Cara Menambah Followers TikTok
Saatnya Anda Manfaatkan TikTok Sebagai Media Promosi
Maret 30, 2020
Hashtag Marketing
Hashtag Marketing, Strategi Bermanfaat Untuk Bisnis Anda
Maret 30, 2020
Show all

Jangan Lakukan Cloaking di SEO Jika Anda Tidak Ingin Rugi

Hindari Cloaking di SEO

Hindari Cloaking di SEO

Mengelabui Google adalah hal terakhir yang ingin Anda lakukan jika Anda ingin tetap bertahan di halaman hasil pencarian Google. Hal terlarang ini biasa disebut dengan teknik black hat SEO. Teknik yang tidak etis ini tidak akan membantu para pengguna, dan akan memberikan Anda hal yang tentu saja tidak Anda inginkan, yaitu sebuah penalti. Teknik yang cukup sering digunakan adalah keyword stuffing, Cloaking di SEO, dan menggunakan private link networks.

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai salah satu teknik black hat SEO yaitu Cloaking.

Cloaking di SEO Adalah

Cloaking di SEO menurut definisi resmi dari Google adalah: 

“Cloaking mengacu pada praktik menyajikan konten atau URL yang berbeda kepada pengguna dan mesin pencari. Menyajikan hasil berbeda berdasarkan agen pengguna dapat menyebabkan situs Anda dianggap menipu dan dihapus dari indeks Google.”

Dari definisi di atas kita langsung melihat bahwa teknik ini akan berusaha untuk mengelabui Google, dan setiap website yang mencoba untuk mengelabui Google akan mendapatkan penalti.

Secara sederhana, Cloaking juga dapat didefinisikan menjadi dua kelompok besar, yaitu:

Secara teknis: kode / HTML yang ditampilkan untuk pencarian robot dan pengguna tidak sama.

Motivasi di balik penyajian dua versi halaman yang berbeda: jika tujuan Anda untuk memanipulasi / mempengaruhi peringkat mesin pencari (dengan tujuan menipu), tentu saja dapat disebut “cloaking yang jahat”. Jika teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna (contoh “Geo-cloaking”), itu adalah hal yang sah.

Cara Kerja Cloaking di SEO

Halaman yang di Cloaking akan ditanamkan sebuah kode khusus yang akan mendeteksi apakah yang masuk ke halaman tersebut adalah pengunjung manusia atau robot mesin pencari. Jika yang masuk adalah robot mesin pencari, maka robot tersebut akan diarahkan ke halaman khusus yang hanya berisi keyword. Tapi jika pengunjung yang datang adalah manusia, maka yang akan ditampilkan halaman dengan konten yang normal.

Baca Juga: Masalah Digital Marketing yang Bisa Anda Hindari

Contohnya adalah ketika Anda mencari sebuah kursus SEO di internet di Google, Anda mengklik sebuah URL, dengan harapan bahwa Anda akan dibawa ke halaman tersebut, namun pada kenyataannya Anda malah dibawa ke halaman yang berisi penjualan. Tentu saja Anda akan merasa tertipu.

Teknik ini juga sering digunakan untuk website spam, dimana mereka mencoba untuk menyembunyikan konten – konten ini dari Google bot agar tidak di index.

Konten yang Disesuaikan untuk Pengguna

Pada dasarnya, merubah konten untuk beberapa grup pengguna bukan lah hal yang salah. Beberapa contohnya adalah ketika Anda merubah ukuran dari website Anda untuk pengguna mobile agar mereka lebih mudah dalam mengaksesnya.

Contoh lainnya adalah ketika Anda merubah bahasa dari sebuah halaman untuk negara tertentu, yang bisa memudahkan mereka untuk membaca nya. Anda bisa memberikan Hreflang tag untuk memberikan informasi kepada mesin pencari bahwa konten tersebut memiliki alternatif bahasa lainnya. Hal – hal seperti ini tentu memiliki niat yang baik, dan bukan masalah bagi Google jika konten yang ada di dalam masih sama.

Kesimpulan

Cloaking di SEO adalah tindakan yang harus Anda hindari jika tidak ingin terkena penalti dari Google. Penalti akan memberikan Anda kerugian yang besar dan membuat segala usaha Anda menjadi sia – sia.

Apabila Anda memiliki pertanyaan atau pendapat yang berbeda silahkan bagikan pada kolom komentar, dan jangan lupa untuk share artikel ini.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *