Skill Untuk Backend Developer
5 Skill untuk Menjadi Backend Developer Andal
Maret 16, 2021
Apa Itu Landing Page
Apa itu Landing Page dan Fungsinya
Maret 17, 2021

Apa itu Framework dan Fungsinya

Apa Itu Framework

notebook computer macbook writing technology gadget 913320 pxhere.com

Dalam bidang pengembangan situs web, framework yang berarti kerangka kerja ternyata juga berperan cukup besar. Khususnya bagi para developer (pengembang) yang hendak membuat software atau mengembangkan kode program, wajib hukumnya untuk mempelajari hal ini. Lalu, apa itu framework dan apa saja fungsinya? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut. 

Apa itu Framework?

Seperti namanya, framework yang berarti kerangka kerja dalam bahasa Indonesia digunakan dalam pengembangan aplikasi berbasis situs web maupun desktop. Framework memang dirancang guna mempermudah pekerjaan seorang developer dalam mengembangkan website atau aplikasi. Didukung kerangka kerja yang satu ini, web development dapat dikerjakan secara  lebih cepat, tersusun, serta terstruktur.

Mekanismenya di dunia pengembangan web ini adalah dengan menyusun komponen-komponen programming yang sudah ada. Ini merupakan keuntungan bagi seorang programmer atau developer karena mereka tak perlu lagi mengulang coding pada program yang sedang dikembangkan. 

Perlu diketahui bahwa terdapat tiga kategorinya terkait pengembangan website dan berdasarkan tipe bahasa pemrograman, yakni JavaScript (di antaranya: Vue.js, Angular.js, dan Node.js), CSS (Bootstrap, Foundation, dan Bulma), serta PHP (Laravel, CodeIgniter, dan Symfony). 

Fungsi-Fungsi Framework

Berikut ini adalah sejumlah fungsi dari kerangka kerja di dunia web development yang perlu Anda ketahui. 

1. Framework Membuat Kode Pemrograman Lebih Terstruktur

Fungsi paling utama adalah mewujudkan source code yang lebih terstruktur. Dengan kata lain, program yang dikembangkan nantinya disertakan ke dalam tiap-tiap komponen berdasarkan peran masing – masing. Contoh dari kode pemrograman yang terstruktur adalah salah satu framework dari bahasa pemrograman PHP, yakni Laravel. 

Dengan berkonsep MVC atau Model, View, and Controller, framework Laravel membuat hasil coding menjadi lebih terstruktur. Model sendiri berfungsi sebagai penampungan untuk kode program yang merupakan penghubung antar database aplikasi maupun algoritme pemrograman. 

Lalu, View berperan sebagai wadah dari kode program yang akan memberikan tampilan bagi klien atau pelanggan. Sementara, Controller bertugas untuk menghubungkan antara Model dan View sehingga membentuk sebuah situs web secara menyeluruh. 

2. Framework Mempercepat Proses Pembangunan Website

Kedua, framework juga didesain dengan tujuan mempercepat proses pembuatan sebuah website atau app. Namun, bukan berarti semakin cepat proses pengembangan situs web, semakin bagus pula kualitasnya. Framework selayaknya difungsikan untuk mempercepat proses pembuatan sekaligus meningkatkan mutu website sesuai kebutuhan klien.  

3. Mempermudah kinerja programmer dan developer

Baik pengembangan aplikasi maupun website dapat dipermudah jalannya dengan framework. Pasalnya, telah tersedia kode class dan function pada framework sehingga kegiatan web development menjadi lebih praktis. Anda hanya perlu memanggil perintah function atau class ke dalam kode pemrograman. 

4. Menjadikan maintenance serta dokumentasi situs web lebih efisien

Mengurangi atau menambahkan fitur pada app atau website yang telah dibuat juga dapat dibuat efisien berkat framework. Sebagai contoh, Laravel ternyata dilengkapi sejumlah fitur mumpuni untuk mengerjakan maintenance atau pemeliharaan pada program. 

Sebagai informasi, maintenance situs web memang diperlukan guna memperbarui versi situs dan menambahkan atau menarik fitur secara aman. Dengan demikian, para pengguna akan dikirimi pesan atau notifikasi terkait perbaikan website

Sedangkan pada segi dokumentasi, situs web juga menjadi lebih terstruktur. Tanpa dukungan kerangka kerja, seorang developer akan kewalahan menghadapi proses dokumentasi website. Sebaliknya, dengan bantuan kerangka kerja, tiap dokumen aplikasi dapat teridentifikasi secara cepat dan mudah. 

5. Menjaga keamanan website secara lebih optimal

Sebelum framework diciptakan, keamanan aplikasi dan website dari ancaman hacker (peretas) selalu menjadi kekhawatiran utama bagi para programmer atau developer. Berkat kerangka kerja,  mereka dapat menemukan dan mengatasi bug (kesalahan teknis pada program komputer) secara efisien sehingga semakin aman website atau app yang mereka  kembangkan. Jadi, itulah pembahasan mengenai apa itu kerangka kerja beserta fungsi-fungsinya. Semoga artikel ini berguna bagi Anda dalam bidang web development. Bagaimana cara menyusun kerangka kerja strategi digital marketing untuk bisnis? Baca disini.

Dwi Nurul
Dwi Nurul
Content Marketing Strategist di Toffeedev. Sangat antusias untuk bidang marketing, public relations, and digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments