5 Penerapan dan Contoh SEO Off Page

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Ada berbagai penerapan dan contoh SEO off-page yang perlu dipahami bagi para SEO pemula ataupun pemilik bisnis. Namun sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai contoh SEO off-page, apakah Anda tahu apa itu SEO? Jika Anda hanya pernah atau sering mendengar tentang SEO namun tidak mengerti apa itu SEO beserta fungsinya, mari kita kembali sejenak mengenai pemahaman dasar SEO.

SEO atau Search Engine Optimization merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengoptimalkan website. Mengapa website perlu dioptimalkan? Bagi para pemilik website terutama bagi Anda yang merupakan pengusaha dan memiliki website bisnis, tujuan dari membuat website tentunya untuk mendapatkan keuntungan, bukan? Dalam proses untuk mendapat keuntungan, maka website Anda harus memiliki banyak pengunjung atau cara ini biasa disebut dengan meningkatkan traffic website

Ketika traffic website meningkat, maka peluang agar website Anda agar muncul di halaman pertama mesin pencari akan semakin tinggi dan dari sinilah keuntungan bisa didapatkan karena semakin banyak pengguna internet yang mengunjungi website Anda. Namun, untuk meningkatkan traffic website tidaklah mudah. Ada berbagai banyak hal yang perlu dilakukan dan salah satunya yaitu dengan melakukan SEO. Jadi, sekarang Anda sudah mengerti bukan mengenai apa itu SEO?

SEO sangat penting dilakukan oleh setiap pemilik website terutama jika website tersebut dibuat untuk keperluan bisnis. Hal ini dikarenakan ketatnya persaingan website untuk dapat dimunculkan dalam halaman pertama mesin pencari, khususnya Google.  Dalam menjalankan SEO, Google menjadi mesin pencari yang dijadikan patokan dalam penilaian website serta algoritma. 

Untuk melakukan SEO, ada dua cara yang dilakukan yaitu dengan melakukan optimasi dari dalam website yang disebut dengan SEO on-page serta cara lainnya adalah dengan melakukan optimasi dari luar website yang disebut dengan SEO off-page. Khusus untuk artikel ini, ToffeeDev akan mengupas tuntas mengenai SEO off-page mulai dari pengertian, contoh penerapannya, manfaat, hingga rekomendasi tools untuk melakukan SEO off-page yang perlu Anda ketahui sebagai pemilik website bisnis. Simak pembahasannya di bawah ini. 

Pengertian SEO Off Page

SEO off-page merupakan optimasi yang difokuskan secara eksternal atau dari luar website. Dalam melakukan optimasi SEO, pembenahan website secara internal saja tidak cukup. Anda perlu melakukan SEO off-page untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam meningkatkan score website di Google. 

Ada banyak faktor eksternal yang bisa membantu Anda dalam melakukan optimasi SEO. Namun, banyak orang yang sering melakukan kesalahan dan berpikir bahwa SEO off-page hanya berbicara mengenai link building saja. Nyatanya, ada berbagai macam penerapan SEO off-page yang dapat Anda lakukan. Intinya, seluruh faktor eksternal yang dapat mendukung perkembangan kualitas serta traffic website, dikategorikan sebagai metode dari optimasi SEO off-page.

Contoh SEO Off Page

Berikut ini, ada 5 contoh penerapan off-page  SEO yang biasa dilakukan oleh para praktisi SEO, yaitu:

1. Link Building

Contoh optimasi SEO off-page pertama yang paling umum dan sering digunakan adalah link building. Optimasi SEO tidak bisa berjalan apabila tidak adanya link building. Lalu, apa itu link building?

Link building merupakan metode SEO off-page yang dilakukan dengan cara menanam link pada website lain. Link yang ditanam ini akan diarahkan ke website milik Anda sendiri. Sebagai contoh, website bisnis yang Anda miliki menjual alat-alat masak. Maka, Anda bisa menggunakan link building dengan menanam link pada websitewebsite yang berhubungan dengan alat-alat masak seperti blog yang berisikan resep makanan dan sebagainya.

Link building penting untuk dilakukan dalam melakukan optimasi website Anda sebab saat ini, Google telah mengembangkan algoritma mereka untuk menilai kuantitas dan kualitas backlink dari sebuah website. Oleh karena itu, dalam membangun backlink setidaknya ada lima faktor yang perlu diperhatikan agar Google dapat memberikan nilai yang baik untuk website bisnis Anda, yaitu:

  • Page dan Domain Authority: Penilaian kualitas link diukur dengan cara menilai kualitas profil backlink secara keseluruhan dalam sebuah domain dan juga dalam halaman tertentu. Skala perhitungan nilai kualitas backlink ini diukur dengan skala 1 hingga 100. Semakin tinggi nilai yang Anda dapatkan, maka semakin tinggi pula kualitas backlink yang ditanam dalam website tersebut.
  • Anchor Text: Dalam menanam link pada sebuah website, Anda serta merta meletakkan URL link begitu saja di sana. Link yang ditanam perlu disematkan dalam anchor text atau teks yang sesuai dengan kata kunci yang ditargetkan.
  • Dofollow dan Nofollow: Google memiliki bot yang dapat mendeteksi kualitas authority dari sebuah website. Apabila bot dapat mendeteksi sebuah backlink, maka link tersebut masuk ke dalam dofollow dan sebaliknya apabila sebuah link memiliki tag nofollow, maka bot tidak dapat mendeteksi backlink tersebut.
  • Relevansi: Dalam membangun backlink, pastikan linklink yang ditanam masih sesuai dan relevan dengan bisnis yang Anda jalankan. Jika Anda menjalankan website bisnis yang bergerak di digital marketing, maka carilah website lain yang memiliki niche yang sama yaitu digital marketing juga atau dengan tema serupa.
  • Traffic Website: Ketika Anda akan membangun backlink, maka perhatikan website yang akan digunakan dalam menanam link tersebut. Apabila website tersebut memiliki traffic website yang tinggi, maka traffic website Anda yang dihasilkan dari backlink tersebut akan semakin tinggi juga.

2. Google My Business

Google memiliki berbagai fitur yang dapat digunakan oleh setiap pengguna internet secara gratis. Salah satu fitur yang sangat membantu para pemilik bisnis adalah Google My Business. Pernahkah Anda mendengar tentang Google My Business ini? Google My Business merupakan fitur listing bisnis dari Google. Jadi, seluruh pemilik bisnis termasuk Anda dapat mendaftarkan bisnisnya di Google My Business. Apa keuntungan Google My Business untuk Anda?

Keuntungannya untuk Anda adalah pelanggan akan jadi lebih mudah dalam menemukan perusahaan atau brand Anda berkat Google My Business ini karena ketika sebuah bisnis telah terdaftar di sana, maka pengunjung internet dapat mengetahui informasi seputar nomor telepon, alamat yang dapat dimasukkan ke dalam Google Maps, website, dan lainnya. Oleh karena itu, tidak heran apabila Google My Business ini dapat membantu Anda dalam menjalankan SEO off-page dan tentunya mendorong perkembangan website bisnis menjadi lebih baik lagi. 

Baca Juga: Pahami Cara Kerja SEO yang Bisa Membantu Bisnis Anda

3. Listing Business

Selain Google My Business, Anda dapat mendaftarkan perusahaan di sejumlah listing bisnis lainnya. Seperti misalnya, Anda memiliki bisnis di bidang kuliner, maka listing bisnis yang dapat dimanfaatkan adalah GrabFood, Go-Food, Shopee Food, hingga Zomato. Anda bisa mencari listing bisnis yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan saat ini.

4. Brand Mention

Brand mention merupakan salah satu contoh SEO off-page secara tidak langsung yang dapat memberikan efek yang cukup baik bagi website bisnis Anda. Secara tidak langsung, brand mention ini dapat meningkatkan brand awareness terhadap bisnis Anda. Hal ini dapat terjadi ketika Anda melakukan sebuah kegiatan tertentu seperti campaign atau bahkan menerima sebuah penghargaan. Kemudian, media online akan menyorot nama perusahaan Anda dan inilah yang disebut dengan brand mention.

