Kenali 9 Tipe Content Writing yang Wajib Kamu Tahu Ini, Yuk!

tipe content writing

Apa yang harus dilakukan setelah berhasil merancang produk atau layanan dari bisnis yang sedang Anda jalankan? Tentunya mengemasnya lewat berbagai konten yang dirasa akan lebih jauh impresif. Salah satunya adalah melalui membuat konten dengan beragam tipe content writing

Percuma jika produk Anda yang sudah dirilis dengan sedemikian rupa, namun tidak terdapat informasi berbentuk tulisan yang akan membantu Anda dalam menjelaskan lebih detail soal produk atau layanan yang sedang ditawarkan kepada calon konsumen. Penjualan pun tidak akan terlahir semestinya sesuai dengan harapan Anda.

Nah, oleh karena itu, kemampuan content writing sangatlah dibutuhkan di dunia content marketing. Bersamaan dengan hal ini, ToffeeDev sudah mencoba untuk merangkum terkait beberapa tipe content writing yang sebaiknya Anda ketahui sebelum memasarkan produk. Tanpa perlu berbasa-basi lagi, yuk simak langsung di bawah ini!

Apa Itu Content Writing?

Content writing merupakan salah satu proses kegiatan merancang, menulis, hingga menyunting konten-konten yang ada di halaman sebuah web. Bentuk konten yang dihasilkan antara lain meliputi artikel, skrip untuk video, siaran pers, deskripsi kategori produk, landing page, penulisan copy untuk berbagai jenis konten media sosial dan masih banyak lagi lainnya. 

Kemampuan content writing ini sangatlah berperan penting dalam menjalankan strategi digital marketing. Sebab, apabila tidak terdapatnya kemampuan untuk membuat tulisan yang jelas dan engaging ini maka sulit rasanya khalayak luas untuk sadar akan brand atau usaha milik Anda. Sehingga dapat dipastikan juga kalau tujuan yang hendak Anda capai sampai kapan pun tidak terwujud. 

Baca Juga: Memanfaatkan Konsep AIDA untuk Content Writing

9 Tipe Content Writing yang Umum Diketahui 

Konten pemasaran yang hendak Anda lakukan untuk mendapatkan lebih banyak konsumen tentunya tidak hanya bisa dilakukan pada satu media atau tipe content writing saja. Melainkan Anda harus memiliki kemampuan riset dan juga mengkombinasi beberapa tipe content writing yang ada untuk disesuaikan kembali dengan apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan serta tujuan dari bisnis Anda.

Untuk mengetahui kira-kira ada apa saja tipe content writing yang bisa coba Anda terapkan, berikut list dan juga penjelasan secara singkatnya!

1. Artikel

Tipe content writing yang pertama adalah artikel. Anda dapat membuat konten artikel dengan tema yang memang ingin disampaikan. Bisa berupa berita terkini soal perusahaan, berbagai perilisan layanan atau produk terbaru untuk konsumen, konten-konten ringan yang bersifat dekat dengan kehidupan konsumen seperti tips & trik, rekomendasi dan banyak lagi lainnya. 

Maka jika menginginkan tipe konsumen yang selalu tertarik untuk mengunjungi situs web milik Anda dan melakukan beberapa aktivitas seperti membaca artikel dan informasi lainnya, pastikan untuk selalu update konten Anda secara rutin.

2. Landing Page

Content writing dalam bentuk landing page ini bertujuan untuk membantu Anda dalam menampilkan produk sekaligus manfaat yang akan diterima oleh konsumen dari layanan bisnis Anda. Informasi yang dimuat dalam landing page pada umumnya termasuk berupa testimonial, studi kasus dan bahkan lainnya.

Baca Juga: Inilah Perbedaan Content Writing Dan Copywriting

3. Social Campaign

Tipe content writing berikutnya yakni social campaign yang secara umumnya selalu dilakukan dengan mengikutsertakan sebuah gerakan dan memanfaatkan berbagai pilihan tagar-tagar tertentu. Tujuan dari dilakukannya hal tersebut jelas untuk menarik konsumen hingga pada akhirnya membuat mereka ingin mengetahui lebih dalam lagi terkait bisnis yang sedang Anda jalankan. 

Apabila konsumen berhasil tertarik dengan bisnis Anda, maka penjualan juga ikut mengalami kenaikan. Kesimpulannya, tipe konten yang satu ini sangat memungkinkan brand Anda dengan mudah mendapatkan eksposur lewat media sosial.

4. Email Marketing

Email marketing juga sebenarnya merupakan salah satu konten yang membantu strategi pemasaran untuk menarik audiens tertentu. Selain itu, tipe konten yang satu ini juga memiliki sifat yang lebih personal dan tingkat urgensi yang jauh lebih tinggi. Untuk melakukan pemasaran dengan menggunakan konten ini jelas dibutuhkannya penelitian hingga kemampuan untuk menarik audiens dengan cara yang lebih meyakinkan.

banner

5. Generalist Writing

Tipe content writing ini tidak mengharuskan Anda untuk memiliki satu tema tertentu saat menulis konten. Cukup terbilang sangat fleksibel justru. Melainkan generalist writing ini memang ditujukan untuk menciptakan kesadaran akan suatu brand.

6. Technical Writing

Nah, tipe content writing satu ini membutuhkan kemampuan dalam melakukan interpretasi dengan baik. Sebab, nantinya Anda akan bertugas mengartikan semua informasi-informasi yang bersifat sedikit lebih kompleks ke dalam tulisan yang jauh lebih mudah dipahami oleh orang awam. 

7. User Experience (UX) Writing

UX writing merupakan salah satu bidang penulisan yang saat ini telah mengalami perkembangan sangat pesat khususnya pada brand technology. Tipe content writing ini sendiri terbagi ke dalam berbagai elemen, seperti tombol, teks, dan lainnya. Fungsinya tentu untuk membantu pengguna mampu menjalankan aplikasi atau website dan menyelesaikan proses yang sedang dijalankan dengan mengikuti semua langkah-langkah yang tersedia secara mudah. 

Baca Juga: 15 Contoh Copywriting Dan Formulanya Untuk Bisnis

8. SEO

SEO (Search Engine Optimization) menjadi tipe content writing yang harus menyesuaikan isi tulisan dengan keyword atau kata kunci dan juga ramah terhadap elemen-elemen SEO. Hal tersebut berfungsi untuk membuat artikel Anda dapat muncul di urutan pertama mesin pencari sehingga link website juga semakin tinggi dikunjungi oleh audiens

9. White Paper

Terakhir, tipe content writing dengan sebutan white paper ini kerapnya berisi soal segudang penjelasan manfaat yang nantinya akan diperoleh calon konsumen jika menggunakan produk atau layanan dari bisnis milik Anda. White paper merupakan tipe content writing yang sangat berperan penuh dalam memberikan dorongan kepada konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.

Demikian penjelasan soal pengertian dan juga tipe-tipe content writing. Semoga setelah membaca artikel kali ini, pemahaman Anda seputar content writing semakin meningkat dengan baik ya! 

Ingin mencoba mengembangkan bisnis dengan strategi SEO? Serahkan kepada ahlinya! Siapa lagi jika bukan ToffeeDev. Tidak hanya terbatas itu saja, namun ToffeeDev juga memiliki jenis layanan lainnya untuk mewujudkan tujuan dari bisnis Anda. Seperti pembuatan website dengan potensial menciptakan konsumen, pembuatan landing page, social media ads, dan masih banyak lagi lainnya. Yuk, tanpa perlu harus ragu Anda bisa segera hubungi tim ToffeeDev sekarang juga!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top