5 Cara Menulis Artikel sesuai Request Client

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Halo semuanya, welcome back to Toffee #SharingMonday. Toffee #SharingMonday adalah

sebuah video series dari ToffeeDev, yang membahas tentang dunia digital marketing dimulai dari SEO, web developer, ads, hingga konten. Kali ini bersama saya Timotius, Content Lead dari ToffeeDev, saya akan membahas tentang, lima tahap menulis artikel sesuai request client. 

Agency membutuhkan client, begitu juga sebaliknya. Dalam hubungan ini terkadang ada masalah ataupun konflik ataupun intrik yang terjadi. Tapi, jika hubungan ini bisa di-maintain dengan baik, maka keduanya bisa saling menguntungkan. Client membutuhkan konten yang dibuat oleh agency, dengan konten tersebut maka client bisa mendapatkan konten-konten yang dimasukkan di dalam website mereka. Dari khususnya artikel dan juga copywriting.

Tahap Pembuatan Artikel 

Untuk membuat artikel client sendiri, Anda perlu melakukan lima tahap yang akan saya berikan di dalam video ini.

1. Mengetahui Produk Client

Tahap pertama adalah mengetahui produk client. Produk client ini kita harus tahu dari sisi produknya apa saja, dalam bentuk barang ataupun jasa. Kemudian kita juga harus tahu deskripsi produknya, agar kita mengerti nanti apa yang dituliskan.Itu termasuk ke dalam product knowledge dan harus dilakukan oleh setiap content writer.

2. Menentukan Gaya Tulisan

Lalu yang kedua bertanya apakah client memiliki gaya tulisan yang ingin mereka inginkan sendiri. Gaya tulisannya maksudnya bahasanya bisa formal ataupun non-formal. Bisa pakai ‘lu gua‘, bisa pakai ‘aku kamu’, bisa pakai ‘Anda’ atau ‘saya’. Memang dalam gaya penulisan ini  semua client berbeda-beda. Ada yang lebih suka gaya formal, tapi ada juga yang lebih suka gaya non-formal. Ini semua ditentukan oleh, product knowledge yang ingin mereka bawa kepada setiap pembaca.

3. Mengumpulkan Informasi

Kemudian yang ketiga adalah mengumpulkan informasi terkait untuk keperluan artikel. Hal ini harus diangkat oleh content writer supaya setiap artikel yang mereka buat bisa mendapatkan, bisa memasukkan informasi yang memang paling penting. Karena setiap artikel memiliki topik yang berbeda-beda. Apalagi jika produk client tersebut sangatlah banyak. Apalagi kalau ditambah client ingin, di dalam setiap artikel ada product knowledge yang ada informasi-informasi penting, yang tidak bisa ditemukan oleh pembaca di artikel-artikel kompetitor mereka ataupun artikel-artikel di website lain. Dengan begitu maka artikel yang dibuat oleh content writer, akan menjadi lebih tepat dan informasinya juga lebih berbobot.

4. Saatnya Menulis

Lalu yang keempat adalah inilah saatnya Anda menulis. Sebagai content writer, menulis artikel itu memang bisa dibilang susah-susah gampang. Ada yang bisa menulis artikel dengan cepat, ada juga yang harus menulis artikelnya cukup lama. Ada yang hanya butuh 20 menit ataupun 30 menit, ada yang harus sampai sejam. Dan SEO sendiri, satu artikel minimal memiliki 500 kata. Begitupun juga di dalamnya harus ada keyword yang fokus kepada topik tersebut. Namun dengan tiga tahapan sebelum yang sudah dibuat, yang sudah dilakukan. Maka content writer akan lebih mudah untuk membuat artikel setiap client, apapun topiknya. Client bilang product knowledge, ya kita sudah tahu apa yang client inginkan dari segi bahasa dan juga kita sudah menemukan informasi-informasi penting dan pendukung di dalam artikel tersebut, maka proses pembuatan artikel harusnya lebih cepat. Memang, untuk membuat artikel perlu latihan. Bahkan bagi saya, berapapun Anda membuat artikel, berapa kalipun membuat artikel dan berapa kali pun Anda mendapatkan knowledge tentang cara membuat artikel, jika tidak dilakukan atau dipraktekkan, maka hasilnya akan sia-sia saja. Oleh karena itu, intinya adalah selalu membuat artikel sebaik mungkin, berikan informasi yang lengkap sesuai keinginan client, dan hasilnya pasti lebih bagus.

5. Terbuka terhadap Kritik dan Saran

Kelima adalah ketika artikel tersebut sudah diberikan kepada client Anda jangan takut menerima kritik dan saran dari client. Biasanya artikel yang sudah Anda buat akan diberikan ke client lalu client akan membaca terlebih dahulu untuk me-review apakah artikel tersebut sudah ok untuk naik ke website atau belum. Cukup banyak artikel-artikel yang nanti akan dibalikkan atau diberikan kritik atau saran oleh client yang mungkin mereka  akan request mengganti kalimat di paragraf satu atau, paragraf dua, dan lainnya.Bahkan juga bisa mereka minta ganti foto. Sebenarnya apa yang diharapkan oleh client itu harus Anda terima dengan lapang dada.Memang ada momen-momen di mana Anda tidak mendapatkan kritik dan saran dan harus melakukan revisi membuat Anda berpikir ‘apakah artikel tersebut sudah layak atau belum’. Namun dengan kritik dan saran dari client itu akan membuat Anda tahu apa yang client inginkan dalam. Kadang client pun juga suka tidak langsung memberitahu apa yang mereka butuhkan. Seiring berjalannya waktu, mereka akan memberitahukan kepada Anda berdasarkan hasil artikel yang dibuat.

Jadi itulah lima tahap menulis artikel sesuai request client dari saya Timotius. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat untuk Anda dan Anda bisa menerapkannya di dalam aktivitas pekerjaan Anda sehari-hari. Jangan lupa untuk share video ini, subscribe channel ToffeeDev, dan komen di bawah tentang apa pendapat Anda mengenai informasi yang saya berikan. Sampai jumpa di ToffeeDev #SharingMonday berikutnya.

Sampai jumpa.

Kategori