Akan tetapi, perlu dicatat ketika Anda mendapatkan kesempatan brand mention ini, jangan lupa untuk meminta media online tersebut agar menambahkan link website bisnis. Dengan demikian, audience dari media online tersebut dapat membaca informasi seputar perusahaan Anda berkat link website yang ditambahkan dalam brand mention tersebut.

Baca Juga: 6 Faktor Penting dalam SEO On Page

5. Customer Review

Customer akan lebih mudah percaya dan tertarik dalam membeli sebuah produk atau jasa ketika ada review dari customer yang sudah membeli sebelumnya. Anda dapat memanfaatkan kolom review dari Google My Business ataupun listing bisnis lainnya yang mempunyai fitur review. Dengan demikian, ketika customer melihat review yang baik, maka besar kemungkinan untuk mereka mengunjungi website Anda dan ini merupakan salah satu contoh SEO off-page yang dapat Anda lakukan.Jasa SEO 

Manfaat SEO Off Page

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, SEO off-page sangat penting untuk dilakukan dalam optimasi SEO. Bahkan, SEO off-page ini tidak kalah pentingnya dari SEO on-page. SEO off-page dan SEO on-page sudah menjadi satu kesatuan dalam menjalankan optimasi SEO. Mengapa demikian?

Dalam menjalankan SEO off-page, Anda dapat memiliki beberapa manfaat. Manfaat utama yang paling dapat dirasakan dari melakukan SEO off-page ini adalah customer akan lebih mudah dalam menemukan informasi terkait perusahaan Anda. Semakin mudah informasi mengenai produk dan jasa yang Anda tawarkan, maka semakin tinggi peluang bagi website bisnis untuk dilihat oleh lebih banyak pengguna internet yang berpotensi menjadi customer. Oleh karena itu, Anda tidak boleh melewatkan SEO off-page ini.

Rekomendasi Tools untuk Menjalankan SEO Off Page

Tahukah Anda, bahwa ada begitu banyak tools yang dapat digunakan dalam mengembangkan website bisnis? Anda bisa menemukan berbagai jenis tools mulai dari tools untuk melihat posisi website di SERP (Search Engine Results Pages) hingga melihat analisa website kompetitor bisnis.

Untuk menjalankan SEO off-page sendiri, ada berbagai tools yang ToffeeDev rekomendasikan untuk Anda, di antaranya yaitu:

  • Google Ads: Anda dapat memanfaatkan Google Ads dalam mengembangkan website bisnis untuk menarik lebih banyak customer. Google Ads dapat memberikan Anda peningkatan traffic website hingga ada berbagai fitur yang bisa digunakan dalam melakukan optimasi SEO seperti fitur untuk melakukan pencarian keyword.
  • Moz: Moz dapat membantu Anda untuk fokus dengan strategi SEO yang dijalankan. Dengan Moz, Anda dapat melihat analisis campaign yang sedang Anda jalankan dan fitur-fitur SEO lain pada umumnya.
  • Ahrefs: Tools satu ini sangat terkenal di kalangan SEO karena kemudahan serta fiturnya untuk melakukan link building. Ahrefs dapat memberikan informasi kepada Anda seputar website kompetitor, kata kunci yang paling relevan, dan merekam jejak backlink yang sedang dijalankan.

Optimalkan Website Bisnis Anda dengan SEO Bersama ToffeeDev

Jadi, itulah 5 penerapan dan contoh SEO off-page yang perlu Anda ketahui sebagai pemilik dari website bisnis. Jika Anda masih belum memanfaatkan SEO dalam pengemabangan bisnis, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk memulainya dengan melakukan optimasi SEO. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan jasa SEO profesional dari ToffeeDev yang siap dalam melakukan optimasi website untuk seluruh bisnis di bidang apapun. Silakan hubungi ToffeeDev sekarang juga yang merupakan salah satu Digital Marketing Agency di Indonesia dalam bidang SEO dan kami akan memberikan solusi SEO terbaik hanya untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post