DesignAwards.Asia Design Of The Day
NEW: Facebook For Business, Your Business Story
April 5, 2016
WhatsApp Kini Menambahkan End-to-End Encryption: 100% Rahasia
April 7, 2016
Show all

Google Analytics VS Ad Server: Mana Yang Lebih Akurat?

Secara umum, program web analytics seperti Google Analytics memberikan laporan (biasanya) jauh lebih rendah dari server iklan yang kamu punya. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan angka tersebut yang dilansir dari diallodigital.com:

Preferensi browser pengunjung

Setiap pengunjung website harus mengaktifkan JavaScript, gambar, dan cookies pada browser mereka agar Google Analytics dapat melaporkan kunjungan mereka pada sebuah website.

Metode Tracking

Ada dua metode utama dalam hal ini: cookie-based dan IP + User Agent.

  • Google Analytics adalah program analytics yang berdasarkan cookies. Ini berarti, jika pengunjung mengnon-aktifkan settingan cookies mereka pada browser yang digunakan, maka keberadaan mereka di websitemu tidak terlacak. Namun ada pengecualian, ketika mereka klik melalui robot atau spider.
  • Server iklan menggunakan IP dan User Agent Tracking. Cara tracking ini biasanya menggunakan analisa log file. Cara ini biasanya melaporkan angka yang lebih tinggi dari yang dilaporkan oleh alat tracking yang berdasarkan cookies. Hal ini dikarenakan  alamat IP yang ditetapkan secara dinamis serta kunjungan spider dan robot.

Cookies Pihak Pertama vs Pihak Ketiga

Bahkan dalam solusi pelacakan yang berbasis cookies, terdapat perbedaan antara pihak ke-1 dan ke-3. Karena cookie pihak ke-3 ditetapkan oleh sumber lain selain situs yang dikunjungi, mereka sering diblokir oleh browser dan software keamanan. Google Analytics menggunakan cookie pihak 1.

Batas Pelaporan

Google Analytics membatasi kunjungan setiap pengguna ke website setiap 30 menit. Server iklan, sebagai pebandingan, tidak akan menyaring hal-hal semacam itu, tapi dapat menyadari bahwa faktanya terdapat unique visitor (menggunakan cookie) yang datang ke situs tersebut lebih dari satu kali. Jadi impresion dapat dihitung secara terpisah dari impresion yang unik. Google dapat dengan mudah menyaring beberapa impression dan memberikan unique impression.

Membandingkan Apel dengan Jeruk – Click vs Visit

Terdapat perbedaan penting antara klik yang direkam oleh server iklan dan kunjungan yang direkam oleh Google Analytics. Kolom klik pada sebuah laporan campaign merujuk kepada berapa banyak iklan tersebut diklik oleh pengunjung ketika berkunjung, dalam sebuah laporan Google menunjukkan jumlah unique session  yang dilakukan oleh pengunjung.

  • Seorang pengunjung dapat mengkilik sebuah iklan berkali-kali. Ketika satu orang mengklik iklan berkali-kali di sesi yang sama, server iklan akan mereka klik berlipat sementara Google Analytics menyadari dan menghitungnya sebagai satu kali visit. Ini merupakan kebiasaan yang umum apalagi ketika si pengunjung tengah berbelanja online.
  • Seorang pengguna bisa saja mengklik sebuah iklan, dan kemudian di sesi yang berbeda, ia bisa saja kembali secara langsung ke web tersebut dengan menggunakan fitur bookmark. Hal ini biasa terjadi dalam beberapa kasus, sehingga satu kali klik akan menghasilkan beberapa kali kunjungan.

Partial Page-Load

Pengunjung dapat mengklik iklan, namun mencegah halaman tersebut terbuka sepenuhnya dengan menavigasi ke halaman lain atau dengan menekan tombol stop pada laman browser mereka. Dalam hal ini, kode tracking Google Analytics tidak dapat mengeksekusi dan mengirim data tracking ke server Google. Namun, server iklan akan tetap mendatanya sebagai sebuah klik.

Alasan Lain Yang Menyebabkan Perbedaan Laporan Antara Google Analytics vs Ad Server

  • Gambar pihak ketiga: Beberapa browser memberikan pengguna sebuah pilihan untuk menonaktifkan gambar yang diminta dari domain yang tengah ia buka saat itu. Menonaktifkan gambar seperti itu dapat mencegah data yang dikirim ke Google Analytics.
  • Filter/setelan: Banyak solusi web analytics yang menyediakan penyaring data. Perbedaan terdapat dari bagaimana filter tersebut diaplikasikan, atau membuat filter berbeda dalam waktu bersamaan, dapat dengan drastis berpengaruh terhadap data yang terdapat di laporanmu.
  • Perbedaan zona waktu: Jika data group solusi web analisismu menggunakan zona waktu yang berbeda, data per jam atau per hari akan berpengaruh.
  • Caching: Google Analytics secara langsung memanggil server dari Google setiap kali sebuah laman dikunjungi, bahkan ketika laman tersebut telah di “cached”. Solusi analisis lainnya tidak dapat merekam kunjungan tambahan jika laman tersebut ditarik dari sebuah cache si pengguna atau servernya.

 

source : http://www.diallodigital.com/articles/google.html

Dwi Nurul
Dwi Nurul
Content Marketing Strategist di Toffeedev. Sangat antusias untuk bidang marketing, public relations, and digital marketing.

1 Comment

  1. Top Bola berkata:

    Owh ya mbk mau tanya dalam hal ini agar kita bisa mengetahui secara pasti berapa jumlah visitor pada web kita lebih baik menggunakan yang mana ya? soalnya sebelumnya saaya lebih dulu menggunakan histtast

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *