Seluk Beluk Cookies dan Fungsinya

cookies adalah

Saat sedang berselancar di dunia maya dan membuka sebuah website, Anda tentu pernah menemui istilah ‘cookies’. Yang dimaksud tentu bukan jajanan yang manis dan renyah itu, melainkan sebuah sistem yang ada pada sebuah website. Lalu, apa fungsi dari cookies pada website? Bagaimana mengelolanya agar informasi Anda tetap aman selama berinternet?

Mengenal Cookies

Cookies adalah sistem yang ada pada sebuah website. Secara spesifik, definisi cookies adalah kumpulan data pada komputer yang diterima dari website dan kemudian dikirimkan kembali ke website yang sedang Anda kunjungi. Dengan adanya cookies, maka data serta aktivitas pengunjung website dapat tersimpan.

Contoh sederhananya adalah saat Anda membuka Facebook dan kemudian mengisi email serta password untuk log in. Dengan cookies, maka informasi terkait email dan password Anda pun akan tersimpan. Anda tidak harus mengetik alamat email dan password lagi saat mengunjungi Facebook di lain waktu. Sebab, informasi Anda telah tersimpan didalamnya.

Kegunaan dan Fungsi cookies pada website

Lalu, apa kegunaannya pada sebuah website? Apakah memang hanya menyimpan data pengunjung website? Berikut adalah beberapa fungsi yang umum ditemukan:

1. Menyimpan informasi pengunjung

Seperti contoh yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, fungsi utamanya adalah menyimpan informasi pengunjung, seperti informasi untuk log in. Jadi, jika cookies aktif, Anda tidak perlu berulang-ulang mengetikkan email atau username dan password saat log in di sebuah website

2. Menyediakan customized content

Pernahkah Anda menemukan iklan barang yang sedang Anda cari saat sedang membuka sebuah website? Hal tersebut juga bisa terjadi karena adanya cookies. Karena akan menyimpan kata-kata yang Anda ketikkan di kolom pencarian dan kemudian menghubungkannya dengan produk terkait. Hasilnya, Anda akan menemukan iklan produk yang sedang Anda cari.

3. Mengingat pengaturan website

Fungsi selanjutnya adalah sebagai pengingat, tepatnya pengingat pengaturan website. Anda tentu pernah menjumpai website yang memiliki pengaturan tertentu, misalnya pengaturan bahasa atau suara. Cookies akan membantu website untuk mengingat pengaturan yang telah Anda pilih tersebut.

Jenis cookies

Secara umum, cookie HTTP atau cookie browser memiliki dua jenis, yaitu session cookies dan persistent cookies.

Situs web hanya menggunakan session cookies saat Anda menjelajah. Selama aktivitas online, cookie ini berguna untuk mengidentifikasi pengguna. Tidak pernah ada di hard drive, hanya di RAM cookie ini akan bertahan. Session cookies akan segera dihapus setelah sesi selesai. Browser tertentu yang melindungi privasi pengguna juga dapat memanfaatkan session cookie.

Di sisi lain, persistent cookies adalah jenis cookie tertentu yang tetap berada di browser secara permanen. Otentikasi dan pelacakan adalah dua fungsi utama cookie jenis ini. Pertama, cookie ini memantau data login pengguna seperti nama pengguna dan kata sandi untuk autentikasi. Kedua, tipe cookie ini menyimpan informasi mengenai URL atau domain name dari situs yang dikunjungi user dan beberapa kode yang mengindikasikan halaman apa saja yang sudah dikunjungi.

Selain dua jenis cookies secara umum di atas, berikut adalah 5 jenis cookies secara detail yang dapat kamu simak:

1. Third-Party Cookies

Cookie jenis ini berbahaya bagi data Anda. Itu adalah bukti bahwa cookie memiliki reputasi buruk di kalangan pengguna internet. Dalam first-party cookies, situs web yang Anda kunjungi akan cocok dengan domain cookie tersebut. Namun, third-party cookie berasal dari domain lain.

Karena tidak terkait dengan situs web yang Anda lihat sekarang, third-party cookie tidak menawarkan keuntungan apa pun dibandingkan session cookie atau first-party cookies. Cookie ini dapat memberikan informasi tentang aktivitas internet Anda, demografi, prasangka taruhan, dan banyak hal lainnya.

Karena kemampuannya untuk menyebar, third-party cookie menjadi bentuk iklan pilihan mereka dalam upaya meningkatkan performa ke dan keterlibatan dengan situs web mereka. Saat ini, sebagian besar browser menawarkan metode untuk memblokir third-party cookie secara instan.

2. Secure Cookies

Ada beberapa jenis cookie lagi yang harus kamu ketahui salah satunya secure cookie, yakni sebuah cookie yang hanya dapat dikirim melalui koneksi terenkripsi atau tulisan dalam kode.

Selama secure cookie aktif, agen pengguna tidak akan mengirimkan cookie melalui saluran yang tidak dienkripsi. Tanpa Secure flag, cookie dikirim dalam teks yang jelas dan dapat dicegat oleh pihak ketiga yang tidak sah. Meskipun terkadang masih bisa dibobol, cookies ini memberikan pengamanan data diri Anda saat mengunjungi website.

3. HTTP-Only Cookies

Secure Cookies sering kali merupakan HTTP-Only Cookies. Keduanya bekerja sama untuk membantu mengurangi kerentanan cookie sehubungan dengan skrip lintas situs (XSS) tertentu. Dalam serangan XSS, seorang hacker menyuntikkan kode berbahaya ke situs web tepercaya.

Browser tidak dapat menjamin bahwa manuskrip tidak dapat dipercaya. Oleh karena itu, skrip dapat mengakses data browser tentang situs yang disusupi, termasuk cookie. Secure Cookies tidak dapat diakses oleh bahasa pemrograman seperti JavaScript, melindunginya dari serangan ini.

4. Flash Cookie

Flash cookie adalah jenis supercookie yang paling umum. Jika Anda tidak sadar, supercookies menjalankan beberapa fungsi yang mirip dengan cookie biasa tetapi lebih sulit untuk dilihat dan digunakan.

Dalam hal flash cookie, pengembang menggunakan plugin Flash untuk menghapus cookie dari pengelola cookie bawaan browser Anda. Semua browser mendukung flash cookie. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan satu browser untuk mengelola kartu kredit dan satu lagi untuk mengunduh torrent demi keamanan data.

5. Cookie Zombie

Cookie zombie masih memiliki kaitan erat dengan cookie Flash. Cookie zombie dapat langsung membuat ulang dirinya sendiri jika seseorang menghapusnya. Hal itu dimungkinkan berkat cadangan yang disimpan di luar folder penyimpanan cookie reguler browser (biasanya Flash Local Shared Object atau sebagai HTML5 Web Storage).

Reaksi ini juga bergantung pada teknologi Quantcast. Karena flash cookie menyimpan ID pengguna unik di nampan penyimpanan Adobe Flash player, Quantcast dapat menerapkannya kembali ke cookie HTTP baru jika yang lama dihapus.

Keamanan cookies

Setelah mengetahui beberapa fungsinya, Anda mungkin akan bertanya-tanya, “Amankah untuk saya?” Ya, tentu saja. Dengan catatan, cookies pada website yang Anda kunjungi dalam keadaan normal. Artinya, data yang tersimpan tidak akan disalahgunakan. Cookies yang normal juga tidak akan menularkan virus atau malware yang berbahaya untuk komputer Anda.

Jika memang merasa khawatir dengan keberadaannya, Anda bisa melakukan pengaturan pada browser yang digunakan untuk menjelajah internet. Cara mengelolanya akan dijelaskan dalam poin berikut.

Mengelola cookies

Agar Anda bisa tetap berinternet dengan aman dan nyaman, jangan lupa untuk mengelola pengaturan cookies. Anda bisa mengatur sesuai dengan preferensi. Dalam contoh ini, browser yang digunakan untuk pengaturan cookies adalah Google Chrome.

Anda bisa masuk ke opsi Setting, lalu pilih Advance. Jika tab Advance sudah terbuka, pilih Privacy and Security. Kemudian, Anda bisa masuk ke pengaturan cookies di opsi Content Settings. Pada jendela ini, Anda bisa mengizinkan atau melarang sebuah website untuk membaca cookies. Selain itu, Anda juga bisa memblokir website tertentu yang terlihat berbahaya.

Baca Juga : 5 Cara Membuat Privacy Policy Website, Praktik dan Ringkas

Bisa disimpulkan bahwa cookies adalah kumpulan data yang digunakan untuk menyesuaikan tampilan website dengan preferensi Anda. Dan pada dasarnya aman, namun Anda sebaiknya tetap berhati-hati saat sedang berselancar di dunia maya, terutama saat mengakses website yang belum pernah Anda kunjungi sama sekali. Semoga informasi ini bermanfaat.

Share this post :

Scroll to Top
WhatsApp chat