IndonesiaEnglish

Kenali Jenis-Jenis Location Based Advertising untuk Iklan yang Lebih Tepat Sasaran

location based advertising

Menampilkan iklan kepada semua orang sering kali membuat anggaran pemasaran cepat habis tanpa menghasilkan konversi yang sebanding.

Karena itu, banyak bisnis mulai memanfaatkan location based advertising untuk menjangkau calon pelanggan berdasarkan lokasi mereka.

Pendekatan ini membantu bisnis menyampaikan promosi kepada orang yang lebih relevan sehingga peluang terjadinya interaksi maupun penjualan menjadi lebih besar.

Apa Saja Jenis Location Based Advertising?

Location based advertising memanfaatkan berbagai teknologi untuk menentukan kapan dan kepada siapa iklan ditampilkan.

Setiap jenis memiliki cara kerja yang berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan campaign, karakteristik pelanggan, serta cakupan wilayah yang ingin dijangkau.

1. Geotargeting

Geotargeting memungkinkan bisnis menampilkan iklan kepada pengguna berdasarkan wilayah geografis tertentu, mulai dari negara, kota, hingga radius tertentu dari sebuah lokasi.

Selain lokasi, Anda juga dapat mengombinasikannya dengan demografi, bahasa, atau minat agar target audience menjadi lebih spesifik.

Strategi ini banyak digunakan untuk bisnis yang hanya melayani area tertentu atau ingin mengoptimalkan anggaran iklan pada wilayah dengan potensi konversi tinggi.

2. Geofencing

Geofencing memanfaatkan batas virtual pada lokasi tertentu, misalnya pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, atau area di sekitar toko.

Ketika perangkat pengguna memasuki area tersebut, sistem dapat memicu penayangan iklan atau notifikasi sesuai campaign yang telah dibuat.

Pendekatan ini efektif untuk mendorong kunjungan ke toko fisik karena promosi muncul saat pengguna berada di lokasi yang relevan.

3. Beacon Marketing

Beacon marketing menggunakan perangkat Bluetooth berdaya rendah untuk mendeteksi keberadaan pengguna dalam jarak yang sangat dekat.

Teknologi ini umumnya diterapkan di pusat perbelanjaan, museum, hotel, maupun retail modern untuk mengirimkan promosi yang lebih personal.

Karena jangkauannya sangat spesifik, beacon marketing mampu menciptakan pengalaman yang lebih kontekstual dibanding penargetan berdasarkan wilayah yang lebih luas.

4. IP-Based Targeting

IP-based targeting menentukan lokasi pengguna berdasarkan alamat IP yang digunakan saat mengakses internet.

Tingkat akurasinya memang tidak setinggi GPS, tetapi metode ini tetap efektif untuk menjangkau pengguna pada level kota atau wilayah tertentu, terutama ketika data GPS tidak tersedia.

Banyak platform digital memanfaatkan teknik ini sebagai salah satu alternatif penargetan lokasi.

5. GPS-Based Advertising

GPS memberikan informasi lokasi dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibanding metode lainnya.

Data tersebut memungkinkan platform iklan menampilkan promosi berdasarkan posisi pengguna secara real-time selama mereka memberikan izin akses lokasi pada perangkat.

Oleh sebab itu, GPS-based advertising sering dimanfaatkan oleh aplikasi navigasi, layanan transportasi, maupun bisnis yang bergantung pada lokasi pengguna.

Baca Juga: Mobile Marketing: Pengertian, Strategi, dan Contohnya

7 Contoh Strategi Location Based Advertising untuk Bisnis

Setelah memahami jenis-jenisnya, langkah berikutnya memilih strategi yang sesuai dengan tujuan pemasaran. Penerapan yang tepat membantu bisnis menjangkau calon pelanggan pada waktu dan lokasi yang paling relevan sehingga peluang konversi dapat meningkat.

1. Menargetkan Pengguna di Sekitar Toko

Bisnis retail, restoran, maupun kafe dapat menampilkan iklan kepada pengguna yang berada dalam radius tertentu dari lokasi usaha.

Pendekatan ini mendorong calon pelanggan mengunjungi toko karena promosi muncul ketika mereka berada di area yang mudah dijangkau. Strategi tersebut juga membantu memaksimalkan potensi pembelian spontan.

2. Menjangkau Pengunjung Lokasi Kompetitor

Geofencing memungkinkan bisnis menampilkan iklan kepada pengguna yang sedang berada di sekitar lokasi kompetitor.

Dengan menawarkan promo atau keunggulan tertentu, bisnis memiliki peluang menarik perhatian calon pelanggan sebelum mereka mengambil keputusan pembelian. Strategi ini perlu diterapkan secara etis agar tetap memberikan pengalaman yang positif bagi pengguna.

3. Menyesuaikan Promo Berdasarkan Kota

Perilaku konsumen di setiap daerah sering kali berbeda sehingga promosi tidak selalu dapat disamakan. Anda dapat menyesuaikan penawaran berdasarkan musim, kebiasaan masyarakat, atau kebutuhan lokal agar pesan iklan terasa lebih relevan.

Personalisasi seperti ini biasanya menghasilkan engagement yang lebih baik dibanding satu campaign untuk seluruh wilayah.

4. Mendukung Pembukaan Cabang Baru

Saat membuka cabang baru, bisnis perlu membangun awareness di wilayah sekitar terlebih dahulu.

Location based advertising membantu memperkenalkan lokasi baru kepada masyarakat yang memang berada di area tersebut sehingga anggaran promosi lebih terarah. Cara ini juga dapat meningkatkan jumlah kunjungan pada masa awal operasional.

5. Menampilkan Iklan Saat Berlangsung Event

Pameran, konser, festival, maupun acara olahraga sering menghadirkan ribuan pengunjung dalam satu lokasi.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi bisnis untuk menampilkan promosi kepada audience yang sedang berada di area acara. Dengan pesan yang relevan terhadap konteks event, peluang memperoleh perhatian pengguna pun menjadi lebih besar.

6. Mengoptimalkan Kampanye Multi-Cabang

Bisnis yang memiliki banyak cabang dapat menampilkan iklan berbeda untuk setiap lokasi.

Selain mempermudah pelanggan menemukan cabang terdekat, strategi ini juga memungkinkan setiap wilayah menawarkan promo yang berbeda sesuai kebutuhan pasar setempat. Pendekatan tersebut membuat campaign terasa lebih personal dan efisien.

7. Menggabungkan Location Based Advertising dengan Local SEO

Location based advertising mampu mendatangkan perhatian pengguna dalam waktu singkat, sedangkan Local SEO membantu bisnis tetap mudah ditemukan melalui hasil pencarian Google.

Ketika kedua strategi dijalankan secara bersamaan, calon pelanggan dapat menemukan bisnis melalui iklan maupun pencarian organik. Kombinasi tersebut menciptakan peluang konversi yang lebih besar sekaligus memperkuat visibilitas bisnis di wilayah target.

Baca Juga: Implementasi Augmented Marketing untuk Memfasilitasi Keputusan Pembelian

Bagaimana Membuat Location Based Ads yang Tidak Memboroskan Budget?

Location based advertising dapat meningkatkan efisiensi campaign jika diterapkan dengan strategi yang tepat.

Sebaliknya, pengaturan lokasi yang terlalu luas atau kurang relevan justru berpotensi menghabiskan anggaran tanpa memberikan hasil yang optimal

Oleh karena itu, perhatikan beberapa langkah berikut agar budget iklan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

1. Tentukan Area Target Sesuai Jangkauan Bisnis

Pastikan area penayangan iklan sesuai dengan wilayah yang benar-benar dapat dijangkau oleh bisnis Anda.

Misalnya, restoran yang hanya melayani satu kota tidak perlu menampilkan iklan hingga ke provinsi lain karena peluang terjadinya transaksi sangat kecil. Penyesuaian area target seperti ini membantu mengurangi klik yang kurang relevan sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.

2. Gunakan Radius Target yang Tepat

Radius lokasi memengaruhi seberapa luas iklan akan ditampilkan kepada calon pelanggan. Radius yang terlalu besar dapat menjangkau pengguna di luar area layanan, sedangkan radius yang terlalu sempit berpotensi mengurangi jumlah audience.

Karena itu, lakukan pengujian beberapa radius berbeda untuk menemukan cakupan yang paling sesuai dengan kebutuhan campaign.

3. Sesuaikan Pesan Iklan dengan Lokasi Audience

Calon pelanggan lebih mudah tertarik ketika iklan menyebutkan lokasi yang dekat dengan aktivitas mereka.

Anda dapat menampilkan nama kota, kawasan, atau cabang tertentu agar promosi terasa lebih personal dan relevan.

Penyesuaian pesan seperti ini juga membantu meningkatkan kemungkinan pengguna mengklik iklan karena mereka merasa penawaran tersebut memang ditujukan kepada mereka.

4. Kombinasikan dengan Segmentasi Audience Lain

Lokasi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar penargetan. Gabungkan location based advertising dengan faktor lain, seperti usia, minat, perilaku, atau riwayat interaksi pengguna agar target audience menjadi lebih spesifik.

Pendekatan tersebut membantu mengurangi penayangan kepada pengguna yang berada di lokasi yang tepat tetapi belum memiliki ketertarikan terhadap produk atau layanan Anda.

5. Pantau Performa Setiap Wilayah Secara Berkala

Tidak semua wilayah memberikan hasil campaign yang sama. Oleh sebab itu, analisis performa setiap area berdasarkan metrik seperti klik, konversi, maupun biaya per akuisisi untuk mengetahui lokasi mana yang memberikan hasil terbaik.

Data tersebut dapat menjadi dasar dalam mengalokasikan anggaran pada wilayah yang memiliki potensi lebih tinggi.

6. Lakukan A/B Testing untuk Target Lokasi

Setiap lokasi memiliki karakteristik pasar yang berbeda sehingga strategi terbaik tidak selalu sama.

Cobalah beberapa kombinasi radius, copy iklan, maupun penawaran untuk melihat mana yang menghasilkan performa paling optimal. Hasil pengujian tersebut membantu Anda mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

Baca Juga: Apa itu Click-Through Rate? Berikut Memaksimalkannya?

Apa Metrik yang Digunakan untuk Mengukur Location Based Advertising?

Menjalankan location based advertising tidak cukup hanya melihat jumlah impresi atau klik.

Anda juga perlu mengevaluasi berbagai metrik agar dapat mengetahui apakah campaign benar-benar menjangkau audience yang tepat dan memberikan dampak terhadap tujuan bisnis.

1. Click Through Rate (CTR)

CTR menunjukkan persentase pengguna yang mengklik iklan setelah melihatnya. Nilai CTR yang tinggi sering kali menandakan bahwa pesan iklan, visual, dan penargetan lokasi sudah cukup relevan dengan kebutuhan audience.

Sebaliknya, CTR yang rendah dapat menjadi sinyal bahwa Anda perlu menyesuaikan area target atau materi iklan.

2. Conversion Rate

Conversion rate menunjukkan persentase pengguna yang melakukan tindakan sesuai tujuan campaign, seperti mengisi formulir, melakukan pembelian, atau menghubungi bisnis.

Metrik ini membantu Anda memahami apakah audience yang dijangkau benar-benar memiliki ketertarikan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. Dengan demikian, Anda dapat menilai efektivitas location based advertising dari sisi hasil, bukan hanya jumlah klik.

3. Cost Per Conversion

Cost per conversion membantu mengukur biaya yang diperlukan untuk memperoleh satu konversi.

