Dampak Buruk Plagiarisme dan Bagaimana Cara Menghindarinya

dampak plagiarisme

Dampak plagiarisme bisa memengaruhi hasil dari tulisan Anda dengan sangat buruk. Menjadi seorang akademisi atau penulis memang rentan sekali melakukan plagiat, namun hal tersebut masih sangat bisa untuk dihindari jika Anda berhati-hati.

Banyak orang dari kalangan akademisi maupun penulis sering kali tidak sadar bahwa mereka telah melakukan tindakan plagiat dengan tidak mencantumkan sumber dari tulisan mereka. Maka dari itu, proofreading setelah Anda selesai menulis adalah tindakan yang wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan atau plagiat dalam tulisan Anda.

Dalam artikel ini, ToffeeDev akan membahas tentang apa itu plagiarisme, dampaknya, serta cara menghindarinya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Plagiarisme?

apa itu plagiarisme

Pengertian atau definisi dari plagiarisme cukup luas, banyak ahli yang telah menjelaskan apa itu plagiarisme. Tidak hanya ahli, pemerintah Republik Indonesia pun sudah memberikan pernyataan tentang pengertian dari plagiarisme ini.

Berikut adalah beberapa pengertian plagiarisme menurut para ahli:

1. KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), plagiarisme adalah tindakan penjiplakan yang melanggar hak cipta. Banyak hal yang bisa terkena plagiarisme oleh orang lain, seperti karya tulis, lagu, desain, dan masih banyak lagi yang bisa terkena plagiarisme.

2. Permendiknas RI No.27 Tahun 2020

Selanjutnya, menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020, tindakan plagiarisme dapat diartikan sebagai perbuatan secara sengaja maupun tidak sengaja untuk memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai atas suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya pihak lain yang kemudian diakui sebagai karya ilmiahnya sendiri dan tidak mencantumkan sumber secara tepat dan memadai.

3. Rochester Institute of Technology

Menurut Institut Teknologi Rochester, Amerika Serikat, plagiarisme adalah tindakan mencuri ide orang lain sebagai milik sendiri tanpa memberikan kredit yang tepat kepada penulis atau penulis-penulis asli. Plagiarisme terjadi ketika seseorang menyalin langsung dari teks (misalnya buku, jurnal, maupun internet) dan tidak memberikan tanda kutip atau parafrase atau meringkas ide-ide tanpa memberikan kredit kepada penulis aslinya. Dalam semua kasus, jika informasi tersebut tidak didokumentasikan dengan baik dan akurat dengan kredit sesuai yang diberikan, maka orang tersebut telah melakukan plagiarisme.

4. Bruce Lindsay

Menurut Lindsay (2011) dalam Student plagiarism in universities: The scope of disciplinary rules and the question of evidentiary standards, plagiarisme adalah tindakan menjiplak ide, gagasan, atau karya orang lain yang kemudian diakui sebagai karya sendiri atau tindakan menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber.

Melalui pengertian di atas, bisa dipahami bahwa plagiarisme adalah tindakan menjiplak maupun mencuri ide, gagasan, atau karya orang lain untuk dirinya sendiri tanpa mencantumkan sumber. Plagiarisme juga melanggar hak cipta, yang berarti melanggar hukum. Maka dari itu, plagitor (orang yang melakukan plagiat) bisa dijerat hukum dan dikenai sanksi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Plagiarisme?

Dampak Plagiarisme

dampak buruk plagiarisme

Seperti yang disebutkan di atas bahwa tindakan plagiarisme itu adalah tindakan yang melanggar hak cipta dan hukum. Maka dari itu, plagiarisme pasti akan membawa banyak dampak negatif terhadap pelakunya. Dampak-dampak tersebut antara lain:

1. Terjerat Hukum

Memang tidak semua kasus plagiarisme dapat dijerat hukum, namun jika Anda menghasilkan profit karena melakukan tindakan plagiat sudah pasti Anda bisa dijerat hukum oleh pemilik karya tulis atau karya aslinya.

Atas pelanggaran hak cipta dalam Pasal 2 UUHC, pelaku plagiarisme dapat dijerat dengan ancaman pidana menurut Pasal 72 ayat (1) UUHC dengan dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Maka dari itu, sebelum melakukan tindakan plagiat, Anda harus berpikir lagi agar tidak terkena sanksi yang sudah disebutkan di atas.

Baca Juga: Pahami Cara Mengecek Plagiarisme Pada Konten Anda

2. Reputasi Buruk

Seseorang yang diketahui pernah atau sering menjiplak karya orang lain akan menurunkan kredibilitasnya. Tidak lagi diakui oleh masyarakat memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya sendiri.

Bahkan jika Anda membuat karya sendiri, keasliannya akan dipertanyakan, dan itu akan tetap dianggap sebagai karya plagiat. Hal ini tentunya akan mendobrak jalan untuk menjadi seseorang yang berkeinginan di bidang akademik dan penulis.

Karier akan hancur dan mau tidak mau harus beralih ke profesi lain. Meski begitu, mereka masih dihantui perasaan dicap sebagai plagiator. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari plagiarisme sejak dini dan sekecil apa pun itu.

