Saat membuka link dari iklan, email, atau campaign, Anda mungkin menemukan URL yang memiliki tambahan seperti โ?utm_source=googleโ atau โ?category=sepatuโ.
Bagian tambahan tersebut merupakan parameter URL yang dapat membawa informasi tentang klik, campaign, atau konten yang perlu ditampilkan.
Memahami cara kerjanya penting agar kebutuhan tracking digital marketing tetap berjalan tanpa membuat struktur website sulit dikelola.
Daftar Isi
TogglePoin-Poin Penting Untuk Diingat
- Parameter URL menambahkan informasi setelah URL utama menggunakan pasangan key-value, seperti ?category=sepatu.
- Parameter dapat digunakan untuk tracking campaign maupun menentukan konten yang ditampilkan pada halaman.
- Parameter tracking seperti UTM membantu menghubungkan traffic dengan sumber dan campaign di tools analytics.
- Parameter yang menghasilkan banyak variasi URL perlu dikelola dengan baik agar struktur website dan crawling tetap efisien.
- Kebutuhan tracking marketing dan kebutuhan SEO perlu dibedakan karena tidak semua parameter harus diperlakukan sebagai URL halaman yang berbeda.
Sering Melihat Tanda โ?โ di URL? Ini Fungsinya
Parameter URL biasanya muncul setelah tanda tanya (?) pada sebuah URL. Format dasarnya menggunakan pasangan kunci dan nilai, sedangkan beberapa parameter dipisahkan menggunakan tanda ampersand (&).
Contohnya:
https://www.example.com/produk?category=sepatu&warna=hitam
Pada contoh tersebut, category=sepatu dan warna=hitam merupakan parameter. Parameter pertama dimulai setelah ?, sedangkan parameter berikutnya dipisahkan dengan &.
Google juga menggunakan struktur key-value seperti ini dalam dokumentasi URL dan merekomendasikan format tersebut agar struktur parameter lebih mudah dipahami.
Namun, parameter URL tidak memiliki satu fungsi yang sama. Ada parameter yang membantu marketer memahami asal traffic, sementara parameter lain digunakan website untuk menentukan konten atau tampilan halaman.
Mengapa Parameter URL Penting dalam Digital Marketing?
Bagi marketer, parameter URL menjadi penting ketika satu halaman menerima traffic dari berbagai campaign atau channel. Tanpa informasi tambahan, URL tujuan yang sama dapat membuat tim lebih sulit membedakan konteks traffic yang masuk.
1. Melacak Sumber dan Campaign
Parameter UTM dapat ditambahkan ke URL campaign untuk memberikan informasi seperti sumber, medium, campaign, dan materi yang digunakan. Google Analytics kemudian menggunakan informasi tersebut untuk membantu melihat campaign yang mengarahkan traffic ke website.
Misalnya, link dari newsletter dapat menggunakan:
?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=promo-juli
Sementara campaign paid search dapat menggunakan parameter berbeda. Dengan penamaan yang konsisten, tim marketing dapat membandingkan traffic dari berbagai aktivitas secara lebih terstruktur.
2. Membantu Mengevaluasi Campaign
Parameter URL tidak membuat campaign otomatis menjadi lebih efektif. Nilainya muncul ketika data yang dikumpulkan digunakan untuk mengevaluasi channel, campaign, atau materi pemasaran.
Karena itu, penggunaan parameter perlu mengikuti standar penamaan yang konsisten. Google Analytics mencatat bahwa perbedaan huruf besar dan kecil pada nilai parameter dapat menghasilkan nilai yang berbeda dalam pelaporan.
3. Mengirim Informasi ke Landing Page
Tidak semua parameter digunakan untuk analytics. Dalam Google Ads, parameter tertentu dapat meneruskan informasi mengenai klik atau menentukan konten yang ditampilkan pada landing page.
Google membedakan parameter modifikasi konten dan parameter tracking berdasarkan fungsi tersebut.
Perbedaan ini penting karena marketer perlu memahami apakah parameter hanya membawa informasi tracking atau benar-benar memengaruhi halaman yang diterima pengguna.
Baca Juga: Ikuti Tips Untuk Memaksimalkan Crawl Budget SEO Anda
Berbagai Fungsi Parameter URL
Memahami jenis penggunaannya membantu Anda menentukan bagaimana parameter perlu dikelola.
1. Parameter untuk Tracking
Parameter tracking membawa informasi mengenai sumber atau konteks sebuah klik. UTM merupakan contoh yang umum digunakan dalam aktivitas digital marketing, seperti utm_source, utm_medium, dan utm_campaign.
Google Analytics merekomendasikan penggunaan standar UTM agar data campaign tidak terfragmentasi akibat penamaan yang tidak konsisten.
Parameter tracking juga dapat digunakan dalam platform iklan. Google Ads, misalnya, menyediakan parameter seperti ValueTrack untuk meneruskan informasi mengenai klik iklan.
Parameter yang Menentukan Konten
Jenis lain dapat memengaruhi konten atau kondisi halaman. Contohnya ?product=1234, ?page=2, atau ?color=green.
Parameter seperti ini memiliki fungsi berbeda dari UTM karena nilainya dapat menentukan produk, halaman, filter, atau variasi konten yang ditampilkan.
Google juga memberikan contoh parameter seperti page dan color dalam panduan struktur URL ecommerce.
Perbedaan fungsi ini perlu diperhatikan ketika website memiliki banyak halaman, filter, kategori, atau variasi produk.
Kapan Parameter URL Mulai Menjadi Masalah?
Parameter sendiri bukan masalah. Tantangan muncul ketika website menghasilkan terlalu banyak variasi URL tanpa kebutuhan yang jelas.
Misalnya, satu halaman produk dapat diakses melalui URL utama, URL dengan filter, URL dengan sorting, dan URL dengan berbagai parameter tracking.
Jika variasinya tidak dikelola dengan baik, struktur website menjadi lebih kompleks dan mesin pencari perlu menangani lebih banyak URL.
Google menyarankan penggunaan parameter secara konsisten dan menghindari parameter yang tidak diperlukan.
Penggunaan parameter yang menghasilkan banyak URL alternatif juga perlu diperhatikan dalam pengelolaan crawling dan indexing.
Tracking dan SEO Punya Kebutuhan Berbeda
Tim marketing membutuhkan parameter untuk membaca campaign, sedangkan SEO membutuhkan struktur URL yang mudah dikelola dan dapat dipahami mesin pencari.
Artinya, tidak semua parameter tracking perlu dijadikan bagian dari struktur halaman yang ingin Anda prioritaskan untuk pencarian organik. Kebutuhan tersebut perlu dipertimbangkan bersama arsitektur website dan cara Google merayapi URL.
Jika website sudah memiliki banyak variasi URL, persoalannya dapat berkembang menjadi bagian dari technical SEO dan site health.
Baca Juga: Penyebab Kenapa Website Tidak Muncul di Google Dan Cara Memperbaikinya
Bagaimana Menggunakan Parameter URL dengan Lebih Teratur?
Pengelolaan parameter sebaiknya dimulai dari tujuan penggunaannya, bukan dari kebiasaan menambahkan parameter ke setiap URL.
Tentukan Informasi yang Memang Perlu Dilacak
Jika tujuan Anda hanya mengetahui sumber, medium, dan campaign, gunakan parameter tracking yang relevan. Hindari menambahkan parameter tambahan tanpa kebutuhan pengukuran yang jelas.
Buat Standar Penamaan
Tentukan aturan penamaan yang digunakan seluruh tim. Misalnya, sepakati apakah source menggunakan google atau Google, serta bagaimana nama campaign ditulis.
Standar ini membantu mencegah satu campaign muncul sebagai beberapa kategori hanya karena perbedaan penamaan. Google Analytics juga menekankan pentingnya konsistensi UTM untuk menjaga kualitas data campaign.
Bedakan URL Tracking dan URL Konten
Parameter yang menentukan produk, kategori, filter, atau pagination perlu diperlakukan berdasarkan fungsi website. Sementara itu, parameter tracking sebaiknya tidak dianggap sebagai alasan untuk membuat struktur halaman baru.
Pemisahan ini membantu tim marketing, developer, dan SEO memahami parameter mana yang berkaitan dengan measurement dan mana yang berkaitan dengan pengalaman atau struktur website.
Sudah Yakin Parameter URL Tidak Mengganggu Website Anda?
Parameter URL memang membantu bisnis membaca performa campaign dan membedakan sumber traffic.
Namun, ketika penggunaannya semakin banyak, parameter juga perlu dikelola agar tidak menimbulkan URL yang berantakan, duplikasi halaman, atau persoalan pada crawling dan indexing.
Karena itu, evaluasi parameter URL sebaiknya tidak berhenti pada kebutuhan tracking. Pastikan setiap parameter memiliki fungsi yang jelas, digunakan secara konsisten, dan tidak menimbulkan konsekuensi teknis pada website.
Tujuannya bukan menghilangkan parameter, melainkan memastikan setiap parameter memiliki fungsi yang jelas dan tidak menciptakan masalah baru pada website.
Jika parameter sudah berkaitan dengan struktur URL, crawling, indexing, dan kesehatan teknis website secara keseluruhan, jasa SEO terbaik dapat membantu mengevaluasi kondisi tersebut sebagai bagian dari audit dan strategi SEO yang lebih menyeluruh.
ToffeeDev sendiri menyediakan layanan SEO yang mencakup audit, technical SEO, optimasi on-page, dan strategi yang disesuaikan dengan tujuan bisnis.
Apabila Anda masih membutuhkan informasi terkait jasa SEO dan evaluasinya bagi bisnis, langsung saja hubungi ToffeeDev untuk berkonsultasi!
Jadi jangan tunda lagi dan mulai evaluasi website sekaligus SEO yang dijalankan untuk mendapatkan hasil terbaik!