DesignAwards.Asia Design Of The Day
Harga Jasa Pembuatan Website di Jakarta
Juli 25, 2016
Apa Yang Harus Kamu Pertimbangkan Dalam Memilih Segmentasi?
September 6, 2016
Show all

Apa Itu Segmentasi Konsumen eCommerce?

Pembagian pelanggan itu adalah kebalikan dari memperlakukan semua orang dengan sama – yang dimana sebagian besar perusahaan melakukan cara kerja mass marketing. Jika dulu kita melihat iklan yang sama di televisi, pada saat yang bersamaan juga kita menginginkan produk yang sama. Pada waktu itu, berkomunikasi itu mahal harganya, dan hanya brand besar saja yang dapat menggunakannya. Karena masalah biaya, brand-brand besar membuat satu pesan dan dibagikan secara meluas ke masyarakat.

Saat ini, hal tersebut sudah jauh berbeda. Kita semua bisa memiliki apa saja yang kita inginkan. Dan yang lebih penting lagi, pesan yang saat ini kita dapatkan tidak sepenuhnya sama dengan orang lain. Semuanya disesuaikan. Akan tetapi pesan yang disampaikan dengan cara custom marketing ini tidaklah langsung ke orangnya. Sebaliknya, mereka mengumpulkan orang yang memiliki ketertarikan yang sama dan menggunakan grup-grup atau segmen mereka untuk mengkomunikasikan pesan yang sama dengan cara yang sama pula.

Lalu, mengapa pembagian konsumen itu penting? Dan mengapa kita harus menggunakannya?

Contoh sederhana, ketika kamu ingin membeli sebuah kamera dan kamu mulai mencarinya via online. Kamu akan mencari perbandingan harga dari beberapa eCommerce yang kamu ketahui. Esoknya, kamu langsung melakukan pembayaran dan akhirnya kamu memiliki sebuah kamera. Lalu beberapa hari kemudian, kamu log in ke Facebook dan kamu melihat banyak sekali iklan bermunculan di halaman beranda kamu. Tidak hanya Facebook, bahkan ketika kamu membuka situs lain, iklan kamera tersebut terus bermunculan. Apakah itu tidak mengesalkan?

Dan ya, segmentasi membantu kamu mengirimkan pesan kepada orang yang tepat di saat yang tepat juga.

Lalu sebenarnya ada berapa banyak segmentasi yang harus kamu pertimbangkan sebagai seller? Berikut adalah beberapa segmentasi yang harus kamu perhatikan:

  • First time visitors – apakah ini pertama kalinya seseorang masuk ke website kamu? Bagaimana caranya kamu mengubah mereka menjadi konsumen? Tidak adanya cookie bisa menjadi sinyal bahwa mereka adalah pengunjung baru dalam situs kamu dan kamu bisa memunculkan pop-up coupon untuk mereka. Tujuannya agar mereka bisa melakukan transaksi pertama di web kamu.
  • First time customers – apakah ini merupakan pembelian pertama mereka? Jika kamu tidak bisa menemukan email mereka pada database, kamu bisa mengirimkan mereka ucapan terima kasih untuk mengundang mereka kembali ke web kamu.
  • Repeat purchasers – ketika seseorang sampai di halaman “thank you” kamu setelah melakukan pembelian, kamu bisa mengevaluasi apakah ini pembelian pertama mereka atau bukan. Jika mereka sudah ada di sistem kamu, tandai mereka sebagai pembeli berulang, jadi kamu bisa mengirimkan mereka promosi spesial dari web. Mempertahankan pelanggan setia adalah pekerjaan utama!
  • High spending purchasers –  ini cukup mudah untuk kamu yang secara berkala melihat keseluruhan data pesanan. Jika ada salah seorang pelanggan yang valuenya lebih tinggi (mungkin) 5% dari pembeli lain, itu bisa kamu tandai sebagai “high spender”. Untuk menyenangkan diri mereka, cobalah sesekali memberinya bonus seperti bebas biaya pengiriman, diskon yang beragam serta promosi lainnya.
  • People who haven’t made a purchase in xx days – Setiap orang yang sudah melakukan pembeli di sistem kamu pasti meninggalkan beberapa informasi – kapan pembelian terakhir mereka. Ketika tanggalnya sudah melewati batas waktu terntau (misal, 2 bulan mendatang) kirimlah beberapa promosi terkait produk yang ia inginkan sebelumnya untuk mengingatkan mereka dan membuatnya melakukan sales.
  • Newsletter subscribers who purchase – Satu yang paling penting untuk melihat ke dalam daftar yang sudah kamu bangun sejak lama adalah mengubah mereka menjadi pembeli. Buatlah hubungan pada email kamu yang membawa informasi cukup banyak sehingga kamu dapat menandai mereka sebagai “newsletter folks”. Dari sinilah kamu dapat menentukan konversi jenis apa yang kamu dapatkan dari newsletter tersebut.

Tentu saja pada kenyataannya terdapat ada lebih banyak kemungkinan segmentasi lainnya yang dapat kamu pertimbangkan, berdasarkan beberapa faktor berikut:

  • Lokasi
  • Status log-in
  • Perangkat (mobile, desktop, dll)
  • Nilai kehidupan
  • Jenis kelamin, umur dan data demografik lainnya

Selanjutnya nanti akan kita bahas apa yang harus kamu pertimbangkan sebagai landasan saat memilih segmen atau kelompok. Jika ada yang ingin ditanyakan seputar segmentasi konsumen, silahkan hubungi Toffeedev di 021 – 5890 1608 atau email ke support@toffeedev.com

 

source: chrislema.com

Dwi Nurul
Dwi Nurul
Content Marketing Strategist di Toffeedev. Sangat antusias untuk bidang marketing, public relations, and digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *