Lakukan Backup Website Anda Menggunakan Tools Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Hello, welcome to Toffee #SharingMonday.Bersama saya Andre, saya dari Web Developer ToffeeDev, untuk pada hari ini saya akan share insight mengenai bagaimana cara untuk backup website di dalam WordPress dan tools apa saja yang harus disiapkan dalam backup tersebut.

Pada intinya, pada awalnya sebelumnya, mengapa backup itu penting, itu penting banget, karena kita sebagai developer atau pengelola website, itu harus menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan seperti adanya serangan hacker, serangan virus dalam website tersebut, maupun dari kerusakan di file website tersebut.

Nah, sekarang apa saja yang harus disiapkan tools-nya atau plugin-nya di WordPress ini.

DUPLICATOR

Untuk yang pertama itu di situ ada yang namanya ‘Duplicator’, kalau kalian pernah dengar sebelumnya, jadi Duplicator itu penting. Maksudnya apa, ya? Itu dia tools backup atau plugin backup. Dia ada yang free dan juga ada yang premium. Nah, itu kalian bebas mau beli atau mau engga, itu sesuai dengan fiturnya Duplicator-nya, itu backup.

Dia itu kelebihannya adalah dia bener-bener, package-nya itu lebih, sizenya itu lebih kecil ketimbang backup-backup yang lainnya, seperti dia itu begitu di-export ke file, website-nya itu. Itu dia file-nya itu berupa ZIP, sama file installer-nya. Installer-nya itu berbentuk PHP dan ZIP-nya itu, dia itu isian dari file satu folder di website tersebut.

Nah, kekurangannya itu adalah begitu kita mau import di Duplicator itu, kita harus, itu ada limitnya. Kurang lebih yang saya tahu itu kurang dari 100 MB, itu kita, itu yang free. Dan lebih dari itu, itu yang pro. Nah, itu sih challenge-nya yang harus dipertimbangkan kalau kalian mau beli atau engganya.

ALL-IN-ONE MIGRATION

Yang kedua itu adalah All-in-One Migration. Nah, All-in-One Migration itu, dia itu biasanya, toolsnya itu, dia itu sama dengan judulnya ‘All-in-One’, dia hanya memerlukan satu file, begitu kita export, dia akan outputnya 1 file, itu dia filenya itu bukan ZIP. Cuman, dia itu mempunyai extension mesin sendiri, yaitu namanya dot WebPress.  Sama ‘Freemium’, Free dan Premium.

Itu kekurangannya begitu kita import, itu ada file batasnya kalau buat yang free, itu kurang lebih tuh sangat terbatas, ya. Itu bisa, kalau tadi kan duplicator, kalau tidak salah itu kurang dari 100 MB. Kalau yang sekarang All-in-One itu, dia itu, setau saya itu, ya kurang lebih sedikitlah kayak 80 ke bawah, 80 MB ke bawah itu dia yang free.

Untuk yang pronya itu dia bisa unlimited, segala macam. Dia bisa scheduling dan lain-lain sebagainya, fitur-fitur lainnya.

UPDRAFT PLUS

Nah sekarang yang terakhir, ini yang lebih rekomendasi banget dari saya, mengapa? Karena ini dari ToffeeDev sendiri sudah mengimplementasikan dan itu secara flow dan worksnya itu cukup memuaskan. Nah, yang terakhir adalah Updraft, Updraft Plus.

Kalau kalian pernah dengar, it’s good. Itu… Updraft Plus itu dia gratis, benar-benar gratis, hanya saja, yang perlu kalian  butuhkan itu adalah storage atau file cloud yang Anda siapkan. Itu kita bisa melakukan scheduling, kayak seperti sebulan dua kali atau seminggu sekali itu kita bisa. Lalu juga kita bisa menyimpan file tersebut di cloud, ada AWS, dari Amazon Services, lalu juga ada Google Drive, dan juga file… maksudnya, cloud service yang lainnya. Nah itu tinggal kalian pilih saja mau menyediakan file cloudnya, misalkan kalian mau free yang bener-bener free itu pakai Updraft Plus lalu kita break up melalui, kita koneksikan melalui cloud service, misalkan saya mau koneksikan memakai Google Drive, itu kan gratis, ya. Cuman terbatas, 1 email itu 15 giga. Nah, kalau lebih dari itu kita mesti hapus atau buat ulang lagi emailnya, gitu. Nah ada baiknya kita melakukan atau berlangganan cloud service, ya. Itu terserah kalian.

Itu di Updraft itu dia udah gratis fitur-fiturnya seperti melakukan scheduling, melakukan backup secara cloud service, dan kita juga bisa download file tersebut, lalu juga direstore atau diimport, itu tanpa batas, tidak ada batasnya misalkan kalau tadi kan yang buat plugin sebelumnya kan, itu ada kayak Duplicator itu, kalau kita mau import file, websitenya itu, maksimal itu berapa ya, kalau ga salah kalau yang free itu 100, kalau yang pro itu dia unlimited pastinya, sama yang kedua itu All-in-One Migration, dia juga kurang dari 100 malah ya, lebih parah daripada yang… apa namanya? Duplicator, Itu kalau buat yang pro, itu dia bisa unlimited.

Nah, kalau yang Updraft ini, yang bener-bener powerful menurut saya, karena dia udah menyediakan gratis lalu juga dia menyediakan fitur-fitur yang memang sudah powerful, seperti scheduling dan cloud service, itu kita bisa mengaplikasikannya atau mengimplementasikannya dengan Updraft Plus. Itu gratis dan juga ada pro-nya. Nah, pro-nya itu menurut saya itu,dia bedanya itu hanya di beberapa file yang harus kita pilih mana aja file yang harus di break up.

Intinya: Backup Website secara Berkala

Nah paling itu aja, sih. Kalau yang lainnya sih tidak, tidak begitu rinci, ya. Paling cuman yang lebih di file uploadnya aja itu yang mereka integrasikan oleh cloud service dan maksimum filenya itu dia melakukan untuk meng-upgrade ke pro biasanya gitu. Kalau Updraft Plus, no. It’s no limit for that. Oke, paling itu aja sekian dari saya.

Kesimpulannya adalah lakukan backup website secara berkala. Lakukan dan lakukan itu mau… kalau bisa terserah kalian, ya. Itu kalian bisa coba mau yang gratis boleh mau yang pro juga boleh.

Oke sekian dari saya, terlebihnya mohon maaf jika ada salah kata. Sampai ketemu di Toffee #SharingMonday selanjutnya.

Kategori