Jika sejak awal sudah bisa membuktikan bahwa semua karya yang dibuat adalah hasil jerih payah sendiri. Maka kredibilitas serta reputasi yang baik akan terbangun dengan sendirinya. Anda juga bisa fokus menikmati karier di satu profesi hingga pensiun dan menghasilkan banyak karya tulis atau karya lain yang bisa dibanggakan.

Jasa SEO

3. Karya Tulis Anda Tidak Akan Berkembang

Sudah jelas sekali jika Anda tidak sering melatih kemampuan Anda, maka kemampuan tersebut pasti tidak akan berkembang. Begitu juga jika Anda melakukan plagiarisme, baik itu dalam tulisan, lagu, dan lainnya, sudah pasti kemampuan Anda tidak akan berkembang jika selalu menjiplak karya orang lain.

Maka dari itu, hindari melakukan tindakan plagiat sebisa mungkin. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan jangan malas.

Baca Juga: Jenis-jenis Plagiarisme yang Sering Dilakukan

Cara Menghindari Menjiplak Karya Orang Lain

cara menghindari plagiarisme karya orang lain

Untuk menghindari plagiarisme atau menjiplak karya orang lain, Anda bisa mencantumkan sumber seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun, itu saja tidak cukup. Untuk memasukkan karya orang lain di dalam karya tulis Anda sendiri, Anda harus melakukan yang namanya parafrasa. Selain itu, Anda juga bisa melakukan cek plagiarisme secara online dan gratis dengan alat yang bisa Anda ditemui di Google.

1. Parafrasa

Parafrasa berasal dari bahasa Latin “paraphrasis” dan bahasa Yunani “παράφρασις” (Paraphrasein) yang keduanya berarti “Cara Ekspresi Tambahan”.

Secara umum, parafrase adalah suatu bentuk pengungkapan kembali suatu tata bahasa, kalimat, atau pernyataan dengan menggunakan diksi yang lebih sederhana tanpa mengubah arti bahasanya. Parafrasa biasanya digunakan oleh penulis untuk menghindari plagiarisme dengan memberikan kutipan tidak langsung dari teks aslinya.

Apa yang penulis lakukan dengan menggunakan teknik parafrase adalah sesuatu yang tidak melanggar hukum, karena penulis hanya menulis ulang ide dalam kalimatnya sendiri. Cara membuat parafrasa dapat dimulai dengan menemukan intisari dari teks yang telah dibaca dan menemukan permasalahan teks tersebut.

Baca Juga: Ini Dia Beberapa Cara yang Dapat Digunakan Untuk Menghindari Plagiarisme

Ciri-Ciri Parafrasa

Hasil parafrasa harus memiliki bentuk tuturan bahasa yang berbeda dengan aslinya namun tetap memiliki maksud dan tujuan yang sama, dengan struktur bahasa dan cara penyampaian yang berbeda dengan sumber aslinya.

Ciri-ciri hasil dari tulisan parafrasa adalah sebagai berikut:

  • Parafrasa memiliki tuturan bahasa yang berbeda dengan teks asli sebelum diparafrasakan.
  • Memiliki teknik penyampaian bahasa yang berbeda dengan sumber asli.
  • Makna dan isi tuturan tidak berubah dari sumber asli.

Contoh Parafrasa

Teks asli: Semua yang dilakukan Anton hanya mengeluh, dia tidak membantu Bambang sedikit pun dalam menyelesaikan masalah yang mereka lalui.

Parafrasa: Bambang menyelesaikan semua masalah yang dia dan Anton alami sendirian, sedangkan Anton hanya mengeluh tanpa memberikan bantuan sedikit pun.

2. Menggunakan Alat Cek Plagiarisme

Selain melakukan parafrasa dan mencantumkan sumber, Anda juga bisa menghindari plagiarisme dengan sedikit bantuan dari alat. Namun tetap saja alat ini hanya akan membantu Anda mengidentifikasi apakah hasil karya tulisan Anda ini termasuk plagiarisme atau tidak. Jika hasil karya tulis Anda termasuk ke dalam plagiarisme, maka Anda harus menulis ulang karya tulis tersebut.

Berikut adalah alat cek plagiarisme online yang kami rekomendasikan:

  • SmallSeoTools
  • EasyBib
  • Paperpass.net
  • TurnItIn
  • Chegg

Selain alat-alat yang kami sebutkan di atas, Anda bisa mencari referensi sendiri dengan memasukkan kata kunci “cek plagiarisme” dalam kolom mesin pencari Anda.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tools untuk Cek Plagiarisme Online

Sewa Jasa SEO dan Konten dari ToffeeDev

Dengan mengetahui dampak dari plagiarisme, pasti Anda sudah mengerti hal buruk yang bisa terjadi jika Anda melakukannya. Jika Anda memiliki website bisnis yang mengunggah konten secara berkala, maka plagiarisme harus dihindari.

Menghindari plagiarisme memang tidak mudah, namun sekarang ada agensi yang menyediakan jasa penulisan serta optimasi konten seperti ToffeeDev. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan konten plagiarisme. Jika Anda tertarik, kunjungi website kami di sini sekarang juga.

Share this on :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat