8 Jenis Ads yang Paling Banyak Digunakan di Era Digital

jenis ads

Ads, atau iklan, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di era digital. Setiap kali membuka smartphone atau menjelajahi internet, pasti akan ada berbagai jenis iklan yang muncul. Dari seringnya ads yang muncul, tahukah Anda ada berapa jenis ads yang dapat digunakan oleh para pengiklan? Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari berbagai jenis ads yang paling banyak digunakan oleh para pengiklan. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan ads dan perkembangannya dari yang masih tradisional hingga digital. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Ads?

Ads, atau iklan, merupakan sarana komunikasi yang kuat dan sering digunakan oleh perusahaan dan pengiklan untuk mempromosikan produk, layanan, atau merek tertentu kepada publik. Secara umum, iklan berfungsi sebagai jembatan antara produsen dan konsumen, dengan tujuan untuk meyakinkan audiens agar membeli atau menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan.

Sejarah Ads

Sejarah iklan sebenarnya telah ada selama berabad-abad. Pada awalnya, iklan lebih bersifat sederhana dan berfokus pada komunikasi lisan atau poster tangan yang ditempel di tempat-tempat publik. Namun, dengan perkembangan teknologi dan masyarakat yang makin maju, iklan telah mengalami perubahan drastis menuju era digital yang kita kenal saat ini. Perubahan paling signifikan adalah pergeseran dari iklan tradisional ke iklan digital. Sebelum era digital, iklan sering kali muncul di media cetak seperti surat kabar, majalah, atau pamflet. Televisi dan radio juga sempat menjadi medium paling populer untuk memasang iklan, yang muncul dalam bentuk iklan berdurasi singkat atau sponsor program. Perubahan Iklan Tradisional ke Digital

Perubahan Iklan Tradisional ke Digital

Seiring dengan perkembangan teknologi internet, iklan tradisional pun mulai beralih ke media digital. Iklan di situs web, email, dan mesin pencari telah menjadi hal yang umum karena memungkinkan pengiklan untuk menargetkan audiens yang lebih spesifik dan mengukur efektivitas iklan dengan lebih baik. Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter telah menjadi platform utama bagi para pengiklan. Platform-platform tersebut memungkinkan pengiklan untuk berinteraksi dengan audiens secara langsung dan memanfaatkan data pengguna untuk menargetkan iklan dengan lebih tepat. Selain itu, iklan berbayar di mesin pencari seperti Google Ads juga memungkinkan perusahaan untuk muncul di hasil pencarian relevan, meningkatkan visibilitas mereka di internet. Tidak hanya itu, platform seperti YouTube pun telah menjadi tujuan utama untuk iklan video dan mulai mengalahkan TV. Dengan peningkatan perangkat seluler, iklan telah berkembang menjadi lebih responsif, menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar dan perangkat. Iklan-iklan digital tersebut memungkinkan pengiklan untuk mengukur efektivitas kampanye mereka dengan lebih baik. Ditambah, adanya data analitik memungkinkan mereka untuk melihat seberapa baik iklan mereka bekerja dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Pergeseran ini mencerminkan perubahan dalam perilaku konsumen yang makin bergantung pada internet dan teknologi. Dengan terus berkembangnya dunia digital, iklan terus beradaptasi untuk memenuhi tuntutan dan preferensi audiens modern. Banner - Ads General

Jenis-Jenis Ads yang Paling Banyak Digunakan di Era Digital

Di era digital yang penuh dengan inovasi teknologi, pengiklan memiliki beragam pilihan untuk mencapai audiens mereka. Berikut ini adalah beberapa jenis ads yang paling banyak digunakan dalam dunia periklanan digital.

1. Native Ads

Native ads adalah salah satu jenis iklan yang muncul dengan cara yang sangat alami dan tidak mengganggu di lingkungan digital. Mereka dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat seperti bagian integral dari konten organik di platform tempat mereka muncul. Contohnya adalah iklan yang berbentuk kiriman di umpan berita media sosial, seperti Facebook. Iklan ini seringkali memiliki teks dan gambar yang serupa dengan kiriman dari teman-teman pengguna, sehingga pengguna tidak selalu menyadari bahwa itu sebenarnya adalah iklan.

