Konsep Pemasaran: Pengertian, Jenis, dan Cara Penerapannya

konsep pemasaran adalah

Pemasaran atau marketing adalah suatu upaya menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mengubah tawaran yang memiliki suatu nilai bagi calon konsumen, klien, mitra, atau masyarakat secara umum. Pemasaran tersebut kemudian dibagi dalam konsep-konsep pemasaran untuk memudahkan perencanaan Anda.

Konsep pemasaran adalah konsep yang dipilih oleh perusahaan atau bisnis Anda untuk merencanakan dan memaksimalkan keuntungan dengan cara meningkatkan penjualan (sales), memenuhi kebutuhan konsumen dan mengalahkan kompetitor.

Tujuan dari konsep pemasaran adalah membantu Anda menentukan strategi bisnis yang sesuai dengan produk atau layanan yang tersedia. Perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran akan mampu menciptakan situasi yang menguntungkan kedua pihak: Anda sebagai penjual dan pelanggan sebagai pembeli.

Dalam artikel ini, ToffeeDev akan menjelaskan pentingnya menerapkan konsep marketing atau pemasaran dan jenis-jenis konsep pemasaran yang bisa Anda terapkan. Yuk, simak langsung pembahasannya di bawah ini!

Pengertian Konsep Pemasaran

Pengertian Konsep Pemasaran

Pada dasarnya, konsep pemasaran adalah upaya menciptakan gambaran besar atau konsep secara keseluruhan demi memaksimalkan keuntungan bisnis. Anda perlu memenuhi kebutuhan pelanggan, meningkatkan penjualan, dan mengungguli kompetitor bisnis.

Konsep pemasaran membutuhkan data yang dapat diolah untuk mengetahui kebutuhan dan karakteristik pelanggan. Dengan demikian, Anda dapat memilih strategi pemasaran yang efektif sekaligus menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku bisnis dengan pelanggan.

Nah, untuk memahami konsep pemasaran secara utuh, Anda harus terlebih dahulu memahami tiga hal penting dalam pemasaran atau marketing, yaitu:

  • Kebutuhan (needs) – Hal-hal yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup. Tanpa pemenuhan kebutuhan, hidup bisa terancam. Kebutuhan yang dimaksud mencakup makanan, tempat tinggal, keamanan, harga diri, rasa hormat, keberadaan sosial, dan semacamnya.

  • Keinginan (wants) – Hal-hal yang mungkin dianggap penting, tetapi tidak sampai mengancam keberlangsungan hidup jika tidak terpenuhi. Keinginan tidak harus dipenuhi, tetapi akan memuaskan jika terwujud.

  • Tuntutan (demands) – Ketika keinginan dan kebutuhan didukung dengan kemampuan untuk membeli, hal-hal tersebut akan berubah menjadi tuntutan.

Tiga hal penting dalam pemasaran tersebut juga membutuhkan konsep pemasaran yang berbeda. Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan (needs), konsep yang cocok digunakan adalah konsep pemasaran. Lalu, untuk memenuhi keinginan (wants), konsep yang lebih tepat adalah konsep penjualan. 

Baca Juga: Mengulas Definisi dan Tahapan Customer Journey

5 Jenis Konsep Pemasaran

Ada begitu banyak konsep pemasaran dan sebagian dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis tertentu. Terdapat pula beberapa konsep yang sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi digunakan. Biar begitu, paling tidak ada lima jenis konsep pemasaran yang masih efektif digunakan sampai sekarang. Di antaranya: 

1. Konsep Produksi

Konsep produksi berangkat dari asumsi bahwa pelanggan akan membeli produk karena memiliki harga terjangkau yang juga tersedia dalam jumlah banyak. Dalam konsep ini, perusahaan akan fokus pada proses produksi sebanyak mungkin dan pada proses distribusi produk.

Perusahaan menciptakan produk dengan biaya rendah dan jumlah tinggi, lalu menggunakan strategi distribusi luas untuk memasarkan produk sebaik mungkin. Dengan membidik lebih banyak target, produktivitas dan penjualan produk akan meningkat. Konsep ini memang mengutamakan kuantitas produk, bukan kualitas. Akibatnya, ada risiko konsumen mungkin tidak puas dengan kualitas produk yang dinilai kurang baik. 

banner

2. Konsep Produk

Konsep produk berlawanan dengan konsep produksi. Dalam konsep ini, diasumsikan bahwa pelanggan menyukai produk berkualitas dengan fitur-fitur terbaik dan memiliki keterbaruan. Perusahaan yang menggunakan konsep ini harus memenuhi keinginan pelanggan yang bisa terus berubah. Jadi, bukan jumlah produk yang penting, tetapi kualitas produk tersebut harus terjamin dan mencapai level tertinggi.