Semakin rendah nilainya dengan kualitas konversi yang tetap baik, semakin efisien campaign yang dijalankan. Metrik ini juga membantu Anda menentukan wilayah mana yang layak memperoleh alokasi anggaran lebih besar.

4. Store Visits

Bagi bisnis yang memiliki toko fisik, store visits menjadi salah satu indikator penting. Metrik ini menunjukkan perkiraan jumlah pengguna yang mengunjungi lokasi usaha setelah melihat atau berinteraksi dengan iklan

Informasi tersebut membantu mengevaluasi apakah location based advertising benar-benar berhasil mendorong kunjungan ke toko.

5. Return on Ad Spend (ROAS)

ROAS membantu mengukur pendapatan yang dihasilkan dibandingkan dengan biaya iklan yang dikeluarkan.

Melalui metrik ini, Anda dapat mengetahui apakah campaign location based advertising memberikan keuntungan yang sebanding dengan investasi yang telah dilakukan. Evaluasi ROAS juga memudahkan proses pengambilan keputusan untuk mengoptimalkan campaign berikutnya.

6. Performa Berdasarkan Wilayah

Selain metrik umum, Anda juga perlu membandingkan performa setiap wilayah target. Analisis tersebut membantu mengidentifikasi lokasi yang menghasilkan CTR, konversi, maupun ROAS terbaik sehingga anggaran dapat difokuskan pada area yang memberikan hasil paling optimal.

Dengan pendekatan berbasis data, strategi location based advertising dapat terus berkembang mengikuti perilaku pelanggan di setiap wilayah.

Baca Juga: Mengetahui Metric Apa yang Di-Track oleh Google Analytics

Maksimalkan Hasil Location Based Advertising dengan Strategi Ads yang Tepat!

Location based advertising membantu bisnis menjangkau calon pelanggan di lokasi yang paling relevan sehingga peluang terjadinya interaksi maupun konversi menjadi lebih besar.

Namun, menentukan area target saja belum cukup untuk menghasilkan campaign yang optimal.

Anda juga perlu memastikan target audience, materi iklan, anggaran, hingga strategi bidding saling mendukung agar setiap penayangan iklan memberikan hasil yang maksimal.

Karena itu, location based advertising memerlukan proses optimasi yang berkelanjutan.

Evaluasi performa setiap wilayah, pengujian berbagai variasi target lokasi, hingga penyesuaian strategi berdasarkan data campaign dapat membantu meningkatkan efektivitas iklan sekaligus mengurangi pemborosan anggaran.

Dengan pendekatan yang tepat, bisnis dapat menjangkau calon pelanggan yang lebih relevan dan memperoleh peluang konversi yang lebih tinggi.

Jika Anda ingin memanfaatkan location based advertising secara lebih optimal, ToffeeDev siap membantu!

Melalui Jasa Ads, tim ToffeeDev akan membantu menyusun strategi penargetan lokasi, mengoptimalkan campaign berdasarkan data, mengelola anggaran iklan secara lebih efisien, serta meningkatkan peluang konversi sesuai dengan tujuan bisnis Anda.

Hubungi ToffeeDev sekarang dan konsultasikan strategi Ads yang tepat agar setiap campaign mampu menjangkau pelanggan yang benar-benar berpotensi menjadi pelanggan bisnis Anda!

Share this post :

Scroll to Top

Optimizes content to improve visibility in AI-powered search engines

Optimizes online stores to improve visibility

Optimizes business websites to attract and convert other businesses

Optimizes business websites to attract and convert other businesses

Audit analyzes a website's performance

Optimizes online stores to improve visibility

Digital solutions to enhance online presence and user experience

Optimizes visibility on Google

Optimizes visibility on Meta

Optimizes visibility on Facebook

Optimizes visibility on Instagram

Optimizes visibility on Tiktok

Optimizes visibility on Linkedin

Optimizes visibility on Yandex

Optimizes visibility with Programmatic