Bagaimana Mengukur Strategi SEO yang Telah Dijalankan?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

SEO akan bisa ditingkatkan menjadi lebih baik setelah melalui proses pengukuran yang tepat. Menggunakan hasil dan data dari pengukuran, maka akan bisa dilakukan penilaian dan review seberapa tepat strategi SEO yang sebelumnya dijalankan. 

Mengukur kinerja SEO seringkali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Ada sejumlah besar komponen dan variabel dalam upaya SEO. Beberapa metrik diperlukan untuk mengukur keberhasilan. Kompleksitasnya bisa jadi menantang dan dibutuhkan kesabaran untuk menguasai seni dan ilmu mengukur SEO. Namun, hadiahnya sepadan karena sangat membantu bagi bisnis Anda. Tidak hanya seorang ahli SEO yang harus memahami ini. Para pebisnis juga akan sangat beruntung jika mengetahui dan bisa memahami pengukuran strategi SEO. 

Oleh karena itu, mari kita sama-sama mempelajari hal yang satu ini dengan berbagai informasi berguna yang ada di bawah ini.

Tidak Mudahnya Mengukur Kesuksesan Strategi SEO

Mengapa kesuksesan SEO begitu sulit diukur? Sebagai permulaan, praktisi SEO diharuskan bisa mengolah sejumlah besar data untuk dianalisis. Dengan begitu banyak data, seringkali sulit untuk mencapai kesimpulan yang singkat. 

Data perlu diprioritaskan menjadi informasi yang penting untuk situs web Anda. Tidak ada bisnis yang memiliki strategi, sasaran, dan tujuan yang sama persis. Data juga harus “dapat dilaporkan”, sehingga dapat dijelaskan dengan jelas kepada manajer dan klien. Jika keadaan menjadi terlalu membingungkan, pengambil keputusan akan mulai frustasi dengan praktisi SEO. Membuka kemungkinan yang tidak diinginkan.

Kesulitan lain adalah bahwa Google telah mengembangkan sejumlah besar faktor yang digunakan untuk bisa menentukan peringkat dari sebuah website pada SERP. Tantangannya adalah fakta bahwa Google tidak begitu cepat mengungkapkan semua komponen ini. Memang sudah banyak faktor peringkat yang dikenal dalam industri SEO, tapi masih banyak yang tetap misterius.

Cara Mengukur Keberhasilan SEO

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengukur keberhasilan kampanye SEO Anda. Untuk membuat keputusan yang tepat, Anda harus melengkapi diri dengan data mengenai situs web Anda. Hubungkan situs web Anda ke software analitik. Google Analytics adalah pilihan paling populer karena gratis dan memiliki performa yang baik. 

Di dunia pemasaran digital, hasil pencarian organik adalah hasil yang terdaftar oleh mesin pencari karena relevansi dengan permintaan pengguna, bukan karena alasan “anorganik” seperti hasil yang berbayar. Kata “organik” telah berubah menjadi kata khusus dalam industri pemasaran digital, yang menunjukkan bahwa Anda sedang mendiskusikan lalu lintas pencarian “gratis” dari mesin pencari. Hasil organik ini menjadi salah satu faktor penting dalam mengukur keberhasilan kampanye SEO. Berikut ini adalah berbagai faktor yang bisa Anda gunakan dalam mengukur seberapa berhasil strategi SEO Anda.

1. Organic Search Traffic

Salah satu metrik terpenting situs web Anda adalah berapa banyak pengguna yang mengunjungi situs Anda. Lacak traffic pencarian organik setiap bulan dan pastikan secara keseluruhan meningkat. Beberapa penurunan sesekali bisa terjadi karena musim dan variabel lainnya, tetapi penting bahwa secara umum Anda melihat tren peningkatan dalam traffic penelusuran organik ke situs. Anda dapat melihat data ini dalam beberapa cara, termasuk secara grafis melalui Google Analytic.

Baca Juga: Jenis Traffic Website? Kenali Jenis-jenisnya

2. Bounce Rate

Bounce rate situs web pada dasarnya adalah persentase pengunjung yang meninggalkan situs setelah hanya melihat satu halaman. Pengguna ini sering memilih untuk kembali ke halaman hasil pencarian untuk menemukan sesuatu yang mereka anggap lebih relevan dengan apa yang ingin mereka cari. 

Bounce rate yang tinggi tidak selalu berarti hal yang buruk karena itu bisa berarti bahwa pengguna segera menemukan informasi yang mereka cari di halaman yang mereka buka. Namun bounce rate lebih sering menjadi indikasi bahwa pengunjung Anda tidak melihat apa yang mereka harapkan saat mengklik hasil pencarian. Ini bisa berarti bahwa Anda tidak menargetkan kata kunci yang tepat, situs yang tidak teroptimasi dengan baik, atau beberapa faktor lain yang mencegah pengunjung terlibat dengan situs web Anda.

Baca Juga: Apa Itu Bounce Rate dalam Optimasi Website?

3. Goal Completions

Google Analytics memungkinkan Anda untuk menentukan “goal” di situs web Anda, dan kemudian melacak penyelesaiannya. Hampir semua tindakan yang dapat dilakukan pengguna saat berada di situs web bisa diatur sebagai tujuan. Mulai dari mengklik elemen di situs hingga mengirimkan formulir kontak dan melakukan pembelian. Anda juga dapat menerapkan goal yang lebih abstrak seperti jumlah waktu yang dihabiskan pada halaman tertentu atau berbagai goal lainnya. 

Beberapa tujuan yang lebih canggih mungkin memerlukan sedikit bantuan Javascript dari pengembang front-end. Pikirkan tentang tujuan keseluruhan dari dibuatnya situs web untuk bisa menentukan tindakan apa yang Anda inginkan dari para pengunjung dan lacak penyelesaiannya setiap bulan.

Baca Juga: Tipe Goal Dalam Sebuah Website yang Mesti Anda Ketahui

4. Persentase Total Traffic yang Berasal dari Penelusuran Organik

Semakin besar persentase total traffic yang berasal dari organik, semakin besar Anda mengandalkan penelusuran organik dalam upaya mengarahkan traffic ke situs Anda. Perhatikan seberapa banyak pengunjung situs yang berasal dari organik. Jika Anda melihat persentase ini mulai turun, mungkin perlu memikirkan kembali strategi SEO yang mungkin lebih tepat untuk situs Anda.

5. Halaman Per Pengunjung

Semakin banyak halaman yang dilihat pengunjung setelah tiba di situs, artinya semakin menarik situs Anda. Pada intinya, Google bertujuan untuk memberikan para pengguna hasil pencarian yang paling relevan yang menawarkan nilai yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Melihat statistik ini dari sudut pandang organik dapat memberitahu bahwa Anda sudah menargetkan dengan tepat. 

Di sisi lain, mungkin data ini dapat menunjukan data di mana pengunjung mungkin tertarik dengan konten yang disajikan, tetapi situs mungkin tidak cukup ramah pengguna. Sehingga lakukan optimasi dengan baik menggunakan data yang satu ini.

6. Anchor Text

Melalui pembatuan algoritma Google Penguin, rasio anchor text dari profil tautan balik situs web telah menjadi poin yang sangat penting untuk menjaga “kesehatan” situs web secara keseluruhan. Penjelasan singkat dan sederhananya adalah bahwa situs web harus memiliki profil backlink sealami mungkin, termasuk anchor text dari tautan tersebut.

7. Volume Keyword

Apakah Anda menargetkan kata kunci yang benar-benar sering dicari? Peringkat di halaman pertama untuk ratusan istilah yang tidak dicari oleh orang banyak akan tidak ada artinya sehingga ini hanya akan menghabiskan waktu dan budget. Bila ingin bersaing dalam volume yang besar, ciptakan konten yang relevan dan sudah di optimasi dengan baik. Dengan begitu, para pencari akan lebih memilih situs web Anda.

Itulah berbagai faktor yang bisa Anda gunakan untuk mengukur keberhasilan dari sebuah upaya SEO. Melalui hal ini Anda juga bisa mendapatkan berbagai insight berguna yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas optimasi SEO Anda. Manfaatkan Jasa SEO dari Digital Marketing Agency ToffeeDev. Siap membantu bisnis Anda untuk naik ke level selanjutnya. Segera mulai konsultasi bersama kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post