Literasi Digital: Pengertian, Prinsip, Komponen, dan Contohnya

literasi digital adalah

Literasi digital adalah hal yang sangat dibutuhkan pada era modern yang serba digital ini. Literasi digital memungkinkan Anda untuk bisa memanfaatkan internet dengan lebih menyeluruh dan maksimal. 

Kemampuan yang akan Anda dapatkan di antaranya, menyaring informasi hoax, fasih dalam menggunakan teknologi baru, menguasai tools digital yang memudahkan keperluan sehari-hari, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lantas apa sebenarnya literasi digital ini? Apa saja contohnya? Mari kita simak pengertian, prinsip, komponen, hingga contoh-contoh literasi digital berikut ini.

Apa Itu Literasi Digital?

Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/person-in-blue-long-sleeve-shirt-using-smart-watch-267391/

Pada definisi umum, literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menggunakan segala informasi yang dapat diakses melalui komputer. Literasi digital merupakan sebuah upaya yang diperlukan individu pada era digital untuk menyaring informasi secara akurat.

Para ahli juga masing-masing telah memberikan definisi terkait dengan literasi digital, antara lain:

  1. Paul Gilster

Dalam bukunya yang berjudul “Digital Literacy” yang terbit pada tahun 1997, Paul Gilster mengungkapkan bahwa literasi digital adalah kemampuan seseorang memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk, baik itu perangkat komputer atau ponsel.

  1. David Bawden

Berbeda dengan Paul Gilster dengan penjabaran literasi digital secara umum, David Bawden (2001) lebih menekankan literasi digital pada dua hal teknis; literasi komputer dan literasi informasi. Pada tesisnya yang berjudul “Information and Digital Literacies: a Review of Concepts”, Bawden melihat literasi komputer yang semakin luas dipergunakan oleh masyarakat, dan literasi informasi yang semakin mudah disusun, diakses dan disebarluaskan melalui teknologi internet. Jadi, Bawden berpendapat bahwa literasi digital adalah keterampilan teknik mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

  1. Douglas A.J. Belshaw

Dalam tesisnya yang berjudul “What is Digital Literacy?”, Belshaw (2012) menyatakan bahwa literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan seseorang dalam menggunakan media digital, alat komunikasi, dan jaringan. Hal ini juga termasuk tentang keahlian seseorang dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat, dan memanfaatkan informasi secara cerdas, tepat, dan patuh hukum. Literasi digital digunakan dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan manusia sehari-hari.

5 Manfaat Literasi Digital?

Literasi digital adalah salah satu alasan kita tetap dapat terhubung secara baik dengan keadaan di dunia luar rumah. Kita cukup membuka portal berita online, atau akun-akun berita di Facebook, Twitter, dan Instagram, melalui komputer atau ponsel pintar yang dimiliki.

Eti Sumiati dan Wijonarko (2020) juga menjabarkan manfaat literasi digital lainnya dalam tulisannya yang berjudul “Manfaat Literasi Digital bagi Masyarakat dan Sektor Pendidikan pada Saat Pandemi Covid-19”. Manfaat tersebut di antaranya sebagai berikut:

1. Mempermudah Akses Informasi

Literasi digital dapat membantu kita dalam kegiatan mencari dan memahami informasi, untuk menambah wawasan individu. Browser seperti Google, Bing, dan sejenisnya memudahkan kita untuk mendapatkan informasi-informasi yang disajikan oleh media dalam negeri maupun luar negeri.

2. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Dalam proses mengolah informasi, tentunya kita tidak boleh mengonsumsinya secara mentah-mentah. Informasi-informasi yang tersedia harus ditelaah lebih lanjut lagi kebenarannya, dengan menggunakan referensi lain yang tepercaya, serta akal sehat dan logika yang kita miliki.

3. Memperkaya Kosa Kata

Literasi digital adalah alat untuk kita bisa mengonsumsi secara tepat informasi yang ada dalam bentuk kebahasaan yang berbeda-beda. Kosa kata yang terkandung di dalamnya sangatlah beragam, sehingga selagi kita menelaah informasi, kita juga sekaligus mempelajari berbagai kosa kata baru.

4. Meningkatkan Daya Fokus

Otak manusia memerlukan konsentrasi yang cukup kuat dalam kegiatan menelaah informasi secara lengkap, dan akurat. Literasi digital secara tidak langsung melatih daya fokus kita dalam kegiatan mencari informasi secara efektif.

