang akhirnya membuat ranking website tersebut menurun.

7. Blog Comment Spam

Teknik spam komentar merupakan metode untuk memasang backlink dari situs eksternal ke suatu situs milik orang lain dengan cara mengisi kolom komentar. Tujuan dari teknik ini adalah untuk meningkatkan traffic pengunjung dan backlink tanpa perlu melakukan optimasi SEO yang membutuhkan usaha lebih lanjut.

Di Indonesia, metode ini menjadi salah satu yang paling umum digunakan. Tersedia beberapa alat yang digunakan untuk mengotomatisasi proses spam komentar di berbagai situs internet. Umumnya, para pelaku mencari blog yang tidak memiliki filter untuk kualitas komentar, sehingga memungkinkan mereka untuk meninggalkan komentar apapun pada unggahan di blog tersebut.

8. PBN (Private Blog Networks)

Private Blog Networks (PBN) adalah sekelompok situs web yang ada semata-mata untuk memberikan backlink ke situs web utama dan meningkatkan visibilitas pencariannya. Praktik ini mirip dengan link farms, namun PBN berfokusnya untuk mengarahkan traffic ke satu situs web, sementara link farms berisi banyak tautan ke situs web yang berbeda. PBN dibuat untuk secara artifisial meningkatkan otoritas situs web utama di mata mesin pencari, tetapi melanggar Pedoman Kualitas Webmaster Google dan dapat mengakibatkan hukuman.

9. Rich Snippets Abuse

Penggunaan rich snippet memungkinkan pemilik situs untuk mengubah cara tampilan situs mereka pada SERP. Penambahan rich snippet dapat meningkatkan kepercayaan dalam situs serta menarik minat pengunjung untuk mengaksesnya.

Akan tetapi, terdapat pihak yang memanfaatkan rich snippet untuk menampilkan informasi yang tidak akurat. Contohnya, sebuah situs restoran ‘X’ menggunakan rich snippet untuk menampilkan rating bintang 5 di SERP, namun saat diakses, situs hanya berisi artikel tentang menu tanpa ulasan dari pengunjung.

Penyalahgunaan rich snippets juga bisa mencakup tampilan foto atau nama palsu pada SERP, yang merupakan upaya pemalsuan informasi. Mesin pencari seperti Google mendorong pengguna untuk melaporkan situs yang menampilkan informasi palsu tersebut.

10. Teks dan Link Tersembunyi

Penggunaan teks dan link yang disembunyikan merupakan praktik yang dilakukan oleh praktisi black hat SEO dengan cara menyamakan warna teks dengan latar belakangnya. Mereka juga bisa menurunkan transparansi warna dan mengurangi ukuran huruf sehingga tidak terlihat dengan jelas.

Tujuan dari teknik ini adalah untuk meningkatkan peringkat halaman web serta memanipulasi mesin pencari dengan menambahkan keyword yang diinginkan meskipun tidak sesuai dengan konten yang sebenarnya.

Contoh Brand yang Menggunakan Black Hat SEO

Metode blackhat SEO ini mencari cara untuk mendapatkan posisi yang tinggi pada search engine dengan “mempermainkan” algoritma Google. Berikut contoh brand yang menggunakan black hat SEO:

1. JC Penney

Salah satu retailer besar di industri department store, JC Penney, memiliki peringkat yang cukup baik untuk istilah seperti “comforter set” (selimut). Namun, pemeriksaan mengungkapkan bahwa ribuan situs web menawarkan hyperlink ke situs web JC Penney dengan anchor text. Contohnya situs web fotografer, tutor piano, tuner mobil, dan lainnya. Akibatnya, hampir semua istilah yang sebelumnya ada di halaman pertama pencarian Google dipindahkan ke halaman web ke-7.

2. Google Chrome

Tak disangka, Google Chrome mendapat kritikan dari pihak Google sendiri. Ini karena saat menjalankan iklan untuk Google Chrome, mereka menyertakan tautan “dofollow” dalam postingannya. Google Chrome, yang sebelumnya menempati peringkat teratas untuk istilah “browser”, kini muncul di halaman 5 atau diberi peringkat 50 di Google sebagai akibat dari penalti ini. Hukuman ini efektif selama sekitar 60 hari.

Baca Juga: 5 Bahaya Menggunakan Black Hat SEO dalam Bisnis

3. Forbes

Ketika seseorang menerima peringatan dari Google untuk menghapus tautan keluar yang telah ditempatkan di halaman mereka, mereka mengajukan pertanyaan di Google Webmaster Central Help Forum pada tahun 2011. Tautan ini konon adalah “tautan berbayar”, atau koneksi yang telah dibayar oleh pengiklan mereka. Forbes akhirnya menghapus semua tautan keluar dari sponsornya setelah didenda karena menolak melakukannya.

Kenapa Harus Menghindari Black SEO?

Black hat SEO mempunyai dampak yang merugikan bagi situs web. Penggunaan teknik-teknik ini dapat membuat situs mendapatkan traffic dengan cepat, namun hasilnya tidak akan bertahan lama. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan peringkat situs dan visibilitasnya dalam jangka panjang. Tidak hanya itu, pendekatan black hat SEO cenderung mengabaikan user experience, dan hanya berfokus pada strategi agar situs muncul dalam hasil pencarian tanpa memperhatikan kualitas konten atau relevansi dengan pencarian yang dilakukan.

