Apa Perbedaan dari Content Marketing dan Content Strategy?

Content marketing dan content strategy menjadi dua elemen penting dalam upaya digital marketing.  Namun, seringkali kedua strategi ini dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.  

Berbicara tentang konten, internet telah menciptakan ruang sebagai informasi berkembang pesat. Mulai dari artikel, video, hingga podcast, konten menjadi mata rantai yang menghubungkan merek dengan audiensnya. Dalam konteks ini, content marketing dan content strategy hadir sebagai strategi jangka panjang untuk bisnis Anda. Lalu, apa perbedaan dari content marketing dan content strategy?

Pengertian Content Marketing dan Content Strategy

Berikut ini adalah definisi dari content marketing dan content strategy, serta cara kedua strategi ini dapat digunakan secara efektif dalam kampanye pemasaran Anda.

1. Definisi Content Marketing

Content marketing atau pemasaran konten merujuk pada strategi pemasaran yang fokus utamanya adalah menciptakan, mempublikasikan, dan mendistribusikan konten untuk target audiens. Tujuan utama dari content marketing adalah membangun dan memperkuat hubungan dengan audiens, serta meningkatkan brand awareness

Konten yang dibuat dapat berupa artikel blog, video, infografis, atau lainnya yang dapat dibagikan di berbagai platform digital. Oleh karena itu, content marketing sering disebut strategi yang fokus pada pembuatan kontennya.

2. Definisi Content Strategy

Content strategy atau strategi konten merupakan fondasi content marketing yang sukses. Hal ini termasuk pembuatan rencana terstruktur dalam membuat, mengelola, dan mendistribusikan konten. Proses marketing ini melibatkan perencanaan matang terkait jenis konten, target audiens, platform, format, dan tujuan pemasaran konten secara keseluruhan. Strategi ini dapat membantu memastikan bahwa setiap kampanye mendukung tujuan bisnis.

Banner Ads - General 2

Perbedaan Content Marketing dan Content Strategy

1. Fokus Utama

Fokus utama dari content marketing adalah pembuatan, publikasi, dan distribusi konten yang menarik dan memiliki nilai untuk audiens. Sederhananya, content marketing berfokus pada pembuatan konten itu sendiri.

Sementara itu, fokus utama dari content strategy adalah strategi, yakni perencanaan dan pengelolaan konten secara menyeluruh. Content strategy mencakup juga pemilihan jenis konten, pembuatan rencana distribusi, dan penentuan cara konten sehingga dapat mendukung tujuan bisnis dalam jangka panjang. 

2. Tujuan

Content marketing bertujuan untuk menarik dan mempertahankan audiens yang berinteraksi dengan konten yang dibuat. Langkah ini termasuk juga memperkenalkan merek, membangun kepercayaan, dan meningkatkan minat audiens menggunakan bahasa yang cenderung halus dan secara perlahan atau soft selling. Sementara content strategy adalah dengan menyusun rencana strategis yang mengarah pada pencapaian tujuan bisnis melalui pemanfaatan konten sebagai alat utama.

3. Metrik Keberhasilan

Content marketing maupun content strategy memiliki metrik keberhasilan berbeda. Adapun metrik keberhasilan dari content marketing, seperti jumlah tayangan, like, share, dan tingkat konversi dari konten yang dibuat. Sementara metrik keberhasilan content strategy lebih fokus pada pencapaian tujuan bisnis, seperti pertumbuhan pangsa pasar atau meningkatkan loyalitas pelanggan.

Banner Ads - Ebook 2

4. Waktu Pelaksanaan

Selain tujuan dan metrik keberhasilan, waktu pelaksanaan content marketing dan content strategy juga memiliki perbedaan. Content marketing cenderung dilakukan secara terus-menerus untuk mempertahankan audiens. Sementara content strategy dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan dilaksanakan sebelum pelaksanaan content marketing. Hal tersebut merupakan sebagai langkah perencanaan dan strategi jangka panjang.

5. Langkah Kerja

Dalam langkah kerja, content marketing menitikberatkan pada kekreatifan, mulai dari pembuatan hingga distribusi konten. Proses ini melibatkan pengembangan ide, penulisan konten, pembuatan grafik atau multimedia, hingga pengunggahan konten di berbagai saluran seperti situs web, media sosial, atau email. 

Di sisi lain, content strategy dimulai dengan identifikasi tujuan dan target audiens, perencanaan distribusi yang terstruktur, serta pengukuran kinerja konten untuk menilai capaian tujuan bisnis. Sederhananya, content strategy lebih menekankan pada aspek perencanaan strategis yang mengarahkan proses kreatif dari content marketing.

6. Sistem Kerja

Content marketing cenderung bersifat taktis dengan fokus pada pelaksanaan kampanye berulang. Pendekatan ini mempertimbangkan strategi pemasaran konten dalam jangka pendek dengan pembuatan dan distribusi konten yang responsif terhadap tren dan kebutuhan saat ini. 

Sebaliknya, content strategy lebih bersifat strategis karena melibatkan perencanaan jangka panjang yang membentuk seluruh pendekatan pemasaran konten. Strategi ini mencakup identifikasi target audiens, penentuan jenis konten yang efektif, dan alokasi sumber daya secara terstruktur untuk mencapai tujuan bisnis jangka panjang. 

Contoh Penggunaan Content Marketing

Contoh Penggunaan Content Marketing

Berikut ini adalah beberapa contoh content marketing yang dapat digunakan untuk bisnis Anda. 

1. Blog

Mengembangkan situs web yang memberikan solusi nyata untuk masalah atau kebutuhan pelanggan menjadi salah satu pendekatan content marketing yang efektif. Contohnya, sebuah perusahaan teknologi dapat membuat artikel tutorial yang membahas tentang tip dan trik untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

2. Video

Pemanfaatan media sosial dengan menciptakan seri video edukasi dapat memberikan nilai tambah kepada audiens. Sebagai contoh, merek fashion yang membuat video tutorial gaya, memberikan inspirasi fashion, atau menghadirkan wawancara dengan desainer terkemuka untuk meningkatkan interaksi di platform sosialnya.

3. E-Book

Menyediakan e-book atau buku panduan yang dapat diunduh secara gratis dapat menjadi salah satu daya tarik content marketing. Jenis konten ini dapat memberikan informasi lebih mendalam tentang bisnis kepada audiens. Hal ini juga dapat menjadi cara untuk membangun daftar e-mail untuk ditindaklanjuti sebagai e-mail marketing sekaligus meningkatkan kepercayaan audiens.

Baca Juga:Contoh Content Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan Sesuai Tren Saat Ini

4. Media Sosial

Strategi content marketing yang memanfaatkan konten media sosial yang viral menjadi usaha untuk mencapai jangkauan audiens yang luas. Contohnya, Anda dapat membagikan meme yang lucu dan relevan dengan merek sehingga dapat membuat audiens terhubung melalui humor. Selain itu, challenge di media sosial, seperti tantangan berbagi pengalaman atau foto berkaitan dengan produk juga dapat meningkatkan keterlibatan pengguna. 

5. Infografis

Dalam menciptakan infografis, desain visual yang menarik dan layout yang baik sangat penting untuk menarik perhatian dan memudahkan pemahaman audiens. Infografis ini dapat digunakan untuk menggambarkan statistik, fakta, atau proses secara ringkas, dan menghindari rasa kejenuhan. Contohnya, sebuah perusahaan teknologi dapat membuat infografis yang memvisualisasikan pertumbuhan penggunaan aplikasinya dari waktu ke waktu dengan grafik yang menarik dan merepresentasikan setiap milestone

Baca Juga: Apa Perbedaan Daily Budget dan Lifetime Budget di Facebook Ads?

6. Podcast

Saat ini, podcast menjadi medium yang terus berkembang. Anda dapat membuat podcast yang menarik sebagai strategi content marketing yang kuat. Contohnya, perusahaan teknologi dapat membuat podcast edukatif yang membahas tren terkini, wawancara dengan ahli, atau memberikan tip praktis tentang software komputer terbaru kepada audiensnya.

7. Email Marketing 

Memanfaatkan email sebagai sarana komunikasi untuk mengampanyekan e-mail marketing yang kreatif dapat meningkatkan engagement konten itu sendiri. Sebagai contoh, sebuah perusahaan e-commerce dapat mengirimkan newsletter berkala dengan penawaran eksklusif atau rekomendasi produk.

Contoh Penggunaan Content Strategy

Contoh Penggunaan Content Strategy

Berikut ini adalah contoh content strategy yang dapat diterapkan untuk membuat rencana konten yang terstruktur sehingga mencapai tujuan bisnis.

1. Target Audiens

Content strategy yang efektif dimulai dengan pemahaman mendalam tentang target audiens. Contohnya, perusahaan kecantikan yang menargetkan seorang perempuan profesional muda dapat merinci karakteristik demografis, preferensi, dan tantangan yang dihadapi oleh audiens mereka. Hal ini membantu dalam menciptakan konten yang lebih relevan dan menarik bagi mereka.

2. Fokus Konten

Tahap perencanaan pada content strategy melibatkan penetapan fokus yang jelas untuk konten yang akan dibuat. Sebagai contoh, sebuah perusahaan teknologi dapat menetapkan fokus pada pembuatan konten yang menjelaskan solusi teknologi mereka secara mendalam, memberikan tip penggunaan, atau menyajikan studi kasus yang memperkuat nilai produk. Fokus ini menciptakan konsistensi dalam pesan yang disampaikan kepada audiens.

Baca Juga:Cara Membuat Iklan Carousel di Facebook Ads untuk Meningkatkan Engagement dan Konversi Bisnis Anda

3. Analisis Kompetitor

Menganalisis keberhasilan dan kendala kompetitor merupakan komponen kunci dari content strategy. Melalui pemahaman mendalam tentang kesuksesan dan kendala dalam industri yang sama, merek Anda dapat mengidentifikasi peluang dan menghindari kesalahan yang mungkin dilakukan pesaing. Analisis ini memberikan wawasan berharga untuk menyusun strategi yang lebih unik dan efektif.

4. Channel

Memilih channel  atau saluran distribusi konten yang sesuai adalah langkah penting dalam content strategy. Sebagai contoh, sebuah merek fashion yang menargetkan audiens muda mungkin lebih efektif menggunakan platform media sosial yang populer di kalangan generasi tersebut. Selain itu, mempertimbangkan blog, e-mail, atau podcast sebagai saluran tambahan dapat meningkatkan jangkauan dan keterlibatan audiens.

Baca Juga: Apa Itu Top Bid pada Google Ads dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis Anda!

5. Metrik keberhasilan

Menentukan metrik yang relevan untuk mengukur keberhasilan content strategy juga tak kalah penting. Contohnya, sebuah perusahaan e-commerce dapat menggunakan metrik konversi, session, traffic, click, atau product checkout sebagai ukuran keberhasilan strategi konten. Memahami metrik ini tentunya dapat mengoptimalkan strategi bisnis sehingga mencapai hasil yang diinginkan.

Contoh Penggunaan Content Marketing dan Content Strategy Secara Bersamaan

Integrasi content marketing dan content strategy dapat menciptakan pendekatan pemasaran konten yang menyeluruh. Contohnya, dengan menetapkan target audiens yang jelas melalui content strategy, Anda dapat merancang kampanye content marketing yang tepat sasaran. 

Fokus konten yang ditentukan oleh content strategy memandu pembuatan materi konten yang dapat menjawab kebutuhan audiens, sedangkan metrik keberhasilan dan analisis kompetitor dari content strategy membantu mengoptimalkan kinerja kampanye secara keseluruhan. Dengan demikian, penggunaan keduanya secara bersamaan membentuk fondasi yang kokoh untuk pencapaian tujuan pemasaran dan pertumbuhan bisnis.

Banner Ads - Lead Gen 2

Menggunakan Jasa Digital Marketing dari ToffeeDev

Merancang dan menjalankan strategi konten yang efektif menjadi langkah krusial dalam mencapai keberhasilan pemasaran digital. ToffeeDev, sebagai penyedia jasa Digital Marketing berpengalaman, siap membantu Anda membentuk fondasi kokoh untuk pemasaran konten yang sukses. 

Tim berpengalaman akan membantu merancang content strategy yang sesuai dengan visi dan tujuan bisnis sekaligus membimbing Anda dalam menyusun content marketing yang menarik dan efektif. Segera manfaatkan peluang untuk memastikan setiap langkah pemasaran konten Anda memiliki struktur yang terencana dengan strategi yang efektif. 

Hubungi ToffeeDev di sini untuk membangun kehadiran online yang kuat dan memenangkan hati audiens. Jadwalkan konsultasi dengan ToffeeDev sekarang!

Share this post :

Scroll to Top
WhatsApp chat