Flutter: Pengembangan Aplikasi Multiplatform dengan Mudah

Saat ini, sudah banyak software yang bisa diakses untuk pengembangan aplikasi. Flutter adalah salah satunya. Barangkali Anda sebagai developer sudah mengetahui bahwa Flutter tersedia secara gratis sehingga bisa diakses dengan mudah. Namun, apakah Anda sudah mengetahui kelebihan Flutter lainnya, yaitu mengembangkan aplikasi yang bisa dioperasikan dalam platform apa pun alias multiplatform?

Ya, Flutter merupakan software keluaran Google yang dikenal dengan keunggulannya tersebut. Sejak awal perilisannya pada tahun 2018, Flutter telah menjadi buah bibir di kalangan developer. Perkembangan Flutter dari masa ke masa juga tidak luput dari perhatian sehingga makin banyak developer yang menggunakannya untuk mengembangkan aplikasi.

Namun, apa yang dimaksud dengan Flutter itu? Apa saja kelebihan yang dimiliki Flutter sampai banyak developer yang memilih platform ini? Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

Berkenalan dengan Flutter

Mari kita lihat profil Flutter dan fitur unggulan yang dimilikinya dalam pengembangan aplikasi melalui bacaan di bawah ini.

Definisi Flutter

Flutter adalah platform gratis dan open-source yang banyak digunakan oleh para developer. Platform ini dibuat oleh Google dan diluncurkan pada akhir tahun 2018. Sejak saat itu, platform ini telah menjadi populer dan banyak dibahas di kalangan developer.

Tujuan utama dari Flutter adalah memungkinkan developer untuk membuat aplikasi yang konsisten di berbagai platform dengan menggunakan satu kode basis. Flutter menggunakan bahasa pemrograman Dart yang dikembangkan oleh Google, sehingga Anda bisa membuat aplikasi dengan sintaks yang bersih dan mudah dipahami.

Versi awal Flutter dikenal dengan ‘Sky’ dan dijalankan pada OS Android. Platform ini pertama kali diperkenalkan pada acara Dart Developer Summit yang diselenggarakan pada tahun 2015. Barulah pada tahun 2018, tepatnya pada acara Google Developer Days di Shanghai, platform ini diperkenalkan dengan nama Flutter.

Seiring berjalannya waktu, Flutter juga turut mengalami perkembangan. Contohnya pada tanggal 12 Mei 2022, Flutter versi 3.0 diperbarui agar bisa mendukung enam platform, termasuk dukungan stabil untuk Linux dan dan macOS. Kini, versi terbaru Flutter adalah Flutter 3.7 yang diumumkan pada tanggal 25 Januari 2023.

Baca Juga: Apa Itu Leads dalam Digital Marketing dan Bagaimana Pentingnya?

Komponen dan Fitur Flutter dalam Pengembangan Aplikasi

Flutter memiliki sejumlah fitur yang sangat bermanfaat dalam pengembangan aplikasi. Salah satu komponen inti adalah ‘Widget’, yaitu elemen-elemen dasar dari User Interface dalam Flutter. Anda dapat menggabungkan widget menjadi hierarki untuk membangun User Interface (UI) yang menarik dan responsif.

Tidak hanya itu, Flutter juga menyediakan akses ke plugin dan packages yang membantu dalam integrasi dengan hardware dan third-party software. Contohnya, Anda dapat dengan mudah mengintegrasikan kamera, GPS, dan fitur-fitur lainnya ke dalam aplikasi dengan menggunakan plugin yang telah ada.

Bagaimana Cara Kerja Framework pada Flutter?

Cara kerja Flutter sebenarnya cukup sederhana. Berikut adalah bagaimana Flutter beroperasi di platform Android dan iOS:

  • Developer membuat aplikasi dengan menggunakan kode Dart dan widget yang telah disediakan dalam framework Flutter.
  • Pada platform Android, kode yang telah ditulis akan diubah menjadi kode mesin C++ dengan menggunakan Android NDK (Native Development Kit). Sedangkan pada platform iOS, kode akan diubah menjadi kode mesin menggunakan LLVM (Low-Level Virtual Machine).
  • Untuk platform Android, kode yang telah diubah menjadi kode mesin C++ akan kembali diubah menjadi kode Dart menggunakan Dart Kompiler.
  • Setelah kode diadaptasi sesuai dengan persyaratan setiap perangkat, aplikasi tersebut dapat dijalankan di berbagai platform.

banner

Mengapa Menggunakan Flutter untuk Pengembangan Aplikasi?

Flutter memiliki berbagai kelebihan yang menunjang proses pengembangan aplikasi. Berikut adalah penjelasannya.

1. Pengembangan Aplikasi Lebih Mudah dan Cepat

Salah satu alasan utama mengapa banyak developer beralih ke Flutter adalah kemudahan penggunaannya. Dengan menggunakan satu bahasa pemrograman, yaitu Dart, Anda bisa membuat aplikasi untuk iOS dan Android secara bersamaan. Kelebihan ini tentunya menghemat banyak waktu dan usaha dibandingkan dengan mengembangkan aplikasi terpisah untuk setiap platform.

2. UI yang Menarik dan Konsisten

Flutter menyediakan widget yang indah dan kustomisasi yang luas untuk membuat User Interface yang menarik. Anda bisa membuat tampilan aplikasi yang konsisten di berbagai platform sehingga pengguna merasa familier dengan interface aplikasi yang dibuat, baik saat menggunakan aplikasi di Android maupun iOS.

3. Dukungan Multiplatform

Dengan Flutter, Anda tidak hanya dapat mengembangkan aplikasi untuk iOS dan Android, tetapi juga untuk website, desktop, dan bahkan platform lainnya seperti Fuchsia. Fleksibilitas ini memberikan peluang lebih luas untuk menjangkau audiens yang beragam.