2. Email Marketing

Email marketing adalah salah satu strategi periklanan yang telah berubah drastis di era digital. Iklan ini melibatkan pengiriman pesan promosi atau informatif kepada daftar pelanggan atau prospek melalui email. Biasanya, email marketing dapat berupa newsletter bulanan, penawaran khusus, atau pemberitahuan tentang produk atau layanan baru. Contoh yang umum adalah menerima email dari situs e-commerce yang memberi tahu Anda tentang diskon eksklusif atau produk terbaru yang mungkin menarik perhatian Anda. Baca Juga: 5 Cara Membuat Facebook Ads Manager untuk Campaign Anda

3. Social Media Ads

Social media ads adalah iklan yang muncul di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn. Mereka merupakan bagian integral dari pengalaman pengguna di platform tersebut. Sebagai contoh, iklan yang muncul di umpan berita Facebook seringkali memiliki teks, gambar, atau video yang menarik, serupa dengan kiriman dari teman-teman pengguna. Pengiklan dapat dengan cermat menargetkan iklan ini berdasarkan demografi, minat, dan perilaku pengguna, sehingga mencapai audiens yang paling relevan.

4. Display Ads

Display ads adalah jenis iklan visual yang muncul di berbagai situs web dan aplikasi. Mereka dapat berupa banner, gambar, atau video pendek yang ditempatkan di berbagai lokasi di halaman web. Display ads sering digunakan untuk membangun brand awareness dan mencapai audiens yang lebih luas. Contoh umum adalah iklan banner yang muncul di atas atau di sisi artikel di situs berita online; mereka sering kali mempromosikan produk atau penawaran khusus. Baca Juga: Apa Itu Konversi dalam Google Ads dan Bagaimana Mengoptimalkannya?

5. Online Video Ads

Online video ads adalah iklan berbentuk video yang muncul di platform seperti YouTube. Mereka dapat berupa iklan pre roll yang diputar sebelum video utama atau iklan yang muncul di tengah konten video. Dibanding dengan format lain, video biasanya memiliki potensi yang lebih besar untuk menyampaikan pesan dengan kuat dan menarik perhatian pengguna melalui visual yang menarik. Sebagai contoh, iklan video di YouTube seringkali berdurasi pendek, tetapi bisa sangat efektif dalam menyampaikan informasi atau emosi kepada audiens.

6. Mobile Ads

Mobile ads adalah iklan yang dirancang khusus untuk perangkat seluler seperti smartphone dan tablet. Dengan makin meningkatnya penggunaan perangkat seluler, mobile ads telah menjadi jenis iklan yang makin penting dalam strategi periklanan. Biasanya, iklan yang dipasang melalui perangkat seluler dapat muncul dalam berbagai format, termasuk iklan dalam aplikasi, iklan responsif di situs web, atau iklan dalam permainan seluler. Baca Juga: Apa Langkah Awal Menggunakan Google Ads untuk Mencapai Tujuan Iklan Bisnis Anda?

7. Pay-per-Click (PPC)

Pay-per-click (PPC), atau yang juga dikenal dengan nama Search Engine Marketing (SEM), adalah model iklan di mana pengiklan membayar setiap kali pengguna mengklik iklan mereka. Model ini umumnya digunakan di platform mesin pencari seperti Google, melalui gitur Google Ads mereka. Biasanya, iklan yang dipasang melalui PPC akan muncul pada peringkat atas di hasil pencarian dan akan memiliki label “Sponsor” atau “Sponsored”.

8. Retargeting

Retargeting adalah strategi periklanan yang berfokus pada audiens yang sudah pernah berinteraksi dengan merek atau situs web tertentu. Ketika pengguna mengunjungi situs web atau melihat produk, cookie (informasi pelacakan) akan ditempatkan di perangkat mereka. Kemudian, iklan akan disesuaikan untuk menargetkan pengguna saat mereka menjelajahi internet atau platform media sosial lainnya. Contoh retargeting adalah ketika Anda melihat produk di marketplace, kemudian melihat iklan produk tersebut di berbagai media sosial yang Anda kunjungi selanjutnya. Banner - Ebook Ads

2 Cara Kerja Digital Advertising

Cara kerja digital advertising adalah dengan menggunakan program periklanan seperti Google AdWords atau Facebook Ads untuk menampilkan iklan kepada pengguna internet yang sesuai dengan target pasar perusahaan. Namun, secara umum ada dua cara kerja digital advertising, yakni Behavioral Targeting dan Contextual Targeting. Berikut ini merupakan penjelasan selengkapnya.

1. Behavioral Targeting

Behavioral Targeting adalah metode pemasaran online yang menggunakan informasi tentang perilaku pengguna internet untuk menampilkan iklan yang relevan bagi mereka. Teknik ini mengumpulkan data tentang aktivitas online pengguna, seperti website yang sering dikunjungi, untuk mengetahui kebutuhan dan minat mereka. Kemudian, iklan yang sesuai dengan data tersebut ditampilkan kepada pengguna saat mereka mengunjungi website atau platform media sosial lainnya.

2. Contextual Targeting

Contextual Targeting adalah metode pemasaran yang memungkinkan iklan untuk ditampilkan secara relevan berdasarkan konten atau konteks dari website yang sedang dikunjungi oleh pengguna. Teknik ini biasanya digunakan dalam Search Ads atau Paid Search, yang membutuhkan pengguna untuk mengetikkan kata atau topik tertentu di mesin pencari sebelum iklan ditampilkan. Mesin pencari kemudian akan menganalisis kata kunci yang dimasukkan dan menampilkan iklan-iklan yang relevan dengan konteks pencarian tersebut. Baca Juga: Jenis-jenis Pemasaran Digital dan Konvensional

2 Strategi Melakukan Digital Advertising

Strategi Melakukan Digital Advertising

Beberapa strategi melakukan digital advertising yang dapat Anda terapkan ialah:

1. Konten Berkualitas

Membuat konten yang berkualitas dan relevan merupakan salah satu strategi penting dalam digital advertising. Konten yang berkualitas dan relevan akan membantu perusahaan untuk menarik perhatian pelanggan dan menjadi lebih efektif dalam mengarahkan mereka untuk mengklik iklan dan mengunjungi website perusahaan. Untuk membuat konten yang berkualitas dan relevan, perusahaan harus mengetahui kebutuhan dan minat pelanggan terlebih dahulu. Yakni dengan melakukan riset pasar dan mengumpulkan data tentang pelanggan yang akan ditargetkan. Setelah itu, perusahaan dapat membuat konten yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan memenuhi kebutuhan atau minat mereka. Perusahaan juga perlu memperhatikan format dan gaya bahasa yang digunakan dalam konten yang dibuat. Format dan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami akan membantu pelanggan untuk lebih tertarik dan terlibat dengan konten yang ditampilkan. Banner - Lead Gen Ads

2. Pilih Platform yang Sesuai

Untuk memilih platform yang sesuai untuk strategi advertising digital, perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti target pasar, jenis produk atau layanan yang ditawarkan, dan tujuan iklan. Beberapa platform yang umum digunakan dalam dunia digital advertising ialah Google AdWords, Facebook Ads dan Instagram Ads. Dalam dunia yang terus berubah ini, pemilihan jenis ads yang tepat dapat menjadi faktor penentu kesuksesan kampanye periklanan Anda. Dari native ads yang terlihat alami hingga online video ads yang mengesankan, setiap jenis iklan memiliki karakteristik uniknya sendiri. Namun, untuk memaksimalkan efektivitas periklanan Anda dan mencapai audiens yang lebih besar, pertimbangkan untuk bekerja sama dengan para ahli di ToffeeDev. ToffeeDev memiliki spesialisasi dalam layanan Google Ads yang dapat membantu Anda merancang, meluncurkan, dan mengelola kampanye iklan yang sukses. Dengan pengetahuan mendalam tentang berbagai jenis iklan dan pengalaman yang teruji, ToffeeDev dapat memastikan iklan Anda mencapai target yang diinginkan dan memberikan hasil yang optimal. Hubungi kami hari ini untuk berkonsultasi dan mulailah memanfaatkan potensi penuh periklanan digital dengan ToffeeDev!

Share this post :

Capai Target Pasar Bisnis Anda!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!

Scroll to Top