5. Meningkatkan Kemampuan Membaca, dan Menulis Informasi

Dalam menelaah dan menginformasikan kembali informasi secara akurat, kita diharuskan untuk memiliki kemampuan membaca, dan menulis yang mumpuni. Oleh karena itu, kita dapat melatih dua kemampuan tersebut melalui literasi digital.

4 Prinsip Literasi Digital

Yudha Pradana (2018) dalam penelitiannya yang berjudul “Atribusi Kewargaan Digital dalam Literasi Digital”, terdapat empat prinsip dasar yang dimiliki oleh literasi digital, yakni:

1. Pemahaman

Literasi digital dapat membuat masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami informasi yang diberikan oleh media, baik yang tersurat maupun tersirat, dengan kata lain kejelian masyarakat dalam mengonsumsi informasi yang ada.

2. Saling Ketergantungan

LIterasi digital dapat membuat media satu dengan yang lainnya saling bergantung dan berhubungan. Intinya, semua media harus mendukung satu sama lain dalam memberikan informasi yang faktual kepada masyarakat.

Baca Juga: Mengenal Social Media Marketing dan Cara Kerjanya

3. Faktor Sosial

Media juga saling berbagi informasi atau pesan kepada masyarakat. Diharapkan media memiliki transparansi dan faktualitas dalam menyajikan informasi, demi menjaga hubungan baik antara media dan masyarakat.

4. Kurasi

Literasi digital dapat membuat masyarakat memiliki kemampuan untuk mengumpulkan, menyortir dan menyimpan semua informasi yang dinilai informatif, berguna, dan dapat dibaca lagi di kemudian hari menggunakan fitur seperti bookmark dan save pada perangkat

.

banner

9 Komponen Literasi Digital

Photo by Julia M Cameron: https://www.pexels.com/photo/man-in-yellow-crew-neck-t-shirt-using-vr-headset-4144179/

Steve Wheeler (2012) dalam tulisannya yang berjudul “Digital Literacies for Engagement in Emerging Online Cultures, menyatakan bahwa ada sembilan komponen penting penyusun literasi digital, yaitu:

1. Social Networking

Pada zaman digital saat ini, bisa dikatakan hampir setiap individu di dunia ini memiliki akun media sosial, entah itu Instagram, Meta (Facebook), Linkedin, ataupun Whatsapp. Literasi digital memungkinkan kita untuk memanfaatkan fitur-fitur social networking yang terdapat dalam aplikasi media sosial dengan cermat dan bijak. Selain itu, dengan literasi digital, informasi-informasi yang tercantum pada media sosial dapat terseleksi dengan benar, sehingga terjalin social networking yang sehat dan aman.

2. Transliteracy

Transliteracy didefinisikan sebagai upaya memanfaatkan internet untuk membuat konten, membagikan hingga mengkomunikasikannya. Komponen ini mengutamakan kemampuan berkomunikasi dengan sesama pengguna di berbagai media sosial, atau layanan grup diskusi online.

3. Maintaining Privacy

Menjaga privasi merupakan hal yang sangat penting di era modern ini. Kita sebagai pengguna media sosial wajib berhati-hati dengan kejahatan siber yang tersebar di dunia digital. Contoh dari kejahatan siber yaitu pencurian online melalui kartu kredit, peretasan email, hingga pencurian informasi pribadi. Alangkah baiknya jika kita tetap menjaga keamanan setiap data yang kita input ke dalam dunia digital, dengan tidak memasukkan data pribadi yang vital secara berlebihan dan menggunakan fitur keamanan terpercaya.

4. Managing Digital Identity

Managing digital identity adalah sebuah komponen yang berhubungan dengan cara kita sebagai pengguna internet menggunakan identitas digital kita secara tepat guna di berbagai media sosial yang kita miliki.

5. Creating Content

Komponen creating content merupakan keterampilan pengguna internet dalam membuat atau menciptakan konten digital. Pembuatan konten tersebut dapat melalui blogspot, wordpress, atau media sosial  seperti twitter, dan instagram.

Baca Juga: Bagaimana SEO berguna untuk Digital Marketing? Cari Tahu Apa Saja Peran Penting SEO untuk Bisnis di Sini!

