Tidak semua orang langsung melakukan pembelian setelah melihat iklan untuk pertama kalinya.
Sebagian calon pelanggan masih membutuhkan waktu untuk membandingkan produk, mencari informasi tambahan, atau sekadar memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
Di sinilah TikTok Ads retargeting berperan penting karena strategi ini membantu Anda menjangkau kembali orang-orang yang sebelumnya sudah menunjukkan ketertarikan terhadap bisnis.ย
Langsung buka peluang baru dengan memahami TikTok Ads retargeting di bawah ini!
Daftar Isi
ToggleApa Itu TikTok Ads Retargeting dan Bagaimana Cara Kerjanya?
TikTok Ads retargeting merupakan strategi periklanan yang memungkinkan bisnis menampilkan iklan kepada orang-orang yang sebelumnya telah berinteraksi dengan website, aplikasi, akun TikTok, maupun iklan yang pernah dijalankan.
Daripada memulai komunikasi dari nol, retargeting membantu bisnis melanjutkan interaksi dengan calon pelanggan yang sudah mengenal brand sehingga peluang mereka melakukan tindakan berikutnya menjadi lebih besar.
Strategi ini juga membuat anggaran iklan bekerja lebih efisien karena iklan ditampilkan kepada audiens yang telah memiliki minat terhadap produk atau layanan.
Audiens retargeting dapat berasal dari berbagai sumber, seperti:
- Pengunjung website melalui TikTok Pixel.
- Pengguna aplikasi.
- Orang yang menonton video TikTok.
- Pengguna yang berinteraksi dengan akun TikTok.
- Orang yang mengklik iklan sebelumnya.
- Customer list yang diunggah ke TikTok Ads Manager.
Baca Juga: Bagaimana Cara Merancang Marketing Channel yang Efektif?
Siapa Saja yang Bisa Ditargetkan Ulang melalui TikTok Ads?
Retargeting tidak hanya ditujukan kepada orang yang pernah mengunjungi website. TikTok menyediakan berbagai pilihan audience sehingga bisnis dapat menyesuaikan strategi berdasarkan perilaku pengguna pada setiap tahap customer journey.
Semakin spesifik audience yang dipilih, semakin relevan pula pesan iklan yang diterima oleh calon pelanggan.
Beberapa audience yang dapat digunakan dalam TikTok Ads retargeting antara lain:
- Pengunjung website.
- Pengguna yang melihat halaman produk tertentu.
- Pengguna yang menambahkan produk ke keranjang.
- Pengguna yang belum menyelesaikan transaksi.
- Orang yang menonton video hingga persentase tertentu.
- Pengguna yang menyukai, berkomentar, atau membagikan konten.
- Customer list dari database bisnis.
6 Cara Membuat Custom Audience untuk Retargeting TikTok Ads
Custom Audience membantu Anda menampilkan iklan kepada kelompok pengguna yang memiliki karakteristik atau riwayat interaksi tertentu.
Agar hasil retargeting lebih optimal, setiap audience perlu disusun berdasarkan perilaku pengguna, bukan hanya berdasarkan jumlah orang yang berhasil dikumpulkan.
1. Pasang TikTok Pixel pada Website
TikTok Pixel membantu merekam aktivitas pengunjung ketika mereka membuka halaman website. Data tersebut dapat digunakan untuk membuat audience berdasarkan halaman yang dikunjungi maupun tindakan yang dilakukan pengguna.
Semakin lengkap data yang dikumpulkan, semakin mudah Anda menyusun segmentasi retargeting yang lebih akurat.
2. Buat Audience Berdasarkan Aktivitas Website
Tidak semua pengunjung website memiliki tingkat ketertarikan yang sama. Anda dapat memisahkan audience berdasarkan halaman produk, landing page, formulir, atau halaman checkout yang pernah mereka kunjungi.
Segmentasi tersebut membantu setiap iklan menyesuaikan pesan dengan posisi calon pelanggan pada proses pembelian.
3. Manfaatkan Engagement Audience dari TikTok
TikTok memungkinkan advertiser membuat audience berdasarkan interaksi yang terjadi di dalam platform.
Misalnya, Anda dapat menargetkan ulang pengguna yang pernah menonton video, memberikan like, mengomentari konten, maupun mengunjungi profil bisnis. Pendekatan ini membantu bisnis menjangkau kembali orang-orang yang sudah mengenal brand meskipun mereka belum mengunjungi website.
4. Unggah Customer List untuk Retargeting
Database pelanggan yang sudah dimiliki bisnis juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber Custom Audience.
Setelah data diunggah ke TikTok Ads Manager sesuai kebijakan privasi yang berlaku, sistem akan mencocokkan data tersebut dengan akun pengguna TikTok. Cara ini efektif ketika bisnis ingin menjalankan promosi khusus kepada pelanggan lama atau mendorong pembelian ulang.
5. Gunakan Lookalike Audience dari Custom Audience
Custom Audience tidak hanya berguna untuk retargeting, tetapi juga dapat menjadi dasar pembuatan Lookalike Audience.
TikTok akan mencari pengguna baru yang memiliki karakteristik serupa dengan audience terbaik yang sudah dimiliki bisnis. Strategi ini membantu memperluas jangkauan iklan tanpa menghilangkan relevansi target audiens.
6. Tentukan Membership Duration yang Tepat
Setiap audience memiliki masa aktif yang dapat diatur sesuai tujuan kampanye. Pengunjung yang baru meninggalkan website biasanya membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding pengguna yang berinteraksi beberapa bulan lalu.
Pengaturan durasi yang tepat membantu bisnis menampilkan iklan pada waktu yang paling relevan sehingga peluang konversi dapat meningkat.
Baca Juga: Apa Itu FLKS di TikTok dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Engagement?
Audience Mana yang Sebaiknya Dikecualikan dari Retargeting?
Retargeting memang efektif untuk meningkatkan peluang konversi, tetapi bukan berarti seluruh audience perlu terus menerima iklan yang sama. Mengecualikan kelompok audience tertentu justru membantu bisnis menghemat anggaran iklan, mengurangi frekuensi tayangan yang berlebihan, serta menjaga pengalaman pengguna tetap positif.
Audience yang sebaiknya dikecualikan dari TikTok Ads retargeting meliputi:
- Pelanggan yang sudah menyelesaikan pembelian.
- Pengguna yang sudah mengisi formulir atau melakukan konversi.
- Audience yang tidak lagi sesuai dengan target pasar.
- Pengguna yang terlalu sering melihat iklan dengan frekuensi tinggi.
- Customer yang sedang masuk kampanye retensi atau loyalty.
Audience yang memiliki performa konversi sangat rendah berdasarkan data campaign sebelumnya.
Baca Juga: Campaign TikTok: Panduan Lengkap dan Tips Jitu Memaksimalkannya
Maksimalkan TikTok Ads dengan Strategi yang Lebih Tepat!
Strategi retargeting yang tepat dapat membantu Anda menjangkau kembali calon pelanggan yang sudah menunjukkan minat terhadap bisnis Anda.
Ketika dipadukan dengan segmentasi audience yang akurat dan evaluasi campaign secara berkala, TikTok Ads berpotensi menghasilkan konversi yang lebih tinggi sekaligus membuat anggaran iklan bekerja lebih efisien.
Jika Anda berencana mulai menjalankan TikTok Ads, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan program TikTok Ads Credit bagi pengguna baru.
Program ini memberi kesempatan bagi bisnis untuk memperoleh bonus kredit iklan setelah memenuhi syarat yang ditentukan, sehingga Anda dapat mengoptimalkan campaign sekaligus menghemat biaya pemasaran di tahap awal.
Jangan lewatkan kesempatan ini! Klaim TikTok Ads Credit, ikuti langkah-langkahnya, dan maksimalkan potensi iklan TikTok Anda dengan bonus kredit hingga USD 6.000 sesuai ketentuan program.
Masih bingung dan butuh konsultasi? Tentu bisa! Anda bisa langsung menghubungi ToffeeDev sekarang juga!