Konsep produk biasanya lebih cocok untuk brand-brand berkelas yang menjual produk berharga tinggi, contohnya Apple dan The Body Shop. Dengan konsep ini, identitas brand dan produk juga diunggulkan.

3. Konsep Penjualan

Konsep penjualan berasumsi bahwa pelanggan tidak akan tertarik membeli produk yang ditawarkan jika Anda tidak menawarkan produk melalui promosi besar-besaran. Dalam konsep ini, promosi penjualan harus dilakukan secara terus-menerus.

Konsep ini fokus pada penjualan produk secara menyeluruh, tetapi mengabaikan faktor kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Jadi, tidak semua produk cocok menggunakan konsep ini. Anda harus terus-menerus melakukan campaign atau promosi produk untuk meningkatkan penjualan. 

Baca Juga: Jenis-jenis Pemasaran Digital dan Konvensional

4. Konsep Pemasaran

Fokus utama konsep pemasaran adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan pelanggan sebaik mungkin. Jadi, Anda sebagai pebisnis perlu mengutamakan kebutuhan pelanggan dalam menerapkan strategi marketing.

Dalam konsep ini, Anda perlu berasumsi bahwa pelanggan selalu benar dan karena itu Anda harus berupaya memenuhi kebutuhan mereka. Strategi marketing yang dipilih biasanya fokus untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan. 

Cara berpikir dalam konsep ini dapat disebut terbalik. Anda tidak mencari target market yang tepat, tetapi justru mengubah dan menyesuaikan produk Anda untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang sudah tersedia. 

5. Konsep Pemasaran Sosial

Konsep pemasaran sosial tergolong baru dan muncul sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan sosial di masyarakat. Konsep ini dibuat dengan asumsi untuk mengutamakan kesejahteraan publik secara menyeluruh.

Artinya, apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan mungkin tidak akan berguna bagi mereka dalam jangka panjang. Anda harus membuat produk yang cocok untuk pelanggan, bukan hanya yang mereka inginkan. Contohnya, memproduksi barang atau jasa yang ramah lingkungan tetapi dibutuhkan oleh pelanggan.

Tujuan dari jenis konsep pemasaran satu ini adalah meningkatkan kesadaran perusahaan bahwa dalam membuat dan memasarkan produk, mereka juga punya tanggung jawab sosial. Jadi, tidak hanya sekadar fokus terhadap penjualan dan keuntungan.

Cara Penerapan Konsep Pemasaran

Cara Penerapan Konsep Pemasaran

Memang tidak semua konsep di atas efektif dan cocok dengan bisnis Anda. Anda bebas mengambil aspek dari berbagai konsep berbeda dan menyatukannya dalam mendesain marketing plan atau rencana pemasaran. Anda pun bisa mengombinasikan beberapa konsep, seperti penjualan dan pemasaran atau penjualan dan promosi untuk mencapai hasil maksimal yang diinginkan.

Nah, dalam proses menerapkan konsep pemasaran tersebut, Anda perlu mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum membuat keputusan:

  • Siapa target audiens Anda? Demografi seperti apa yang tertarik membeli produk atau jasa Anda? Apa yang mereka butuhkan dan apa yang bisa Anda tawarkan? 

  • Apa tujuan bisnis Anda selain meraih keuntungan? Sebagai contoh, bisa jadi Anda berupaya menciptakan basis pelanggan yang loyal, jadi strateginya berbeda.

  • Apa yang membuat brand Anda unik? Apa yang perlu diketahui pelanggan sebelum membeli produk Anda? 

Baca Juga: Mengenal Pentingnya Riset Pemasaran bagi Bisnis

Jadi, bisa disimpulkan bahwa konsep pemasaran adalah upaya menciptakan gambaran pemasaran secara menyeluruh demi memaksimalkan keuntungan bisnis. Anda bisa menggunakan beberapa konsep pemasaran sekaligus atau pilih salah satu sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini.

Dukung konsep pemasaran yang telah Anda buat tersebut dengan strategi Digital Marketing yang matang. Untuk kebutuhan satu ini, Anda bisa menyerahkannya kepada ToffeeDev yang menyediakan layanan jasa Digital Marketing, mulai dari pembuatan website, SEO, dan masih banyak lagi. Klik di sini untuk berkonsultasi dengan kami!

Share this post :

Capai Target Pasar Bisnis Anda!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!

Scroll to Top