6. Organizing and Sharing Content

Komponen ini berkaitan dengan cara kita sebagai pengguna internet dapat mengatur dan membagikan konten informasi agar lebih mudah disebarkan kepada masyarakat umum. Misalnya, pemanfaatan fitur social bookmarking pada situs yang memudahkan proses penyebaran informasi, dan dapat diakses oleh banyak pengguna internet.

7. Reusing / Repurposing Content

Komponen reusing or repurposing content mengutamakan cara kita selaku pengguna internet untuk mengolah kembali konten yang telah dikonsumsi, sehingga dapat dipergunakan kembali sesuai kebutuhan. Konten yang sudah diolah harus mengandung informasi atau pengetahuan baru yang lebih lengkap dari sebelumnya.

8. Filtering and Selecting Content

Literasi digital memiliki sebuah komponen yaitu filtering and selecting content. Komponen ini mengutamakan kemampuan mencari dan menyaring informasi yang akurat sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan melalui mesin pencari di internet.

9. Self Broadcast

Komponen self broadcast memungkinkan kita untuk memberikan ide atau gagasan yang menarik secara langsung di media online dalam bentuk tulisan maupun lisan. Selain itu, kita dapat berpartisipasi dalam masyarakat sosial online dengan kegiatan literasi digital.

4 Contoh Literasi Digital

Dilansir dari laman Tech Boomers melalui Kumparan, terdapat beberapa contoh literasi digital yang umum ditemui saat ini, di antaranya:

1. Menggunakan Mesin Pencari untuk Mengumpulkan Informasi

Kini, informasi dapat diperoleh melalui mesin pencari seperti Bing, atau Google. Pengguna internet cukup memasukkan keyword informasi yang ingin dicari, dan kemudian mesin pencari akan menampilkan seluruh konten mengenai informasi tersebut.

2. Memanfaatkan Perangkat dan Aplikasi Pribadi

Contoh literasi digital berikutnya adalah penggunaan perangkat elektronik seperti komputer, dan smartphone. Komputer atau smartphone memiliki jutaan aplikasi dan software yang dapat membantu pengguna untuk kebutuhan aktivitas sehari-harinya.

Baca Juga: Digital Marketing Funnel: Pengertian, Fungsi, Tahapan, dan Strateginya

3. Menggunakan Platform Belajar Online

Teknologi memungkinkan aktivitas manusia makin mudah untuk dilakukan. Termasuk kemudahan akses sumber belajar melalui internet dan situs web. Layanan belajar ini dapat kita akses secara gratis atau berbayar, dan dapat menjadi sarana bahan ajar tambahan.

4. Menentukan Validitas Suatu Sumber

Kehadiran internet sangat mempermudah kita sebagai pengguna untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya. Namun, perlu kita ingat juga bahwa tidak semua informasi yang ada di internet memiliki sumber yang valid. Oleh karena itu, literasi digital dapat mengasah kita sebagai pengguna untuk bisa menentukan validitas suatu sumber informasi.

Pada zaman sekarang ini, menguasai literasi digital adalah suatu keharusan. Terlebih lagi, saat ini manusia sudah sangat terhubung dengan dunia digital. Bahkan dalam beberapa kasus, eksistensi dunia digital memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan eksistensi dunia nyata. Media sosial dan situs-situs web sudah menjadi ‘tempat bermain’ utama bagi semua orang untuk memenuhi semua kebutuhannya. 

Hal ini merupakan sebuah kesempatan besar bagi para pemilik usaha untuk bisa secepatnya menanamkan eksistensi usahanya kepada masyarakat di dunia digital. Walaupun akses untuk masuk ke dalam dunia digital itu cukup mudah, tetapi membangun eksistensi yang berpengaruh luas dan kuat tidak semudah yang dibayangkan. 

Eksistensi tersebut harus dibangun dengan strategi pemasaran digital yang tepat. Oleh karena itu para pemilik usaha dapat memanfaatkan Digital Marketing Agency seperti ToffeeDev untuk menyusun strategi pemasaran yang jitu dan aplikatif.

Sebagai salah satu Digital Marketing Agency Indonesia di Jakarta, ToffeeDev siap membantu Anda dalam mengembangkan situs web, dan membantu Anda untuk merencanakan dan menerapkan strategi Digital Marketing terbaik yang tepat sasaran, dan mencapai tujuan bisnis Anda.

Tunggu apa lagi, mari mulai mendigitalkan bisnis Anda bersama ToffeeDev, sebelum pesaing bisnis Anda melakukannya.

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top