Pengertian White Hat SEO

Berkebalikan dengan black hat SEO, white hat SEO merupakan taktik optimasi website di mesin pencari yang tidak melanggar syarat dan ketentuan dari search engine tersebut. Menerapkan white hat SEO berarti kita menjaga integritas website serta brand kita dengan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh mesin pencari. Meskipun membutuhkan waktu dan proses yang panjang, white hat SEO dijamin akan mempertahankan ranking website Anda di halaman pertama mesin pencari.

Tak hanya prosesnya, white hat SEO juga berfokus pada memperkuat hubungan antara website dan konsumen Anda. Istilahnya, Anda berusaha memberikan konten yang bagus dan relevan serta menjawab kebutuhan konsumen Anda.

Banner SEO - Ebook 2

Teknik White Hat SEO

Berikut ini adalah beberapa taktik optimasi yang termasuk dalam white hat SEO.

1. Konten yang Relevan dengan Keyword

Konten yang berkualitas merupakan elemen penting dalam artikel atau website SEO-friendly. Tak hanya berkualitas, konten juga haruslah relevan dan sesuai dengan keyword utama. Oleh karena itu, tetapkan kata kunci utama dan kata kunci turunan sebelum membuat konten, dan jangan lupa memasukkan keyword tersebut ke dalam judul, meta description, heading, introduction artikel Anda. Kombinasi konten yang berkualitas dan kata kunci yang relevan akan membawa website Anda ke ranking tertinggi.

2. Inbound Link Organik

Inbound link, atau bisa juga disebut backlink memang mempengaruhi ranking website kita. Teknik inbound link yang termasuk white hat SEO adalah teknik organik. Perlu diingat bahwa saat ini banyak backlink yang bisa didapatkan dengan cara dibeli dan itu bukanlah teknik white hat SEO. Mendapatkan backlink secara organik memang membutuhkan waktu yang lama dan usaha yang besar, tapi bisa membawa pengaruh yang besar dalam ranking website Anda dalam jangka panjang.

Baca Juga: Teknik SEO Pemula yang Mudah Dilakukan

3. Mengutamakan Kenyamanan Pengunjung

Saat ini, cara kerja mesin pencari sudah berubah. Mesin pencari sudah berfokus pada kepuasan pengunjung website kita. Meskipun ada beberapa algoritma mesin pencari berfokus pada bagaimana website kita mendapatkan pengunjung, kita juga harus memperhatikan bounce rate situs kita. Oleh karena itu, pertahankan bounce rate yang tinggi dengan membuat konten yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung website kita.

4. Navigasi Website yang Sederhana

Tak hanya konten website yang harus diperhatikan, kita juga harus memperhatikan fitur yang ada di situs kita. Tujuannya adalah agar pengunjung semakin betah di website kita. Oleh karena itu, buatlah navigasi website kita menjadi sederhana dan mudah dilihat oleh pengunjung. Usahakan agar fitur-fitur utama website kita juga bisa ditemukan oleh pengunjung agar website kita bisa dianggap efektif oleh mereka.

5. Waktu loading website yang cepat

Kecepatan loading website kita juga mempengaruhi kepuasan pengunjung kita. Ujung-ujungnya, ini akan mempengaruhi ranking situs kita di mesin pencari. Oleh karena itu, optimasi juga kecepatan loading situs kita sehingga pengunjung website merasa nyaman, dengan cara menggunakan ukuran gambar yang kecil, jumlah gambar yang sedikit, dan lain-lain.

Baca Juga: Jika Anda Menggunakan Backlink, Apakah itu Termasuk White-Hat atau Black-Hat?

Dari sudut pandang SEO, kecepatan website kita juga merupakan sinyal di mesin pencari. Apabila kecepatan website kita lambat, akan berakibat pada penurunan ranking website kita karena UX-nya lumpuh. Oleh karena itu, perhatikanlah nilai fungsional dan fitur dalam website, apakah mereka mempengaruhi kecepatan situs kita.

Kenapa Harus Menggunakan White Hat SEO?

White hat SEO membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum jumlah pengunjung dapat konsisten dan terus meningkat dalam hasil pencarian. Tetapi metode optimasi ini adalah yang paling aman.

Dengan black hat SEO, berisiko membuat Google mendeindeks situs web Anda. Pada akhirnya, bahkan tidak ada pengunjung sedikit pun yang muncul. Menggunakan PPC, seperti Adwords atau Facebook Ads, mengharuskan Anda membayar biaya layanan tersebut. Jika perusahaan Anda menjalankan promosi dalam waktu singkat, strategi ini sangat bermanfaat. Karena hanya layanan yang Anda gunakan selama promosi yang dikenakan biaya.

Banner SEO x CRO 2

Gunakan Jasa Digital Marketing dari Toffeedev untuk Bisnis Anda

Itulah penjelasan mengenai black hat SEO dan white hat SEO beserta teknik-tekniknya. Anda bisa memahami alasan mengapa black hat SEO adalah teknik optimasi yang berakibat buruk pada ranking website Anda di mesin pencari. Anda bisa menghubungi Toffeedev apabila Anda membutuhkan Jasa SEOuntuk bisnis Anda. Toffeedev adalah Digital Marketing Agency yang telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Indonesia.

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top