Baca Juga: Apa Itu Hot Leads dan Mengapa Mereka Penting dalam Pemasaran?

4. Performa Tidak Kalah dengan Aplikasi Native

Anda mungkin berpikir bahwa penggunaan framework lintas platform dapat mengorbankan performa aplikasi. Namun jangan khawatir, Flutter menyajikan kinerja yang baik, bahkan bisa menyaingi aplikasi native. Dengan menggunakan kompilasi ahead-of-time (AOT) dan just-in-time (JIT), Flutter dapat menjalankan kode dengan cepat dan responsif.

5. Menghemat Biaya Pengembangan Aplikasi

Dengan pengembangan aplikasi yang lebih cepat dan satu kode basis untuk berbagai platform, biaya pengembangan dapat dikurangi secara signifikan. Anda tidak perlu menyewa tim developer yang berbeda untuk setiap platform. Cukup dengan satu tim yang menguasai Flutter, Anda dapat menghadirkan aplikasi ke berbagai platform.

Apa Saja Kekurangan Flutter yang Perlu Dipertimbangkan?

Di balik kelebihan di atas, terdapat kekurangan Flutter yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya. Apa saja? Lihat penjelasan di bawah ini.

1. Belum Banyak Pilihan dalam Library

Flutter masih tergolong relatif baru dibandingkan dengan beberapa framework lainnya, seperti React Native. Hal ini menyebabkan pustaka (library) untuk beberapa fungsi mungkin belum sebanyak yang Anda harapkan. Namun, jangan khawatir, karena komunitas Flutter terus berkembang sehingga lebih banyak pustaka yang akan tersedia seiring berjalannya waktu.

2. Menghasilkan Aplikasi Berukuran Besar

Aplikasi yang dihasilkan dengan framework Flutter cenderung lebih besar ukurannya dibandingkan dengan aplikasi native. Hal ini disebabkan karena Flutter harus menyertakan rendering Skia dan beberapa komponen lainnya dalam setiap aplikasi. Namun, perbedaan ukuran ini biasanya dapat diatasi oleh kualitas dan performa aplikasi yang dihasilkan.

3. Harus Mempelajari Bahasa Pemrograman Baru

Jika sudah familiar dengan bahasa pemrograman lain seperti JavaScript atau Swift dan Kotlin, maka Anda harus mengalokasikan waktu untuk belajar bahasa pemrograman Dart agar bisa menggunakan Flutter secara efektif. Walaupun Dart mirip dengan bahasa pemrograman modern lainnya dan relatif mudah dipelajari, tetap saja hal itu merupakan hambatan kecil bagi beberapa developer.

Perbandingan Flutter vs React Native

Ketika memilih framework untuk pengembangan aplikasi multiplatform, Anda mungkin juga tertarik membandingkan Flutter dengan React Native, salah satu kompetitornya. Mari kita lihat ulasan perbandingan antara dua framework tersebut.

1. Kemudahan dalam Penggunaan

Flutter dan React Native sama-sama relatif mudah digunakan, terutama jika Anda sudah terbiasa dengan bahasa pemrograman Dart untuk Flutter atau JavaScript untuk React Native. Namun, beberapa developer menganggap Flutter lebih mudah karena strukturnya yang sederhana dan konsisten. Selain itu, Flutter mendukung pengembangan aplikasi secara multiplatform.

2. Bahasa Pemrograman

Flutter menggunakan bahasa pemrograman Dart, sementara React Native menggunakan JavaScript. Pilihan bahasa pemrograman ini tergantung pada preferensi pribadi Anda dan tim pengembangan.

Baca Juga: Framework: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

3. Dukungan Komunitas

Kedua framework ini memiliki komunitas yang aktif dan dukungan dari para developer di seluruh dunia. Namun, React Native sudah lebih lama berada di pasaran sehingga memiliki lebih banyak pustaka dan solusi untuk masalah yang mungkin Anda temui.

4. Komponen Pembuat UI

Flutter menawarkan widget yang memungkinkan Anda untuk membuat UI yang menarik dan responsif dengan mudah. Di sisi lain, React Native mengandalkan komponen-komponen dari pihak ketiga yang dapat memengaruhi kualitas dan konsistensi User Interface dari aplikasi yang Anda kembangkan.

Dari penjelasan di atas, Anda pasti sudah yakin bahwa Flutter adalah framework yang tepat untuk mengembangkan aplikasi. Flutter tidak hanya menang di fitur open-source, tetapi juga unggul karena bisa mengembangkan aplikasi multiplatform. Keunggulan ini tentunya membantu Anda dalam membuat aplikasi yang bisa diakses oleh pengguna Android, iOS, maupun versi website dari aplikasi itu dalam waktu yang bersamaan.

Selain aplikasi, Anda juga perlu memiliki website yang berguna sebagai sarana informasi mengenai aplikasi yang sedang dibuat. Proses pembuatan website memakan waktu yang tidak sedikit, apalagi Anda juga sedang mengembangkan aplikasi dengan Flutter sekaligus mengurus aktivitas bisnis lainnya. Maka dari itu, gunakanlah jasa pembuatan website dari ToffeeDev untuk mewujudkan website bisnis Anda.

ToffeeDev tidak hanya menyediakan paket lengkap pembuatan website yang mencakup hosting dan domain. Setelah website selesai, Anda juga bisa menggunakan jasa SEO agar website-nya SEO-friendly dan bisa lebih mudah ditemukan di mesin pencarian seperti Google. Bagi ToffeeDev, website adalah strategi pemasaran digital yang bermanfaat dalam mempromosikan bisnis dan aplikasi Anda. Klik di sini dan mulailah berkonsultasi bersama ToffeeDev mengenai website impian Anda!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top